NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alzanabuq

( Tahap Revisi)

Apapun yang sudah ditakdirkan untuk datang dalam hidupmu, tidak akan pernah pergi sekeras apapun hatimu membenci.

Taani tidak pernah menyangka hatinya akan berlabuh pada laki-laki pendiam, kutu buku yang menyebalkan.

laki-laki Sederhana yang selalu dibanggakan oleh Ayahnya.
Karena bagi sang Ayah, tidak ada lagi laki-laki terbaik di seluruh negeri ini selain pilihannya.

Pernikahan yang harus Taani jalani dengan terpaksa. Tanpa ada cinta dihatinya.


Bagi Rizwan, Melihat Taani tersenyum di pagi hari, sudah cukup untuk membuatnya semangat pergi bekerja.

Kemanakah bahtera rumah tangga Rizwan akan berlabuh?
Akan kah semuanya kandas begitu saja?



Karena yang sudah tertulis untukmu, tidak akan pernah ditulis untuk orang lain.
......
selamat membaca 💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzanabuq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma penghianatan

Dan waktu berlalu  bagai desing

peluru yang melesat begitu cepat.

Sudah satu bulan Taani menjadi Guru di panti, bukan hanya menjadi Guru

melukis wanita itu juga merangkap menjadi Guru Matematika dan pelajaran yang lain

seperti halnya yang diajarkan di Sekolah sekolah formal.

Taani menikmati hari harinya di panti,

Membantu penjaga Panti membuat kue, berkumpul bersama Anak anak untuk bercerita dan mendongeng.

Sudah satu bulan ini juga Taani jarang bertemu dengan Pria yang meskipun hidup satu atap dengannya.

Bertemu hanya di meja makan ketika sarapan, tidak ada percakapan panjang, hanya

basa basi yang selau terdengar canggung.

Di dua minggu pertama Rizwan rajin menanyakan perkembangan Anak anak di

panti memperhatikan Taani dengan antusias saat bercerita

Tapi sekarang.

Sudah hampir dua pekan ini Rizwan pulang ke rumah ketika Taani sudah

terlelap, dan berangkat pagi pagi sekali, mengantarkan istrinya ke panti hanya dengan diam.

Bahkan, akhir pekan pun pria yang beberapa hari ini begitu pucat itupun masih harus keluar rumah.

Dua minggu ini kehidupannya Rizwan kembali berubah, semakin menjauh dengan Taani.

**

Malam ini Taani menunggu suaminya di ruang tengah.

Suami?

Eh

Wanita itu mengenakan dress rumahan bermotif bunga tulip, duduk dengan mata yang menahan kantuk, sesekali melirik jam dinding yang sudah menunjukan waktu hampir tengah malam.

“Kemana dia?” bertanya pada dirinya sendiri.

Taani kembali merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang yang terbuat

dari rotan, matanya sedikit terpejam.

Deru suara motor yang sudah tidak asing di telinganya terdengar berhenti di halaman rumah, membuat Taani membuka matanya lebar lebar.

Beranjak dari duduk, membuka pintu menatap Rizwan yang selarut ini baru

sampai di rumah.

Taani tahu kalaupun ada lembur di kantor tidak akan pernah sampai

selarut ini.

Memperhatikan wajah lelah pria yang berjalan menghampirinya dengan

kemeja yang sudah terlihat acak acakan.

“Kau baru pulang?”

Rizwan mendongakkan kepala, menatap wajah istrinya yang masih terlihat cantik

meski dalam keadaan mengantuk sekalipun.

“Belum tidur?” menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

“Belum. Kau darimana?” Taani mengikuti langkah Rizwan, sekilas menghirup aroma

aneh dari tubuh Rizwan saat melewatinya.

Ada apa ini? Tidak mungkin! batin Taani menjerit.

Satu bulan lebih hidup bersama dalam satu rumah membuatnya hafal aroma dari tubuh Pria dihadapannya ini.

Dan ini bukan parfum suaminya.

Rizwan duduk di kursi rotan, melepas kacamata anti radiasi, memijit pelipisnya yang terasa pening.

“Aku lembur, mungkin akan setiap hari pulang malam.” Menatap wajah Taani yang berdiri di hadapannya.

Bohong!

Dia bohong kan!

“Kau sudah makan? Mau aku panaskan air untuk mandi?" Taani kembali memberikan penawaran.

Mencoba melunakkan suara, berusaha membuang jauh jauh perasaan dihatinya yang

seperti mencium aroma penghianatan.

Rizwan menggeleng, "Terima kasih." Kemudian beranjak dari duduknya, menatap Taani dengan tatapan sendu.

“Aku bisa menyiapkannya sendiri kau istirahat, besok masih harus mengajar kan?” tersenyum hangat kemudian

meninggalkan Taani yang masih berdiri di ruang tengah.

