NovelToon NovelToon
The Death Blossom

The Death Blossom

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Detektif / Romansa Fantasi
Popularitas:782.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Richa Susilo

"Kematian adalah kepastian. Kabar baiknya, kau bisa menentukan bagaimana cara kau akan mati. Apakah dengan cara terhormat, ataukah terlaknat."

#Arsyelin

Arsyelin Wangsaguna adalah sorang detektif muda berbakat. Lulusan akademi detektif ternama dengan reputasi yang diakui seluruh dunia. Dalam petualangannya mengasah kemampuan, ia bertemu dengan sosok jin yang menyeretnya paksa untuk menemukan pembunuh teman manusianya. Sialnya, sosok jin dengan paras rupawan itu tak mau pergi meninggalkannya meskipun kasus kematian temannya telah berhasil ia ungkap.

Dan sungguh diluar dugaan, ternyata kasus kematian dengan organ yang hilang itu hanyalah puncak dari sebuah gunung es di lautan dalam. Yang mana kasus-kasus itu membawanya bertemu dengan sosok pangeran terbuang yang pernah dilelang di perdagangan budak.

Petualangan seperti apa yang akan dilakukan oleh gadis yang merupakan turunan dari bangsawan Jawa itu?

Ikuti kisah mereka hanya di The Death Blossom.

Nb: source materials cover from Pinterest.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richa Susilo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20. Finally Found You

Setelah mendapatkan kotak harta karun dengan jumlah tak ternilai itu, Arsyelin yang menyadari bahwa benda terkutuk sialan itu sudah pasti telah mendarat ke dasar danau, memutuskan untuk tidak segera meluncur naik ke permukaan. Masih ingin kembali mencoba keberuntungannya untuk menemukan benda itu.

Beruntungnya, gelombang air danau malam ini tidak begitu kuat. Yang mana tidak akan membuat benda itu terbawa arus dengan cepat, atau jika tidak, akan membuat peluangnya semakin kecil untuk menemukan benda itu.

Jika bukan karena nyawa Elan yang dipertaruhkan, sudah pasti ia tak akan mau repot-repot menyelam tengah malam ke dasar danau, berapa pun jumlah uang yang ditawarkan.

Sebetulnya, Arsyelin memang menyukai tantangan dan hal-hal baru yang menguji adrenalin. Namun, bukan hal gila seperti ini juga yang ia harapkan.

Tetapi, ia tidak akan menyerah. Pantang baginya

membuat lawannya tertawa riang di atas kegagalannya. Yang ada, siapa pun lawannya, harus membuka mulut tak percaya dengan apa yang telah ia berhasil lakukan. Terutama jika sebelumnya mereka mengganggap remeh kemampuan dirinya, sebuah tekad kuat segera saja memancar tak terbendung dari dalam dirinya ketika situasi itu terjadi. Membuatnya sungguh tak sabar untuk menyeringai penuh kebanggan ketika melihat lawannya harus dilanda kekecewaan sekaligus penyesalan karena sikap arogan yang mereka miliki sebelumnya.

Dan kali ini, ia sungguh ingin membuktikan pada pria terkutuk menjengkelkan itu siapa dirinya. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya bukanlah gadis lemah yang akan dengan begitu mudah ditindas, apalagi dipermainkan. Dirinya sangat berharga dan bernilai. Itulah yang ingin ia tanamkan dalam benak si pria

sialan di atas sana yang berbuat semena-mena itu.

Bara semangat dalam diri Arsyelin segera berkobar

seiring kuatnya keinginan yang seolah mengaliri seluruh nadinya dengan arus yang begitu kuat.

Gerakan tangannya semakin gesit, mencongkel dan

membongkar paksa bongkahan kerak dan karang yang mana ia melihat ada benda menyerupai benda sialan yang tengah ia cari. Sorot matanya menajam, memperhatikan dengan penuh kejelian setiap sudut yang terjangkau penglihatannya.

Sampai keanehan pun terjadi. Ketika ia mengerahkan

tenaganya untuk mencongkel bebatuan di depannya, yang mana energinya ia alirkan pada pisau lipat serbaguna yang katanya begitu berharga itu, sebuah benda bergerak ke arah tangannya dari dalam bebatuan tempat ia mencongkel-congkel. Benda

itu bergerak cepat seolah ada daya yang begitu kuat menariknya.

Dan betapa terkejutnya Arsyelin ketika tahu bahwa

benda yang melesat ke arah tangannya yang memegang pisau itu ternyata adalah benda sialan yang selama ini ia cari.

