NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Keluarga

Lia terpana dengan kediaman Keluarga Damaris. Rumah di depannya tidak bisa disebut lagi sebagai rumah, tapi istana. Gaya arsitektur Modern Classic Luxury dengan sentuhan European Contemporary Estate menjadi pilihan Keluarga Damaris.

Lia menatap bangunan megah tiga lantai di depannya dengan takjub. Pilar-pilar tinggi bergaya Eropa menghiasi bagian depan bangunan yang didominasi warna krem dan putih gading. Jendela-jendela besar setinggi lantai ke plafon yang menampilkan pantulan semarak lampu di dalam rumah menambah kesan mewah bangunan di depan Lia.

"Anda bisa mengagumi gaya arsitektur rumah ini nanti. Sekarang kita harus masuk. Ayah dan Mama sudah menunggu," kata Ren pada Lia, membuat Lia tersadar dari kekagumannya pada kediaman Keluarga Damaris.

Ren menyodorkan lengannya, memberi isyarat pada Lia untuk meletakkan tangannya disana. Lia tersenyum sambil menggelayut di lengan Ren tanpa kikuk. Ren menarik napasnya dalam-dalam. Dia tahu kemampuan akting Lia, tapi dia tidak yakin bisa mengimbanginya dengan baik.

Begitu memasuki grand froyer, terdapat lampu gantung kristal raksasa di langit-langit setinggi dua lantai. Lia dapat melihat tangga marmer melengkung ke dua sisi. Lantai marmer Italia putih dengan pola hitam keemasan memberi kesan mewah dan elegan pada waktu yang bersamaan. Lukisan-lukisan mahal dan patung seni modern menjadi hiasan ruangan, membuat Lia paham mengapa Ren sering menggelengkan kepalanya saat berbelanja furnitur beberapa hari yang lalu.

"Ah! Menantu sudah datang," kata Nyonya Damaris sambil menuruni tangga sebelah kanan dengan sangat anggun. Meski berusia lima puluh tahun lebih, Nyonya Damaris masih terlihat begitu cantik dan memukau.

"Nyonya," sapa Lia, membuat Nyonya Damaris mengerutkan alisnya.

"Nyonya?" tanya Nyonya Damaris sambil melihat ke arah Ren.

"Ehem... Lia belum terbiasa, Ma," kata Ren, datar. Nyonya Damaris tersenyum.

"Lia... panggil Mama aja ya," kata Nyonya Damaris sambil meraih tangan Lia. Lia mengangguk sambil tersenyum.

"Baik, M-ma. Lia coba," kata Lia. Nyonya Damaris tersenyum.

"Ayo, ke ruang makan. Kami nggak tahu makanan kesukaan Lia apa, jadi kami masak banyak," kata Nyonya Damaris sambil berjalan menggandeng Lia menuju ruang makan. Lia tersenyum.

"Lia bisa makan apa saja, Nyo-, eh, Ma," kata Lia.

"Benarkah? Syukurlah kalau begitu," kata Nyonya Damaris.

Ren menarik kursi untuk mamanya. Lia menuju kursi di hadapan Nyonya Damaris. Dengan sigap, Ren segera menarik kursi untuk Lia. Lia sedikit terkejut, lalu tersenyum pada Ren. Ren kemudian duduk di sebelah Lia. Nyonya Damaris tersenyum bahagia melihat puteranya begitu perhatian dengan isterinya. Nyonya Damaris mulai berpikir bahwa kekhawatiran suaminya terlalu berlebihan.

"Mama menawarkan chef untuk bekerja di apartemen kalian. Tapi, kata Ren, kamu suka masak, jadi nggak perlu chef," kata Nyonya Damaris. Lia tersenyum.

"Sepertinya Ren menyukai masakan Lia, Ma," kata Lia sambil tersenyum dan menoleh ke arah Ren. Ren menatap Lia datar, lalu tersenyum kikuk.

"Masakan Lia enak, Ma," kata Ren sambil menatap mamanya. Nyonya Damaris tersenyum.

"Syukurlah. Pilihan kamu memang nggak pernah salah," puji Nyonya Damaris. Ren mengangguk. Lia tersenyum.

"Kenapa Mama nggak beritahu Ayah kalau tamu kita sudah datang?" tanya Tuan Damaris yang baru saja muncul di ruang makan. Lia seketika itu langsung berdiri. Ren menoleh ke arah Lia.

"Ayah sibuk ditelepon. Mama turun dulu. Eee ternyata mereka udah di bawah. Ya udah, Mama langsung ajak menantu Mama buat ngobrol," kata Nyonya Damaris.

Tuan Damaris menatap Lia yang berdiri. Lia membungkukkan sedikit badannya, memberi salam. Tuan Damaris manggut-manggut sambil tersenyum.

"Duduklah," kata Tuan Damaris pada Lia. Lia tersenyum pada Tuan Damaris membuat Tuan Damaris mengangkat sedikit satu alisnya, terkesan.

"Ayah dengar Hotel Lavendra akhir-akhir ini banyak dikunjungi tamu VVIP dan VIP," kata Tuan Damaris membuka obrolan. Lia mengangguk.

"Hal itu berkat nama Damaris yang sekarang tersemat dalam diri saya, Tuan," kata Lia sopan.

"Eh? Ayah. Bukan Tuan," kata Nyonya Damaris mengingatkan.

"Ah! Maaf," ucap Lia. Tuan Damaris tertawa kecil.

"Nampaknya menantu kita harus sering-sering bertemu kita, Ma. Biar terbiasa manggil Ayah sama Mama," kata Tuan Damaris sambil tertawa renyah diikuti tawa kecil Nyonya Damaris. Lia tersenyum malu.

Ren tertegun menatap ayahnya yang tertawa lepas. Selama ini, Ren hanya melihat ayahnya tertawa saat negosiasi bisnis berjalan lancar. Lia menoleh ke arah Ren. Senyumnya sedikit memudar melihat Ren yang terpaku dengan tawa ayahnya.

Tak lama kemudian beberapa pelayan memasuki ruang makan dengan mendorong troli penuh dengan sajian yang ditutup tudung saji perak. Seorang pelayan tengah menyajikan welcome drink —sparkling grape juice— ke hadapan Lia. Lia mengangguk sopan. Pelayan yang lain membawakan appetizer ke hadapan Lia: Lobster Bisque (sup krim lobster yang lembut dengan aroma rempah dan sedikit krim segar). Mata Lia berbinar menatap sup di depannya.

"Mari, makan," ajak Nyonya Damaris pada Lia.

Lia mengangguk lalu meminum welcome drink yang terasa manis dan segar di saat bersamaan. Lia kemudian menyuapkan Lobster Bisque ke dalam mulutnya. Matanya berbinar.

"Krim dan daging lobsternya menyatu dengan sempurna. Sepertinya saya harus belajar dari chef Keluarga Damaris agar bisa menyajikan menu ini di rumah," komentar Lia. Tuan Damaris menoleh ke arah Lia.

"Ren, kenapa kamu suruh isterimu masak sendiri?" tanya Tuan Damaris pada Ren dengan suara berat.

"Eh? Tu-, maksud saya, Ayah, Ren tidak pernah menyuruh saya masak. Tapi, saya memang suka memasak. Ada kepuasan tersendiri ketika saya berhasil memasak menu baru dengan rasa yang seperti saya bayangkan," kata Lia cepat. Tuan Damaris menatap Lia tajam.

"Benar begitu?" tanya Tuan Damaris sambil melirik ke arah Ren. Ren mengangguk pelan.

"Mungkin kapan-kapan kita bisa berkunjung ke apartemen Ren untuk makan malam disana?" tanya Nyonya Damaris pada suaminya.

"Ide bagus!" kata Tuan Damaris diikuti tawa renyahnya lagi.

Ren dan Lia saling tatap. Lia tersenyum ke arah Ren yang menatapnya tajam dan dingin, seolah menyuruh Lia untuk diam saja.

Hidangan demi hidangan berdatangan —Cream of Mushroom Truffle, Australian Wagyu Steak dan Pan-Seared Chilean Sea Bass (saus lemon butter, puree kentang, sayuran panggang), Roasted Baby Carrot dan Garlic Bread Artisan, Panna Cotta, dan Chamomile Tea.

Selama sisa hidangan itu, Lia hanya berbicara sedikit menjawab pertanyaan-pertanyaan Tuan dan Nyonya Damaris terkait dirinya dan keluarganya. Sesekali Lia menoleh ke arah Ren dan tersenyum padanya, membuat Tuan dan Nyonya Damaris merasa tenang Ren memilih wanita yang tepat.

"Oh ya! Mama lihat berita tadi pagi. Ren, kamu ini diam-diam romantis. Sampai rela ke hotel Lia dulu buat morning kiss sebelum berangkat ke kantor," kata Nyonya Damaris tiba-tiba, membuat Lia hampir tersedak Chamomile Tea yang baru saja diseruputnya.

'Hah? Serius? Masuk berita? Cuma nempelin bibir bisa viral?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!