NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Setelah itu,Roy pergi tanpa berkata sepatah apapun,sebelum menjauh Lisa menghentikan langkah nya

"Tunggu..." Ujarnya lalu mengambil sesuatu dari tasnya.

"Ini almamater lo,yang gua pinjem kemarin" Lisa memberikan almamater itu kepada Roy dan laki laki itu mengatungnya di tangan nya,lalu berlalu pergi.

"Thanks,"

Laki itu hanya menjawabnya dengan isyrat jempol dan terus berjalan.

Sedangkan ditempat lain

Sinta dan Wanda sedang merapikan buku perpustakaan dalam rangka menjalankan hukuman.

"Haduh,capek nih,pegel lagi tangan gua" Keluh Sinta lesu sambil duduk di lantai.

"Manja banget jadi cewek" Ketus Rendy.

"Hey,ren ren,ini beneran capek tau,lo enak cuma ngelihatin dong"

"Trus masalah buat lo"

"Makanya buruan diselesain" Perintah Rendy kemudian.

"Hisss,nyebelin banget sih,lo" Kesal Sinta.

Sedangkan Wanda dia tidak sendiri,dia sedang memanfaatkan Arya untuk membantu nya membersihkan dan menata buku buku yang ada di perpustakaan.lagi pula Arya tidak sejahat Rendy.

Sinta bener bener lelah kali ini,keringat bercucuran di dahinya,sekarang dia sedang bersandar di tembok.

"Nih,minum"

Suara datar Rendy sambil menyerahkan sebotol minuman dan sebungkus tisu

"Makasih,ren ren" Ujarnya sambil mengambil botol dan bungkus san tisu itu.

Sambil minum,Sinta berfikir kalau Rendy tidak sejahat seperti yang dia kira,setelah minum dia membersihkan keringat di dahinya dengan tisu.

"Gak,gratis ya,gua tambah hukuman lo untuk merapikan rak buku yang ada disebelah sana" Ujar laki laki itu sambil menunjuk rak yang dia maksud.

Hancur sudah lamunan Sinta,dengan cepat dia menghapus fikiran baik tentang Rendy,sebelum dia merapikan rak buku yang di tunjuk Rendy barusan,Sinta melempar botol bekas itu ke lantai dengan keras,membuat Rendy berkesiap kaget.

"Astofirullohalajim" Ujarnya sambil mengelus dadanya,untung saja ponsel yang dia pegang tidak jatuh ke lantai.

*****

Tak terasa jam pulang sekolah telah tiba,semua murid murid sma Negeri harapan berhamburan keluar.

Lisa dan kedua sahabat nya sekarang lagi tidak banyak bicara karena,Sinta sangat kelelahan akibat ulah Rendy.

"Gays,gua duluan ya,sopir gua udah datang tuh" Pamit Wanda kepada kedua sahabat nya.

"Ok" Jawab Sinta singkat.

"Hati hati wand,salam buat orang tua lo" Teriak Lisa

Setelah kepergian Wanda,Sinta mengajak Lisa ke kantin sebelum pulang.

"Lis,ke kantin dulu yuk"

"Lo aja deh,gua lagi buru buru buru pulang nih"tolak Lisa,karena lututnya masih terasa kram.

"Ok,deh,gua ke kantin dulu ya" Pamit Sinta.

"Yoi,eh tunggu deh,kok gua gak lihat mobil lo" Tanya Lisa ketika melihat kearah parkiran tidak ada mobil Sinta.

"Gua diantar,lis,untuk gua gak bawa mobil hari ini,badan gua lemes banget"

"Ohh,yaudah,udah sono isi tenaga lo dulu,sebelum jemputan lo datang"

Setelah kepergian Sinta,Lisa berjalan kearah parkiran dan duduk dikursi disana sambil menunggu jemputan nya. Sedangkan suasana sekolah sudah sepi,apalagi jam pelajaran sudah berakhir 30 menit yang lalu.

Sekarang Lisa sedang duduk termenung dalam lamunan nya,namun lagi dan lagi ada seseorang yang membisikkan sesuatu di telinga nya,siapa lagi kalau bukan Roy sang ketua OSIS.

