NovelToon NovelToon
PESONA LUCIA

PESONA LUCIA

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:427.2k
Nilai: 5
Nama Author: iraurah

Jika hidup adalah sebuah buku, maka bertemu denganmu adalah bab favorit ku.

Bagaimana jadinya jika perempuan yang tengah hamil mengikuti kegiatan Ospek sebagai Calon Mahasiswa Baru? Banyak lirikan sinis serta desas-desus miring sudah pasti.

Namun tak berlaku ketika dia bertemu Mahasiswa nomor satu, lelaki semester akhir yang justru tertarik pada ibu hamil satu ini.

***

"Kenapa harus aku?" ~Lucia~

"Aku bangga memiliki kamu. Dalam kurang dan lebihmu" ~Fabio~

Instagraam: @iraurah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditemani Seharian

Lucia menunggu dengan gelisah, sudah tiga puluh menit Fabio belum sampai juga.

Lucia khawatir terjadi apa-apa pada lelaki itu, apalagi nomor ponselnya mendadak tidak aktif. Kemana dia sebenarnya?

"Ya Tuhan, kenapa perasaan aku jadi gak enak gini?" Lucia bermonolog.

Di ruang tamu Lucia membiarkan pintu rumah terbuka supaya dia bisa melihat ke jalanan.

Tidak masalah kalau memang tidak jadi datang, asalkan Fabio dalam keadaan baik-baik saja, tidak seperti yang muncul dipikirannya.

Deru motor yang mendekat membuat Lucia berdiri, ia pun berjalan cepat keluar.

Orang yang sedari tadi ditunggu akhirnya sampai, perasaan Lucia campur aduk melihat sosok yang tersenyum ke arahnya.

"Maaf nunggu lama"

"Kakak!!" Lucia menghamburkan pelukan saat orang tersebut mendekat.

Kegelisahan yang Lucia rasa runtuh bersamaan dengan kelegaan yang terbit, hampir saja ia stress memikirkan laki-laki ini tak kunjung datang ke rumahnya.

Fabio terkesiap, tak menyangka Lucia memeluknya seperti ini. Ada apa? Lucia tampak ketakutan dan badannya juga sedikit gemetar.

"Hey, ada apa?"

Fabio mencoba menangkup wajah kecil tersebut, membuat Lucia menengadah ke arahnya.

"Kamu nangis?" Saat menangkap kedua mata Lucia yang berkaca-kaca.

"Aku kira kakak gak bakal datang.... Aku, aku kira terjadi sesuatu yang buruk sama kakak"

Fabio tersenyum teduh mendengar alasan itu, sebegitu khawatir kah Lucia padanya? Ada rasa senang tapi juga bersalah telah membuat gadis manis ini gelisah.

"Aku baik-baik aja, tadi beli bensin dulu makanya lama. Udah ya jangan takut lagi, kan aku udah disini"

"Terus kenapa nomor kakak gak aktif?"

"Tadi sengaja aku matiin soalnya temen aku maksa terus buat ikut kumpul"

Lucia kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, Lucia tak bisa memaafkan dirinya sendiri kalau semisal memang terjadi hal buruk pada Fabio.

Sekarang dia sudah ada disini, bahkan Lucia memeluk tubuhnya, tapi rasa cemas belum sepenuhnya hilang.

Fabio membalas pelukan itu tak kalah erat, sepertinya ia sedang ketimpaan rezeki malam ini.

Dingin sekali tubuh Lucia, semakin ingin Fabio memberinya kehangatan.

"Dingin banget badan kamu, kita masuk dulu yu ke dalam. Pelukannya lanjut di dalam aja"

Sontak Lucia mundur dan melepas pelukan mereka, ia tidak sadar memeluk Fabio cukup lama, bisa-bisa Fabio salah mengira.

"M-maaf.... Emm ayo kita masuk"

Mereka pun lantas masuk bersama.

"Wih udah disiapin minuman segala, enak nih kayaknya"

"Tadi masih dingin, sekarang udah enggak" balas Lucia.

