Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Tangga Surgawi Kaisar Pedang
Semakin dalam Ye Xuan melangkah menuju pusat Makam Pedang, langit merah senja berubah menjadi ungu pekat. Udara di sekitarnya tidak lagi berupa gas, melainkan untaian energi Niat Pedang yang kasat mata. Bagi kultivator biasa, bernapas di sini sama saja dengan menelan ribuan silet.
Namun bagi Ye Xuan, dengan Tubuh Pedang Nirwana miliknya, udara ini terasa sedingin dan sesegar angin pegunungan di pagi hari. Setiap helaan napasnya justru secara pasif menyerap serpihan energi pedang untuk memperkuat fondasi fisiknya.
Setengah jam kemudian, hamparan tanah abu-abu berakhir. Di hadapan Ye Xuan, sebuah kawah raksasa yang tak berujung menganga lebar.
Di tengah kawah itu, mengambang sebuah pulau batu raksasa yang diikat oleh sembilan rantai besi berkarat sebesar naga. Di atas pulau melayang tersebut, berdirilah Istana Pewarisan Kaisar Pedang. Istana itu terbuat dari batu pualam hitam, megah namun memancarkan aura keheningan abadi.
Untuk mencapai istana tersebut, hanya ada satu jalan: sebuah tangga batu giok putih selebar seratus meter yang membentang dari tepi kawah langsung menuju gerbang istana. Tangga itu memiliki tepat 999 anak tangga.
Ini adalah Tangga Surgawi Dao Pedang.
Saat Ye Xuan tiba di tepi kawah, ia melihat sekitar tiga ratus kultivator jenius yang tersisa dari berbagai sekte sedang berkumpul di pangkal tangga. Dari lima ribu lebih yang masuk, hanya sedikit ini yang berhasil mencapai pusat makam. Hukum rimba telah menyaring yang lemah menjadi mayat.
Di atas tangga, beberapa siluet terlihat berjuang merangkak naik dengan wajah pucat pasi dan tubuh bersimbah keringat darah.
"Sial! Tekanan Niat Pedang di anak tangga ke-500 ini terlalu berat!" geram Xue Kuang, jenius nomor satu dari Sekte Darah Hitam. Tubuhnya memancarkan kabut darah untuk menahan tekanan tak kasat mata yang menghimpitnya dari atas.
Tidak jauh darinya, Yun Yan, Peri Suci dari Paviliun Awan Hijau, juga terengah-engah. Gaun birunya basah oleh keringat. Ia menggunakan artefak Pita Surgawi untuk menahan tekanan, namun kakinya gemetar hebat di anak tangga ke-510.
"Legenda mengatakan, siapa pun yang bisa mencapai anak tangga ke-999 akan diakui oleh sisa kehendak Kaisar Pedang dan diizinkan mewarisi seluruh isi istana," ucap Yun Yan dengan napas tersengal.
Ia menoleh ke bawah, kening cantiknya berkerut. "Aneh. Makam ini sudah dibuka selama berjam-jam, tapi tidak ada satu pun murid Sekte Pedang Berkabut yang terlihat. Di mana Feng Wuhen?"
Xue Kuang tertawa sinis, meski darah menetes dari sudut bibirnya. "Mungkin si munafik itu mati digigit Binatang Ilusi! Lebih bagus, saingan kita berkurang!"
Di bawah tangga, para kultivator pengembara dan murid sekte kecil hanya bisa menonton dengan iri dan putus asa. Jangankan mencapai anak tangga ke-500, baru menginjak anak tangga ke-10 saja banyak dari mereka yang memuntahkan darah dan terlempar mundur akibat organ dalam mereka terluka oleh tekanan Dao.
Tepat pada saat itu, kerumunan di bawah terbelah.
Seorang pemuda berpakaian hitam biasa melangkah maju dengan tenang. Wajahnya adalah fitur "pemuda desa" yang diciptakan Ye Xuan. Ia tidak memancarkan aura yang mengesankan, pedang biru es di punggungnya disembunyikan di bawah balutan kain usang agar tidak menarik perhatian berlebih.
