Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukum Tabur Tuai
Seminggu berlalu
Sistem tabur tuai itu ada dan hukum alam juga nyata, jadi tidak perlu sakit hati dengan ucapan ataupun perlakuan seseorang. Karena akan ada masanya mereka merasakan hal yang sama seperti yang sudah mereka perbuat terhadap seseorang. Bahkan mungkin lebih sakit dari apa yang kita rasakan.
Kata itulah yang saat ini Hana pegang, dia tidak perlu membalas sakit hatinya atas penghinaan dan cacian dari mantan suami dan keluarganya. Sebab dia tahu, Allah itu tidak tidur dan akan memberikan ganjaran terhadap manusia yang sudah membuat kesalahan.
Hana lebih menikmati masa‑masa kesendiriannya. Status janda sudah melekat, beruntung Hana tinggal di lingkungan yang sehat. Tetangga tidak ada yang julid dengan status barunya, justru tetangga mendukung perceraian Hana dan Dimas. Mereka tidak membenarkan perselingkuhan, untuk apa dipertahankan sedangkan yang kita pertahankan sudah tidak perduli lagi.
Ver, kamu mau malam mingguan di mana?.Tanya Hana menghampiri Vera ke ruangannya.
Tidak ada. Bagas sedang dinas luar kota, baru besok siang dia pulang. Kenapa?.Tanya balik Vera.
Sebenarnya Vera sudah mempunyai tunangan, namun dia tidak mengumbar hubungannya dengan tunangannya itu. Biarpun dia terkenal cerewet namun soal hubungan dia privasi sekali.
Menginap di rumahku, yuk.Ucap Hana mengajak Vera menginap.
Emm... boleh. Tapi nanti aku pulang dulu ya, mau pamit sama orang tua ku dulu. Mereka bisa marah kalau aku cuma pamit via telepon.Ucap Vera mengiyakan ajakan Hana menginap.
Ehhh iya, kamu sudah tahu belum kalau adik mantan suami kamu, si Lastri itu sudah menikah karena tekdung duluan.Ucap Vera.
Haahh ?
Lastri menikah ? Hana sama sekali tidak tahu menahu lagi kabar mantan suami dan keluarganya. Bahkan nomor ponsel mereka pun sudah Hana blokir semua, hanya nomor Bayu yang tidak dia blokir.
Serius? Kapan? Dan kamu tahu dari mana?.Tanya Hana penasaran.
Sudah seminggu ini. Kamu lupa, kalau orang tua ku itu juragan kontrakan? Suami Lastri kan mengontrak di salah satu kontrakan orang tuaku, bukan nya kamu sudah tahu. Nah sekarang mereka sudah menikah dan tinggal di sana, kabarnya kedua keluarga tidak mau menampung mereka. Kasihan banget tahu Han, itu suaminya Lastri jadi tukang ojek terus Lastrinya jadi tukang cuci gosok. Mungkin itu balasan dari yang di atas, karena dulu Lastri sudah kurangajar sama kamu.Ucap Vera bicara sangat detail.
Ada sedikit rasa kasihan dalam hati Hana saat mendengar cerita Vera. Lastri memang sudah salah, tapi Hana sama sekali tidak membencinya.
Kamu kasihan? Jangan bilang kamu akan menolongnya?.Tanya Vera penuh selidik.
Nanti kita bahas lagi. Aku kembali ke ruanganku lagi, jangan lupa nanti menginap di rumahku.Ucap Hana kembali mengingatkan.
Heeeemmm
Vera membalasnya dengan deheman sambil mengangguk.
Hana kembali ke ruangannya, para karyawan sudah tahu jika status Hana sekarang seorang janda. Tentunya para karyawan pria ada yang mulai mendekatinya, akan tetapi Hana tidak meresponnya sama sekali. Hana masih ingin menikmati kesendiriannya, dan tidak mau memikirkan soal percintaan.
Lastri sudah menikah? Dan hidupnya cukup memprihatinkan? Kasihan sekali dia, sebenarnya dia itu anak yang baik hanya saja dia salah didikan saja. Lebih baik aku kasih tahu mas Bayu, aku yakin mas Bayu belum tahu soal ini. Sebab dia mengganti nomor ponselnya dan tidak memperbolehkanku untuk memberitahu mas Dimas dan yang lainnya.Ucap Hana bicara pada dirinya sendiri.
Hana melirik jam yang melingkar di tangannya, sudah jam istirahat makan siang. Bayu juga saat ini pasti sedang istirahat. Hana memutuskan menghubungi Bayu.
Hallo assalamualaikum, Hana. Ada apa? Tanya Bayu dari seberang sana.
Waalaikumsalam mas, emmm maaf ya mas kalau aku sudah ganggu. Aku cuma mau tanya, apa mas Bayu sudah tahu kalau Lastri sudah menikah dari seminggu yang lalu? Hana langsung bertanya intinya.
Hhaahhh Lastri sudah menikah? Aku sama sekali tidak tahu Hana, mungkin mereka menghubungiku tapi nomor ponselku memang aku ganti ini. Kenapa Lastri sudah menikah? Apa yang sudah terjadi dengannya?
Terdengar Bayu sedih mendengar kabar Lastri saudaranya satu‑satunya sudah menikah di usia muda.
