Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Purnama takut
''Katakan saja.'' Purnama menatap pemuda yang sudah duduk di sebelah dia saat ini.
''Aku sebenarnya sudah membuka segel itu sehingga sekarang aku hampir sama dengan kalian semua.'' Felix datang ke sini memang untuk mengakui tentang hal tersebut.
''Ya, Mama bisa merasakan hal itu dan hanya ingin tahu kenapa kamu membuka segel itu.'' Purnama menatap lurus ke depan karena dia tidak ingin membaca pikiran Felix.
''Abi ditemui oleh seseorang dan mereka meminta bantuan agar Abi bisa membantu untuk menyembuhkan penyakit wanita tua itu, bila habis sendiri yang menangani maka tidak akan pernah bisa terkendali.'' Felix mengatakan alasan kenapa dia harus membuka segel tersebut.
Purnama melirik Felix karena sebelumnya dia telah salah sangka setelah merasakan segel itu lepas dari tubuh anak Pangeran ular bungsu, dia sama sekali tidak menduga bahwa Felix membuka segel tersebut karena alasan yang begitu bagus sekali sehingga dia saja merasa kagum dengan kebaikan yang ada di dalam diri darah iblis tersebut.
Memang sulit untuk mengendalikan gejolak emosi yang ada di dalam diri dia, namun bila Felis memiliki tekad yang sangat kuat maka dia akan menjadi iblis yang begitu baik dan tidak akan pernah mendapat keburukan itu lagi, namun untuk kembali terjun ke dalam dunia iblis ini maka dia membutuhkan segala sesuatu pengendalian yang begitu kuat.
Sedikit saja dia lengah maka tidak akan ada kesempatan untuk masuk kembali dengan keadaan baik-baik saja, semua akan hancur berantakan karena itu akan di manfaatkan oleh iblis yang berhati kejam dan sebuah kemenangan untuk mereka semua bila berhasil membawa anak darah campuran ke dunia gelap tersebut.
Ini sudah dia pikirkan juga ketika akan membuka segel itu, jadi Sebenarnya Felix juga sudah memikirkan segala konsekuensi yang akan dia terima ketika memutuskan untuk membuka segel ini, datang menemui Purnama hanya untuk menjelaskan bahwa dia tidak membuka segel karena ingin membuat kejahatan atau masalah yang serius.
Andai saja hubungan dia dengan Nolan sedikit lebih dekat maka sudah pasti Felix akan mengatakan hal ini kepada Nolan saja, namun bisa dikatakan bahwa selama ini peran Nolan begitu kurang di dalam hidup pemuda itu sehingga dia lebih memilih untuk bercerita kepada Purnama saja yang siap menerima semua keluh kesah dia selama ini.
''Aku memutuskan untuk mengambil kasus itu karena sepertinya ada sesuatu yang sangat tidak biasa.'' Felix membuka suara lagi.
''Lalu Bagaimana pengalaman yang sudah kau alami tadi malam?'' Purnama bertanya dengan penasaran.
''Iblis itu memiliki ketangguhan yang luar biasa, mungkin saja itu adalah kutukan dari turun temurun.'' tebak Felix karena dia belum tahu juga secara pasti.
''Iblis turun temurun terkadang memiliki kejahatan yang begitu besar karena dia beranggapan bahwa kekuasaan yang dia miliki sangat masuk di dalam tubuh keluarga itu.'' Purnama sudah hafal dengan sikap para iblis.
''Ya, bahkan bila tadi malam di aku tidak sempat mengambil bola hitam itu maka tubuh wanita muda yang bernama Zora akan segera menjadi bangkai.'' jawab Felix.
Alis Purnama mengerut tajam karena dia bisa menebak sendiri bahwa bola hitam yang selama ini menjadi sarana santet begitu kejam luar biasa, mereka akan menghabisi tubuh korban perlahan-lahan dan akan membusuk pada bagian dalam sehingga orang yang melihat secara tak kasat mata akan beranggapan bahwa manusia itu sama sekali tidak memiliki penyakit.
