NovelToon NovelToon
No Rose Without A Thorn

No Rose Without A Thorn

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:48.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Freezgreen

Keira adalah gadis dengan masa lalu yang menghantui, kehilangan adik satu-satunya membuatnya hidup dengan rasa bersalah.
Evan adalah bagian dari masa lalu Keira yang ingin membunuh masa lalu dengan membalas dendam termasuk pada Keira.
Bara adalah seseorang yang tak peduli masa lalu dan hanya ingin menyiapkan masa depan bersama Keira. Nada dan Dizza adalah dua orang yang terikat hubungan dan konflik dengan Keira.
Mereka adalah korban dari kekejaman dan keserakahan orang tua yang berusaha mencari kebahagiaannya masing-masing. Namun, seperti pepatah tidak ada mawar tanpa duri, tidak akan ada kebahagiaan tanpa rintangan.

Sanggupkah Keira melewati semua duri dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freezgreen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Simpanan

Kusuma berteriak marah, ia mencari Lestari yang masih terbaring di kamar. Dokter yang memeriksa segera melarikan diri karena ketakutan mendengar teriakan Kusuma.

Dizza yang berada di kamar itu tak berani menghalangi ayahnya.

"Anak itu. Aku membesarkannya bukan untuk menghancurkan aku!"

"Sejak kapan anak itu kembali? Kamu pasti tahu, kan?" Kusuma mengamuk.

Ny Lestari berusaha berdiri.

"Dengarkan, aku nggam tahu kalau anak itu berada di belakang grup Oshi. Bukankah kamu seharusnya tahu??!" Lestari malah menyalahkan Kusuma.

"Dia membalas dendam!" Lestari mengepalkan tangannya.

"Hancur semuanya.. Investor lain pasti akan menarik semua investasinya..." Kusuma memecahkan kaca meja rias.

"Kamu hanya memikirkan perusahaan dan reputasimu. Apa kamu tidak memikirkan Keira? Wanita simpanan?! Apa kamu tidak memikirkan perasaannya?!"

"Apa kamu yakin dia tidak melakukannya dengan sengaja??!" Kusuma balas membentak istrinya.

"Kedua anak itu selalu membuat masalah!"

Ny Lestari berdiri dengan gemetar.

"Untuk pertama kalinya aku menyesal kembali hidup denganmu!"

Kusuma memandang istrinya dengan kaget.

"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan putriku, aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Ny Lestari berteriak histeris, Kusuma menendang kursi dan meja lalu berjalan keluar.

Dizza tercengang mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Dia tak menyangka ibunya berani melawan ayah. Dizza meninggalkan ibunya dan terkejut melihat Bara yang ternyata mendengarkan pertengkaran itu.

"Sejak kapan Kakak di sini?" tanya Dizza.

"Apa yang baru saja aku dengar itu benar? Apakah Keira dan pria itu memang sudah lama saling mengenal?"

Dizza mendesah, "Aku tidak tahu."

Bara mencengkram bahu Dizza.

"Katakan yang kamu tahu.. Apakah Keira memang mengenal pria itu?"

Dizza memandang Bara dengan kesal.

"Kakakku tidak akan melakukan hal tidak terhormat semacam itu!"

Lalu ia berjalan meninggalkan Bara yang kebingungan.

*

Nada hampir menyemburkan air minumannya saat menyaksikan berita di TV.

Putri Grup Kusuma diduga merupakan Wanita simpanan pewaris Grup Oshi.

Mereka tinggal bersama?

Nada bertanya-tanya dalam hati.

Apa wanita itu memang tidak memiliki hati dan urat malu?

Nada mencari berita di internet tentang wanita simpanan Grup Oshi.

Berita itu dalam sekejap menjadi trending topic. Bagaimana tidak, belum lama ini publik digemparkan dengan berita pertunangan antara Keira dan Bara yang diibaratkan dengan pasangan Putri dan Pangeran abad ini. Lalu sekarang Keira menjelma menjadi wanita simpanan pewaris Grup Oshi demi proyek Mega Hotel.

Nada mencoba mengingat-ingat sesuatu lalu tanpa berpikir dua kali ia segera keluar rumah.

Teeeeet. Teeeeet.

Bel apartemen terus berbunyi. Keira tak sanggup beranjak dari duduknya. Bibi Ani mengintip dan bimbang akan membukanya atau tidak.

Teeeet.

Bibi Ani melihat seorang perempuan berdiri lalu dengan ragu ia membuka pintu.

"Maaf mencari sia...."

Belum selesai Bibi Ani bertanya, gadis itu mrndorong pintu dan berteriak.

"Di mana wanita itu?"