"Hei, kawan, jangan bunuh diri. Jika kau tidak memiliki pelindung setingkat Senjata Bumi, kau akan hancur di anak tangga ke-20!" peringat seorang kultivator pengembara berhati baik saat melihat Ye Xuan berjalan menuju pangkal tangga.
Ye Xuan hanya mengangguk pelan tanpa menghentikan langkahnya.
Begitu ujung sepatunya menginjak anak tangga pertama...
BZZZZZT!
Sebuah tekanan berat tak kasat mata turun dari langit, setara dengan tebasan pedang seorang kultivator Puncak Lapis Kesembilan Pembentukan Qi.
Namun, sebelum tekanan itu sempat menyentuh kulit Ye Xuan, suara mekanis bergema di benaknya.
[Ding! Mendeteksi 'Tekanan Dao Kaisar Pedang'.]
[Sistem Ekstraksi Otomatis Diaktifkan!]
[Mengekstrak 100 Poin Qi Ketajaman... Mengekstrak 200 Poin Qi Ketajaman...]
[Energi ditransfer untuk menutrisi Tubuh Pedang Nirwana!]
Alih-alih merasa terhimpit, Ye Xuan justru merasa seperti sedang dipijat air hangat.
Ia melangkah ke anak tangga kedua. Lalu ketiga. Kelima. Kesepuluh.
Langkahnya stabil, ritmenya setenang orang yang sedang berjalan-jalan di taman belakang rumah setelah makan malam. Ia menaiki tangga dengan postur tegak sempurna, kedua tangannya disilangkan santai di belakang punggung.
Tap. Tap. Tap.
Kerumunan di bawah mendadak sunyi senyap. Ratusan pasang mata membelalak lebar, rahang mereka nyaris jatuh ke tanah.
"Anak tangga ke-50... Dia bahkan tidak mengeluarkan keringat!"
"Anak tangga ke-100... Dia tidak menggunakan pelindung Qi sedikit pun! Tubuh fisik macam apa itu?!"
"Siapa pemuda desa itu?! Apakah dia monster tua yang menyamar?!"
Dalam waktu kurang dari lima menit, Ye Xuan telah melewati anak tangga ke-300. Kecepatannya tidak menurun sama sekali. Angin Niat Pedang yang berhembus liar di sekitarnya langsung tersedot habis ke dalam pori-porinya sesaat sebelum menyentuh bajunya.
Di anak tangga ke-500, Xue Kuang dan Yun Yan yang sedang beristirahat memulihkan Qi mereka, tiba-tiba mendengar suara langkah kaki santai dari arah bawah.
Mereka menoleh secara bersamaan. Mata mereka langsung menyusut tajam saat melihat seorang pemuda berpakaian hitam berjalan melewati mereka berdua seolah mereka tidak ada.
"T-Tunggu!" Xue Kuang berseru, tidak percaya dengan matanya sendiri. Tekanan di titik ini setara dengan serangan Pondasi Spiritual Lapis Kedua! Bagaimana mungkin pemuda tanpa identitas ini menahannya tanpa berkedip?!
"Kau... Teknik rahasia apa yang kau gunakan?!" Xue Kuang yang merasa harga dirinya sebagai jenius nomor satu diinjak-injak, tiba-tiba mengulurkan tangannya yang diselimuti cakar darah untuk menarik bahu Ye Xuan. "Berhenti dan beritahu aku!"
Ye Xuan tidak menoleh. Ia hanya menghentikan langkahnya sejenak.
Saat cakar berdarah Xue Kuang berjarak satu inci dari bahunya, Niat Pedang Kehancuran secara otomatis meledak dari bahu Ye Xuan.
CRAT!
"AAARGHH!" Xue Kuang menjerit histeris. Tangan kanannya dari ujung jari hingga ke sikunya meledak menjadi kabut darah. Niat Kehancuran itu membalikkan serangannya sendiri!
