NovelToon NovelToon
Disenchanted

Disenchanted

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Teen School/College / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Jeehan tak menyangka bahwa akhir persahabatannya dengan Harris harus berubah menjadi perasaan cinta dalam munajat panjang. Dengan rangkaian doa dan pinta, ia mencoba mengetuk pintu langit bersama nama Harris di hatinya. Berharap laki-laki itu jadi kekasih halalnya kelak.

Namun, ia tak menyangka bahwa perhatian yang sahabatnya berikan hanyalah wujud dari rasa simpati sebagai teman. Yang Harris cintai sebenarnya ialah seorang perempuan di masa lalunya yang tanpa sengaja kembali hadir.

Rasa cinta yang semula Jeehan miliki harus terpaksa ia hapus saat Harris menyatakan cintanya pada Alisha. Mau tak mau Jeehan harus menelan pahitnya kecewa sendirian, sebab setelah sekian lama bersahabat, Harris masih tak memahami diri juga perasaannya.

Sejak saat itu, Jeehan memilih untuk menutup rapat hatinya sebab kecewa bukanlah episode yang ingin ia ulang, apapun alasannya. Lalu, bagaimanakah perjalanan cinta mereka? Akankah Jeehan berhasil menghapus Harris dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disenchanted 20 — Insiden Kecil

Jeehan menatap pantulan dirinya di cermin. Ia dapat melihat dengan jelas pantulan dirinya di cermin. Matanya tampak sembab usai menangis semalaman.

"Hai aku, kamu harus kuat, ya. Kamu harus kelihatan baik-baik aja, kamu harus tetap ceria di hadapan ayah, ibu dan bahkan semua orang. Gak boleh ada yang tahu kalau kamu lagi sedih, gak boleh ada yang tahu kalau kamu lagi terpuruk. Pokoknya kamu harus senyum, senyum yang lebar, yaaa!" katanya bermonolog.

Jee memasang senyum terbaiknya sebelum memutuskan sarapan ke bawah dan bertemu kedua orangtuanya yang sedang bertengkar hebat itu di meja makan.

"Pagi Ayah, pagi ibuku yang cantik!" sapanya riang begitu mmendekati meja makan. Hasya dan Maura yang semula bungkam mendadak tersenyum dan balik menyapa Jeehan.

"Pagi kesayangan ayah, sini duduk sarapan dulu," kata Hasya menunjuk kursi di sampingnya. Maura pun tak mau kalah, ia mendekati Jeehan dan memberi putri semata wayangnya itu sepiring nasi goreng yang dibuatnya.

"Makan ya, Nak. Dihabiskan biar sekolahnya semangat," kata Maura penuh senyuman. Senyum yang Jeehan tahu hanya sebatas kamuflase belaka.

Usai sarapan pagi itu, Jeehan berangkat bersama dengan Harris, seperti hari biasanya. Yang berbeda hanyalah, kini Jee lebih banyak diam.

"Jee, kok tumben sih? Biasanya kamu nanya ini-itu sama aku," ucap Harris saat mereka melaju menuju sekolah.

Jeehan berdehem pelan sambil menatap ke samping. "Lagi sakit gigi," alibinya singkat. Padahal yang sebenarnya adalah, Jee sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.

"Sakit gigi? Udah ke dokter gigi belum Jee? Sakit giginya parah gak? Kalau parah harusnya kamu gak usah masuk sekolah dulu, kasihan gigimu kalau tetap diajak sekolah," kelakar Harris berusaha bercanda.

"Hahaha, lucu banget, Ris. Udah ah diam, kamu fokus aja bawa motornya, agak cepat bawanya biar cepat sampai, ini malah lelet banget kamu kayak siput."

Berikutnya, Harris menarik pedal gas yang berakhir tak mengenakan bagi Jeehan. Perempuan itu sedikit terantuk ke belakang lalu berbalik menangkup pinggang Harris saat lelaki itu mengerem mendadak.

"Astaghfirullah, Harris! Kamu sengaja ya?!" protes Jeehan membuka kaca helm yang dipakainya.

Harris cengengesan dibalik helmnya, "Maaf ya Jee, maaf. Tapi kamu emang beneran harus pegangan, kalau gak bisa terbang nanti."

