Di hari pernikahan nya. Keisya mengetahui jika ia bukan lah Anak Kandung dari Papa dan Mama nya. Hari itu, dunia nya serasa han-cur. Bukan hanya kehilangan orang tua. Calon suami pun membatalkan pernikahan mereka. Dalam sehari, Keisya berubah menjadi asing di mata mereka. Harus kah mereka begitu ke-jam?
Dapat kah Keisya menjalani hari-hari nya seperti biasa?
Temukan jawabannya di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Seluruh awak media menayangkan semua bukti milik perusahaan Keisya. Ella tak dapat berkutik karena ia tak memiliki bukti jika desain itu adalah milik nya.
Jika sudah melibatkan media seperti ini, siap-siap saja Arjuna akan tahu dan dia, akan berada dalam bahaya.
Plak .
Plak.
"Dasar bo-doh! Lihat lah akibat perbuatan mu. Seluruh dunia tahu jika perusahaan kita mencuri desain perusahaan lain. Lain kali, jika ingin melakukan sesuatu, pakai o-tak mu, Ella."
"Maaf, Pa. Ella tak tahu akan begini ceritanya. Ella tak menyangka jika Keisya sangat berani."
"Bukan berani. Tapi ia pintar. Tak seperti kau yang bo-doh dan tak bisa berpikir jernih. Lihat lah, Arjuna saja tak bisa kau goda. Sekarang, perusahaan kita di ambang kehancuran. Bagaimana jika hal ini diketahui oleh Arjuna?"
"Ella akan meminta maaf pada Arjuna terkait hal ini. Ella janji akan memperbaiki semua nya."
"Baik. Awas saja kalau kau malah membuat semuanya semakin runyam."
Papa nya Ella pun pergi. Ella begitu kesal. Ternyata ia sudah meremehkan Keisya. Ia mengira jika Keisya pasti akan merengek pada Arjuna untuk menyelesaikan masalah itu.
Siapa sangka, Keisya malah meminta bantuan pada awak media dan seluruh dunia bisa tahu akan kesalahan dari perusahaan Ella.
Ella pun mengonfirmasikan jika perusahaan nya juga tidak bersalah. Salah satu bawahan nya terpaksa di jadikan tumbal demi menyelamatkan perusahaan itu.
Kali ini, masalah selesai tanpa ia harus turun tangan. Ya walaupun ia harus kehilangan banyak uang untuk menutup mulut bawahan dan juga beberapa awak media, agar tidak menyiarkan lagi berita tentang perusahaan mereka.
Ella benar-benar bekerja keras karena hal itu. Keisya ternyata cukup tangguh untuk melawan nya.
Selama ini, lawan Ella selalu tumbang dan banyak sekali yang telah menjadi korban nya. Tapi Keisya, gadis pertama yang membuat nya kelelahan.
"Bu Ella, bagaimana Dnegan perusahaan itu. Apa kita akan terus menyerang nya? Kita bisa mengatakan jika mereka memfitnah kita."
"Tidak. Biarkan dulu mereka tenang. Jika sekarang kita menyerang perusahaan itu, takut nya, mereka masih memiliki senja-ta untuk melakukan perlawanan. Bisa-bisa kita yang han-cur. Kita sudah terlalu banyak mengeluarkan uang."
"Jadi, bagaimana dengan desain itu? Apa kita tetap memakai nya?"
"Tentu saja. Desain sebagus itu, pasti akan sangat laku. Cukup ubah sedikit pasti mereka tidak bisa menuduh kita."
"Baik, Bu Ella. Saya akan mengatakan pada yang lain untuk tetap memakai desain itu."
"Baik."
Ella tetap saja tak ingin menyerah. Ia masih ingin maju untuk membuat Keisya jatuh. Tapi Keisya, ia tak sebodoh itu. Pengalaman nya di khianati membuat nya waspada hingga saat ini.
Desain yang akan ia luncurkan itu, ia ubah semua nya. Bahkan desain itu tampak lebih bagus dan lebih hebat dari sebelum nya.
*****
Di perusahaan Keisya.
Karena masalah yang telah ia hadapi hari itu, ia mengubah semua desain yang pernah ia buat. Ia tak ingin lengah.
