NovelToon NovelToon
Dosen Gaib

Dosen Gaib

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anisa Rizky S

Juara 8🏆(Lomba Menulis Horror dan Thiller)

(Sudah terbit)
Assalamu'alaikum teman-teman❤️
Aku Anisa Rizky S kembali lagi ini dengan karya baru.
Semoga kalian suka ya🤗

Di sebuah kampus terkenal di Jakarta yang ternyata menyimpan sejuta misteri dan dapat membuat bulu kuduk orang berdiri, namun itu semua tidak berlaku bagi gadis cantik yang bisa melihat sosok tak terlihat yang ada di sana. Hal hal aneh sudah menjadi makanan sehari hari untuknya.

Dia bertemu dengan dua orang yang kini menjadi sahabatnya bahkan mereka tahu tentang kelebihannya. Lantas keanehan demi keanehan apa saja yang dirasakan oleh gadis itu, dan mampukah dia mengungkap misteri yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Rizky S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Tragedi di acara perkemahan

"Selamat siang menjelang sore masih semangat dong semuanya?" tanya Kak Justin.

"Masih dong,kak." ucap para Maba secara serentak.

"Wah mantep dong kalau gitu hari ini adalah hari terakhir ospek kalian makanya kita mengadakan kemah bakti untuk kalian sekaligus penerimaan anggota Pramuka baru tahun ini upacara pembukaan sudah kita laksanakan dan sekarang saya akan menjelaskan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan kalian laksanakan." ucap Kak Justin panjang lebar.

Para maba nampak serius memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Kak Justin termasuk Aline,Raisa,dan Fauzan.Sementara itu hantu yang mengikuti Aline dari tadi ternyata berada di lantai 3.

"Ma,ini aku lili." ucap Lili dengan muka sedih dan pucat.

Lili terus meneriaki mamanya.Sungguh tak disangka Mamanya Lili adalah Almh.Bu Rossa dosen gaib yang selalu muncul dikampus.

"Li,kamu ngapain disini?" tanya Bu Rossa dengan muka tidak seseram biasanya.

"Maaa,aku kangen sama mama ayo kita balik." ucap Lili sambil menangis.

"Enggak bisa,Li Mama harus bales dendam sama orang itu." ucap Bu Rossa.

"Lewat Kak Aline dan Kak Hanna?" tanya Lili.

"Kamu kenal sama Aline?" tanya Bu Rossa.

"Dia sekarang tinggal dirumah kita,ma." ucap Lili dengan muka sedikit tertutup rambut.

"Bagus kamu kenal sama dia,dia orang yang baik,Lin." ucap Bu Rossa.

"Ma,aku janji aku bakal bantuin Kak Aline dan Kak Hanna buat bales dendam atas kematian Mama." ucap Aline.

Almh.Bu Rossa pun menghilang.Sebenarnya Lili juga enggak tidak tau siapa yang membunuh Mamanya.Dia sendiri sudah lebih dulu meninggal 1 tahun yang lalu karena terjatuh dari lantai 2 rumahnya.Maka dari itu dia sering ngobrol dengan Aline dan menanyakan keberadaan Mamanya.

Sementara itu Aline yang sedang menengok ke atas tiba-tiba kaget karena ada lili disana.

"Lho kok dia ada disana?" tanya Aline yang membuat orang-orang disana kaget.

Kak Justin pun menghampirinya.

"Ada apa,Lin dia siapa?" tanya Kak Justin.

"Eeee enggak papa kok,kak lupain aja cuma reflek kok." ucap Aline salah tingkah.

"Jangan-jangan hantu yang ada di rumah Aline ngkutin sampai sini atau enggak Aline liat Dosen itu." ucap Raisa dalam hati.

"Beneran,nih?" tanya Kak Justin.

"Ih caper banget si Aline." ucap Kak Jennie dalam hati.

"Kira-kira ngapain ya si Lili diatas?" tanya Aline dalam hati.

Penjelasan Kak Justin pun selesai.Para peserta pun bubar dan bergabung dengan regunya masing-masing serta mendirikan tenda.Regu Aline terdiri dari 5 orang dan Aline sendiri terpilih sebagai ketua sementara Tania sebagai Wakil.Mereka pun nampak sibuk mendirikan tenda.