Senyum lebar langsung mengembang dari bibirnya yang nyaris membeku karena dinginnya air danau. Terlebih lagi, benda itu kini telah menempel kuat pada bilah pisau yang tengah ia pegang.

Tanpa menunggu lagi, gadis itu langsung meraih benda itu dalam genggamannya. Mencengkeramnya kuat dan menciumnya dengan gaya seseorang yang baru saja mendapat medali emas setelah memenangkan suatu ajang bergengsi tingkat internasional.

“Akhirnya aku menemukanmu, benda terkutuk sialan milik pria sinting sialan! Mari kita lihat bagaimana reaksi makhluk terkutuk itu ketika melihatku masih hidup dan berhasil menemukanmu!” batin

Arsyelin dengan seringai lebar penuh kemenangan. Tak lupa, ia juga mencium pisau lipat keberuntungannya setelah memasukkan benda yang menjadi penentu nasibnya dan Elan itu ke dalam saku celana. Memastikan bahwa benda itu tak akan

hilang ketika ia meluncur naik.

Setelah memastikan semua benda miliknya aman, Arsyelin segera menghentakkan kedua kakinya, meluncur ke atas. Mendorong tekanan air dengan kakinya yang ramping dan kokoh.

Begitu pandangan gadis itu membentur lambung kapal yang sepertinya tidak terlalu jauh, ia segera melepas segala peralatan menyelamnya. Kembali menyimpannya ke dalam saku celana. Menyeringai penuh rencana.

Ia tidak ingin pria arogan itu melihat segala peralatan canggihnya. Ia ingin melihat tampangnya yang seperti kuda nil idiot ketika melihatnya kembali tanpa kekurangan suatu apa pun. Pasti akan sangat menyenangkan memberinya kejutan seperti itu, bukan?

Sementara Arsyelin merasa begitu riang dengan segala rencananya, si pria yang sudah tak tahan lagi ketika berulang kali melihat arlojinya dan menyadari bahwa gadis keras kepala itu telah pergi selama sejam

lebih dan tak kunjung kembali, dengan gerakan tergesa menyambar peralatan menyelam yang tergelatak tidak jauh dari tempatnya berdiri, yang memang dengan sengaja ia siapkan beberapa menit yang lalu. Pria itu seolah kehilangan kepribadiannya. Ia sendiri tidak tahu kenapa berbuat demikian. Satu hal yang pasti, ada perasaan tak ingin gadis itu mati yang tiba-tiba muncul dari dasar hatinya.

Namun, belum sempat ia mengenakan peralatan

menyelamnya, sorot matanya yang setajam elang melihat sebuah gerakan seperti manusia yang tengah berusaha mencapai permukaan.

Dan betapa gembiranya ia ketika manusia itu ternyata

adalah Arsyelin Wangsaguna, satu-satunya gadis yang berani memakinya dengan begitu kasar.

Ketika gadis itu tampak begitu gesit berenang ke

arahnya, senyuman lebar penuh kelegaan tak mampu ia sembunyikan, terukir indah di parasnya yang rupawan. Semakin berkilau ketika diterpa cahaya keperakan rembulan yang menawan. Membiarkan keterkejutannya muncul kemudian.

Seakan baru tersadar akan sesuatu, pria itu seketika terbeliak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuhnya mematung. Keterpanaan terpancar jelas dari raut wajahnya.

Kedua bola matanya jelas-jelas menangkap seorang gadis yang kini telah begitu gesit memanjat lambung

kapal dengan bantuan seutas tali yang terjulur, yang mana sempat gadis itu hentak beberapa kali untuk memastikan kekuatannya. Dimana keberadaan tali itu sungguh tak ia disadari sebelumya. Bagaimana bisa ada tali tambang di sana? Apakah anak buahnya telah begitu teledor tak mengembalikan tali itu setelah menggunakannya yang entah untuk apa?

Namun, urusan tali itu hanya menyita perhatian si pria

sekejap saja. Karena kini perhatiannya sepenuhnya terarah pada seorang gadis yang tengah memanjat laksana tupai yang membawa buah kenari di sebelah

tangannya.

Kening pria itu mengernyit semakin dalam begitu jarak

mereka telah begitu dekat. Ia bahkan tak mampu menyembunyikan keterpukauannya saat Arsyelin melentingkan tubuhnya dan mendarat dengan sempurna di sampingnya.

Pria itu mengamati Arsyelin dari ujung kaki hingga

ujung kepala tanpa berkedip. Tepat sekali sebagaimana yang dipikirkan Arsyelin. Pria menjengkelkan ini seolah tengah menatap hantu. Mengernyit dalam dengan sorot mata penuh penilaian. Seolah tengah memastikan bahwa gadis di hadapannya sungguhan manusia dan bukannya mayat hidup.

