Seorang Dirga pewaris tunggal dari keluarga kaya raya terpaksa harus menikahi Elisa anak dari rekan bisnis orang tuanya, hanya karena surat perjanjian kala itu beserta penyatuan dua perusahaaan yang sudah di sepakati bersama.
Dirga sebenarnya tidak mencintai Elisa karena dihatinya sudah ada Mona yang sudah 5 tahun ini menjadi kekasihnya.
Elisa sudah mengetahui semuanya kalau ternyata Dirga menikahinya hanya karena keterpaksa, rumah tangga yang mereka jalani hanya kebohongan belaka. lambat laun hati Elisa mulai lelah dan dengan terpaksa dia harus pergi menjauh dari kehidupan Dirga dengan membawa kehamilannya yang tidak di ketahui oleh siapapun.
Dirga akhirnya menyesali perbuatanya saat dia mengetahui ternyata Mona hanya memanfaatkannya saja selama ini, dia kembali mencari Elisa tapi Elisa sudah pergi jauh dari hidupnya.
Penyesalan? apakah Elisa akan kembali untuk Dirga kita lihat saja nanti.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers like dan komennya ya!''🙏♥️😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Sesuatu Terjadi
"Mas??"
"Kan sudah aku bilang kalau aku itu berat, kamu tidak percaya!" racau Dirga disana.
Elisa berusaha sendiri menggeser tubuh Dirga dari atas tubuhnya, dengan susah payah akhirnya Elisa bisa memindahkan Dirga disampingnya.
Dengan cepat Elisa segera bangun dan mencoba melepas sepatu serta kaos kaki milik Dirga, disana Dirga sudah tak bergerak sama sekali. Kembali Elisa mencoba membalikan badan Dirga dan menyeret Dirga untuk bisa menaikkan kepalanya keatas bantal.
"Kamu berat sekali si mas?" kenapa kamu sampai mabuk seperti ini sih? kamu jadi merepotkan aku!" gerutu Elisa.
"Jadi kamu merasa di repotkan?" ucap Dirga dengan mata yang masih terpejam.
"Mas! jadi sedari tadi kamu masih sadar? kamu mau ngerjain aku?" tak ada jawaban lagi dari Dirga disana Elisa kesal sekali, dia segera ikut merebahkan diri disamping Dirga dengan guling yang ia sekatkan di tengah-tengah mereka.
Malam semakin larut, disana Dirga tiba-tiba terbangun dari tidurnya dia merasakan kepalanya benar-benar sangat pusing. Akhirnya dengan mata yang sangat berat Dirga mencoba membuka matanya.
Dirga melirik Elisa yang sedang tertidur pulas disampingnya, Dirga sangat kaget saat matanya mulai terbuka kenapa sudah terlihat ada Mona disampingnya, dimata Dirga sekarang bukan Elisa yang berada di sampingnya melainkan Mona.
Dengan cepat Dirga langsung mendekati Elisa dan langsung memeluk Elisa disana "Aku sangat merindukanmu sayang! Kenapa kamu kesini tidak bilang-bilang?" ucap Dirga antara sadar dan tidak.
Disana Elisa tak terusik sama sekali dengan ulah yang Dirga lakukan saat ini pada dirinya, Elisa memang benar-benar sangat kelelahan sampai dia tidak tahu apa yang sudah Dirga lakukan dengannya.
Pagi hari....
Dengan mata yang masih mengantuk Elisa mencoba membuka matanya, ternyata di sampingnya masih ada Dirga. "Kenapa hari ini dingin sekali?" Elisa belum menyadari dengan perubahan pada dirinya.
"Sepertinya aku merasakan sesuatu? kenapa sepertinya aku tidak mengenakan baju?" Elisa segera membuka selimutnya sedikit dia sempat mengintip nya disana.
"Maaaaaassss.....!!! apa yang sudah kamu lakukan???" Mendengar teriakan Elisa, Dirga langsung terbangun dari tidurnya.
"Kenapa kamu teriak keras sekali??"
"Apa yang kamu lakukan semalam?"
"Aku?? Apa yang aku lakukan??"
"Kenapa aku tidak memakai baju sama sekali, dan lihat kamu juga?" Dirga baru menyadari kalau dirinya juga tidak memakai baju sama sekali, apa yang telah terjadi semalam dia tidak bisa mengingtnya.
