NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Teknisi

Jerat Cinta Sang Teknisi

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Jabar, Teknisi senior yang jatuh cinta lagi pada Operator di mesin yang ia pegang. Setelah beberapa tahun menduda, ini kali pertama dia jatuh cinta lagi. Operator baru itu namanya Clara masih muda dan cantik, tapi pemalu.

  Mungkin inilah jalan cinta Jabar yang mulus bak jalan tol. Ketika Jabar memberi tumpangan pada Clara untuk berteduh di rumahnya karena hujan yang lebat, beberapa orang tetangga sempat heran dan curiga. Namun, Jabar tidak kalah gertak, dia mengaku kalau Clara adalah istri barunya yang baru beberapa hari dinikahi.

  Apakah kebohongan Jabar akan terendus massa ataukah ini jalan cintanya untuk yang kedua kali naik pelaminan? Natikan kisah serunya di karya "Jerat Cinta Sang Teknisi".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Pernikahan Yang Terkuak

  Hardi meletakkan motornya di pinggir salah satu rumah di perumahan Cemara Residen itu. Kawasan ini termasuk ketat dan dijaga Satpam di pos depan. Setiap tamu atau orang asing yang datang, maka harus lapor dulu lewat pos Satpam. Dan kenapa Hardi tadi bisa lolos dan masuk kawasan perumahan ini? Karena dia mengaku temannya Jabar.

  Hampir setengah jam Hardi mengawasi rumah Jabar, dia ingin tahu apakah Clara akan segera keluar dari rumah itu atau masih lama. Hardi gelisah, seharusnya dia saat ini sudah berada di pabrik dan di mesin delapan.

 Dengan terpaksa , Hardi menghubungi Kepala Teknisi untuk meminta ijin telat masuk, untungnya di acc dan Hardi bisa sedikit lega.

  "Gila si Jabar, memasukkan cewek sampai lupa waktu. Apa gua bilang, dia itu sok iye, depan lugu belakang belagu, pemain juga ternyata. Si Clara juga, ternyata cewek gampangan, semurah itu rupanya," duganya mendengus kesal.

  Satu-satunya cara untuk membalas sakit hatinya karena pernah ditegur Jabar kala itu, Hardi menyusun rencana untuk mendatangi Jabar, kemudian menggertak keduanya.

  "Kagak gua dapat, tapi jatuh sama Jabar yang ternyata buaya juga. Baiklah, gua akan beraksi memergoki kelakuan kalian di dalam rumah itu, sebagai pembalasan dendam gua. Rasakan lu Jabar, ketahuan borok elu," sungut Hardi tersenyum miring.

  Satu jam, waktu yang cukup untuk mendatangi rumah Jabar. Hardi berencana akan mendatangi rumah itu sendirian, setelah itu dia akan memanggil warga perumahan untuk ikut menggerebeknya. Begitu rencana yang sudah disusun Hardi dengan matang.

  "Tok."

  "Tok."

  "Tok."

  Ketukan di pintu itu terdengar tiga kali, untuk beberapa saat belum ada yang membuka. Hardi yakin telah terjadi sesuatu di dalam rumah itu, dan dugaan Hardi adalah Jabar dan Clara sedang mesum.

  Lima menit kemudian, pintu itu terbuka. Jabar membuka pintu dengan wajah santai, bertelanjang dada. Namun perubahan wajah Jabar kentara ketika dia melihat siapa yang datang.

  "Hardi ngapain lu ke sini? Ada apa?" heran Jabar dingin. Hardi membalas pertanyaan Jabar dengan senyum sinis, sejenak dia hanya berdiri dengan angkuh di muka pintu sembari memindai ruang tengah rumah Jabar.

  Sebuah tikar dengan bantal di atasnya sudah digelar di sana, kondisinya tidak menentu seperti bekas sebuah pergulatan seru. Dilengkapi dengan instrument dari TV yang menyala, sepertinya Jabar dan Clara baru saja melakukan sebuah aktifitas di depan TV yang menyala.

  Bayangan dalam kepala Hardi tidak lain dan tidak bukan adalah, Jabar dan Clara baru saja melakukan kegiatan mesum. Yang menguatkan lagi, Hardi dengan jelas melihat dua buah penampakan yang sepertinya lupa diamankan Clara maupun Jabar.

  Sebuah celana dalam dan boxer warna navy teronggok di sana. Mata Hardi mengarah lurus ke sana dengan wajah yang marah. Jabar mengikuti ke mana arah mata Hardi menatap.

  Jabar terkejut, ternyata celana dalam Clara dan boxernya lupa diamankan tadi, sesaat setelah mendengar ketukan di pintu rumahnya. Jabar sedikit menyesal, kenapa tadi begitu ceroboh dan lupa tidak mengunci pintu pagar rumahnya. Benar-benar dia kali ini ketiban sial dengan kedatangan Hardi yang tiba-tiba. Bisa jadi penemuan Hardi akan sampai pada yang lain, yang lebih parah pihak HRD.

  Jika berita ini sampai di telinga HRD, yang Jabar takutkan adalah salah satu diantara mereka akan kena pecat dan dianggap pelanggaran. Jabar tidak masalah jika Clara dipecat, toh dia masih sanggup menafkahi wanitanya itu. Yang menjadi masalah adalah, jika Clara dipecat, maka belum tentu dia siap keluar kerja begitu saja, sedangkan dia datang ke Cikarang ini niatnya untuk bekerja.

  "Ketahuan lu ya sekarang boroknya. Sekarang elu kagak bisa ngelak lagi. Gua pikir elu beneran duda lugu, tapi ternyata pemain handal yang lihai merusak anak gadis orang. Baru saja kenal sudah berhasil elu giring ke dalam sarang buaya buntung modelan elu. Si Clara juga, gua pikir cewek lugu dan polos, nyatanya cewek murahan yang gampangan banget diajak ngangkang sama lu duda brengsek," gertak Hardi penuh dengan kata umpatan yang membuat kuping Jabar panas dan sakit.

  Jabar tersenyum kecut mendengar ocehan Hardi yang seakan-akan menganggapnya duda rendahan tidak bermoral. Yang lebih mengusik ulu hatinya adalah ketika Hardi mengatakan bahwa Clara merupakan cewek murahan yang gampangan diajak ngangkang.

  Tanpa pikir panjang, Jabar menarik kerah baju Teknisi Hardi sehingga tubuh Hardi ikut tertarik ke dalam.

  "Jangan gegabah elu bacot, dasar brengsek. Gua kagak bejat seperti yang elu bacotin. Dan ingat, jangan sekali lagi elu bilang bahwa Clara cewek murahan yang gampangan karena dia sama sekali tidak seperti itu," sentak Jabar marah dan tidak terima ketika Clara dihina sebagai cewek murahan.

  "Kalau tidak murahan, lantas apa lagi? Keberadaan dia di rumah elu, menandakan dia cewek mu ...."

  "Bacot lu itu, ya. Jaga mulut lu, brengsek," sentak Jabar lagi seraya menyeret tubuh Hardi ke tembok lalu menghempasnya.

  Suasana sudah sangat memanas, Jabar sudah dikuasai amarah yang tidak terbendung. Saat itu juga Clara keluar dan mengamankan bukti pergulatan panasnya bersama Jabar pagi ini, lalu Clara keluar lagi untuk melerai perkelahian antara Jabar dan Hardi.

  "Ayo pukul gua, demi sebuah lubang kenikmatan, elu berani melukai gua, itu cemen namanya. Lihat saja, kelakuan kalian berdua akan kena batunya, gua akan ajak warga perumahan ini untuk menyeret kalian supaya diarak dan dipermalukan," sungut Hardi mengancam.

