NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Udara di dalam penthouse pinggiran kota Wina itu perlahan mendingin seiring kepergian pasukan Sterling Global yang membawa serta Viktor dan Iris Montgomery menuju pengadilan akhir mereka sebuah tempat di mana hukum korporasi dan jeruji besi bawah tanah akan memastikan kedua pengkhianat itu tidak akan pernah melihat dunia luar lagi.

​Di Manhattan, ribuan kilometer dari tempat kejadian perkara, fajar telah sepenuhnya tergantikan oleh kemegahan sore hari yang hangat.

​Di dalam ruang kerja utamanya di mansion Sterling, Hades melangkah masuk dengan langkah mantap. Ia baru saja menyelesaikan sambungan telepon singkat dengan Dionisos, memastikan bahwa seluruh operasi pembersihan telah tuntas tanpa menyisakan jejak sekecil apa pun. Pria itu melepas jas kerjanya, melemparkannya begitu saja ke atas sofa kulit, lalu mengusap wajahnya perlahan dengan kedua tangan.

​Badai itu telah usai. Tidak ada lagi ancaman dari luar yang berani mencoba merusak benteng perlindungannya.

​Pintu ruang kerja mendadak terbuka perlahan. Percy berdiri di ambang pintu, mengenakan gaun rumah berwarna emerald yang kontras dengan kulit putihnya. Rambut chesnut brown nya dibiarkan tergerai bebas di bahunya. Di tangan kanannya, ia membawa sebuah nampan kecil berisi secangkir teh hitam hangat dan sepiring kecil kue kering buatan koki pribadi mereka.

​Hades mendongak. Sorot mata kelabunya yang tadi tajam dan penuh beban langsung melunak seketika saat mendapati sosok istrinya berdiri di sana.

​Percy melangkah mendekat, meletakkan nampan itu di atas meja kerja suaminya yang luas. Tanpa berkata-kata, ia kemudian memutari meja tersebut, berdiri tepat di hadapan Hades yang masih duduk di kursi kebesarannya.

​"Semua sudah selesai?" tanya Percy pelan, suaranya tenang namun sarat akan kepastian.

​Hades mendengus kecil, lalu menarik pinggang ramping Percy agar sang istri duduk tepat di atas pangkuannya. Ia membenamkan wajahnya di lekukan leher wanita itu, menghirup dalam-dalam aroma vanila yang selalu berhasil menenangkannya dari segala kekacauan dunia luar.

​"Sudah, Ma chérie," bisik Hades parau di dekat telinganya. "Sampah-sampah itu sudah disingkirkan dari hadapan kita selamanya."

​Percy mengulurkan tangannya, jemari lentiknya dengan lembut menyisir helai rambut hitam suaminya, meredakan sisa ketegangan yang masih tertinggal di pundak pria itu. Ia tahu persis beban besar yang harus dipikul oleh seorang penguasa imperium sebesar Sterling Global, dan malam ini, ia ingin suaminya tahu bahwa di balik segala kekejaman dan kekuasaan mutlak yang dimiliki Hades, selalu ada seorang ratu yang siap menjadi tempatnya pulang dan beristirahat.

​"Bagus," balas Percy lembut, bibirnya menyunggingkan senyuman tipis penuh kemenangan. "Sekarang... fokuslah sepenuhnya padaku, suamiku."

​Hades mengangkat kepalanya, menatap lekat manik mata amber sang istri yang memantulkan kehangatan mutlak. Di dalam sangkar emas yang kini terasa jauh lebih damai dan aman dari sebelumnya, sang singa dan ratunya menemukan kedamaian sejati menyatu dalam ikatan mutlak yang tidak akan pernah bisa dipisahkan oleh siapa pun lagi.

Ruangan kerja yang luas itu mendadak terasa jauh lebih kecil, dipenuhi oleh kehangatan intim yang menguar di antara mereka berdua. Hades tidak langsung menjawab kalimat tantangan dari sang istri. Sebaliknya, sebelah tangan kokohnya merengkuh tengkuk Percy, menarik wajah wanita itu mendekat hingga bibir mereka bertemu dalam sebuah ciuman yang dalam, menuntut, namun sarat akan rasa memiliki yang teramat besar.

​Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi kecurigaan, dan tidak ada lagi ruang bagi pihak luar untuk menyusup ke dalam benteng pertahanan mereka. Ciuman itu adalah meterai atas kemenangan mutlak yang mereka raih bersama sebuah bukti bahwa singa dan ratunya kini berdiri di puncak rantai makanan tanpa ada tandingan.

​Percy membalas ciuman suaminya dengan sama intensnya, melingkarkan kedua tangannya di leher Hades, membiarkan tubuhnya sepenuhnya terhanyut dalam dekapan hangat pria yang menguasai separuh dunia tersebut.

​Hades melepaskan ciumannya perlahan, menyisakan napas yang sedikit memburu di antara bibir mereka. Iris kelabunya menatap lekat manik mata amber Percy yang kini sedikit sayu namun tetap memancarkan kilatan dominasi yang sama.

​"Kau benar-benar tahu cara membuatku tidak bisa berpaling darimu, Ma chérie," bisik Hades serak, suaranya terdengar begitu rendah dan memuja.

​Percy tersenyum miring, ibu jarinya mengusap lembut garis rahang suaminya yang tegas. "Karena aku adalah ratumu, Hades. Dan singa tidak akan pernah melepaskan singa betina yang berdiri sejajar dengannya."

​Hades mendengus pelan, sebuah tawa rendah penuh kepuasan lolos dari bibirnya. Tanpa menunggu lebih lama, ia bangkit dari kursi kerjanya sambil mengangkat tubuh mungil Percy dalam dekapannya. Langkah kakinya membawanya keluar dari ruang kerja, menyusuri koridor megah mansion menuju kamar utama di lantai atas meninggalkan dunia luar yang dingin dan kejam di belakang, untuk merayakan kemenangan mereka di dalam kehangatan sangkar emas yang abadi.

Pintu kamar utama tertutup rapat, mengunci segala kebisingan dunia luar dan menyisakan dunia kecil yang hanya milik mereka berdua. Cahaya temaram lampu tidur menyelimuti ranjang king size dengan seprai sutra hitam, menciptakan suasana yang hangat dan intim.

​Hades menurunkan Percy dengan lembut di atas permadani tebal berbulu domba sebelum membimbing istrinya ke tepi tempat tidur. Sentuhan pria itu begitu hati-hati, kontras dengan reputasinya yang kejam dan tak kenal ampun di dunia luar. Bagi Hades, ratunya adalah satu-satunya kelemahan sekaligus satu-satunya kekuatan mutlak yang ia miliki di bumi ini.

​Percy menatap manik mata kelabu suaminya yang memantulkan bayangan dirinya. Tidak ada lagi jarak di antara mereka dinding-dinding pertahanan yang sempat retak karena intrik murahan musuh kini telah melebur sepenuhnya, digantikan oleh fondasi kepercayaan yang jauh lebih kokoh dari sebelumnya.

​"Kau tidak akan pernah meninggalkanku kan, Hades?" tanya Percy pelan, suaranya nyaris berbisik di tengah keheningan kamar.

​Hades meraih kedua tangan Percy, mengecup lembut buku-buku jari istrinya yang sempat terluka beberapa hari lalu. "Meninggalkanmu?" Hades mendengus pelan, sorot matanya menatap tajam namun penuh cinta yang mendalam. "Bahkan kematian pun tidak akan bisa memisahkan kita, Ma chérie. Jiwa kita sudah terikat sejak hari pertama kau menapakkan kaki di dunia ini."

​Percy tersenyum, sebuah senyuman tulus yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun selain suaminya. Ia merunduk, menempelkan keningnya di dahi Hades, merasakan detak jantung pria itu yang bergemuruh tenang di dalam dada bidangnya.

​Malam itu, di dalam sangkar emas yang berdiri megah di bawah langit Manhattan, singa dan ratunya merajut kembali malam panjang mereka dalam dekapan abadi membuktikan bahwa cinta di antara penguasa kegelapan dan ratunya tidak pernah diukur dari kelembutan, melainkan dari seberapa kuat mereka bertahan saat badai mencoba merobohkannya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!