Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Kecurigaan Bening.
Setelah selesai matkul Lavanya dan teman- temannya benar- benar pergi ke Cafe miliki suami Lavanya yang tak lain adalah Sambara.
Lavanya tadi sudah mengirim pesan pada suaminya jika dirinya akan pulang terlambat karena akan nongkrong dengan teman- temannya, Namun Sambara belum membalasnya.
Mereka pun duduk di spot paling pojok dekat dengan jendela, Lavanya mulai mengeluarkan laptopnya setelah memesan pesanan.
Saat sedang fokus mengobrol dan mengerjakan tugas, dua karyawan datang dengan membawakan banyak makanan dan beberapa minuman ke meja Lavanya dan teman- temannya.
Lavanya dan teman- temannya saling pandang, karena mereka merasa tidak memesan makanan ini semua.
" Maaf, mbak sepertinya salah meja, kami enggak pesan ini semua" ujar vio pada pegawai Cafe.
" ohh ini dari pemilik Cafe kak, dari Mas Sambara" jawab pegawai tersebut sambil menunjuk ke arah meja kasir dimana Sambara sedang membantu menjaga kasir.
" owhh makasih yaa mbak" ujar Lavanya yang menatap ke arah sang suami yang sedang fokus melayani costumer.
"Van loe kesana dech, say thanks ke kak Bara" saran vio yang memperhatikan Lavanya.
" Kok jadi gue sih, bareng - bareng lah" jawab Lavanya yang ingin menolak.
" Yaa enggak enak lah Van, kalau kita ke sananya rombongan, apalagi Kak Bara lagi kerja, loe kan yang dekat dengan kak Bara di antara kita " sahut vio kelepasan.
" Ya... loe lah, loe kan calon adik iparnya" sahut Lavanya sambil menatap tajam ke arah vio yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
" Ya.. kan yang kasih Kak Bara bukan Kiran, loe kan juga udah kenal akrab tuh sama Tante Zoya, kayaknya Kak Bara lebih akrab sama loe dari pada sama gue" sahut Vio .
" Ckk ya udah dech, kalian mau ada yang di pesen lagi gak? biar sekalian ?" tanya Lavanya yang beranjak dari tempat duduknya .
" enggak dech, ini udah banyak banget siapa yang mau habisin" jawab Gistara.
" O- okey gue kesana dulu" pamit Lavanya berjalan menuju ke meja kasir.
Gistara, Bening, Vio dan Zea melihat Lavanya yang berjalan, ia melepas kemejanya hingga menyisakan Baju crop topnya dan juga celana bahan yang berwarna putih dengan rambut yang di gulung asal.
" Kenapa bukan loe Vi? bukannya kalau di lihat sama Kak Aurora malah jadi masalah, setau gue kak aurora kayaknya benci banget sama Vanya, padahal Vanya gak ngapa - ngapain" Ucap Bening.
" Yahh gue enggak deket sama Kak Bara, dia kan orangnya dingin tapi pas kemarin gue main ke rumah Kiran dan gue lihat Vanya cukup akrab sama Kak Bara , jadi gue minta tolong Vanya aja lah, emang loe mau say thanks ke Kak Bara?" Sahut Vio.
" Mau sih mau, tapi malu sih " jawab Bening.
Sedangkan di Meja Kasir, Sambara melepas jaket yang ia kenakan saat melihat pakaian sang istri yang begitu sexy.
" Mau tunai atau Cashless?" tanya Sambara dengan ramah pada pengunjung.
" Tunai ya.. kak" jawab pelanggan tersebut dengan centil yang membuat Lavanya membalalakan matanya.
Sambara memperhatikan ekspresi wajah sang istri yang berdiri di belakang pengunjung tersebut,Wajah Lavanya yang seperti itu membuat Sambara merasa gemas sendiri.
" Oh.. totalnya dua ratus dua puluh tiga ribu yaa kak" ujar Sambara .
Perempuan tersebut memberikan uang pecahan seratusan ribu tiga lembar, Sambara menerimanya, perempuan tersebut sepertinya sengaja untuk menahan uang tersebut.
Sambara yang sebenarnya malas menanggapi pengunjung seperti ini, namun pelayanan di sini sudah ada sop nya dan dia juga harus melayani sesuai dengan Sop nya.
"Ini kembaliannya ya... kak, terimakasih " ucap Sambara memberikan Bill dan juga kembaliannya.
Perempuan tersebut sengaja mengusap tangan Sambara dengan lembut, Sambara dengan cepat menarik tanganya dan meminta sang istri untuk maju.
" Seneng banget perasan di godaiin cewek cantik" ucap Lavanya kala perempuan yang di depannya tadi sudah pergi.
" Cemburu kak?" tanya Sambara yang semenjak pertemuan dengan Keenan kini berubah menjadi lebih cair dan tidaj kaku.
" enggak, ngapain cemburu" jawab Lavanya dengan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
" Yang bener?" goda Sambara yang sekarang hobi menggoda sang istri.
"iya" jawab Lavanya sedikit kesal.
Sedangkan di meja yang di tepati teman- teman Lavanya, Bening memperhatikan interaksi Lavanya dan Sambara yang tampak begitu akrab.
" Ehh Vi, Vanya sama Kak Bara ada hubungannya?" tanya Bening.
" Hah, ehh enggak tau, kayaknya sekedar orang tua mereka sahabatan setau gue yaa" jawab Vio yang tampak gugup.
" Kok loe bisa berfikir begitu?" tanya Gistara.
" enggak aneh aja, setau gue Vanya dingin kalau sama cowok yang enggak di kenal deket, terus beberapa hari setelah kelulusan , dia bikin heboh seantero sekolah kalau dia putus sama pacarnya, ya... gue fikir dia putus sama Keenan karena Kak Bara, di lihat dari interaksi mereka" jawab Bening, sambil melihat ke arah Lavanya yang sedang di pakaian jaket oleh Sambara.
" Tuhh... gimana enggak curiga gue,Kak Bara juga dingin kan orangnya? bisa- bisanya di kasih jaket ke Lavanya " ujar Bening menunjuk ke arah Lavanya.