Nadiva, biasa di panggil Diva adalah gadis manis berusia dua puluh satu tahun yang saat ini masih menjadi mahasiswi semester enam sebuah universitas kesehatan di kota nya.
Kehidupan aman tentram Diva berubah menjadi lebih berwarna setelah memiliki tetangga seorang duda yang di tinggal meninggal istri nya saat melahirkan anak nya. Duda berusia tiga puluh tiga tahun itu bernama Randika Immanuel, memiliki seorang anak perempuan berusia enam tahun yang bernama Cinta.
Sejak awal bertemu Diva, Cinta sudah menyematkan kata Bunda sebagai panggilan kesayangan Cinta buat Diva.
Bagaimana kah kisah Diva dalam menghadapi aneka ulah Cinta yang selalu menginginkan Diva menjadi Ibu nya, sementara Diva sendiri tidak menyukai Ayah Cinta yang terkesan bersikap arogan?.
"Ayah hitung sampai tiga. Kalau ndak mau bangun Ayah gendong kaya karung beras nih!" Ancam Dika yang tak jua di tanggapi oleh Cinta. Hingga ....
"Cinta Oh Cinta ..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Dika Merajuk
Cinta sudah di antar oleh Dika ke sekolah, setelah menitipkan Cinta kepada pihak wali kelas nya, Dika pun beranjak pergi ke pasar guna berbelanja keperluan nya memasak, Diva sendiri sudah berangkat ke Kampus karena ada bimbingan skripsi.
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, bertepatan dengan Dika yang sudah menyelesaikan membuat dua buah menu masakan yang mana Diva dan Cinta lah yang akan menjadi pencicip menu baru yang akan Dika pasarkan nanti.
Dika bergegas merapikan masakannya dengan menyimpan di rak yang di khusukan untuk makanan, lalu mengambil kunci mobil nya kemudian beranjak pergi menuju kampus Diva, setelah sebelum nya sudah mendapat kabar kalau Diva akan keluar kelas jam setengah satu siang, sementara Cinta akan pulang sekolah pukul dua siang.
Rencana nya setelah menjemput Diva, Dika akan mengajak Diva pergi berdua sebelum mereka berdua menjemput Cinta pulang sekolah.
Dika keluar dari dalam mobil nya guna menjemput Diva yang ternyata sedang berada di perpustakaan kampus nya.
Wajah tampan dan juga datar Dika terus menjadi pusat perhatian kaum hawa yang berpapasan atau sekedar melirik kepada nya.
Tak heran sepajang Dika berjalan menuju perpustakaan bisikan kekaguman terdengar oleh Dika. Namun seperti biasa, tak membuat pria itu menanggapi nya.
Senyuman kecil terukir mana kala pandangan nya menatap sosok mungil yang tengah berdiri di depan meja administrasi perpustakaan.
"Biar Mas yang bawakan!".
Diva sempat terkejut saat tiba-tiba saja buku yang akan dibawa nya di ambil paksa oleh seseorang.
Setelah melihat siapa yang mengambil paksa buku nya, Diva pun menyunggingkan senyuman nya lalu tak sungkan gadis manis itu mencium punggung tangan kanan Dika.
Dika menyambut uluran tangan Diva, sementara tangan sebelah kiri nya sudah mendekap tiga buah buku yang akan Diva pinjam.
"Kok nyusul ke perpus, bukan nunggu di mobil aja". Protes Diva saat keluar dari perpustakaan dan berjalan beriringan dengan Dika setelah menyelesaikan administrasi peminjaman buku perpustakaan.
"Iseng di dalam mobil". Jawab Dika santai namun justru membuat Diva berdecak kesal saat melihat kalau di sepanjang jalan banyak mata kaum hawa yang menatap penuh minat pria yang berjalan di samping nya.
"Iseng mau cari perhatian ciwi ciwi gitu?". Dika mengangkat sebelah alis nya melirik kearah Diva yang tengah cemberut.
Kekehan kecil keluar dari Dika, lalu tanpa malu-malu Dika menarik pinggang Diva hingga tubuh mereka saling berdekatan dan berjalan beriringan.
"Mas, ih malu ah, diliatin banyak orang!". Protesan Diva tak di hiraukan oleh Dika. Pria itu kini justru memindahkan lengan kanan nya di pundak Diva, merangkul gadis mungil itu sambil berjalan beriringan.
"Ngapain malu. Biar para pria yang tengah menantap Neng penuh damba itu sadar, kalau Neng sudah ada yang punya!".
"Eeh. Nggak kebalik ngomong nya ya?". Bibir Dika mencembik seraya melihat sekeliling mereka dengan tatapan tajam mengarah kepada beberapa orang mahasiswa yang tengah melihat kearah mereka, namun terfokuskan kepada Diva yang saat ini terlihat sangat manis karena mengenakan celana jeans biru lengkap dengan kaos oversize dan sepatu kets.
