NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Ye Qingxue menggigit bibir bawahnya sejenak, lapisan es di wajahnya perlahan mencair tergantikan oleh ekspresi putus asa yang tertahan.

"Akademi Naga Bintang sedang dalam bahaya kehancuran dari dalam dan luar," mulai Ye Qingxue dengan suara pelan.

"Sekte Besi Berdarah dan beberapa faksi gelap lainnya sedang mengumpulkan pasukan di perbatasan kota."

"Mereka menggunakan kematian penatua mereka sebagai alasan untuk menuntut akademi membuka segel wilayah terlarang."

Chen Mo hanya mendengarkan tanpa menyela, wajahnya tetap sedatar tembok.

"Lebih buruknya lagi, ada pengkhianat tingkat tinggi di dalam komite akademi yang bekerja sama dengan mereka."

"Wakil Kepala Sekolah Liu adalah salah satu tersangka utamaku," tambah gadis itu dengan nada geram.

"Kakekmu adalah Kepala Sekolah, bukankah dia bisa membereskan kekacauan ini dengan mudah?" potong Chen Mo.

Mendengar pertanyaan itu, mata Ye Qingxue perlahan berkaca-kaca, meski dia berusaha keras menahannya.

"Kakekku sedang dalam masa kultivasi tertutup tingkat hidup dan mati di bawah tanah akademi."

"Dia terluka parah akibat racun misterius bulan lalu, dan pengkhianat itu mencoba memanfaatkan absennya kakekku untuk mengambil alih kendali."

Gadis itu akhirnya menatap mata Chen Mo dengan pandangan memohon.

"Aku butuh kekuatanmu, Chen Mo. Aku tidak peduli siapa kau sebenarnya atau apa masa lalumu."

"Kekuatan yang kau miliki adalah satu-satunya variabel tidak terduga yang bisa menghancurkan rencana mereka."

Angin malam kembali berhembus, menerbangkan beberapa helai daun kering di atas atap perpustakaan.

Chen Mo membuang muka, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan.

"Cerita yang sangat menyedihkan," ucap Chen Mo dengan nada sedingin es.

"Tapi kau belum menjawab pertanyaanku yang paling mendasar, Ye Qingxue."

Chen Mo menoleh kembali, menatap gadis itu dengan tatapan predator yang sedang mengevaluasi mangsanya.

"Kenapa aku harus peduli jika akademi ini hancur atau kakekmu mati karena racun?"

Kata-kata kejam dan pragmatis itu meluncur begitu saja dari mulut Chen Mo tanpa beban moral sedikit pun.

Ye Qingxue tertegun, kakinya mundur selangkah mendengar penolakan yang begitu tidak berperasaan.

"T-tapi kau adalah murid akademi ini. Jika akademi hancur, kau juga akan kehilangan tempat bernaung," argumen Ye Qingxue lemah.

Chen Mo tertawa pelan, tawa yang terdengar sangat merendahkan.

"Dengan kekuatanku, aku bisa menghancurkan akademi ini sendiri jika aku mau."

"Aku bisa pergi ke kota manapun dan hidup layaknya raja. Aku tidak memiliki keterikatan apa pun pada tumpukan batu bata ini."

Kata-kata itu menghancurkan argumen terakhir Ye Qingxue, membuat gadis itu menyadari betapa berbahayanya pemuda di depannya ini.

Chen Mo bukanlah pahlawan yang menjunjung keadilan, dia adalah entitas egois yang hanya bergerak demi kepentingannya sendiri.

"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Ye Qingxue akhirnya menyerah pada permainan moral.

"Sebutkan hargamu. Harta, teknik sihir, atau apapun yang ada di akademi ini, aku akan memberikannya padamu."

Sudut bibir Chen Mo kembali melengkung membentuk senyum tipis yang sangat licik.

"Sekarang kita mulai memikirkan hal yang sama," ucap Chen Mo melangkah mendekat.

"Aku tahu Akademi Naga Bintang memiliki brankas pusaka terlarang yang hanya bisa dibuka oleh garis keturunan Kepala Sekolah."

"Aku ingin akses penuh ke dalam brankas itu tanpa ada batasan apa pun."

Mata Ye Qingxue membelalak lebar mendengar tuntutan gila tersebut.

"B-brankas pusaka terlarang?! Itu adalah fondasi akademi yang berisi artefak dari zaman purba!"

"Jika artefak itu jatuh ke tangan yang salah, kehancuran yang terjadi akan jauh lebih besar daripada ancaman sekte luar!" tolak Ye Qingxue panik.

"Kalau begitu silakan atasi sendiri pengkhianat dan pasukan sekte itu dengan sihir esmu yang rapuh itu," balas Chen Mo berbalik arah bersiap untuk pergi.

"Tunggu!" teriak Ye Qingxue putus asa, tangannya refleks meraih lengan jubah Chen Mo.

Grep.

Chen Mo menghentikan langkahnya, menatap tangan gadis itu yang memegang lengannya.

Ye Qingxue buru-buru melepaskan tangannya seperti baru saja menyentuh besi panas.

"B-baiklah. Aku setuju," ucap gadis itu dengan suara bergetar, menundukkan kepalanya.

"Tapi kau harus menjamin kakekku selamat dan para pengkhianat itu disingkirkan dari akademi."

Chen Mo merapikan lengan jubahnya dengan santai.

"Tenang saja, menyingkirkan serangga adalah keahlian utamaku akhir-akhir ini."

"Aku akan bergerak sesuai rencanaku sendiri. Kau hanya perlu menyiapkan kunci brankas itu saat aku memintanya."

Chen Mo melangkah menjauh menuju tepi atap perpustakaan.

"Satu hal lagi, Nona Es," ucap Chen Mo tanpa menoleh ke belakang.

"Jangan pernah mencoba memerintahku atau menjadikanku pion dalam permainan politikmu."

"Aliansi ini berjalan murni atas dasar kesepakatan. Jika kau berani menipuku, nasibmu akan jauh lebih buruk dari Gao Shun."

Wuuush!

Tubuh Chen Mo kembali berkedip dan menghilang tertelan kegelapan malam dalam sekejap mata.

Ye Qingxue berdiri sendirian di atas atap perpustakaan yang dingin.

Tubuhnya merosot lemas hingga dia terduduk di atas dinginnya ubin batu atap tersebut.

Gadis jenius yang selalu dipuja itu kini menyadari bahwa dia baru saja membuat kesepakatan dengan iblis yang sesungguhnya.

"Kakek... semoga keputusan yang kuambil ini tidak menjadi akhir dari segalanya," bisik Ye Qingxue ke udara kosong.

Sementara itu, Chen Mo melesat di udara kembali menuju asramanya dengan suasana hati yang sangat baik.

"Misi perlindungan yang membuahkan akses ke harta karun kuno. Hari yang sangat produktif," batin Chen Mo puas.

Dia tahu badai besar akan segera menghantam akademi, dan dia sudah bersiap di posisi terbaik untuk mengambil semua keuntungannya.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!