Area Dewasa
Sebagai putri kesayangan dari pengusaha kaya keluarga Alexander membuat hidup Sea Caroline Alexander menjadi begitu bebas dan liar. Tidak ada yang berani melarangnya untuk melakukan ini dan itu. Karena kebebasan itu membuat Sea menjadi wanita nakal dan mesum. Setiap hari pekerjaannya hanya ke kampus dan bersenang-senang bersama sahabat prianya, seperti balapan liar dan club malam.
Melihat kebebasan Sea, membuat Jhon berinisiatif untuk menikahkan putrinya dengan anak sahabat lamanya, Seorang presedir tampan namun sangat polos.
Sea menolak keras pernikahan itu. Dia tidak suka dengan pria polos. Walaupun begitu Jhon tetap melangsungkan pernikahan itu.
Bagaimana dengan nasib pernikahan Sea? Akankah Sea akan mencintai presedir polos itu? Atau maukah suaminya menerima keadaan Sea sebagai wanita nakal dan liar?
.
.
.
Akan banyak kata-kata vulgar serta beberapa adegan dewasa dalam cerita ini. Bijaklah dalam membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EbieMai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Pria yang menjadi lawan Sea itu keluar dari mobilnya. Tersenyum melihat ke arah Sea yang menari-nari di atap mobil tanpa rasa malu.
"Selamat. Tadi sangat mengagumkan sampai aku kehilangan fokus." Ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya ke arah Sea.
Sea meraih tangan pria itu sambil melompat dari atap mobil. "Terimakasih. Jangan sampai tergoda tadi hanya salah satu trik."
"Aku sudah terlanjur tergoda."
"Semoga tidak menyesal." Sea mengulurkan tangannya, "Nama Gue, Sea.
Pria itu membalas uluran tangan Sea, "Wiliam."
Rafael, Jonathan dan Cherles mendekat ke arah Sea, memeluk sambil mengucapkan kata selamat kepada Sea.
"Sahabat gue memang hebat." Puji Rafael.
"Belum ada yang mengalahkan." Sambung Jonathan.
"Dan lu menang karena doa gue." Ucap Charles yang mendapat tumbukan bahu dari Sea.
"Gue gak butuh doa lu. Tuhan saja tidak menerimanya, haha..." Tawa Sea di ikuti tawa Rafael dan Jonathan. Mereka tertawa tanpa peduli dengan muka Charles yang sudah kesal.
"Sea kirim nomor rekening kamu." Ucap Wiliam memotong obrolan mereka.
"Masukan nomor ponsel lu!" Sea memberikan ponselnya ke dada Wiliam.
Wiliam tersenyum dan meraih ponsel Sea yang ada di dadanya, tapi Wiliam mengambil ponselnya sambil menggenggam tangan Sea dan menciumnya. Sea hanya diam tanpa protes dan membiarkan Wiliam mencium tangannya selagi tidak di luar batas. Lagipula Sea sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu dari seorang pria.
"Cium-cium aja lu. Jauh-jauh sana CORONA." Luke tidak terima. Pria itu mengelap punggung tangga Sea yang di cium oleh Wiliam.
"Biasa aja dong. Sea saja tidak marah aku cium kenapa kamu yang sewot." Wiliam mengembalikan ponsel Sea, "Ini nomor ponsel aku, kirim rekening kamu."
Sea mengirim nomer rekeningnya ke nomor ponsel Wiliam. Tak lama kemudian ponsel Sea berdering. Sea membulatkan matanya melihat notifikasi transfer dari atas Wiliam Sutomo sebesar 5M.
"Lu serius? Sebanyak ini?" Biasanya jika setiap Sea menang, ia hanya mendapat 500 juta dan yang paling besar 800 juta. Namun malam ini Queen Rancing itu mendapat 5M. Sea beruntung berkali-kali lipat, mimpi apa dia selamam?
Wiliam mengangguk, "Yang seperti kamu lihat."
"Terimakasih." Girang Sea. Tanpa sadar bibirnya akan mencium pipi Wiliam, namun dengan cepat Charles membekap mulutnya.
"SEA..." Teriak para sahabatnya. Mereka tidak suka melihat sahabat wanitanya melakukan kontak fisik terhadap pria lain walau hanya sekedar ciuman. Apalagi saat ini wanita nakal itu sudah menikah dan punya suami.