Rambut sebahu Diva di kuncir kuda dengan sedikit berantakan dan menyisakan beberapa helai anak rambut di luar kunciran, sehingga membuat nya tampak seperti anak SMU.
"Mana ada. liat tuh mata mereka pada melotot ngeliat Neng!" Sentak Dika kesal karena beberapa orang mahasiswa yang bersitatap dengan nya seolah tak perduli dengan tatapan tajam Dika, dan tetap melihat kepada Diva dengan tatapan memuja.
"Ish. Nyebelin. Kenapa Neng harus secantik juga seimut ini sih!".
Eeh. Diva yang heran melihat tingkah Dika yang tantrum itu pun terpaksa melihat kearah sekeliling nya lalu melihat kearah Dika yang masih memasang wajah datar marah. Seulas senyuman terbit di wajah Diva saat menyapa tatapan beberapa mahasiswa yang memang dikenal Diva.
"Jangan senyum senyum. Mas nggak rela Kamu senyum buat pria lain selain Mas juga Ayah Hasan!". Protesan Dika membuat Diva memukul lengan Dika yang masih setia bertengger di bahu Diva, hingga membuat Pria itu kembali berdecak kesal.
"MasyaAllah gemes banget deh kalau liat manusia freezer itu cemburu". Diva sengaja melingkarkan tangan kiri nya di pinggang Dika. Refleks Dika melihat kearah Diva yang memasang senyuman manis nya hingga membuat Dika tiba-tiba menjadi salah tingkah.
"Mana ya yang sempat ngatai Aku tuh anak kecil?". Dika berdecak kecil namun justru di tertawai oleh Diva.
Lagi-lagi selama jalan di sebuah Mall, Dika sama sekali tak melepaskan gengaman tangan nya kepada Diva, seolah menandakan kalau gadis yang tengah di genggam tangannya itu adalah milik nya, jadi kalian para kaum pria yang tengah menatap gadis mungil yang tengah berjalan di samping nya itu lebih baik mengalihkan pandangan kalian dari milik nya Randika Immanuel.
Diva tampak santai kala banyak mata wanita melirik kearah Dika dengan tatapan kagum. Bagaimana tidak wajah blasteran Indo lengkap dengan tubuh tinggi tegap beserta wajah tampan nan mempesona namun terlihat jutek sungguh menarik perhatian mereka.
Lain dengan Dika yang sejak di sekitar kampus dan Mall justru tengah merajuk sambil menggerutu membuat Diva yang tak tahan dengan sikap Dika itu pun memilih meminta segera menjemput Cinta di sekolah, daripada harus melihat wajah kesal Dika sepanjang jalan jalan di Mall.
Dika menatap Author dengan tatapan kesal, bagaimana tidak, saat ini sang author kembali menguji kesabaran nya, ketika Diva yang sengaja turun untuk menjemput Cinta itu harus kembali kesal, karena saya Diva dan Cinta akan menuju mobil yang tengah di tunggui Dika, seorang guru pria menghampiri mereka dan berbincang dengan Diva dan Cinta yang tampak nya sudah terbiasa bertemu guru pria tersebut.
Dika menarik nafas pelan, melirik author yang tengah tertawa puas melihat Dika yang sengaja di buat kesal oleh author sejak semalam.
Brak
Dika menutup pintu mobil nya dengan kesal, mengabaikan author usil yang masih menggoda nya itu.
Dika melangkah dengan lebar menghampiri Diva, Cinta juga guru muda yang tidak Dika kenal tersebut.
"Sayang, kok lama jemput Cinta nya?".
Eeh, tak hanya guru muda pria itu yang terkejut atas ucapan juga sikap Dika yang tanpa sungkan langsung memeluk tubuh Diva dari samping. Diva yang di peluk mendadak oleh Dika itu bahkan sampai berteriak kecil dan berjinjit saat tiba-tiba saja tangan kanan Dika sudah melingkar di pinggang nya.
Cinta saja bahkan sampai tertegun saat melihat sang ayah yang begitu manja kepada sang Bunda, dan membuat Cinta pun berdecak kesal sambil menggelengkan kepala nya dan menatap tajam Dika yang tengah menaik turunkan alis nya menggoda Cinta.
kelakuanmu sungguh memalukan niken...
walaupun wanitanya ada rasa pada pria nya,tapi terkesan di sembunyikan oleh pihak pria waktu menikahinya...
untuk ku pribadi,ya ga mau lah,apalagi nti di cap pelakor....huuh...
benalu teriak benalu...haaaah...malu maluin banget sikap kluarga opa kael yg notabene nya juga orang miskin yg jadi benalu juga pada oma jess...
haaaiisshhh...si dika ini pun ga sadar,darah dlm separuh dirinya juga orang biasa..
waspada ya para ibu",di dlm 1 kawasan perumahan kalian ada pelakor yg siap mencari mangsa.../Grin/