Hal seperti itu, tentu saja sangat mudah bagi Keisya. Ia bahkan membuat desain itu lebih baik dari sebelumnya.
"Wah, Bu Keisya benar-benar sangat hebat desain nya bahkan lebih baik dari sebelumnya. Bukan itu saja, kali ini bahkan lebih keren. Pasti game ini akan banyak peminat nya seperti sebelumnya."
"Tentu dong. Game ini terinspirasi dari game kesukaan saya ketika kecil. Akan tetapi, saya memodifikasi nya lagi agar game ini tampak lebih nyata."
Mata para karyawan nya Keisya begitu berbinar. Tak mereka sangka, mereka jadi saksi kejeniusan dan kepintaran Keisya. Keisya bahkan mampu mengatasi hal terburuk sekalipun.
Game yang di buat Keisya adalah game sehari-hari. Namun, bertemakan kerajaan. Ada Raja, Ratu, selir, pangeran, putri dan lainnya.
Para pemain tinggal memilih akan menjadi apa. Jika pemain sukses memainkan game itu tanpa hambatan, maka para pemain bisa mengumpulkan koin untuk di tukar dengan uang.
Jika sebelumnya game itu di desain di dunia modern, maka kali ini Keisya sengaja mendesain game itu bertemakan kerajaan.
Game itu juga tak bisa sembarangan di akses oleh anak-anak. Akan ada pengaturan untuk umur. Dan untuk anak-anak, bisa memilih menjadi anak dari Ratu dan Raja itu sendiri.
"Kalau seperti ini, kami pun mau main game ini, Bu Keisya. Apalagi bisa dapat uang."
"Tentu saja. Tapi, game ini hanya bisa di mainkan di siang sampai malam hari di pukul sembilan malam. Saya tidak ingin, ada yang tidak tidur malam hanya untuk memainkan nya."
"Wah, bagus itu Bu Keisya."
"Lalu, bagaimana dengan game anak-anak?"
"Seperti biasa, anak-anak hanya boleh main game ini sehari dua jam saja. Saya tak ingin anak-anak sibuk bermain game dan melupakan waktu untuk belajar."
Para karyawan yang mendengar, langsung bertepuk tangan. Mereka benar-benar mendapatkan atasan yang sangat keren.
"Jadi, Bu. Bagaimana dengan si pengkhianat itu? Kami tak ingin lagi bekerja dengan nya. Kalau sampai ia jadi pengkhianat lagi, bisa han-cur perusahaan kita."
"Kalian tenang saja. Saya juga tak pernah memaafkan seorang pengkhianat. Agnes, bawa pengkhianat itu, dan hukum dia."
"Baik, Bu Keisya."
Agnes langsung mencari dimana pekerja itu. Namun, kemana pun ia mencari. Agnes tak menemukan dimana ia berada.
Agnes kembali dan mengatakan pada Keisya jika ia tak menemukan apa yang mereka cari saat itu.
"Biarkan saja dulu. Mungkin, ia juga sudah pergi dari sini. Saat ini, saya hanya ingin fokus pada pekerjaan ini terlebih dahulu."
Keisya akhirnya bisa bertemu dengan perusahaan yang mau bekerja sama dengan nya. Kali ini, ia hanya akan bekerja sama dengan perusahaan yang mau percaya pada nya.
Adapun perusahaan yang tadi nya akan berkerja sama dengan nya, langsung ia blacklist. Untuk ke depan nya, ia takkan pernah mau berurusan dengan perusahaan itu lagi.
Bukan hanya ada satu perusahaan yang di blacklist oleh nya. Dan kali ini, Keisya hanya ingin bekerja sama dengan perusahaan kecil.
Lebih baik perusahaan kecil tapi mau percaya pada nya. Daripada perusahaan besar, yang sama sekali tidak ada tanggung jawab nya sedikit pun.
"Selamat siang, Bu Keisya. Terima kasih karena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami."
"Sama-sama Pak Togu. Saya juga berterima kasih karena Bapak mau bekerja sama dengan kami. Bapak tenang saja. Kami bukan perusahaan yang tak bisa di percaya."
"Tentu saja, Bu Keisya. Saya adalah penggemar anda sejak lama. Jadi, apakah kita bisa menandatangani kerjasama ini?"
"Tentu saja. Selamat bekerja sama."
biyuuhh