Dengan cepat Elisa segera menarik selimutnya, tapi disana Dirga juga dengan cepat menahannya kalau selimut itu ditarik oleh Elisa tubuhnya yang polos pasti akan terlihat nantinya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku mau ke kamar mandi dengan memakai selimut ini!"
"Terus aku?"
"Kamu disini saja!"
"Kalau kamu tarik selimut ini lantas tubuhku akan di tutupi pakai apa?"
"Kamu bisa pakai bajumu! dan aku akan memakai selimut ini kekamar mandi!"
"Tidak bisa begitu kamu yang pakai bajumu dan aku yang ke kamar mandi!" Disana Dirga pun tak mau kalah dia tidak mau kejadian kemarin terulang lagi kala Elisa melihat tubuhnya yang polos sedang memakai baju.
"Aaauuuuuw!" tiba-tiba Elisa seperti merasakan kesakitan di perutnya.
"Kamu kenapa? jangan buat alasan ya?"
"Perut bagian bawahku sakit! aku sepertinya kram!"
"Apa??" disana nampak kepanikan Dirga melihat Elisa yang sudah mulai pucat dan berkeringat.
"Tunggu sebentar kalau begitu aku akan memakai bajuku dulu!" Dirga sudah tidak memperdulikan apapun lagi disana dengan cepat dia langsung memakai bajunya.
Sementara itu kini Elisa sedang di bantu Dirga memakai bajunya yang sudah Dirga ambil dari atas lantai. Baik Dirga dan Elisa sebenarnya belum tahu apa yang sebenarnya terjadi semalam diantara mereka berdua, bisa-bisanya mereka terbangun tanpa memakai baju sama sekali.
Saat Elisa akan bangun dari tempat tidurnya kembali dia merasakan kram hebat sampai Dirga segera memapahnya disana. "Aku akan meminta bantuan!" ucap Dirga yang segera menelepon seseorang.
Kini Elisa sudah didudukan di kursi roda saat orang-orang yang sudah di hubungi Dirga datang membawakan kursi roda untuk Nyonya mudanya, Dirga segera membawa Elisa kesebuah rumah sakit yang ada di Eropa.
Sesampainya disana Elisa segera di tangani oleh seorang Dokter, Disana Dirga sedikit panik apa yang sudah ia lakukan hingga membuat Elisa sampai merasakan kram hebat di perutnya.
**
Setelah mendapat kabar bahwa Elisa sedang berada di Rumah Sakit, kedua orang tua Dirga dan Elisa benar-benar sangat panik. Mereka terus meminta kabar perkembangan Elisa disana.
"Apa yang sudah dilakukan putra kita mas sampai Elisa kram perut begitu?"
"Aku juga tidak tahu ma, mereka kan pengantin baru mungkin putramu tidak sabaran ingin memberikan kita cucu!"
"Benarkah begitu? Mama senang sekali mendengarnya mas!"
"Doakan saja agar Elisa cepat sembuh dan kita akan segera mendapat kabar gembira!"
Sementara itu di ruang perawatan Elisa, Dirga selalu setia menemani Elisa walau sebenarnya Dirga hanya empati saja dan merasa bersalah pada Elisa.
"Bagaimana dengan sakitmu apa kamu sudah baik-baik saja?"
"Ya mas, aku sudah lebih baik dari sebelumnya, dan terimakasih banyak kamu sudah membawaku ke Rumah Sakit."
"Kamu bicara apa? itu sudah kewajibanku!" Mendengar Dirga mengatakan itu hati Elisa sedikit tersentuh, dia merasa di dalam hati seorang Dirga masih ada kebaikan untuknya.
"Mas apa kamu tidak lapar? sedari tadi kamu belum sarapan!"
"Sebenarnya aku juga sudah lapar, kalau begitu aku ke kantin dulu ya?"
"Ya sudah sana, kamu isi dulu perutmu! disini sudah ada orang yang akan menjagaku!"
Disana Dirga segera keluar dari ruang perawatan Elisa dan menitipkan Elisa pada orang-orang kepercayaan Ayahnya dia bermaksud ingin segera memakan sesuatu agar perutnya tidak kelaparan.
Sesampainya di kantin rumah sakit itu Dirga langsung memesan makanan untuk dirinya, saking fokusnya Dirga disana sampai dia tidak mengetahui kalau sedari tadi Mona sudah mengikutinya.
"Sayang, apa kamu tidak memesankan makanan untukku juga?"
"Mona? kamu!"
BERSAMBUNG.....
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA READERS😊🙏❤