Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Keesokan hari
Seperti pagi biasanya mereka berdua berada di ruang meja makan berdua, dengan posisi Leo fokus dengan tablet ditangannya seolah ia sedang membaca sesuatu.
"Ini tuan." Bibi Ria datang membawakan sesuatu pesanan untuk tuannya.
Setelah selesai sarapan,Leo terlihat sudah siap untuk berangkat kerja ke kantornya.
"Aku berangkat ke kantor dulu." Pamit Leo yang langsung berdiri menghampiri Karina dan langsung mengecup dahi Karina.
Spontan Karina terkejut dan saking malunya kejadian itu dilihat oleh beberapa pelayan yang berdiri diruangan itu.
Karina hanya memejamkan mata , seolah dalam hatinya benar-benar malu dan lebih parahnya beberapa pelayan terlihat begitu malu dengan apa yang dilakukan oleh tuan mereka.
Leo langsung pergi dan menghampiri asisten pribadinya yang sedari sudah menunggu.
Karina tak habis pikir jika Leo semakin berani pada dirinya.
Karina duduk di ruang tengah sembari memegang buku, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tidak lain Luxy.
"Selamat pagi Tante cantikku." Sapa Luxy yang pagi-pagi sudah datang di rumahnya.
"Ada apa pagi-pagi kamu datang kesini?" Tanya Karina yang melihat ekspresi bahagia dari Luxy.
"Aku kangen Tanteku ini." Mendengar jawaban itu, Karina merasa geli.
Akhirnya keduanya saling mengobrol,dan reaksi Luxy langsung terkejut,"Kenapa kamu tidak bilang ,dan malah diam tanpa memberitahuku." Protes Luxy mendengar jika beberapa hari yang lalu dia baru saja keluar dari rumah sakit.
"Cuma sakit biasa,kenapa juga aku kabarimu.Paling-paling kamu orang yang paling heboh." Jawab Karina tahu betul sifat Luxy.
"Itu tandanya aku perhatian denganmu Karina." Ucap Luxy yang hubungan mereka semakin dekat awalnya mereka hanya sebatas teman kini mereka menjadi bagian keluarga.
Siang hari
Leo akhirnya tiba di Mansion,ia sengaja pulang karena ingin menjemput Karina untuk makan siang bersama.Leo pergi ke lantai atas menuju kamar.
"Karina?" Panggil Leo ,namun tak ada jawaban.
Leo mencari di ruangan lainnya,tapi tetap saja tak ada jawaban.
"Kemana dia." Gumam Leo ,yang tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.
"Maaf tuan, Nyonya sedang keluar dengan Nona Luxy."
Leo menoleh ke belakang.
"Kapan mereka keluar?" Tanya Leo pada Bibi Ria.
"Setengah jam yang lalu tuan." Jawab Bibi Ria.
"Kemana mereka pergi?"
"Saya tidak tahu tuan."jawab Bibi Ria yang memberitahukan jika Nyonyanya sedang keluar.
Leo menghela nafas pelan-pelan,dan lebih memilih untuk menunggu.
Sementara itu ,Karina dan Luxy pergi ke sebuah Mall besar di kota itu.Mereka berdua ternyata sedang menikmati waktu santai mereka.
"Sudah lama kita tak keluar berdua seperti ini." Ucap Karina yang merindukan kegiatan mereka bersenang-senang bersama.
"Aku pengennya kita bisa keluar seperti biasanya,tapi sayangnya ada singa di sampingmu.Pastinya aku diomeli sama singa itu."Kata singa itu ternyata Om-nya sendiri.
Karina menahan tawa,suaminya dipanggil singa oleh Luxy.
"Ada-ada saja kamu."ucap Karina yang terlihat tak bisa menahan tawa, setelah Luxy memanggil suaminya dengan kata Singa.
"Mungkin singa itu denganku akan marah, tapi denganmu dia akan tunduk karena jatah singa itu akan kamu potong." Seketika bahu Luxy di pukul oleh Karina.
"Asal ngomong." Jawab Karina yang mendengar ucapan Luxy.
Kembali ke Leo,yang tadinya dia ada di Mansion.Kini dia harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan mendadak yang harus ia selesaikan.