Yun Yan mundur tiga langkah hingga nyaris terjatuh dari tangga. Wajah cantiknya pucat pasi. Ia melihat dengan jelas bahwa pemuda itu bahkan tidak bergerak, namun kekuatan pantulannya mampu menghancurkan lengan seorang jenius Pondasi Spiritual Lapis Pertama!
"Jangan menyentuhku," suara Ye Xuan terdengar datar, menyapu gendang telinga mereka bagaikan angin musim dingin. "Aku sedang tidak ingin mengekstrak sampah saat ini."
Meninggalkan Xue Kuang yang meraung kesakitan dan Yun Yan yang gemetar ketakutan, Ye Xuan melanjutkan langkahnya.
Anak tangga ke-700... Ke-800... Ke-900...
Semakin tinggi ia naik, kualitas tekanan Dao yang diekstrak Sistem semakin murni. Di anak tangga ke-950, Danau Spiritual di dalam Dantian Ye Xuan mulai bergejolak hebat. Energi yang diserapnya bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas pemahaman hukum pedang.
[Ding! Menyerap Intisari Dao Kaisar Pedang!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Alam Pondasi Spiritual Lapis Kelima!]
WUUUSH!
Gelombang kejut Qi meledak dari tubuh Ye Xuan, menyapu habis kabut ungu di puncak tangga. Ia menginjakkan kakinya di anak tangga ke-999.
Ia berdiri di puncak. Sendirian.
Di depannya, sepasang gerbang perunggu raksasa setinggi tiga puluh meter tertutup rapat, dipenuhi ukiran kuno tentang perang dewa dan iblis.
"Jadi ini Istana Pewarisan," gumam Ye Xuan. Ia mengulurkan kedua telapak tangannya dan mendorong gerbang raksasa itu.
GRRRUUUMMBLL...
Dengan kekuatan dari Tubuh Tirani Tulang Emas, gerbang seberat jutaan ton itu terbuka perlahan, mengeluarkan suara derit yang menggetarkan jiwa.
Ye Xuan melangkah masuk, membiarkan gerbang itu kembali tertutup dengan suara dentuman berat di belakangnya. Kegelapan menyelimuti.
Namun sesaat kemudian, obor-obor di dinding aula raksasa itu menyala dengan sendirinya, memancarkan api berwarna hijau hantu.
Pemandangan di dalam istana membuat Ye Xuan menyipitkan matanya.
Ini sama sekali bukan istana peninggalan yang suci. Ruangan raksasa ini adalah sebuah penjara.
Tidak ada singgasana, tidak ada peti harta karun, dan tidak ada gulungan teknik bela diri. Yang ada hanyalah sebuah lubang jurang tak berdasar di tengah aula. Sembilan pilar emas raksasa menancap di sekeliling lubang itu, memancarkan rantai-rantai cahaya yang menukik ke dalam jurang, menyegel sesuatu yang mengerikan di bawah sana.
Sebuah formasi raksasa berwarna merah darah tergambar di lantai mengelilingi jurang tersebut.
Di tepi formasi, berdiri seorang lelaki tua kurus berjubah abu-abu. Ia memancarkan fluktuasi Qi yang sangat mengerikan, jauh melampaui jenius mana pun di Makam ini.
Puncak Pondasi Spiritual Lapis Kesembilan, setengah langkah menuju Inti Emas!
Melihat lelaki tua itu, Ye Xuan langsung mengenali seragam terselubungnya. Itu adalah Tetua Ku, salah satu Tetua Bayangan dari Sekte Pedang Berkabut.
Makam ini melarang siapa pun di atas usia tiga puluh tahun untuk masuk! Lelaki tua ini pasti menggunakan Teknik Pengorbanan Usia yang ekstrim, menghancurkan masa depan kultivasinya dan membakar umurnya, hanya untuk menurunkan level tubuhnya secara paksa demi menyusup ke tempat ini!