Keempat pria tampan itu selalu menjaga dan melindungi Sea dengan ketat. Karena sifat nakal dan mesum Sea membuat mereka lebih overprotektif menjaga wanita itu. Mereka tidak akan membiarkan Sea dalam bahaya atau terjerumus dalam perangkap para pria brengsek. Walaupun mereka berempat masuk kedalam daftar pria brengsek, akan tetapi mereka akan selalu menjaga wanita yang mereka sayangi seperti Sea, karena bagi mereka Sea sudah seperti adik mereka sendiri.
Sea hanya cengengesan, "Sorry khilaf." Memperlihatkan ponselnya di hadapan para sahabatnya.
Haaah? Keempat pria tampan itu juga membulatkan matanya dengan mulut yang menganga melihat hasil transfer.
"Sebanyak itu? 5M" Luke kembali memastikan. Mengerjapkan matanya memastikan kalau ia tidak salah lihat.
"Iya, kita bagi rata oke." Sea mentransfer 1M kesetiap nomor rekening sahabatnya.
Inilah yang mereka sukai dari Sea. Selain cantik, Sea juga sangat baik. Selalu ringan tangan dalam memberi tanpa pamrih. Sea tidak pernah pelit dalam memberi, jika merasa sudah cukup atau merasa lebih, ia akan membagikannya.
"Thanks Sea." Ucap mereka.
"Hmm. Ke Club Jo yuk! Udah lama gue tidak kesana." Sea mengajak para sahabatnya ke tempat maksiat yang hampir tiap malam mereka datangi.
"Berangkat....!!!" Mereka pergi meluncur ke Club milik Jonathan. Sea juga mengajak Wiliam untuk ikut walau hanya untuk sekedar minum. Tujuan Sea mengajak ke Club malam untuk menghilangkan rasa penat dan beban yang telah di tahan Sea selama satu minggu ini karena ulah suami polosnya yang begitu manja membuat ia kesal dan wanita itu dengan sabar menjalanin semua tingkah suaminya.
Bllas Club itulah nama Club malam milik Jonathan yang ada di Jakarta. Club malam yang cukup besar dan setiap malamnya selalu di penuhi oleh ratusan manusia.
Suara dentuman DJ terdengar begitu memekakkan telinga di saat mereka sudah masuk kedalam Club malam. Bau alkohol tercium begitu jelas. Ratusan manusia berjoged-joged meliuk-liukan tubuhnya dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar.
"Lu ga pulang Sea. Entar lu di cariin si polos lagi." Charles yang kesadaran tinggal setengah karena mereka sudah 2 jam berada di sana dan malam semakin larut.
Jonathan sudah tepar karena terlalu banyak minum alkohol dengan kadar alkohol tinggi. Luke? mungkin sudah tidur akibat lelah bercinta. Sedangkan Rafael sedang memainkan musik DJ, karena Rafael memang seorang DJ yang cukup populer di dunia malam.
"Udah gue Nina Bobo'in tadi." Sea meneguk habis segelas alkohol di tangannya.
"Joged yuk!" Ajak Sea.
"Lu sama Wiliam aja deh." Charles yang mengontrol kesadaran agar tidak hilang.
"Yuk Wil." Sea menarik tangan Wiliam. Berjoged bersama menikmati alunan musik yang ada di Club malam tersebut.
Karena terlalu asik berjoged, Sea tidak menyadari kalau sudah hampir pagi. "Gue pulang ya, hampir pagi. Sekali lagi makasih ya transferannya." Sea berbisik di telinga Wiliam agar Wiliam mendengar ucapannya karena suara musik yang sangat kencang.
"Oke." Wiliam mengangguk dan tersenyum.
Tanpa Sea sadari ada orang misterius yang memotret kelakuannya. Sudah banyak foto Sea yang di ambil orang misterius itu dan foto yang paling mencolok terlihat pose Sea yang berbisik kepada Wiliam seperti sedang mencium karena pengambilan foto dari belakang.
Sea bergegas keluar dan menuju parkiran lalu melajukan mobilnya. Sea membuka jaketnya hingga menyisakan crop tangtop dan tampak sedikit belahan dadanya. Dia melepas high heelsnya agar mudah mengendarai mobilnya. Suara musik sengaja ia kencangkan untuk mengusir rasa kantuk, sesekali Sea meliuk-liukan badannya mengikuti alunan musik.
Mobil Sea berhenti di perempatan jalan rumah suaminya. Sebelum keluar ia mengirim pesan kepada orangnya untuk memobilnya.
Sea masuk kedalam rumah mewah itu memalui pintu belakang tempat yang ia lewati untuk keluar tadi. Dengan pelan-pelan ia langkahkan kakinya agar tidak menimbulkan suara menuju kamar suaminya.
Membuka handle pintu dengan pelan.
"Darimana saja kamu?"
tapi endingnya sad😭