''Selagi Dia tidak memiliki cap kaki di lantai atau jejak arwah maka iblis itu masih sedikit mudah untuk ditangani.'' ucap Purnama.
''Namun Dia memiliki jejak arwah dan bahkan aku melihat sendiri kaki yang penuh darah itu melangkah di atas lantai.'' Felix berkata serius sehingga membuat Purnama semakin kaget.
''Itu bukan iblis biasa dan Mama tidak akan membiarkan kau menangani kasus itu lagi.'' Purnama langsung bangkit berdiri.
''Ma, aku tahu akan sulit sekali menghadapi dia sehingga aku datang ke sini karena ingin membuat pedang berwarna merah.'' Felix berusaha untuk sedikit menenangkan.
''Pedang itu bukan solusi karena kau juga masih belum tahu secara pasti kekuatan yang ada di dalam dirimu itu.'' bantah Purnama secara langsung.
''Aku pasti bisa, Mama harus percaya bahwa aku bisa menangani ini semua tanpa ada kekalahan.'' Felix terus berusaha untuk meyakinkan.
Purnama terdiam karena dia melihat pendiri bagaimana semangat Felix yang begitu membara di dalam diri ini, Mungkin saja dia sangat ingin menuntaskan kasus itu dengan tangan dia sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain karena itu nanti jelas menjadi kebanggaan tersendiri untuk dia saat semua sudah selesai.
...****************...
"Temui secara langsung.'' Arya memberi perintah kepada Nolan.
''Em nanti saja.'' Nolan kembali mundur karena dia tidak memiliki nyali untuk berbicara kepada Felix.
''Kau memang orang tua yang tidak becus karena tidak berani menemui anak yang telah kau sakiti itu!'' Arya berkata dengan sangat kesal.
''Bang, kau tidak tahu bahwa kami berdua begitu canggung sekali.'' Nolan berusaha untuk memberikan alasan dia.
Arya justru tertawa mendengar hal itu karena kalau untuk soal canggung maka dia telah mengalami bersama dengan Arka juga, ketika tragedi pembunuhan Fatma di masa lalu, hubungan mereka berdua menjadi begitu canggung dan bisa di katakan sangat tidak baik karena tersimpan kemarahan yang ada di dalam hati ini.
''Dia akan merasa tidak nyaman bila aku hadir di sana.'' Nolan Sudah sadar dengan hal itu.
''Ini hanya karena kau tidak ingin bersama dengan anak dari wanita yang telah memuja dirimu, silakan saja kau berbahagia dengan anak yang ada di dalam kandungan Dinda.'' Arya berkata sembari melangkah pergi.
''Kau sama sekali tidak paham.'' Nolan mengeluh sendirian.
Mungkin di pihak Nolan maka akan beranggapan bahwa Arya dan juga Purnama sama sekali tidak memahami perasaan canggung yang ada di dalam diri ular bungsu itu, namun untuk versi purnama dan juga Arya maka mereka beranggapan bahwa Nolan ini sama sekali tidak ada usaha untuk mendekati Felix.
''Aku bukan tidak ingin berbicara dengan dia namun ketika berbicara lebih banyak maka Felix lebih memilih untuk pergi.'' keluh Nolan sendirian.
''Ya, bila aku menjadi dia maka tidak akan pernah memaafkan dirimu juga.'' Maharani muncul sembari menghisap rokok.
''Aih rokok Apa pula yang telah dia ambil itu.'' Nolan pusing sendiri melihat kelakuan kuntilanak tersebut.
Rokok panjang seperti milik orang di masa lalu yang menggunakan pipa berwarna coklat, Maharani mendapatkan itu berasal dari Jenderal perang karena menurutnya itu adalah peninggalan ketika masa peperangan yang telah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
bener2 keluarga penganut iblis 👻
biar cepat terkuak tabir misteri keluarga Zora
sampai sekarang mereka ngk tau penyebabnya apa
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?