Aku tidak tahu mas, aku justru tahu dari temanku.
Terima kasih, Han. Aku akan pulang untuk menanyakan masalah ini langsung sama Dimas. Oh iya, bagaimana perceraianmu dengan Dimas?
Aku sudah resmi bercerai dari seminggu yang lalu mas.
Syukurlah. Aku juga sudah resmi bercerai dengan Sintia.
Emm.. teleponnya Hana tutup mas.
Iya Han, terima kasih sudah memberitahu soal Lastri.
Sama‑sama, assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Seminggu menjadi istri Bobi, Lastri merasakan susahnya mencari uang. Bobi bekerja sebagai tukang ojek, sedangkan Lastri menjadi buruh cuci gosok yang mendapat upah 15 ribu sampai 20 ribu untuk satu kali cuci dan gosok baju 1 pelanggan. Dan pekerjaan itu tidak ada setiap hari, jika hari ini dia mencuci dan besok baru dia setrika.
Lastri, maaf jika aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Kamu harus ikut kerja keras demi mengumpulkan uang untuk keperluan sehari‑hari.Seru Bobi merasa kasihan melihat Lastri dalam keadaan hamil ikut bekerja keras.
Lastri mencuci hanya menggunakan tangan, sekarang dia tahu bagaimana penderitaan Hana selama ini. Dia jadi merasa bersalah dan menyesal dulu sudah jahat dengan mantan kakak iparnya.
Tidak apa‑apa, Bob. Kita sudah menjadi suami istri, sudah sewajarnya aku membantu kamu mencari uang. Sekarang aku jadi tahu bagaimana susahnya mencari uang, bagaimana lelahnya mencuci dan menyetrika. Selama ini pekerjaan itu selalu dikerjakan mbak Hana, dan aku tidak perduli dengan semua itu. Yang aku tahu baju ku bersih, rapi dan wangi aku tinggal pakai saja. Aku menyesal dulu sudah jahat sama mbak Hana.Ucap Lastri penuh rasa penyesalan.
Apa kamu mau menemui mbak Hana dan meminta maaf? Nanti aku antar kamu kesana?.Tanya Bobi.
Dengan cepat Lastri menggelengkan kepalanya, dia belum siap untuk bertemu dengan Hana. Dia malu karena dulu sudah banyak salah dan memperlakukan Hana seenaknya, sudah seperti pembantunya sendiri.
Ya sudah, kamu istirahatlah. Ini sudah malam, biar aku yang lanjutkan setrikaannya.Ucap Bobi sangat pengertian dengan keadaan Lastri.
Baiklah, kamu tolong lanjutkan ya. Kalau sudah capek, berhenti biar besok aku yang lanjutkan.Ucap Lastri.
Semenjak menikah, Lastri berubah menjadi lebih dewasa. Dia sudah tidak manja lagi, sudah tidak malu menjalani kehidupan serba pas‑pasan dan sudah meninggalkan kebiasaan buruknya yang suka nongkrong dengan teman‑temannya. Ternyata Bobi ada dampak positifnya juga untuk Lastri.
Seperti yang sudah dijanjikan Vera, malam ini dia menginap di rumah Hana. Hana dan Vera menonton drakor, mereka sampai menangis bersama hanya gara‑gara drakor.
Sedih banget ya ceritanya, Han. Tapi akhirnya mereka tetap bersatu, hhuuu pengorbanan cowoknya sweet banget.Seru Vera sambil mengusap air matanya.
Seandainya semua pria bisa seperti pria dalam drakor tadi. Pasti tidak ada wanita yang tersakiti.Seru Hana dengan pandangan lurus ke arah layar televisi yang sudah mati.
Di dunia nyata ada kok, pasti ada. Apa ini berarti kamu sudah membuka hati untuk yang lain? Ingat, kamu harus move on Han jangan terus memikirkan pria brengsek itu. Dia saja sudah menikah, kamu jangan mau kalah. Kamu harus bisa mendapat ganti yang lebih dari Dimas.Ucap Vera penuh semangat.
Hana hanya menggelengkan kepalanya, untuk saat ini dia belum siap untuk menjalin hubungan. Masa iddah nya pun belum selesai, tapi tidak tahu nanti jika dia sudah menemukan pria yang cocok dan bisa menerima statusnya.
Han, apa kamu tidak bisa melihat cinta dalam diri Aldo?.Tanya Vera tiba‑tiba.
Aldo ?
Hana mengerutkan keningnya, kenapa dengan Aldo?
Aldo? Maksud kamu?.Tanya Hana penasaran.
Aldo itu mencintai kamu, Han. Dari dulu dia mencintai kamu, dia tidak berani mengungkapkannya karena tidak mau merusak persahabatan. Dia itu menunggu mu dari dulu, Han.Ucap Vera bicara jujur apa yang dia tahu tentang Aldo.
Aldo mencintaiku? Tidak ? Aku tidak pantas untuk Aldo. Aldo orang kaya, tentunya dia lebih pantas dengan wanita kaya dan statusnya masih perawan, bukan janda seperti diriku.Gumam Hana dalam hatinya.
Aldo seorang Ceo di perusahaan tempat nya bekerja, dia anak dari pemilik perusahaan. Hana cukup tahu diri, mana mungkin Aldo mau dengannya, yang seorang janda.