"Loe pegang yang ini ya." ucap Aline.

"Oke,Lin eh lin tadi loe kenapa kayak ngomong sendiri?" tanya Karina teman seregu Aline.

"Gue enggak ngomong sendiri kok loe salah denger kali." ucap Aline.

"Masak gue salah denger,sih?" tanya Karina.

"Udah-udah kenapa jadi ngomong hal-hal kayak gitu,sih ayo buruan didiriin tenda keburu malem,nih!"perintah Raisa.

"Iya bener,tuh gue udah capek banget,nih." ucap Sovia.

Akhirnya mereka pun selesai mendirikan tenda dan sekarang mereka sedang menata tas-tas.

"Sa,ada yang mau gue tunjukkin." bisik Aline.

"Loe dari tadi mau nunjukin apa,sih?"tanya Raisa.

"Iya sebentar soalnya ini rahasia dan loe adalah orang pertama yang tau soal ini." bisik Aline sambil membuka tasnya.

"Iya,udah buruan jangan bikin gue penasaran." ucap Raisa.

"Ini,sa." ucap Aline sambil menyodorkan selembar surat misterius ke Raisa.

"Jadi ini yang mau loe tunjukkin ke gue?" tanya Raisa tidak percaya.

"Iya,sa." ucap Aline singkat

"Cuma selembar kertas ini doang gue kira loe dapet hadiah misterius." ucap Raisa.

"Jangan ngomong kenceng-kenceng nanti semua orang tau lagian ini bukan selembar kertas ini surat,sa." bisik Aline.

"Iya,maaf kelepasan cie-cies surat cinta ya pasti ini dari Kak Justin." bisik Raisa.

"Ih bukan ya coba sekarang loe bukak dijamin loe bakal kaget." bisik Aline agak sambil kesal.

"Sayangnya gue enggak percaya,lin ya udah deh gue bukak pasti uwuu banget." ucap Raisa.

"Ya udah buruan bukak." ucap Aline sambil tertawa.

Raisa pun membuka surat misterius itu dengan pelan-pelan,dia pikir surat itu dari Kak Justin.Tiba-tiba...

"Aaaaaaaa gila kok kayak gini surat nya." teriak Raisa.

"Eh jangan teriak-teriak,sa." ucap Aline sambil menutup mulut Raisa.

Rekan seregu Aline dan Raisa yang berada diluar kaget mendengar teriakkan Raisa dan buru-buru masuk menghampiri Aline dan Raisa.

"Kenapa,sa?" tanya Tania.

"Iya,kenapa Raisa,Lin?" tanya Karina.

"Iya dia kenapa kok teriak-teriak?" tanya Sovia.

"Eee enggak papa kok tadi ada serangga maknanya dia teriak-teriak iya kan,sa?" tanya Aline ke Raisa.

"Eee iya tadi ada serangga makanya gue teriak-teriak." jawab Raisa sambil menyembunyikan surat misterius tadi.

"Oh ya udah gue kira ada apa." ucap Tania.

"Ya udah,deh kalau gitu."sambung Sovia dan Karina.

"Gyuss kita diskusi yuk buat kegiatan api unggun nanti." ajak Aline.

"Yuk." ucap Karina, Tania,dan Sovia secara bersamaan.

"Lin gue enggak ngerti maksud dari surat itu." bisik Raisa.

"Nanti aja gue jelasin daripada mereka curiga."bisik Aline.

Mereka pun keluar dari tenda dan berdiskusi untuk kegiatan api unggun nanti malam.Nanti ada berbagai macam kegiatan seru.Sementara para senior sedang berkumpul di tendanya.

"Temen-temen nanti kita bakal ada kegiatan game dan saran gue kita bisa gunain lantai 3 pasti bakal seru." ucap salah satu senior.

"Gue enggak setuju." ucap Justin.

Semua orang disana menatap Justin dengan perasaan aneh karena setiap membahas perihal lantai 3 dia tidak banyak bicara.

"Gue juga enggak setuju." ucap Jennie.

"Loe kenapa sering banget ikut-ikutan Justin?" tanya salah satu senior disana.