"Gapapa, yang penting buatan kamu pasti enak"

"Ini, pesenan kamu" menaruh martabak di atas meja.

Aroma manis dari box itu membuat cacing di perut Lucia bangun lagi, padahal ia sudah makan malam, tapi mendadak kepingin makanan satu ini, mungkin Lucia sedang mengidam.

"Makasih, kak" dibukanya kedua box yang tersimpan di atas meja.

"Lagi ngidam martabak ya?" Seru Fabio.

"Kayaknya, tiba-tiba aja pingin ini" mengambil satu slice martabak rasa coklat terlebih dulu.

Satu gigitan berhasil masuk ke dalam mulut Lucia, kedua alisnya terangkat ketika melahap makanan satu ini.

"Emm.... Enak banget!"

"Enak dong, kan aku pesen yang spesial" ikut mengambil slice dengan rasa yang sama.

Keduanya menikmati dengan perasaan gembira, padahal tadi siang mereka sudah menghabiskan waktu hampir seharian tapi rasanya masih kurang, sampai malam ini pun mereka memutuskan bertemu lagi.

"Tadi kakak bilang temen kakak ngajak ngumpul, kenapa kakak gak ikut aja?"

"Kan udah ada janji sama kamu"

"Kalau kakak pingin kumpul bareng mereka gapapa kok" merasa tak enak, Fabio lebih memilih bertemu dengannya, padahal berkumpul dengan teman-teman sebaya pasti akan lebih menyenangkan.

"Aku lagi gak mau, kurang suka sama tempat ramai"

"Emang kakak jarang ngumpul-ngumpul gitu?"

"Banget, kalau bukan karena ngehargain mereka aku sih lebih milih sendiri aja"

Lucia masih belum mengerti sikap asli Fabio itu seperti apa? Jika bersamanya Fabio sangat cerewet dan jahil, tapi ketika Fabio bercerita tentang dirinya sendiri, kepribadian Fabio langsung terasa berbeda.

Sepertinya memang punya kepribadian ganda.

"Lain kali kita keliling naik motor malem-malem yuk, kayaknya seru"

Lucia memelankan kunyahannya, "Kapan?"

"Kamu maunya kapan? Aku sih bisa kapan aja"

"Palingan kalau Nyonya lagi gak dateng kesini" jawab Lucia, tidak tentu kapan Jihan akan absen menemuinya. Sehingga Lucia tak bisa membuat jadwal pasti.

"Dia setiap hari kesini emang?"

"Iya, tapi malem pas nyonya pulang kerja"

"Terus kenapa malem ini gak dateng?"

Lucia menghela nafas pelan, malas sekali menyebut pria itu.

"Suaminya sakit"

Fabio ikut menghentikan gigitannya. Ah, seharusnya ia tidak perlu banyak tanya, mood Lucia pasti rusak mengingat orang tersebut.

"O-ohh... Sakit. Ya, namanya juga manusia"

Tak ingin merusak suasana, Fabio berusaha mencari topik lain.

"Besok ada tugas gak? Kalau ada aku bantu mumpung lagi disini"

"Enggak ada kok"

"Masih semester satu sih, jadi belum terlalu banyak tugasnya. Coba kalau udah semester lima ke atas, ngeri ngeri..."

"Terus kenapa kakak malah keluyuran kayak gini? Pasti kakak banyak tugas juga kan?" Menatap heran pada mahluk di depannya.

"Biasanya sih aku ngerjain kalau udah mepet deadline" ungkap Fabio.

"Lho, kok pas mepet deadline sih?? Kalau gak keburu gimana?"

"Pasti keburu, gak pernah aku telat ngumpulin tugas walaupun jarang banget masuk kuliah" Fabio menyombongkan diri, dulu ia memang jarang sekali masuk kelas apalagi semenjak melakukan terapi ke psikolog, jiwa sosialnya hilang.

Mereka banyak bercerita malam itu, sampai tak terasa dua box martabak habis dilahap bersama. Sampai jam menunjukkan pukul sepuluh lebih lima menit.