  "Silahkan, gua kagak takut. Justru elu yang bakal kena malu karena telah bikin rusuh di rumah gua, dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan." Jabar berkata dengan nada menantang.

  "Abang sudah," lerai Clara seraya meraih lengan Jabar.

  "Kamu, ya, Dek. Mau-maunya kena perangkap buaya buntung macam si Jabar. Kalian berdua sama brengseknya. Muka sok polos dan lugu, ternyata pemain handal."

  "Bughhhh."

  "Awwhhhhh."

  Sebuah pukulan dan jeritan bersamaan terdengar, Jabar tidak terima Clara dihina terus oleh Hardi.

  "Sayang, ambil bukti buku pernikahan kita. Kalau perlu fotonya sekalian, biar si bajingan ini puas dan seumur-umur akan menyesali umpatannya terhadap kamu."

  Clara yang panik, segera berlari menuju tangga untuk ke kamar, lalu mengambil buku nikah sesuai permintaan Jabar. Clara kembali seraya memberikan bukti buku nikah dan foto pernikahan mereka di Bogor sebulan yang lalu.

  "Tarik kembali ucapan dan hinaan elu pada gua dan istri gua. Clara adalah istri gua. Dia kekasih gua yang selama ini LDR sama gua, dan sebulan yang lalu kami menikah. Dan ini buktinya." Jabar berkata dengan tandas seraya melempar buku nikah ke muka Hardi untuk Hardi lihat.

  Hardi tercengang ketika melihat buku nikah dan bukti foto-foto pernikahan antara Jabar dan Clara.

  "Apa, kalian sudah menikah?" kejutnya tidak percaya.

1
Nurdiana Saputri
Maunya sih panjang ceritanya😬
Virgo Girl
Cerita nya sederhana, no Cinderella n CEO2an. Kukirim sekebon 🌹utk kakak author
Lina Zascia Amandia: Trmksh banyak bunganya. Semoga diganti dgn rezeki yg melimpah.
total 1 replies
Virgo Girl
Luar biasa
Virgo Girl
Lumayan
Noviyanti
Ceritanya menarik dan cukup menghibur, alurnya juga bagus. semangat terus authornya
Lina Zascia Amandia: Hehhe... mksh Kak Novi. Karya Kak Novi lebih bagus.
total 1 replies
Noviyanti
eh kok cepet amat udahannya, udah happy ending aja nih.
Lina Zascia Amandia: Iya Kak Nov. Soalnya udah kehilangan ide.
total 1 replies
Noviyanti
syukurlah hardi sadar diri
Teteh Lia
ikut senang untuk kebahagiaan semuanya.
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Teh kehadirannya...
total 1 replies
Teteh Lia
ya kan bang... ada yang ngarep lho. ngapain jadi pebinor. ok
Teteh Lia
begitu donk bang Hardi. jangan bermusuhan
Nasir
Bagus, ceritanya pendek gak bertele2.
Teteh Lia
padahal Clara nya juga ga pernah ngerespon bang Hardi kan ya.
Lina Zascia Amandia: Nggak kayaknya Kak...
total 1 replies
Teteh Lia
lagian si Hardi. Maruk banget... udah punya cewe, malah ngincer cewe lain juga.
Noviyanti
hehe kasian si hardi itu
Noviyanti
ya dia udah nikah cuma belom pesta doang di
Noviyanti
wah apa orang itu si hardi ya?
Lina Zascia Amandia: Mungkin..
total 1 replies
Teteh Lia
malah kena skak balik. wkwk
Lina Zascia Amandia: Mksh Teh...
total 1 replies
Teteh Lia
malu ga tuh. udah ngata-ngatain. eh salah ...🤭
Teteh Lia
mereka udah nikah. kali. yang ada elu yang bakal malu.
Noviyanti
hore jeboll juga
Lina Zascia Amandia: Wkwkkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!