Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.
Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?
Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
Setelah itu, sepulang sekolah, Art pergi ke kantor kepala sekolah sendirian tanpa Julia, dia masuk ke dalam dan menemui Mirea, setelah masuk dan mengunci pintu,
“Halo Mira-chan....” Ujar Art.
Mirea yang sedang menulis langsung terbelalak dan ternganga, pena di tangannya terjatuh dan dia langsung berdiri.
“Ka..Kazu-kun ?” Tanya Mirea.
“Ya, ini aku, Kazuya...tapi bukan hanya Kazuya...” Jawab Art.
Mirea langsung berdiri dan menutup seluruh tirai jendela, dia menjentikkan jadinya dan berubah menjadi Mirai kemudian dia berlari memeluk Art dan menangis tersedu sedu. Art memeluknya, karena walau bagaimana pun Mirea yang dulu bernama Mirai adalah salah satu teman baiknya waktu tinggal di bumi. Setelah Mirea tenang, Art menceritakan semuanya kepada Mirea dan dia juga memperlihatkan pedang Exgrandal yang dia bawa sekaligus membaca tulisannya.
“Kamu benar benar sudah ingat ya.” Ujar Mirea.
“Benar, tapi masih ada beberapa hal yang kabur, aku hanya ingat momen momen tertentu saja. Makanya aku datang kesini dan mau bertanya kepada mu, apa yang terjadi 500 tahun lalu di kastil iblis setelah Zagan membunuh Fumi-chan dan Kazuya memenggal Zagan ?” Tanya Art yang sebenarnya ingat apa yang terjadi.
Mirea terdiam dan tangannya mengepal, kemudian dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya, akhirnya dia mengatakannya. Mirea dan yang lainnya datang terlambat karena bertarung di luar, ketika mereka masuk, mereka melihat dengan jelas Kazuya baru saja memenggal Zagan dan melihat Zagan terkapar di tanah dengan kepala terpisah, setelah itu barulah mereka melihat hal yang mengejutkan, Kazuya mengambil kepala Zagan dan memeluknya kemudian dia seperti menarik sesuatu dari dalam kepala Zagan yang bentuknya mirip roh manusia dan memasukkannya ke dalam dirinya sendiri.
Setelah itu dia berjalan ke arah Fumiko yang terlentang sambil membawa pedang besar, Mirea dan lainnya kaget karena melihat Kazuya menghujam perut Fumiko menggunakan pedang besar yang biasa di bawa Fumiko, kemudian Kazuya lemas terjatuh, Mirea dan lainnya berlari menghampiri Kazuya, tapi Kazuya langsung bangun kembali dan berteriak teriak memanggil Fumiko, setelah Kazuya tidak histeris lagi, dia menceritakan apa yang terjadi. Mirea, Reese dan Serge kaget mendengarnya dan keraguan memenuhi hati mereka. Setelah itu, mereka meletakkan jasad Fumiko di kursi singgasana dan menancapkan pedangnya di belakang jasad Fumiko.
“Jadi begitu, apa yang di ceritakan Kazuya itu benar, aku menyaksikan dan merasakannya, saat itu aku, Kazuya yang asli, ada di dalam tubuh Zagan. Yang berada di tubuh Kazuya sebelum pingsan adalah Fumi-chan atau Ophelia dan dia yang menusuk dirinya sendiri supaya dia berpindah ke tubuh nya sendiri dan mati. Saat itu dia bisa melakukannya karena di dalam tubuhku ada Zagan yang sudah sebagian menyatu dengan Kazuya dan memiliki dua elemen penting untuk mengaktifkan pedang itu.” Ujar Art.
“Begitu ya....” Balas Mirea.
“Yang terjadi setelah itu apa ? aku tidak bisa mengingat apa apa di masa 300 tahun sebelum aku kembali bertemu dengan Zagan yang bangkit dan menyelesaikan semuanya.” Ujar Art.
“Saat itu kamu tertidur, kamu baru bangun 200 tahun lalu dan pergi karena merasakan ada gerakan di istana iblis.” Ujar Mirea.
“Hmm pasti gerakan yang di maksud adalah Zagan yang bangkit kembali. Lalu ?” Tanya Art.
“Ada alasannya kamu tidur dan membuat kita bertiga jadi bersembunyi.” Jawab Mirea.
Setelah selesai memakamkan Fumiko di istana kegelapan yang kemudian di jadikan tanah keramat oleh kerajaan yang di bentuk oleh Fumiko bernama Fredonia yang baru dianggap resmi berdiri setelah kerajaan iblis musnah, Kazuya, Mirea, Reese dan Serge kembali ke kekaisaran Orthus, namun mereka tidak di sambut sebagai pahlawan melainkan sebagai pengkhianat karena mencuri pusaka peninggalan kaisar wanita pertama Ophelia.
Mereka mulai di buru oleh kekaisaran, karena merasa tidak bersalah sebab kaisar wanita yang memanggil mereka lah yang memberikan pedang itu kepada pemiliknya, yaitu Fumiko yang saat itu belum tahu kalau dia adalah Ophelia, mereka mulai menyelidiki apa yang terjadi. Setelah itu, tanpa di sangka mereka malah menemukan sesuatu yang meresahkan dan mengetahui apa yang membuat bangsa iblis bertempur dengan bangsa manusia.
Pedang suci baru yang di buat oleh manusia bernama Exellion untuk menggantikan pedang Exgrandal yang hilang adalah pedang yang di buat oleh sebuah sekte yang menguasai kekaisaran Orthus, bukanlah sebuah pedang suci biasa melainkan sebuah kunci untuk membuka gerbang neraka dan membebaskan entitas jahat junjungan mereka, sang penguasa kegelapan bernama Balamor, iblis raksasa berkepala tiga yang memiliki hampir 40 legiun pasukan neraka di belakangnya. Yang bisa menggunakan pedang itu hanyalah kaisar wanita kekaisaran Orthus dari garis keturunan kaisar pertama Orthus yang berasal dari dunia lain.