Leo mencoba mengirim pesan singkat,tapi tetap saja tak ada balasan dari Karina.Hingga akhirnya Leo melanjutkan pekerjaannya dan mungkin setelah pekerjaan selesai dia akan bergegas pulang menemui Karina.
Malam hari
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 6 malam,Karina baru saja kembali sedangkan Luxy sudah lebih dulu pulang.
Tanpa Karina sadari dirumah tamu ada seseorang yang sedang menunggu dirinya.
Karina menelan ludah setelah melihat kehadiran Leo di tempat itu.
"Leo..." Sapa Karina dengan pelan.
Leo berjalan mendekati Karina, dengan posisi Leo langsung memeluk Karina.
"Kamu ke mana saja, kamu keluar dengan Luxy kan?"tanya Leo lagi.
"Iya, kami berdua pergi jalan-jalan di mall."Leo menatap wajah Karina.
"Terlalu lama."kata itu langsung membuat Karina terdiam.
"Terlalu lama Bagaimana, aku hanya keluar beberapa jam kamu bilang terlalu lama."protes karima dengan ucapan Leo.
"Rumah ini sepi jika tidak ada kehadiranmu." Jawab Leo yang langsung ditanggapi Karina dengan tatapan sinis.
"Dasar gombal." Jawab Karina yang langsung pergi meninggalkan Leo dan pergi menuju kelantai atas kearah kamarnya.
Pagi hari
Karina menggeliat pelan, setelah ia pelan-pelan bangun dari tidurnya. Hingga Karina meraba sisi ranjang yang sudah kosong tidak ada Leo di tempat itu.
"Sepertinya dia sudah ada turun ke bawah." Gumam Karina,yang memutuskan untuk kegiatan masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Dengan langkah santai ia masuk yang saat itu kamar mandi tidak dalam posisi terkunci.
Tapi tanpa ia ketahui,tepat didepannya ada sosok seseorang berdiri.
"Aaaaa!!!!!Karina terkejut dengan kehadiran Leo yang ada di kamar mandi dengan keadaan hanya memakai handuk dililitkan di pinggang.Hingga terlihat otot-otot punggung yang sempurna.
Karina benar-benar syok melihat itu,hingga posisinya berubah membelakangi Leo.
"Apa kamu suka sayang?" Tanya Leo yang mencoba menggoda Karina.
Wajah Karina memanas bercampur rasa malu.
"Kenapa tidak kamu kunci pintunya!" Ucap Karina yang terlihat begitu kesal.
"Kenapa harus aku kunci ,ini kamar mandi milikku tidak akan orang berani masuk." Jawab Leo yang langsung berjalan mendekati Karina, Karina dapat mencium bau harum dari sabun maskulin milik Leo.
Dengan langkah berani, tangan Leo langsung menyentuh pinggang Karina."Selamat pagi sayang." Leo mengecup kepala Karina, setelah itu Leo keluar dari tempat itu.
Karina masih berusaha mengontrol jantungnya ,yang sedari berdetak keras.
Beberapa menit kemudian
Karina terlihat sudah rapi,tapi berbeda dengan Leo yang masih sibuk memakai dasi miliknya.
"Pakaikan." Leo meminta tolong pada Karina untuk memasangkan dasi miliknya.
Karina terdiam sejenak lalu memasangkan dasi milik suaminya.Jarak mereka sangat dekat bahkan ia dapat mencium bau parfum maskulin milik Leo.
Leo menundukkan mengamati wajah dari dekat.
"Ternyata kamu pintar juga bisa memasangkan dasi untukku ,sangat pintar."
"Apa kamu kira aku tidak bisa melakukan apa-apa,sampai kamu meremehkanku sebegitunya padaku." Jawab Karina yang dia anggap dirinya tak bisa melakukan apa-apa.
Setelah selesai, Karina turun ke bawah menuju ruang meja makan dengan penampilan rapinya.Disusul dari belakang Leo yang baru saja datang dan langsung duduk di kursi utama. Penampilan Leo tertata rapi dan kembali terlihat seperti CEO dingin.
Mereka berdua sarapan pagi bersama dengan beberapa pelayan sudah mempersiapkan semuanya untuk Tuan dan Nyonya mereka.
Setelah selesai makan, Leo bersiap pergi ke kantor,"Aku berangkat."pamit Leo.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif