NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang

Pewaris Yang Hilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Petualangan
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: alfa 2015

Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.

saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.

namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?

simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.

kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari ketiga

Pagi hari yang cerah...

Semua rombongan mengemasi barang barangnya dan pamit kepada masyarakat daerah.

Para guru pun mengabsen murid muridnya di masing masing bus.

Setelah semua sudah berada di dalam bus. rombongan sekolah pun berangkat menuju lokasi selanjutnya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah TranStudio B.

Dimana banyak wahana bermain ada di sana.

Para siswa/i pun mengantri secara teratur memasuki tempat tersebut dan mengambil tiket yang telah di sediakan oleh penjaga pintu.

“kak, ayo kita ke sana!!”

ajak putri yang sangat antusias ketika melihat banyak wahana bermain.

Mereka berdua pun menaiki kereta gantung. Di sana mereka bisa melihat seluruh isi tempat wahana tersebut. Tempatnya lumayan luas sekali.

Putri pun menikmati pemandangan dari kaca, betapa bahagia nya ia bisa melihat semua nya dari atas ditemani oleh Yusuf yang sedari tadi memperhatikan Putri yang terlihat sangat senang.

“hei sebelumnya kita pernah sepakat untuk uji nyali kan , gimana?”

kata Riana yang mengajak mereka untuk menaiki wahana di depannya.

“ayooo... siapa takut”

sahut Fadillah yang menutupi ketakutannya.

“kalau takut jangan dipaksakan...indah”

ejek Alya kepada Fadillah yang sudah mengenal sahabatnya itu. Lalu, karena kesal akhirnya

ia memimpin jalan.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan yang sungguh gelap gulita.

Lalu, mereka menyalakan senter dari hp masing masing. Mereka berjalan perlahan menyusuri ruangan tersebut. Tiba tiba... muncul suara dari depan mereka. suaranya sangat keras seperti ketukan meja.

“tuk...tuk...” di susul suara kursi yang bergeser sedikit. Lalu.. saat sudah dekat dengan

suara tersebut, muncul seorang wanita berambut panjang hingga menutupi tubuhnya... bajunya putih dan ia sedang duduk di kursi sambil mengetuk ngetuk meja seperti menunggu pesanan.

Seketika bulu kuduk mereka merinding dibuatnya... ditambah lagi saat mereka sedang melewatinya... wanita itu menoleh ke arah nya.Sontak mereka mengalihkan cahaya nya ke depan jalan... lalu.. “mau kemana kalian?... sini ikut makan” terdengar suara wanita dengan nada lemas nya hingga membuat mereka bersamaan menjerit dan pergi meninggalkannya.

Menuju tempat selanjutnya... mereka menyusuri jalan yang banyak barang barang yang terlihat angker.

Bahkan ada keranjang bayi di tengah jalan membuat mereka seketika cepat cepat melewatinya.

Lalu setelah itu mereka menemui suara bayi sedang menangis.

Awalnya mereka biasa saja. namun saat hp baterai mereka habis.... mereka pun mulai panik setengah mati... mereka pun mencari jalan keluar... samar samar ada sedikit cahaya... yang ada di depan mereka. lalu, mereka mengikuti nya... tapi Fadillah tertinggal di belakang karena tali sepatunya terlepas dan ia pun terjatuh.

Ia kini bingung karena tidak ada satu orang pun di dekatnya... selain suara suara yang membuatnya takut.

Dengan wajah pucatnya ia pun berdiri kembali dan berjalan perlahan... hingga bertemu seseorang berbaju

hitam yang sedang memegang kapak. Ia pun menjerit dengan keras.

Tak lama kemudian, ada yang menepuk pundaknya.  Ia pun langsung melihat ke belakang dan

rupanya itu adalah Yusuf yang menyusul nya ke dalam saat diberitahu oleh kedua sahabatnya di luar.

Fadillah tak berkomentar apa apa. Ia sudah merasa takut hingga mulutnya tak mampu berbicara. Lalu... saat ada suara barang jatuh, tanpa pikir panjang, Fadillah memeluk Yusuf dengan sangat erat.

Yusuf pun hanya diam dan membiarkannya hingga merasa tenang.

