NovelToon NovelToon
DI BALIK LUKA

DI BALIK LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nathasya90

Hannah pernah kehilangan segalanya—rumah tangga, impian menjadi seorang ibu, dan kepercayaan pada cinta. Saat ia mulai menata hidupnya kembali, Rayyan hadir tanpa memaksa, hanya perlahan membuktikan bahwa cinta yang tulus tidak pernah lahir dari paksaan. Namun ketika masa lalu kembali muncul, Hamnah harus memilih, tetap hidup bersama luka, atau memberi kesempatan pada hati untuk percaya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nathasya90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBL23

SISI LAIN ROMI

“Gila kamu!”

Kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Romi. Bahkan setelah meninggalkan ruang rapat dan kini sudah duduk di balik meja kerjanya sendiri, ucapan terakhir Jelita masih terus terngiang di kepalanya.

“Jika dengan berteman denganmu dikatakan gila, maka aku tak apa. Kita bisa gila bersama.”

Romi memejamkan mata.

Entah sudah berapa kali ia mengembuskan napas panjang sejak kembali ke kantornya. Sejak duduk di balik meja kerjanya, ia hanya diam. Bayangan dan ucapan Jelita terus berputar-putar di kepalanya. Wanita itu memang nekat dan keras kepala. Padahal sejak setahun lalu Romi sudah mengakhiri hubungan yang bahkan sampai sekarang tak pernah bisa ia beri nama. Bahkan jauh sebelum pertemuan hari ini, ia sudah berkali-kali meminta Jelita menjaga jarak dan bersikap profesional.

Cukup urusan pekerjaan.

Tidak lebih.

Namun di tengah kekacauan pikirannya, muncul pertanyaan yang bahkan membuatnya takut pada dirinya sendiri.

Bagaimana jika semua ini memang jalan yang Allah izinkan untuk mengujinya?

Hubungan itu sudah ia akhiri sejak setahun lalu. Namun mengapa takdir justru terus mempertemukan mereka? Apa benar seperti yang dikatakan Jelita, bahwa mereka memang diciptakan untuk saling mengisi kekurangan masing-masing? Ah… entahlah. Kepalanya sudah terlalu penuh untuk mencari jawaban. Jika bisa memilih, ia lebih rela diminta mencari puluhan ide daripada dipaksa mencari jalan keluar dari kekacauan yang kini memenuhi isi kepalanya.

“Dia memang gila, tapi aku yang lebih gila karena merasakan hal yang sama seperti yang dia katakan,” ucapnya membatin.

Sekelebat bayangan saat dia dan Jelita bersentuhan bibir terus terbayang di pelupuk matanya.

Sial! Kini ia merasa benar-benar seperti suami yang menyelingkuhi istrinya.

Ia membenci dirinya sendiri. Namun semakin ia berusaha melupakan pertemuan bibir itu, semakin jelas sensasi tadi kembali memenuhi ingatannya.

Dan itulah yang paling ia takuti.

Di tengah kegamangan hatinya, muncul nama Hannah di layar ponselnya.

Ya, istrinya menelpon setelah ponselnya dihidupkan.

“Ya Sayang, ada apa?”

“Kok ponsel Mas baru aktif? Dari tadi aku hubungi lho, Mas.”

“Maaf, ponsel Mas sejak pagi tadi lowbat dan baru selesai Mas isi tadi. Ada apa? Bagaimana pekerjaanmu disana?”

“Ya nggak apa-apa sih, aku cuma mau tahu kamu sudah sampai kantor atau bagaimana. Aku di sini alhamdulillah lancar, Mas. Mas sendiri gimana di sana?”

“Buruk, Hannah. Saking buruknya Mas sampai bertukar saliva dengan wanita lain. Teman cerita Mas.”

Tentu tidak, itu hanya diucapkan Romi dalam hati. Ia tak memiliki kekuatan super seperti itu untuk mengakui perbuatan kotornya pada sang istri.

“Lumayan, tapi tadi Mas nyaris saja telat ikut rapat.”

“Oh ya? Syukurlah hanya nyaris. Aku tak bisa membayangkan kalau Mas tadi telat. Pasti Mas akan sangat malu sebagai atasan.”

Dan apakah kamu juga sanggup membayangkan kalau suamimu tadi berduaan dengan wanita lain?

Satu mobil.

Satu ruangan.

Hanya kami berdua.

Kalau kamu tahu semuanya... apakah kamu masih akan memandang Mas sebagai suami yang sama?