“Kau baik-baik saja?” tanya si pria pada akhirnya. Menatap lekat ke manik sewarna madu Arsyelin, seakan tengah berusaha menyelami isi pikiran gadis di hadapannya yang kini tampak menyeringai pongah itu.

“Tentu saja aku baik-baik saja. Maaf sudah membuatmu kecewa, Tuan. Karena sepertinya, Tuhan memang masih menghendakiku hidup untuk

menjalankan misi kehidupan. Jadi, bagaimana pun cara yang kau gunakan untuk melenyapkanku dari dunia ini, pasti hanya akan menemui kesia-siaan jika Tuhan tak mengizinkan aku mati,” sahut Arsyelin dengan nada arogan yang begitu kental.

Namun sepertinya, keterkejutan pria di hadapannya

sungguh mengalahkan harga dirinya yang setinggi langit. Membuat pria itu bukannya berseru marah akan sikap kasar Arsyelin, sebaliknya, ia justru menatap

gadis itu penuh tanya, ekspresinya begitu polos. Mengingatkan Arsyelin pada sepupunya yang masih berusia lima tahun.

“Bagaimana kau bisa bertahan hidup di bawah sana tanpa bantuan alat pernapasan? Apakah kau sungguh manusia?”

1
Aisyah
thor ko gx di tamatin sihh padahal cerita nya seru lho
Ruezraerin ruille
ini serius cerita sebagus ini nggak dilanjutin.
padahal ini cerita yang paling aku suka.
aku sampai membaca ulang beberapa kali sambil nunggu cerita ini di lanjutin, karna cerita ini memang seseru itu
Ruezraerin ruille: apa cerita ini sudah di bukukan?
total 1 replies
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
ceritanya sungguh menarik,kalian aq rekomendasiin baca ini kalo mau cerita berbau action dan campuran komedi.
selamat membaca 😊😊
Win wina
Oh Allen,,,,, bisakah Kao ber pura" tdak mengenal wanitamu,,, liat lah dia sangat panik🤣
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
aq udh beberapa x baca novel ini . rasanya g ngebosenin.
good job outhor.. 👍👍
strawberry milk
karyanya bagus banget, banyak teka teki yg ga ketebak, ceritanya menarik, ga pasaran berasa kek baca novel yg udah profesional. pokonya bagus banget,. harus baca, cuma sayangnya udah sekian lama nunggu ga up terus /Scowl//Scowl//Scowl/
authornya kemana si (⁠ノ⁠`⁠⌒⁠´⁠)⁠ノ⁠┫⁠:⁠・⁠┻⁠┻
sampe kapan?
kapan-kapan
Adidtya13
aku padamu deh thor
Wiwi Rowiyah
hellooo any body home
Evelyne
aduuuhhh... kok gw jadi bosen baca novel Lo ya Thor...terlalu halu ya...😜😜😜
Evelyne
kenapa gw ngerasa alur Lo terlalu lambat...terlalu banyak dialog yang bertele tele... jangan bikin arah yang terlalu nyleneh Thor...yang masuk rasio dong ...ayo ..jangan bikin gw bosen dgn plot mu yang terlalu panjang tanpa arah tujuan..
Evelyne
kalo Drakor K2 udah nonton Thor... terus K1 apaan ya...😜
Evelyne
gw lumayan suka...semoga alur Lo gak terlalu lamban dan bertele tele ya Thor... cuuuusss kita lanjut
Evelyne
gw lagi bosen baca novel halu bos dapet sekertaris nya... atau anak buah dapet bos nya... gw mau coba baca yang ini... semoga beda...cuuuusss ayo lanjut baca guys...
silvia ayus
thorr, up dong🙏🙏
silvia ayus
thorr, kog ga pernah up ??
Ni Kadek Yuliarti
setiap menunggumu 🙏🙏
Ell∆°~°
oh ,wahai jin alangkah ter BENGEK ny Abang jin ngahahaa😭🖖
estycatwoman
1 KRISAN LAGI LUPA TADI HE3X
*SELESAIKAN APA YG SDH KAMU MULAI *
BIAR GK ADA HUTANG DIANTARA KITA ,

HABIS AQ CEK KARYA AUTHOR NGEGANTUNG SMUA ... ENK TU FINISH 1 BKIN LAGI IGAN LONCAT2 ,BIAR GK BERSA SAKIT DITINGGL PAS SYNG2NYA wkwkwkwk...😁

OVERALL NICE STORY , SO IM WAITING UR UPDTE OKAY ,,,,😊

THANKS BE4
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!