NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Tersembunyi Dua Puluh Tahun Silam

 Keesokan harinya, langkah mereka tertuju pada Dusun Bara Rendah, tempat di mana kebenaran tentang penukaran mereka dengan bayi yang meninggal dunia dua puluh tahun lalu, mungkin akan terungkap.

 Pagi buta, Ling Xie menyampaikan pamitnya kepada Dayang Muda Bai Zhi. Di saat yang sama, Selir Agung Ling Mei Rong telah dipindahkan ke Paviliun Utama kediaman Kaisar.

"Bai Zhi, kau jaga tempat ini baik-baik. Aku pamit pergi menemani Pangeran Jin Ling Jian dan Pangeran Jin Lim Jian ke Dusun Bara Rendah serta dusun di seberang sana. Mungkin butuh waktu berhari-hari untuk menyelesaikan tugas ini," ujar Ling Xie saat berpamitan kepada Dayang Muda Bai Zhi.

"Baik, Nona. Berhati-hatilah. Mungkin di luar sana banyak bahaya yang sedang mengintai!" sahut Dayang Muda Bai Zhi, seraya menyiapkan bekal perjalanan Ling Xie.

 Ling Xie memeluk Dayang Muda Bai Zhi. "Aku berangkat sekarang untuk menemani Pangeran Kembar. Aku titipkan obat-obatan dan ramuan herbal lainnya kepadamu. Jaga dirimu baik-baik. Sebaiknya kau tinggali Paviliun Tamu Agung dan berjaga di sana," ucapnya.

"Hati-hati di jalan ya," ucap Dayang Muda Bai Zhi seraya melambaikan tangannya.

    Ling Xie pun masuk ke dalam kereta kuda, di mana kedua Pangeran itu sudah menunggunya. Ling Xie duduk tepat di hadapan kedua Pangeran itu. Tampaknya, Pangeran Pertama Jin Ling Jian menatapnya dengan perasaan yang mendalam. Sementara itu, Pangeran Kedua tampak bingung melihat tingkah kakaknya, Pangeran Jin Ling Jian, yang terus memandangi wajah Nona Ling Xie yang tertutup cadar putih itu.

"Kak Ling! Hei!" tegur Pangeran Kedua Jin Lim Jian, mengejutkan Pangeran Pertama Jin Ling Jian.

"Eh, ada apa?" tanya Pangeran Pertama Jin Ling Jian yang terkejut, seraya mengelus dadanya.

  Tak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di Dusun Bara Rendah. Mereka berjalan menyusuri perkampungan itu, lalu mencoba bertanya kepada warga setempat mengenai seorang Tabib wanita bernama Nuan Li.

"Permisi, Kisana! Apakah Kisana mengenal Tabib wanita Nuan Li?" tanya Pangeran Pertama Jin Ling Jian.

"Oh, sepertinya hamba pernah mendengar nama itu, Yang Mulia. Namun hamba tidak tahu di mana beliau berada. Cobalah tanyakan kepada penduduk di sana," sahut salah satu warga Dusun Bara Rendah yang mereka temui.

"Baiklah, terima kasih banyak, Kisana!" ucap Nona Ling Xie.

Setelah mencari cukup lama, tiba-tiba nama itu terasa tak asing bagi Ling Xie. Nama itu persis seperti nama neneknya—ibu dari ayah angkatnya. Nenek itu juga seorang tabib sekaligus dukun beranak di sini, namun nama yang dikenal orang bukanlah Tabib Nuan Li, melainkan Tabib Nuan.

"Permisi, Yang Mulia. Sepertinya nama itu tidak asing bagi hamba," ujar Ling Xie sambil mengingat kembali. "Nenek hamba juga seorang tabib wanita dan dulunya adalah dukun beranak. Beliau adalah ibu dari ayah angkat hamba. Namun... nama beliau bukan Nuan Li, melainkan Nuan."ujar Ling Xie.

"Bisakah kita ke sana?" ujar Pangeran Kedua Jin Lim Jian.

"Tentu saja," sahut Ling Xie.

Mereka pun segera berangkat menuju kediaman nenek angkat Ling Xie. Rumah Nenek Nuan ternyata tidak jauh dari rumah orang tua angkatnya. Sesampainya di sana, Ling Xie melangkah menuju pintu rumah.

"Nenek... Nenek..." panggilnya pelan.

Tak lama, sang Nenek berjalan menghampiri pintu sambil membawa seember air.

Byuurrr!

Air di dalam ember itu seolah sengaja disiramkan ke arah Ling Xie.