"Belum move on kali hahahaha." ucap Niken sambil tertawa.

"Jennie kenapa,sih selalu aja ngikutin gue?" tanya Justin dalam hati.

"Emang gue belum bisa move on dari Justin apalagi gara-gara Bu Rossa gue putus dari Justin." ucap Jennie dalam hati.

"Jus, jelasin kenapa loe enggak setuju?" tanya salah satu senior.

"Gue enggak setuju soalnyaaa eeee ya kan masih ada tempat lain kan yang bisa kita gunaiin buat game nanti malem." ucap Justin terbata-bata.

"Kalau loe kenapa ikutan enggak setuju?" tanya lagi senior itu kepada Jennie.

"Parah banget,sih Jennie ngikutin gue melulu." ucap Justin dalam hati dengan kesal.

"Mmmm sama kok kayak Justin kenapa kita enggak gunaiin tempat lain aja." ucap Jennie sambil melirik Justin.

"Maaf Jus untuk kali ini alasan loe kita semua enggak bisa terima dan kita udah mutusin bahwa lantai 3 kita gunain buat game nanti." ucap salah satu senior.

"Bener,tuh gue juga setuju kok." ucap Niken dengan penuh keyakinan.

"Mati gue,gimana kalau mereka curiga apalagi Aline gue enggak bisa ngapain-ngapain sekarang." ucap Justin dalam hati dengan perasaan panik.

"Mereka keke banget buat gunain lantai 3 gimana kalau mereka curiga gue enggak bisa ngebayangin." ucap Jennie dalam hati.

"Yuk guys kita bagi team satu team prepare buat api unggun dan satunya lagi ke lantai 3 kalau kalian emang serius buat jadiin lantai 3 buat lokasi game dan gue sendiri prepare Api Unggun." ucap Justin panjang lebar.

"Justin kok malah setuju,sih?" tanya Jennie dalam hati.

Happy Reading semua 🤗.

Jangan lupa Vote dan like.

Ditunggu kritik dan sarannya 🙏.

Maaf ya teman-teman kalau jarang update 🙏

1
Hamliah Lia
bagus tor
Nia Sulistyowati
ganteng tapi playboy,,
masuk eliminasi ini,,,
Vivi Yetri
arrrggghhh
Kardi Kardi
AMAZING STORIESSS
Tytha Radyttya
bahasa loe belepetan gak. beraturan gak jelas
Inasitinurhasanah: klu lu gk suka skip aza jng kasar gtu dong,,,susah buat novel tau
total 1 replies
gemini boy
lah iya itu ,,, susah klo ngobrol masalah setan sama orang yg ngga paham
Selama Nya Cinta
Aline itu kan indigo kenapa jadi kayak orang bego lihat penampakan harus nya udah faham donk....
Resy
arine sangat BODOH
Resy
katanya mereka Islam, tapi kok ngasih sesajen sama makhluk halus.
itu musyrik namanya‼️
Resy
katanya mereka muslim?? kok ada sesaji ?? itu musyrik
Resy
cinta & nafsu??

ini pasti justin & jennie melakukan sesuatu🔞, terus ketauan Bu rossa
zainul anita
ceritax bagus tuh kak
Maliqa Effendy
berasa lg di kejar dead line..tanda bacanya ituloh...
Vinansha AFR
Ceritanya menarik kak..
Tapi saran saya, tolong perbaiki lagi tanda baca dan beberapa kalimat yang seakan-akan lagi kejar-kejaran itu. Supaya pembaca nyaman membacanya.
Semangat kak 🙏
Vinansha AFR
Kayak aku dong.. aku paling suka nonton drakor. 🤭
Melinda Ismail
cerita nya gk jelas alurnya...
Bunda Dwije
bukannya tas arin ketinggalan diwarung pas dy diculik ya thor. udh dikasih ke aline jg kan..
fanisa oktavia
kesal sama karakternya fauzan
fanisa oktavia
playboy nih cowok
Vivi Yetri: iya wkwk
total 1 replies
Suhartini Titin
ini ceritanya muter2 jd bacanya sedikit malas awalnya penasaran lama kelamaan cerita berbelit2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!