“Apa kamu sudah tahu kapan kamu pulang?” tanya Romi cepat, memotong kegaduhan di kepalanya sendiri.

Bukan tanpa alasan pertanyaan itu ia lontarkan. Rasanya ia sudah tak sanggup menahan Jelita, bukan.. sebenarnya bukan wanita itu yang dia khawatirkan melainkan dirinya sendiri. Melawan sisi lain dalam dirinya. Sisi buruk dan liarnya yang tidak pernah ia perlihatkan pada istrinya.

Wanita itu memang benar. Ada sisi gelap dalam dirinya yang selama ini selalu ia sembunyikan. Di hadapan Hannah, keluarga, dan semua orang, ia hanya memperlihatkan sosok Romi yang nyaris sempurna. Tak seorang pun mengenal sisi itu selain Jelita.

Merokok, minum minuman beralkohol serta melirik wanita lain itu tak pernah ia perlihatkan pada istrinya. Gila juga dia kalau bisa memperlihatkannya langsung.

Setelah menikah, ia memang meninggalkan semua kebiasaan buruk itu. Namun meninggalkan bukan berarti mematikan. Sebab, godaan itu tetap ada. Selama ini hanya berhasil ia tekan sedalam mungkin.

Mungkin itulah alasan kenapa ia selalu takut menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya. Ia takut Hannah kecewa. Takut keluarganya kehilangan rasa bangga padanya. Dan yang paling ia takuti, Hannah mulai memandangnya sebagai laki-laki yang tidak pantas dijadikan sandaran.

Ketakutan itulah yang bahkan membuatnya berbohong saat dokter membacakan hasil pemeriksaannya dulu. Ketika ditanya apakah ia merokok atau mengonsumsi alkohol, ia menjawab tidak. Padahal kebiasaan itu pernah menjadi bagian dari hidupnya. Romi tak pernah berani mengaku kalau masa lalunya juga ikut menyumbang pada kondisi yang kini ia alami.

Selama ini Romi terlalu sibuk mempertahankan citra sebagai suami, anak, dan menantu yang baik. Ia ingin selalu terlihat kuat dan nyaris tanpa cela di mata orang-orang yang ia cintai. Padahal jika sejak awal ia berani jujur tentang seluruh kekurangannya, mungkin ia tak perlu terus hidup dalam ketakutan kehilangan harga diri setiap kali melakukan kesalahan. Namun lagi-lagi, siapa yang benar-benar ingin memperlihatkan sisi terburuknya kepada orang-orang yang paling ia sayangi?

Kini Romi benar-benar merasa dirinya seperti seorang suami yang sedang berselingkuh. Padahal semuanya bahkan belum benar-benar dimulai.

“Kenapa tidak mengabariku? Sejak tadi aku menunggu pesanmu,” kata wanita itu dengan nada manja.

“Maaf, tapi aku tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan apapun padamu.”

Romi mencoba menjadi waras dengan tidak meladeni wanita itu. Harapnya ia bisa menyerah.

“Oh iya maaf. Aku lupa jika aku bukan istrimu. Baiklah, aku tutup. Nyatanya apa yang kita lakukan tadi belum bisa membuka hati dan pikiranmu.”

Tut! Tut! Tut!

Romi menghela napas setelah sambungan telepon itu mati.

Jelita dan Hannah. Kedua wanita itu memiliki peranan penting masing-masing di hidupnya. Bersama Hannah, ia selalu berusaha menjadi suami yang sempurna meski sudah divonis dokter. Namun bersama Jelita, ia merasa bisa menjadi dirinya sendiri.

Tanpa harus selalu terlihat kuat, tanpa topeng kesempurnaan yang selama ini ia tampilkan.

Suara ketukan pintu membuat lamunan Romi buyar. Ia hampir saja lupa kalau saat ini masih jam kerja.

“Masuk!”

“Maaf Pak Romi, apakah berkasnya sudah diperiksa dan bisa saya ambil sekarang?”

“10 menit, berikan saya waktu 10 menit membacanya.”

“Baik Pak, saya permisi keluar.”

“Hmm, terima kasih Lala.”

Perempuan yang bernama Lala itu keluar dari ruangan atasannya dengan menggeleng kepala.

“Kenapa La? Kirain kamu mau ke ruangan Pak Romi?”

“Sudah kok.”

“Sudah? Lalu berkasnya mana?”

“Belum ada, katanya belum selesai.”