"Gak lucu!"

Harris masih terkekeh bahkan saat mereka tiba di sekolah, sedangkan Jee bersungut-sungut sebal. Tanpa mereka ketahui, sepasang mata memerhatikan mereka dari kejauhan dengan hati memanas.

Alisha mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, kesal sekali rasanya melihat Harris bisa tertawa begitu lebar saat bersama Jeehan. Sedangkan padanya begitu dingin dan cuek.

"Gak bisa dibiarin!" gumamnya lalu berbalik ke kelasnya dengan rasa kesal di dada. Lalu, Diam-diam ia tersenyum samar. "Gue tahu harus ngapain."

•••

Jika hari-hari sebelumnya, Jeehan dan Anin berdua ke kantin untuk makan siang, kali ini Jee memilih menyempatkan waktunya untuk berdiam di mushola, menyempatkan sedikit waktunya untuk bermunajat di waktu dhuha.

Jeehan merasa, jika saat-saat seperti ini, ia harus lebih banyak mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Menurutnya, keretakan yang terjadi dalam rumah tangga ayah dan ibunya bukan hanya semata ujian bagi orang tuanya, tetapi juga ujian untuk Jeehan.

Mungkin, Jee kurang banyak berdoa untuk kedua orang tuanya sehingga ujian perceraian itu harus diterima sang ibu tercinta. Entah apa alasan ayahnya hendak menikahi perempuan lain, Jee juga tak tahu soal itu.

Seingatnya, kedua orang tuanya baik-baik dan harmonis saja selama ini. Tak pernah bertengkar, jika pun ada, itu pasti hanyalah sebuah perdebatan kecil tentang warna dasi yang akan dipakai ayahnya ke kantor atau tentang kaos kaki yang sulit ditemukan ayah.

Jeehan menutup rangkaian munajatnya itu dengan doa, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, doa kedua orangtuanya, semoga Allah menjadikan keluarganya, keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah.

"Aamiin," lirih Jee, lalu melipat kembali sajadah dan mukena yang dipakainya. Jarum jam sudah menunjukkan waktu sepuluh lewat seperempat. "Aduh, ternyata udah jam sepuluh, Anin pasti nunggu aku nih," ucap Jee tergesa lalu bangkit dari berdirinya.

Saking terburu-burunya ia, Jee sampai tak memerhatikan jalan dan menabrak Alisha yang membawa satu cup cokelat panas di tangannya.

"Aduh! Hati-hati dong, Jee! Ih panas tahu?" gertak Alisha merasa kesal pada Jeehan.

"M-maaf, Al, maaf. Maaf aku gak perhatiin jalan tadi, maaf banget, aduh panas ya, sini biar aku bantu tiup tangan kamu," kata Jee berusaha menolong, namun tangannya langsung ditepis kasar oleh Alisha.

Tepat saat itu, Harris dan tiga sekawannya sedang berjalan menuju kantin. Melihat kedatangan Harris, Alisha seketika membuat drama.

"Salahku sama kamu apa sih Jee? Kok kamu tega banget nyiram aku pake cokelat panas. Kalau aku ada salah, kamu kan tinggal bilang aja, biar aku minta maaf langsung," katanya mendramatisir keadaan. Jee jadi terbengong dan bingung sendiri.

"Hah? Maksudnya?"

"Eh ada apa nih, omaygad Al, tangan lo kok sampe merah begitu? Kenapa Al?" tanya Amir yang langsung heboh melihat tangan kanan Alisha yang terkena tumpahan cokelat.

Harris, Vino dan Bastian pun jadi penasaran. Sedangkan Jee masih berusaha mencerna kejadian barusan. Al melirik Jee sesaat lalu berbalik menatap Harris, seolah meminta atensi lelaki itu dengan memasang wajah menyedihkan.

"Aku gak apa-apa, kok, tadi Jeehan cuma gak sengaja numpahin cokelat panas ke aku. Tapi gapapa mungkin Jeehan gak sengaja," kata Alisha dengan nada yang dibuat-buat.