Tetua Ku menoleh dengan cepat ke arah gerbang yang baru saja tertutup. Ia tampak terkejut.
"Kau..." Tetua Ku menyipitkan matanya yang buta sebelah, menatap Ye Xuan yang masih dalam mode penyamaran. "Kau bukan Feng Wuhen! Siapa kau?! Bagaimana seorang pengembara rendahan sepertimu bisa melewati Tangga Dao sebelum rombongan Sekte Pedang Berkabutku tiba?!"
Ye Xuan menghela napas pelan. Ia menyentuh wajahnya, dan perlahan, Garis Keturunan Bunga Ilusi ditarik kembali. Wajah "pemuda desa" itu mencair, digantikan oleh wajah asli Ye Xuan yang dingin dan tegas.
Mata Tetua Ku membelalak ngeri. Ia mundur selangkah, tongkat di tangannya bergetar.
"Y-Ye Xuan?! B-Bocah mayat?! Kau masih hidup?!" Suara Tetua Ku nyaris pecah. Ia sangat mengenal wajah mantan jenius sekte luar itu. Namun yang membuat jantungnya hampir meledak bukanlah fakta bahwa Ye Xuan masih hidup, melainkan fluktuasi aura yang terpancar dari tubuh pemuda itu.
"Pondasi Spiritual Lapis Kelima?! Tidak mungkin! Seminggu yang lalu kau hanyalah iblis cacat di Pembentukan Qi!" teriak Tetua Ku, kewarasannya mulai retak.
Ye Xuan tidak membalas keterkejutannya. Ia melirik ke arah formasi darah di lantai dan jurang penyegel, menggabungkannya dengan ingatan yang ia curi dari Feng Wuhen.
"Kau sedang menunggu Feng Wuhen datang membawa darah dari puluhan murid junior kalian sebagai tumbal pengorbanan untuk memutus Segel Nadi Bumi ini, bukan?" ucap Ye Xuan tenang, menarik Pedang Embun Beku dari punggungnya.
Mata Tetua Ku menyusut. "Bagaimana kau tahu rencana rahasia Tetua Agung?!"
"Karena Feng Wuhen yang memberitahukannya padaku, sebelum aku menghancurkan tulang-tulangnya dan menjadikannya debu Hutan Makam," Ye Xuan menyeringai buas, bilah pedangnya memancarkan cahaya es yang mencekam.
"K-Kau membunuh Feng Wuhen... dan seluruh murid elit kami..." Wajah Tetua Ku memucat, namun sedetik kemudian, kepanikan itu tergantikan oleh kemarahan dan kegilaan yang absolut.
"HAHAHA! BAGUS! BAGUS SEKALI!" Tetua Ku tertawa melengking, Niat Membunuh memancar pekat dari tubuhnya.
"Kau mungkin jenius iblis yang menyembunyikan kekuatan, Ye Xuan. Tapi kau salah langkah karena berani masuk ke ruangan ini sendirian! Aku adalah Puncak Lapis Kesembilan! Aku membakar tiga puluh tahun umurku demi misi ini!"
Tetua Ku mengangkat tongkatnya, dan energi spiritual abu-abu meledak, menciptakan tekanan badai di dalam istana.
"Karena darah Feng Wuhen dan para murid gagal tiba, maka Esensi Darah jenius Lapis Kelima milikmu akan menjadi pengganti yang sempurna untuk melepaskan Iblis Pedang Kuno!"
Ye Xuan mengangkat Pedang Embun Beku miliknya, menunjuk lurus ke arah dada Tetua Ku. Aura Niat Pedang Kehancuran mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, beresonansi dengan kegelapan istana.
"Aku selalu penasaran," ucap Ye Xuan, suaranya sangat tenang namun mampu membekukan aliran darah. "Berapa banyak poin ekstraksi yang bisa kudapatkan dari seorang Tetua Lapis Kesembilan."
Ye Xuan melangkah maju. "Majulah, anjing tua. Mari kita lihat, siapa yang akan menjadi tumbal di ruangan ini."