Keira yang mendengar keributan segera keluar, ia terkejut melihat Nada berdiri menatapnya.

"Kamu...."

Melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Keira berada di apartemen itu membuat Nada marah. Ia mendekati Keira lalu tanpa bicara apapun ia menampar wajah Keira hingga Keira tersungkur di lantai.

Bibi Ani segera menolong Keira.

"Siapa anda? saya akan memanggil keamanan."

"Kalau begitu saya akan memanggil wartawan." Nada mengancam.

"Dengarkan Kakak..."

PLAK!!!

Nada kembali menampar Keira.

Bibi Ani berdiri dan bersiap membalas tamparan Nada, namun Keira menahan tangan Bibi Ani.

"Kakak? kamu benar-benar gila. Wanita murahan!" Nada mengumpat Keira.

"Mengapa kamu tidak menjadi wanita simpanan orang lain? Mengapa tidak mencari orang kaya lainnya selain Kak Evan?"

Keira berusaha menjelaskan sementara Bibi Ani berusaha melindungi Keira.

"Dengarkan, ini tidak seperti yang kamu lihat di TV.."

"Ya, memang. Tapi yang aku lihat di dunia nyata lebih mengerikan. Kalau berita itu sebatas menduga bahwa kalian memilki hubungan, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu tinggal di sini!"

Nada menatap Keira dengan tajam.

"Kamu sungguh memalukan." Nada mengatakannya dengan kesal.

"Apakah memiliki tunangan yang sekaya itu belum cukup? Mengapa kamu harus serakah dan menjadi wanita murahan seperti ini?Mengapa di antara banyak pria ka.u harus merayu Kak Evan?"

"AKU TIDAK MERAYU DIA!"Keira berteriak.

"Lalu apakah ka.u akan bilang bahwa kalian saling mencintai?" Nada memandang Keira dengan tatapan jijik.

"Tolong, dengarkan...."

"Aku sudah cukup melihat, tak perlu mendengarkan lagi." Nada berlalu meninggalkan Keira.

Bibi Ani berusaha menenangkan Keira yang terlihat shock.

"Mengapa Nona tidak membalasnya? Maaf saya sangat ingin menampar mulut tidak tahu sopan santun itu." Bibi Ani membantu mengompres pipi Keira.

"Jangan, Bi. Aku tidak ingin menyakiti dia lagi."

Bibi Ani keheranan. "Tapi ini pasti sakit sekali..."

"Tapi dia lebih banyak menderita rasa sakit. Ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang sudah aku lakukan padanya."

Keira merintih menahan perih di pipinya.

*

Keira tertidur di ruang tengah, Bibi Ani seharusnya sudah pulang tapi ia tidak tega meninggalkan Keira sendirian sementara Evan belum pulang. Bibi Ani menunggu Evan dengan gelisah, dan ternyata Evan pulang tengah malam dalam keadaan setengah mabuk.

"Tuan, Nona...."

Bibi Ani ingin mengadukan peristiwa yang dialami Keira, namun Evan menyuruhnya untuk segera pulang. Bibi Ani ragu-ragu namun ia tak berani membantah.

Evan memandangi wajah Keira lalu ia tertawa sendiri.

"Wanita simpanan. Apa seperti ini yang ibu rasakan?" lalu Evan menangis. Ia menendang kaki Keira hingga terbangun.

Keira menatap Evan yang terlihat berantakan.

"Kamu, mengapa kamu tidur?" tanya Evan

"Kamu mabuk?" Keira menjauh dari Evan namun Evan menarik tangan Keira hingga gadis itu kembali terduduk di sofa.

"Sebagai wanita simpanan, ibuku biasanya akan selalu bangun saat Kusuma datang. Ia tidak pernah meninggalkan Kusuma. Ia selalu menuruti kemauan Kusuma. Bagaimana rasanya?" Evan mencium rambut Keira.

"Evan, kamu mabuk. Kita bicara saat kamu sudah sadar." Keira berusaha melepaskan diri dari Evan namun Evan justru mendorongnya hingga terjerembab di lantai.

Kepala Keira membentur ujung meja, ia merintih kesakitan namun Evan sama sekali tidak memperdulikannya. Evan mendekati Keira yang berusaha menjauh dari Evan.

"Van, lepas..." Keira berusaha melepas cengkraman tangan Evan di pergelangannya.

"Bagaimana rasanya menjadi wanita simpanan?" tanya Evan.

"Aku yakin, keluarga Kusuma pasti sedang kalang kabut."

"Apa kamu puas?"tanya Keira.

Evan memandang Keira lalu menjawab tajam, "Belum."

"Aku sudah melakukan segalanya. Kamu sudah berhasil menghancurkan perusahaan Kusuma. Lepaskan aku," Keira berusaha melepaskan tangannya yang terasa sakit.

Evan memandangi wajah Keira lalu mendekatkan wajahnya.

"Aku tidak akan berhenti sampai kalian benar-benar hancur. Ibumu, Ibumu belum hancur."

"Van, kumohon jangan sakiti Ibuku. Aku akan melakukan apa pun yang kau mau.. tolong .."

"Apa pun?" Evan semakin mendekat lalu ia berusaha mencium Keira namun Keira mengelak.

"Van, jangan seperti ini." Keira memohon, hatinya benar-benar terluka.

"Kamu bilang akan melakukan apa pun demi keluargamu!" Evan membentak.

"Aku ingin kamu kembali padaku."

Lalu Evan dengan kasar mendorong Keira, tanpa memperdulikan teriakan Keira ia menciumnya.

Keira terus berusaha melepaskan diri dan tiba-tiba saja ingatan masa lalu yang menghantuinya kembali datang. Keira menjerit-jerit dan sekuat tenaga ia berusaha mendorong Evan. Evan tak mau melepaskan Keira, ia memegang tangan Keira dan melepas kancing-kancing baju Keira. Keira panik dan terus berteriak. Keadaannya saat itu serupa dengan yang dia alami 13 tahun lalu.

"Tolong.... lepaskan aku... Jangan....."

Keira berteriak histeris. Evan terdorong lalu seakan tersadar, Evan melepaskan cengkramannya dan berteriak sendiri. Keira masih menjerit dan menangis menutup telinganya. Evan menatap Keira yang sudah berantakan. Ia sadar telah berbuat terlalu jauh namun ia tak menyadari bahwa ia telah membuka trauma masa lalu Keira.

1
Caramelatte
semangat upnya thor!
Salam –Belong to Esme–
Nokiyut
Lanjut Kak

Aku mampir lagi, jangan lupa feedback nya kak.
fgreen: siap makasihya
total 1 replies
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss baaccaa jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkan prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
fgreen: makasih ya.. ntar mampir
total 1 replies
instagram = @authorqueenj 👑
MCGA datang beri likes,comment & rate 5 utk kakak!^^
kutunggu feedback like & komenmu di 3 episode terakhir novelku yaa ><
semangatttt💪💪
fgreen: siaap
total 1 replies
Simchong
semangat kak upnya, salam hangat dari Serumah dengan aktor dan Twin sister, kapan-kapan mampur ya kasih masukan..
fgreen: siap makasih ya
total 1 replies
W.Willyandarin
wow
W.Willyandarin
next up thor
fgreen: yuhuuu
total 1 replies
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
semangat kak..

cinta pak bos hadir😊
fgreen: siaap
total 1 replies
Nate Lawliet
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^

Hai kak, aku dah mampir. Ditunggu feedback nya ke ceritaku yg judulnya "If You Hate Me So" ya 💖 Terus semangat berkarya💖
fgreen: tq, sip ntar mampir
total 1 replies
Shanty Fadillah
like buatmu kak 😂😂😂😂
fgreen: tq ya...
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
maaf Thor baru mampir lagi 🤗
sambungan dukungan boomlike jejak-jejak penduduk bunian 35 episode 😘 saling mendukung ya Thor 😇
fgreen: oke siaap... tq
total 1 replies
instagram = @authorqueenj 👑
Lanjuttttt! Semangattt^^

salam dari My Cold Guardian Angel♡♡
fgreen: tq ya
total 1 replies
Bunga Ariel
kehidupan sebuah keluarga yang penuh teka-teki thor
fgreen: Iyes, makasih ya masih lanjut baca.. jgn lupa like dan votenya ya.. tq..🤗
total 1 replies
Bunga Ariel
bener bener wanita tangguh nada
fgreen: Makasih sudah mampir.. Jangan lupa like san votenya ya... selamat membaca..🤗
total 1 replies
Bunga Ariel
setelah ini nada akan ingat kembali kan thor
fgreen
Makasih buat yang sudah mampir, komen, like, vote...

Yg udah baca, boleh dong minta jempol like, vote, n love favoritenya...

Tq... 😘 Happy Sunday All..
W.Willyandarin
next up kak
fgreen: siaaaaap
total 1 replies
Dhina ♑
kasihan banget si Nada 😥😥
fgreen: iyaaa
total 1 replies
Sri Wahyuni
sebagian ada yang seperti kisahku
fgreen: Makasih ya udah mampir baca... Jangan lupa like dan vote nya y... makasih..
total 1 replies
Sri Wahyuni
puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!