Ya tuhan Dia pria yang

baik kan ? tidak mungkin dia melakukan hal yang nista!

Taani mengusap dadanya yang terasa sesak, duduk di kursi rotan bulir

bulir air mata sudah mengalir di wajahnya, hatinya terasa begitu sakit.

Tapi dirinya belum

sepenuhnya yakin dengan semua dugaannya.

Dia percaya Rizwan, bisa jadi setelah Taani berhenti dari perusahaan itu

ada perubahan sistem lembur untuk karyawannya.

Taani mencoba menenangkan hatinya.

Risya.

Hanya Risya yang bisa menjawab semua pertanyaan nya ini.

Buru buru masuk kedalam kamar mengambil ponsel mencari nama sahabatnya.

Mencengkram pinggiran tempat tidur, kembali menatap layar

ponselnya, menghubungi Risya

sedetik dua detik tidak ada jawaban.

Tidak di angkat.

**

Semalaman Taani hanya berguling di atas tempat tidur, matanya sulit terpejam

berusaha mengusir rasa penasarannya, namun nihil.

Matanya tetap terjaga.

Taani ingat sesuatu.

Mbak Tika, wanita yang dulu pernah diceritakan Risya yang mempunyai

hubungan khusus dengan Rizwan.

Mengambil ponselnya, mulai mencari sesuatu.

Mencari aplikasi yang sudah satu tahun ini di hapus nya, karena terlalu banyak

kenangan di sana.

Awalnya ragu ragu, tapi demi rasa penasarannya Taani kembali meng-install

aplikasi itu, peduli amat dengan semua kenangannya.

Mulai mencari sesuatu.

Akun milik sahabatnya Risya.

Memangnya siapa lagi wanita yang paling tahu tentang kehidupan pribadi

orang orang penting yang bekerja di kantor selain Risya.

Dulu dengan heboh Risya bercerita bahwa dia melihat bu Tika meng-upload

foto liburannya di kota XX.

Terus mencari

Bukan.

Yang ini?

Bukan!

Kenapa ada begitu banyak nama yang sama namun wajah yang berbeda di akun yang diikuti sahabatnya ini.

Cari, Taani terus mencari.

Ah ini dia

Taani menemukan nama akun yang dicarinya, lengkap dengan foto yang di

hafal taani.

Wanita dengan pakaian sopan tersenyum cantik itu.

Taani menarik nafas, Meyakinkan diri bahwa semuanya tidak akan sesuai

dengan apa yang difikirkan.

Mulai menggerakkan jarinya.

Apa ini?

Deg, ponsel yang di genggamnya terlepas, jatuh di atas tempat tidurnya.

Bersambung...

1
agus ali
Kecewa
agus ali
Buruk
Tathya Aqila
seperti film sharukan ya gak si 😁
Rini Haryati
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus banget
sukses
semangat
Venny
menarik
vi
ceritanya bagus Thor, no hard conflict. aq suka
Lovely Shihab
Ngapain mempertahankan perempuan egois. Cantik saja tidak cukup nona, diluar sana bertimbun2 perempuan yg lebih cantik, lebih pintar, lebih baik, berkarier dan yang utama perempuan yg bisa menghormati suami. Perempuan kayak kamu, bagusnya dimasukin tong sampah. Kasihan Rizwan..cinta dengan perempuan yg tidak bisa apa2. cuma modal cantik doang
DEva Vis
kenapa ga terusin cerita Tania SMA rizdwan KA seruuu bgttttttt
Lilis Yuanita
lnjut k buru lupa
Daru Widyanto
mantap cerita'y seruuuuu
Daru Widyanto
dalam kehidupan itu masalah pasti datang silih berganti tinggal kita cari solusinya agar lebih dewasa dalam menyikapi'y
Daru Widyanto
hebat author cerita'y bikin penasaran aja
Daru Widyanto
alur cerita'y mirip dengan kisah hidupku,di jodohkan seiring berjalan'y waktu,dari acuh karena perhatian dan kesabaran istriku aq menerima dia dan endingnya bahagia sampai sekarang
Daru Widyanto
cerita yg inspiratif
ceava
yuhuu semngt di tunggu
Nadia Laili
sy termasuk ibu beruntung,bisa merasakan melahirkan Caesar dengan rasa sakit Krn Sdh bukaan 9 tapi si abangi gak mau turun,dan merasakan sakitnya full melahirkan normal buat si adek
Nadia Laili
senang bisa membaca karya yg nampak real di tengah karya yg selalu tokoh nya orang kaya se...se...nomer satu tapi nampak halu,, semangat thor
Nadia Laili
padahal bagus Lo cerita nya alurnya jelas gak bertele-tele,tata bahasa nya pun menunjukkan author nya gak alay, sayang like kok sedikit ya
Andi Sam Sam
Adakahhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!