"Jangan ngelamun entar kesambet lagi"

"Lo bisa gak sih,gak usah ngagetin gua"

Gadis itu berdiri dan berniat meninggalkan laki laki itu,namun untuk ketiga kalinya laki laki itu malah menggendong nya lagi. Laki laki itu membawanya ke ujung parkiran yang dimana disana ada mobil berwarna putih.

"Lo mau culik gua ya,ngapain lo bawa gua ke mobil lo,nanti kalau supir gua datang,gimana" Cerocos Lisa.

Roy hanya diam,lalu mendudukkan Lisa dikursi depan,lalu menutup kembali pintu mobil itu. Setelah Roy duduk dikursi kemudi,dia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya,dan mengetik sesuatu disana

"Kan udah gua bilang,lo gak akan laku dijual,ngapain juga gua nyulik lo"

"Awas ya,kalau sampai lo dimarahi sama pacar lo"

Roy yang mendengar kata pacar yang diucapkan Lisa membuat dirinya jadi bingung sambil menatap Lisa,namun dengan cepat dia bersikap santai.

"Gak masalah,gak usah khawatir"

"Oiya,soal sopir lo,coba deh cek ponsel lo,siapa tahu ada pesan dari nyokap lo" Sambung Roy

"Ponsel siapa"

Pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Lisa membuat Roy menjadi kesal.

"Ponsel sopir lo,ya,ponsel lo lah,beg* amat sih"

Setelah melihat ponselnya,dia mengerucut kan bibir nya,pasalnya sang Bunda menyuruhnya pulang bersama Roy,sedangkan Roy hanya tersenyum tipis ketika ditatap Lisa.

Disini lain

Desi yang sedang menunggu Roy tidak jauh dari parkiran,melihat Roy sedang menggendong Lisa dan membawanya ke mobil. Melihat hal itu membuat hati Desi benar benar sakit dan lebih sakit lagi ketika melihat pesan dari Roy

( des,lo pulang naik taksi aja ya,sorry gua gak bisa nganterin lo balik,gua ada urusan mendadak)

"Lo jahat,lo sudah berubah Roy" Ujarnya pelan dengan air mata yang sudah mengalir dari pipinya.

Tak berbeda dengan Sinta yang kesal hari ini, pasalnya sang mama tidak bisa menjemputnya hari ini, dengan terpaksa dia berjalan untuk mencari taksi,walau badannya sangat terasa lelah,

"Gua tarik deh kata untung gua tadi"

Sejak tadi yang dia tunggu tak kunjung lewat, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu di gazebo yang terletak di pinggir jalan.

Hari semakin sore dan langit mulai mendung seperti nya akan turun hujan sebentar lagi, sedangkan Sinta masih menunggu taksi yang tak kunjung lewat.

Lama dia menunggu,yang datang bukan sebuah taksi melainkan seseorang yang mengendarai sepeda motor sport,dia memakai hoodie hitam dan helm full face,sehingga Sinta tak mengenalinya.

"Mau numpang gak" Tanyanya kepada Sinta.

Sinta terkesiap,dia mengenali suara ituitu,suara seseorang yang membuat nya jengkel hari ini,siapa lagi kalau bukan Rendy.

"Gak perlu,gua nunggu taksi saja"

O,ya udah kalau gak mau,gua hanya mau ngasih tau sajasaja,disini tempat nya rawan, suka terjadi pelecehan atau semacamnya gitu"  Ujar Rendy dengan suara yang terdengar menyeramkan di telinga Sinta.

"Yaudah,gua duluan,kayaknya juga mau hujan" Sambung Rendy.

Sinta yang mulai ketakutan dan bulu kuduk mulai merinding,serta wajahnya yang mulai memucat,sedangkan Rendy sudah menyalahkan motor nya lagi,dan bersiap menjalankan nya,namun dihentikan oleh Sinta dengan menarik tangan nya erat.

"Jangan tinggalin gua,yaudah gua ikut lo deh"

Mendengar ucapan Sinta membuat Rendy tersenyum kemenangan karena berhasil mengerjai Sinta. 

Dengan segera Rendy memberikan helmnya kepada Sinta,namun gadis itu hanya diam karena dia tidak pernah memakai helm sebelum nya.

Rendy menarik nafas males,ternyata gadis ini sangat manja,laki laki itu lalu mengambil helm nya lagi dari tangan Sinta dan memasangkan nya,selain itu Rendy juga membantu Sinta untuk naik dimotor nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!