Awal peperangan antara manusia dan iblis, sebuah sekte yang tidak di ketahui asal usulnya masuk ke kekaisaran Orthus yang baru di dirikan 1500 tahun lalu oleh Ophelia. Mereka berusaha meyakinkan Ophelia untuk mendahului menyerang bangsa iblis yang akan menyerang manusia. Ophelia menolak karena Ophelia benci peperangan dan kekaisaran Orthus sedang berada di masa pembangunan, di tambah Ophelia tahu persis kalau bangsa iblis adalah penjaga gerbang neraka.
Dia mengusir sekte itu keluar dari kekaisaran Orthus, tapi sekte itu tidak putus asa, dia menghasut pangeran pertama untuk menyerang bangsa iblis dan pangeran pertama yang bersifat tamak karena ingin berkuasa langsung menurutinya. Akhirnya perang antara kekaisaran Orthus dan kerajaan iblis Caladolg terjadi, Ophelia menghilang di perang itu dan hanya sebilah pedang bernama Exgrandal yang di temukan di medan pertempuran. Sejak itu, sekte itu menjamur di kekaisaran Orthus, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena untuk membuka gerbang neraka, mereka membutuhkan kaisar wanita pertama Orthus yang berasal dari dunia lain, sampai mereka berhasil membuat pedang Exellion yang hanya bisa di gunakan kaisar wanita keturunan kaisar pertama Orthus.
Setelah mengetahui apa yang terjadi, Kazuya menjadi marah, dia bersama yang lain mengamuk di kekaisaran Orthus yang sudah di kuasai sekte itu mulai dari ibukota sampai ke seluiruh daerah dimana sekte itu berada untuk memusnahkannya dan mengambil pedang suci bernama Exellion. Setelah itu mereka pergi ke kerajaan Fredonia dan membuat sebuah kerajaan lagi bernama Rellios untuk mengurung pedang suci bernama Exellion dan mencegah sekte itu mengambilnya kembali.
Kazuya minta dirinya di tidurkan di kerajaan Rellios untuk menjaga pedang, sementara Mirai yang berganti nama menjadi Mirea, Renji yang berganti nama menjadi Reese dan Shigeo yang menjadi Serge berpencar ke seluruh dunia untuk mengawasi pergerakan sisa sisa sekte itu sekaligus mencari asal usulnya dan bersembunyi karena mereka di benci oleh rakyat yang tidak tahu mengenai apa sebenarnya sekte yang mereka anut. Namun 300 tahun kemudian Kazuya bangkit dan menemui Mirea juga Reese kemudian menghilang.
“Jadi itu yang terjadi....dan dunia dalam bahaya maksudnya sekte itu.” Ujar Art geram.
“Ya, itulah sebabnya aku minta padamu untuk melindungi Julia dan berhati hati terhadap Lexius. Ini baru dugaan tapi sepertinya dia terlibat dengan sesuatu yang mirip seperti sekte yang kita habisi 500 tahun lalu atau dia malah berusaha membangkitkan sekte itu kembali.” Ujar Mirea.
Pikiran Art langsung mengenang pembicaraan penjaga yang menjaga sel nya di kehidupan ke sembilannya,
“Hmm...aku mengerti sekarang, di sembilan kehidupan ku karena aku tidak ada, maka sekte itu menciptakan diriku untuk menemui Julia yang memiliki ingatan sebagai Fumiko, mereka memanfaatkan Julia untuk menyerang dua kerajaan itu dan mungkin setelah aku mati, Julia membuka gerbang neraka. Ada kemungkinan Lexius terlibat juga di sini.” Ujar Art dalam hati sambil berpikir.
“Apa yang kamu pikirkan Kazu-kun ?” Tanya Mirea.
“Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.”
Art menceritakan tentang tragedi yang menimpa Julia di kehidupan ke sembilannya kepada Mirea yang mendengarnya dengan wajah serius. Setelah selesai,
“Itu bisa jadi, tapi sekarang mereka tidak bisa berbuat seperti itu karena ada kamu di sini, mereka pasti mencari cara lain, tolong berhati hatilah dan jangan sampai Julia jatuh ke tangan mereka, kamu tahu kan, Julia adalah Fumi-chan dan Fumi-chan adalah....” Ujar Mirea.
“Ophelia atau Kyoko sebelum dia di panggil kesini. Tenang saja Mirai-chan, aku mengerti apa yang harus ku lakukan sekarang, aku tidak akan membiarkan Julia sendirian karena aku akan melindunginya walau aku kehilangan nyawaku. Aku sudah sembilan kali melarikan diri dan terbunuh, jadi sekarang aku tidak mau lari lagi, aku akan hadapi semua yang ingin menyakiti kita.” Tambah Art tegas.
“Hahaha aku percaya, aku tidak percaya aku akan mengatakan hal ini kepada mu, tapi saat ini kamu keren Kazu-kun.” Ujar Mirea.
“Hahaha sekarang aku bukan Kazuya, bukan Zagan dan bukan Takeshi, aku adalah Arthur, sang pangeran sampah dari Fredonia dan aku bersumpah atas nama kerajaanku akan melindungi Julia dan dunia ini.” Ujar Art.
Setelah selesai dan berpamitan dengan Mirea, Art keluar dari pintu ruangan kepala sekolah. Di luar, dia melihat Julia, Alisia, Sarah, Doria dan Helena sudah menunggunya dengan wajah tersenyum. Julia langsung merangkul lengan Art dan berjalan bersama di ikuti yang lain.