"Benar begitu, Jee?" tanya Harris yang langsung diangguki oleh Jeehan. Faktanya ia memang tak sengaja menumpahkan cokelat panas.

"Iya, aku gak sengaja" jawab Jee.

"Gimana sih Jee? Hati-hati dong kalau jalan, kasihan tahu Alisha, tangannya sampe merah begini," protes Amir seperti tak terima. Bastian yang semula diam saja, ikut mendekati Alisha dan melihat bekas kemerahan di tangan perempuan itu.

"Kita harus cepet ke UKS buat kasih luka kamu salep Al, biar gak melepuh ini lukanya," usul Bastian yang kemudian malah mendapat tatapan tajam dari Alisha.

"Gak, gak usah, aku gak apa-apa kok," elaknya sambil melirik Harris.

"Gak apa-apa gimana? Harus cepet-cepet diobatin ini, Al!" Lagi-lagi Bastian yang bersuara.

Amir mengangguk setuju, "Bener kata Bastian, Al, harus diobatin biar gak inflasi lukanya."

"Inflasi? Infeksi kali, Mir?" koreksi Vino.

"Aduh iya itu maksudnya, Vin!"

"Aku ... aku mau ke UKS kalau dianternya sama Harris," kata Alisha lalu menujuk Harris dengan malu-malu. Bastian menatap Alisha sendu.

"Kok gue? Pergi sendiri ajalah, kenapa harus sama gue? Gue mau ke kantin! Ayo Jee," ucapnya seraya menarik Jee.

Namun, pergelangan tangan Harris langsung ditahan oleh Amir. "Seenggaknya anter dia dulu, Ris, kasihan si Alisha. Toh ini juga karena Jeehan."

"Tapi kan —"

"Iya, Ris, kamu harusnya anter Alisha dulu, lukanya harus diobatin. Maaf ya, Al, aku beneran gak sengaja," kata Jeehan tersenyum. Setelah mengucapkan maaf sekali lagi, Jeehan memilih pergi ke kantin menemui Anin.

Sedangkan Harris, mengikuti Amir, Vino dan juga Bastian mengantar Alisha pergi ke UKS. Tampaknya kali ini Alisha senang bukan kepalang sebab bisa membawa 4 siswa paling famous mengantarnya ke UKS secara bersamaan.

•••

1
falea sezi
terusan jee mana jangan bkin gantung donk
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
fokus saja pada kebahagiaanmu Jee
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
salah orang woy 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bastian udah kabur 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Setuju,
Semangaaat Jee 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Surprise 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Hadeuh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kan bener,ngapain marah" 🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih ternyata numpang dirumah istrinya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jangan pas seneng" aja, noh urus suamimu yg lagi sakit 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Emang bukan madu tapi racuun 🤬
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Salah sendiri kenapa harus ada perempuan" padahal cukup 1 perempuan 😌
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
alasannya karena ayahmu punya istri baru 😏
falea sezi
kok end thor
Mukmini Salasiyanti
udah End ajaa.... ??
hiks.. hiks...

Gk usah buat sequelnya kk Hern..
sedih&kecewaku sdh Habis disini..
ikut Terbang bersama Jee
(eaaaaaaa lebay....)
wkwkwk

tp kl kk berazzam tuk itu..
yaahh dgn Terpaksa la aqu read
dgn syarat Jee hidup bahagia dgn pria lain.. NO HARRIS!!!!
(eh.. situ Siapa ya, kok ngatur Author..
hihiiiiiiiii)
HK: Entah harus berakhir di sini atau tetap lanjut, kita pikirkan idenya dulu Kak Min. Thanks ya udah baca karya recehan author ini. 🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kebangetan nih masa ayahnya gak tau kl anaknya sekolah disitu😏
falea sezi
hahahah mampus kau azab tuh buat pelakor ma anak nya nunggu karma bapaknya stroke aja q
Mukmini Salasiyanti
tell the truth..
walaupun itu sgt pahit.....
Mukmini Salasiyanti
aihhhhh
ternyata, thor..
begini jg alurnya???
HK: Tunggu kelanjutannya /Chuckle/
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Bagus laaa kl ingat Bastian..
kukira kyk drama di novel2,
bakal Harris yg kena getahnya

wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!