“Belum selesai? Perasaan berkas tadi hanya perlu dibaca lalu ditandatangani deh. Kenapa sampai… satu jam belum selesai juga?”

Lala yang ditanya begitu hanya mengedikkan bahu ke atas. Mana dia tahu apa yang terjadi di dalam sana. Intinya dia diminta lagi datang 10 menit dari sekarang.

“Nggak usah mikirin pekerjaan orang lain, selesaikan saja pekerjaanmu sendiri.”

“Halah sok bossy kamu, La.”

Di gedung perkantoran lainnya. Jelita menatap jalan dari jendela ruangannya. Terlihat mobil hilir mudik di sepanjang ruas jalan itu.

Jelita tidak pernah menyangka hidupnya bisa berubah sejauh ini. Dulu hari-harinya terasa hampa. Setelah perceraiannya, ia menjalani semuanya seorang diri, seolah tidak ada lagi tempat untuk pulang atau sekadar berbagi cerita. Baru setelah Romi hadir sekitar setahun lalu, ia kembali merasakan ada seseorang yang mau mendengarkan setiap keluh kesahnya.

Semua berawal ketika dokter mengatakan bahwa ia memang bukan perempuan yang mandul. Namun peluangnya untuk memiliki anak secara alami sangat kecil. Kabar itu datang di saat pernikahannya dengan mantan suami sudah memasuki tahun kelima. Sementara di sisi lain, keluarga besar mantan suaminya terus menanti kehadiran seorang cucu.

Sejak saat itu, tanpa perlu ada yang mengatakannya secara terang-terangan, Jelita mulai merasa semua mata tertuju kepadanya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa masalah kesuburan itu ada pada dirinya. Dan sejak hari itu pula, harapan yang semula terasa indah perlahan berubah menjadi tekanan yang semakin sulit ia tanggung.

“Aku akan sabar menunggu sampai kamu sendiri yang datang mencariku,” gumamnya sembari membayangkan pria itu berada tepat di hadapannya.

Senyum kecil terbit di bibir Jelita.

Ia tidak sedang mengejar Romi.

Tidak.

Ia hanya sedang menunggu...

Sampai pria itu sendiri yang datang menghampirinya.

Karena menurut Jelita, tidak ada benteng yang benar-benar mustahil runtuh.

Tinggal menunggu...

Siapa yang lebih dulu menyerah.

1
Nathasya90
rakus sih ini. mau dua-duanya 🤣
Nathasya90
nggak sabar juga pengen ketok pala Romi/Hammer/🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
iih ternyata jelita nih maksa ya orgnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
wah enak ini makan siangnya
Eneng Farida
romi sm jelita memang cocok sm2 busuk nya hanna wanita baik cocoknya sm laki2 baik jga buruan cepat ketahuan atuh thor perselingkuhan romi laki2 tak thu dri
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga pasti mikir yg ngga2 kalau jadi hannah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lihat jelita nih
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga. lebih milih kerja drpd masak. 😄
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku jd hannah pasti mikir macam2 liat reaksi suami begitu
Nathasya90: nah iya kk, kentara banget sih itu.
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
kok aku jd deg2an ya. lanjut deh
Nathasya90: lanjut ka bacanya😍
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lantas.. hanna yg dihujat terus masa ga kasian😞
Nathasya90: lalu tega gitu namanya dong ya. lebih milih jaga biar dia nggak terluka tapi nggak apa2 kalau istrinya yang terluka?
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
swmoga selalu baik2 aja seterusnya
uhen: mampir kk ke cerita aku 🙏🗿
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang begitu harusnya. menikah itu krn untuk mendapatkan pendamping hidup. senang dan susah bersama. hanya saja ada saja kerikil2 yg mengganggu. seperti pertanyaan mertua atau org2 disekitar kita. yang tadinya hati kita tidak apa2 lama kelamaan menjadi gelisah dan merasa minder
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ayo romi.. periksa.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lelah sih kalau berjuang sendirian. lanjut
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pasti lama kelamaan tekanan batin rasanya
Eneng Farida
romi laki2 tak tau dri udh untung ada istri yg mau nerima apa adanya ini mlh kesemsem sm org naru pantes nanti d tinggal hanna
Nathasya90
Haii guys... othor kembali lagi dengan judul buku baru. Semoga suka ya dengan anak baru aku🫰🏻❤️🥰

Jangan lupa kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ biar othor makin semangat up nya ya.

Ditunggu semua komenannya.

Love sekeboon buat kalian💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!