"Berani-beraninya kau datang ke sini, anak sialan!" herdik Neneknya, seraya menghempaskan ember yang kini kosong itu ke tanah.

Kedua Pangeran itu tertegun kaget. Nenek itu sama sekali tidak mengenali mereka, bahkan tak menyadari bahwa kedua pemuda di hadapannya adalah Pangeran dari Kerajaan Feng Ling.

"Hei, Nenek! Nenek tidak boleh bersikap begitu padanya! Bukankah dia juga cucu Nenek?" tegur Pangeran Jin Ling Jian dengan nada suara yang meninggi.

"Dia bukan cucuku! Dia hanyalah anak yang sengaja diasuh oleh anakku. Dia bukan cucuku!" ujar Nenek Nuan dengan amarah yang meluap.

"Izinkan hamba berbicara sebentar dengan Nenek," pinta Pangeran Jin Ling Jian dengan tenang.

"Baiklah, silakan masuk." ujar nenek yang mempersilakan mereka masuk.

  Pangeran Jin Ling Jian meminta Ling Xie menunggu di luar, sementara mereka berdua berusaha menggali informasi lebih dalam mengenai peristiwa dua puluh tahun silam.

"Nona Ling Xie, mohon tunggu di sini. Biar kami yang masuk ke dalam untuk mencari keterangan," ujar Pangeran Jin Lim Jian. Ling Xie pun mengangguk pelan.

  Nenek dan kedua Pangeran kembar itu pun masuk ke dalam rumah. Nenek mempersilakan mereka duduk.

"Ada apa, anak muda? Apa yang sebenarnya ingin kalian tanyakan?" tanya Nenek seraya duduk di kursi yang sudah usang.

"Apakah Nenek pernah menjadi dukun beranak yang membantu proses kelahiran di Kerajaan Feng Ling, dua puluh tahun yang lalu?" tanya Pangeran Jin Ling Jian dengan wajah serius.

  Nenek terdiam sejenak, seolah sedang mengingat kembali peristiwa dua puluh tahun silam.

"Benar. Saat Nenek masih berusia lima puluh tahun, Nenek memang pernah membantu Istri Kaisar Jin Feng melahirkan. Rasanya memang persis dua puluh tahun yang lalu," Nenek mulai membuka cerita.

"Nenek dipanggil oleh utusan Kaisar untuk membantu proses kelahiran anak pertama beliau. Saat itu, Permaisuri Yan Shi melahirkan seorang bayi laki-laki," lanjut Nenek Nuan.

"Apakah bayi itu kembar?" tanya Pangeran Jin Lim Jian yang semakin penasaran.

"Bukan! Permaisuri Yan Shi tidak pernah melahirkan bayi kembar. Bayi Permaisuri Yan Shi adalah bayi tunggal. Sayangnya, bayi laki-laki itu meninggal dunia sesaat setelah lahir. Permaisuri Yan Shi sangat terpukul saat itu. Namun di saat yang sama, ternyata Selir Agung Ling Mei Rong juga melahirkan. Hanya saja... Selir Agung Ling Mei Rong melahirkan seorang diri, tanpa bantuan siapa pun."

"Nenek sendiri yang menggendong bayi itu, lalu Permaisuri Yan Shi mengeluarkan sekantong penuh uang perak, dan perhiasan. Mencoba menyogok nenek, namun Nenek menolaknya. Permaisuri Yan Shi terus saja memaksa nenek, dan akhirnya nenek mau menuruti perintah nya. Nenek di perintahkan oleh Permaisuri Yan Shi untuk Ke Paviliun Selir Agung Kekaisaran."

 "Nenek di bantu dua orang dayang muda bernama Dayang Lan Chui, dan Dayang Liang Yue. Mereka masih muda, berusia sekitar 20 tahunan. Saat itu, Dayang Lan Chui nenek perintahkan untuk membersihkan bekas permaisuri Yan Shi bersalin. Nenek pergi bersama Dayang Liang Yue ke Paviliun Selir Agung Kekaisaran. Nenek berpura-pura baik, kepada Selir Agung Ling Mei Rong."

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya mereka berdua, rasa penasaran mereka makin memuncak.