“sudahlah... ini kan cuman orang yang memakai kostum saja, tak perlu takut”

kata Yusuf sambil menghiburnya agar ia tenang karena dirasanya tubuh Fadillah sudah menggigil.

Yusuf pun menyalakan senter dari hp nya dan mulai memimpin jalan.

Fadillah pun memeluk lengan nya selama perjalanan, sadar atau tidak, di pikirannya yang penting ia bisa keluar dari tempat itu.

Dan pada akhirnya mereka berdua pun berhasil keluar dari ruangan tersebut.

Di sana ada empat orang yang sedang menunggunya, dan melihat mereka seperti kekasih saja, terutama

Fadillah yang wajah nya mulai merah saat menyadari bahwa ia telah memeluk lengannya begitu lama.

Yusuf pun hanya tersenyum ke arah nya dan membuka jaketnya, lalu memakaikannya ke tubuh Fadillah yang menggigil karena ketakutan.Yusuf pun memberikan botol air minum dari tas selendang yang ia bawa.

Fadillah pun minum sambil duduk di kursi panjang yang tak jauh di sana. Lalu, akhirnya ia pun sudah merasa tenang.

“lain kali, jangan pernah melakukan nya jika kamu belum berani” pinta Yusuf yang menasihati nya karena ia sempat khawatir ketika sahabatnya meminta tolong kepada nya. Melihat raut wajah Yusuf yang penuh

perhatian, seketika ia pun merenungkan kesalahan yang ia lakukan sebelumnya.

Hari sudah semakin sore, rombongan akhirnya sampai di tempat peristirahatan selanjutnya.

Sebuah Hotel bintang tiga yang lumayan luas. Mereka pun beriringan masuk ke dalam hotel tersebut.

Sebelumnya masing masing kelompok sudah dibagikan kunci kamar masing masing. Kamar Yusuf dan kamar Fadillah serta sahabatnya berada tak jauh.

“kak, aku mandi duluan ya”

kata Putri yang membawa pakaian dan handuknya ke dalam kamar mandi.

Hp yusuf pun berdering, yusuf pun mengangkatnya setelah melihat nomor yang tak ia kenal.

“halo...” sapa yusuf kepada seseorang di telepon.

“halo... ini aku, rara” sahut Sabrina di seberang telepon.

“oh kamu... ada apa menelepon?” tanya Yusuf yang sudah tahu orang yang meneleponnya.

“tidak apa apa, aku hanya penasaran kenapa kamu tidak terlihat di kampus beberapa hari ini”

“apa kamu sedang sakit?” tanya sabrina lagi.

“tidak kok, aku hanya pergi menemani Indah dan Putri berlibur sebentar”

“oh, aku kira kamu sedang sakit... memangnya ada acara apa?” tanya Sabrina ingin tahu

“hanya acara perpisahan yang diadakan sekolah Indah, lalu putri ikut karena tidak ada yang menjaganya di rumah” jelas Yusuf

“iih.. aku tidak diajak” ketus Sabrina di telepon.

“kalau mau ikut sih gampang....”

“bagaimana?” tanya Sabrina

“jadi istriku dulu baru bisa ke sini” cletuk Yusuf yang asal asalan.

Membuat Sabrina tersipu malu dan pipinya merah merona seperti bakpao.

“gombal dasar” ketus Sabrina yang langsung menutup teleponnya.

Yusuf pun hanya tekikik sendiri dengan tingkah jahil nya itu.

Putri yang sedari tadi memperhatikannya dari kasur hanya tersenyum menggemaskan.

“siapa kak?” tanya Putri.

“Kak Rara yang telepon tadi” sahutnya sambi duduk di kasur.

“oh... jadi kakak mulai selingkuh dari kak indah ya”

ketus Putri dari belakangnya.

“sembarangan kamu ya... masih kecil tapi sudah tahu kata selingkuh”

Yusuf pun mulai menggelitik tubuh Putri hingga membuatnya tertawa tiada henti.

Malam pun tiba...

Dimana semua berkumpul di ruangan khusus. Malam ini adalah malam terakhir mereka karena besok setelah mengunjungi lokasi selanjutnya mereka akan pulang ke rumah.