"Yah, waktu aku udah habis. Kerasa sebentar banget sih"

Lucia ikut menatap jam dinding, kenapa waktu cepat sekali berlalu? Bisakah diulang beberapa jam lagi? Rasanya belum puas bercerita dengan orang ini.

"Kakak mau pulang sekarang?"

"Emang boleh aku ngulur waktu lagi?" Fabio bertanya balik.

Ditanya begitu Lucia bingung menjawabnya, kalau dia mengizinkan pasti Fabio mengira dirinya ingin terus bersama lelaki itu.

"Aku gak bisa nolak keinginan tamu"

Fabio terkekeh, "Aku pulang aja, gak baik ngajak ibu hamil bergadang, harusnya udah istirahat jam segini"

Lucia mengeluhkan keputusan Fabio dalam hati, tapi ia juga tak bisa mencegah ataupun memaksa agar Fabio tetap disini, lelaki itu juga punya alasan yang tepat.

Fabio berdiri, memakai jaketnya untuk bersiap pulang.

"Makasih kak, udah nemenin aku"

"Aku juga makasih udah diizinin main kesini"

Lucia mengantar Fabio sampai ke teras rumah.

"Tidur yang nyenyak, mimpiin aku"

Lucia memutar bola matanya, tanpa disuruh pun sepertinya memang Lucia akan memimpikan lelaki ini.

Sedangkan Fabio menyalahartikan tatapan itu, dia tertawa sembari mengusap rambut Lucia hingga sedikit berantakan.

"Aku pulang" Fabio menjauh, menaiki motornya yang besar.

Lucia tak berhenti melambaikan tangan sampai punggung Fabio benar-benar menghilang.

1
Audrey Chanel
seruuuu mami memang pintar bikin cerita..jd bingung pilih yg mana...tp kalau boleh pilih fabio ya mom🥰🥰🥰 buat lucia
Audrey Chanel
😓kasian lucia⚘️💗😓 fabio pas buat suami tapi gmntuhygdi ono😓
Audrey Chanel
kak aku baca ini sambil nunggu cerita yg masih up
Audrey Chanel: sama³ kakak💗⚘️
total 2 replies
Sandisalbiah
nyatanya Ghani beneran jadi pecundang sejati.. gak di hadapan Jihan, lebih lagi di hadapan Lucia... beneran laki gak bertanggung jawab plus gak berguna...
Sandisalbiah
istrimu sudah minggat, Ghani
Sandisalbiah
nyatanya tetap disini Lucia yg jd korban keegoisan mereka.. sebaik apapun perlakuan mereka tetap gak adil buat Lucia yg di paksa terikat dgn hubungan yg merugikan dirinya, sama sekali gak memihak pdnya.. poor Lucia
Sandisalbiah
obsesi berlebihan si Vino
Eby cantik
jujur aku suka novel karyanya tapi yg Lucia ini aku kurnag srek agak gimna gitu kedua belah pihak abu² gk nemu kebahagian
Sandisalbiah: setuju.. kek ngegantung nasib para tokohnya...
total 1 replies
Heidi Aden
moga ending jihan & ghani juga bahagia thor.. jangan lama2 update ya...
Nila
🥰🥰
Nila
kenapa ???
🥺
Nila
gustiiii Fabio
kalau Fabio sama Lucia aku suka senyum2 sendiri
macam orang gila🤣
Ety Nadhif
tamat deh
Ety Nadhif
🤭🤦
Ety Nadhif
waras ga sih kamu fabio😂😂😂
Ety Nadhif
jangan egois jihan,,,kemaren" kamu yg nyuruh ghani perhatian ma lucia sekarang kaya merasa tersakiti🤦🤦🤦
Ety Nadhif
pa ,,ma anakmu mencintai istri orang,,,,
Ety Nadhif
sedih🥹🥹🥹🥹
Ety Nadhif
kasian lucia hamil besar harus sendiria,,,di sini yg jd penolongnya lucia si fabio tp slh juga kalau harus tidur satu ranja😴🤦
Ety Nadhif
cinta fabio tulus tidak memandang lucia buruk,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!