"Nenek dan Dayang Liang Yue pun masuk ke Paviliun Selir Agung. Di sana, Selir Agung Ling Mei Rong terbaring lemah, dan di dekat kakinya terbaring dua bayi laki-laki yang lahir dengan selamat. Bayi-bayi itu menangis, namun suaranya terdengar lemah dan tak nyaring. Saat itu, kami membawa bayi-bayi itu untuk dibersihkan. Setelah bersih, kami meletakkannya kembali di samping Selir Agung Ling Mei Rong yang sudah terkulai lemas. Ketika pandangan Selir Agung Ling Mei Rong mulai kabur dan tubuhnya semakin lemas, kami segera menukar salah satu bayi kembar itu dengan jenazah bayi milik Permaisuri Yan Shi yang sudah meninggal. Setelah itu kami segera meninggalkan paviliun itu, dan menyerahkan jenazah bayi itu kepada Permaisuri Yan Shi di Paviliun Utama." Nenek menjelaskan dengan detail.

"Keesokan harinya, kami bertiga kembali diperintahkan oleh Permaisuri Yan Shi untuk menyebarkan fitnah keji. Kami menyebar isu bahwa Selir Agung Ling Mei Rong melahirkan bayi hasil perselingkuhannya dengan seorang pria dari Dusun Bara Rendah. Konon bayi itu meninggal dunia sebagai akibat karma buruk ibunya. Karena segala bukti yang diajukan hanyalah rekayasa belaka, Kaisar pun tak sadar dan ikut termakan hasutan tersebut. Beliau memerintahkan para pengawalnya untuk segera mengasingkan Selir Agung Ling Mei Rong ke Paviliun Dingin. Di sanalah Selir Agung Ling Mei Rong dipenjara, kakinya dirantai dengan belenggu besi."

Tanpa disadari, air mata menetes membasahi pipi kedua Pangeran kembar itu.

"Bisakah Nenek ikut kami untuk bersaksi di hadapan Pengadilan Kerajaan Feng Ling?" tanya Pangeran Pertama Jin Ling Jian dengan nada yang ramah, namun tegas.

"Apa? Ssi... siapa kalian sebenarnya?" tanya Nenek dengan terkejut setengah mati.

"Kami adalah anak kembar yang sengaja kalian tukar dua puluh tahun silam. Sekarang, ikutlah bersama kami kembali ke Istana Kerajaan Feng Ling," ujar Pangeran Kedua Jin Lim Jian.

Pangeran Jin Ling Jian kemudian memerintahkan para pengawal yang menunggu di luar rumah untuk segera mengantar Nenek Nuan ke Kerajaan Feng Ling.

"Pengawal! Bawa Nenek ini ke Istana!" perintah Pangeran Jin Ling Jian, berusaha menahan amarah yang meluap di dadanya.

Nenek pun digiring dan dibawa menuju Istana Kerajaan Feng Ling. Sebelum berangkat, Nenek Nuan sempat berseru:

"Meski kalian memenjarakan ku, kalian masih memiliki satu masalah besar yang belum terselesaikan! Kalian takkan pernah tahu siapa dan di mana keberadaan adik kandung kalian yang sebenarnya!" ucap Nenek itu seraya tertawa licik.

"Apa? Bukankah Putri Li Mei Feng adalah adik kandung kami? Putri Kerajaan Feng Ling?" tanya Pangeran Kedua Jin Lim Jian dengan wajah pucat.

"Bukan! Dia sama sekali bukan adik kandung kalian! Dia adalah anak hasil perselingkuhan Permaisuri Yan Shi dengan seorang kasim di Kerajaan Feng Ling, yang kini menjabat sebagai Jenderal Perang," jelas Nenek Nuan seraya tertawa licik.

"Silakan saja kalian cari Dayang Liang Yue dan Dayang Lan Chui. Kalian takkan pernah menemukan mereka! Ha... ha... ha! Permaisuri Yan Shi sudah membunuh mereka berdua, karena takut rahasia besarnya terbongkar," ucap Nenek Nuan seraya tertawa puas, melihat kedua Pangeran itu tertegun penuh kebingungan.

Saat Nenek Nuan digiring menuju Istana Kerajaan Feng Ling, Ling Xie kembali menghampiri kedua Pangeran itu.

"Hebat sekali, Yang Mulia! Kalian berhasil membawa Nenek ke istana. Lalu sekarang, kita akan pergi ke mana untuk mencari kedua Dayang itu?" tanya Ling Xie dengan sikap yang lugu dan menggemaskan.

"Kita pulang saja, kembali ke Istana. Percuma mencari mereka, hasilnya pasti nihil. Permaisuri Yan Shi sudah membunuh kedua Dayang itu. Jadi... kita kehilangan sebagian jejak kebenaran," ujar Pangeran Jin Ling Jian dengan suara yang terdengar lemah dan lesu.

Mereka pun kembali menaiki kereta kuda, lalu segera berangkat pulang menuju Istana Kerajaan Feng Ling.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!