Dalam acara tersebut, para guru dan ketua osis menyampaikan beberpa kalimat di depan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan menampilkan beberapa foto foto kenangan di masa sekolah mereka. semua

pun ada yang tertawa adapun yang merasa sedih karena berpisah dengan teman

temannya.

Dan tiba waktunya, giliran Fadillah memberikan penampilannya di atas panggung.

Semua mata pun menyorotinya.

“bagaimana ini?” gumamnya dalam hati. Ia sangat gugup sekali karena lagu yang ia buat belum selesai sepenuhnya. Ia pun terdiam sejenak dengan gitarnya itu.

Dan tiba tiba saja, ada yang naik ke atas panggung dengan pakaian yang sempurna.

Membuat semua mata menuju padanya. Fadillah pun terkejut melihatnya, saat ia tahu kalau itu adalah Yusuf yang membawa biola.

“tak perlu khawatir, kamu fokus saja bernyanyi”

kata Yusuf sambil tersenyum kearah nya.

Lalu, fadillah pun hanya menurutinya. Ia pun mulai bernyanyi sambil bermain gitar nya.

Tak lama kemudian, Yusuf menggesek senar biola nya hingga menghasilkan suara yang sangat merdu dan senada dengan lagu yang ia  nyanyikan. Semua orang pun tertegun melihat penampilan mereka berdua. Terutama para gadis yang sudah tumbuh rasa suka ketika melihat Yusuf memainkan biola nya.

Fadillah pun dengan percaya diri nya bernyanyi hingga selesai. Awalnya lagu ia pikir lagu yang dibuatnya biasa saja, tapi tak di sangka, setelah bernyanyi semua pun bersorak dan bertepuk tangan. Semua ini berkat bantuan Yusuf yang diam diam mempelajari musik tanpa sepengetahuan nya

Ia sengaja lembur untuk mengerjakan tugas kuliahnya demi membantu Fadillah membuat lagu.

Mendengar hal itu, ia pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Yusuf atas apa ia lakukan kepadanya. Yusuf pun memaafkan kesalahannya.

“kak indah, masih saja tidak memanggil kak Yusuf dengan sebutan kakak”

kata Putri yang tiba tiba muncul di antara mereka dan mendengar percakapan mereka.

“tidak perlu begitu, nanti ada saat nya”

sambung Yusuf sambil bersinggung senyum ke Fadillah.

“terimakasih... ka..kak” ucap Fadillah yang terlontar begitu saja, sambil menundukkan kepala nya karena malu.

Yusuf pun senang mendengarnya dan ia pun memberikan kado karena hari ini ia berulang tahun.

Fadillah pun terkejut saat ia ingat dirinya berulang tahun dan yang pertama kali memberikan kado adalah orang yang ia baru saja panggil kakak.

“selamat ulang tahun kak”

sahut Putri yang juga memberikan selamat pada kakaknya.

Disusul kedua sahabatnya yang juga memberikan kado kepadanya.

Malam itu adalah malam paling berharga baginya. Lalu, acara tersebut di akhiri

dengan tarian khas dari zaman dulu yaitu “dangdut” semua pun mulai berjoget begitu pun para guru.

Bersambung....

Sambil nunggu cerita selanjutnya, yuk like & comment agar penulis semangat bikin

ceritanya.

1
Tamima II
bagaimana dengan orang tua angkat yang di kampung...???
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
Tamima II
yusup tidak ingat orang tua angkat nya...???
Tamima II
💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰
Tamima II
lanjuuutt thor💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪
Irex Owan
Luar biasa
Karyo Yodiana
lanjut thor
Karyo Yodiana: bagus, penasaran
total 1 replies
Karyo Yodiana
bagus banget
Budi Azka
Luar biasa
Bayu Setiadi
taiiiii,,novel sampah!!!!

pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..

MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!
Bisma Bisma
Luar biasa
swek lord
kaya sinetron cokkk
swek lord
payahhhhhhhh
swek lord
lu cowok apa bukan cok,,
swek lord
nama kota sama sekolah apa cok,,apa cuma inisial B
Setiawan Iwan
Lumayan bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!