NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Mata-Mata di Kedai Teh

Pagi di Kota Lembah Hitam dimulai dengan suara lonceng kuil dan kesibukan pasar yang riuh.

Di halaman belakang penginapan yang sepi, kabut pagi masih belum sepenuhnya terangkat. Baii Ling duduk bersila di atas batu datar dengan mata terpejam. Di usianya yang baru sebelas tahun, bakat Meridian Teratai Es-nya mulai menunjukkan ketakjuban nyata. Hanya dalam semalam mempelajari Ilmu Pernapasan Hati Es Nirwana, udara di sekitar tubuh kecilnya telah membentuk lapisan uap es tipis yang menyejukkan.

Changqing berdiri di bawah pohon di dekatnya, menatap dengan senyum puas.

"Tahan napasmu di meridian selama tiga detik," bimbing Changqing dengan suara lembut. "Biarkan hawa dingin itu meresap ke tulang, bukan melawan aliran darahmu."

Baii Ling mengangguk kecil. Uap putih berhembus dari bibirnya saat ia membuang napas, rapi dan terkendali.

"Hei, Changqing!"

Suara Zhou Hao memecah keheningan saat sahabatnya itu keluar dari pintu belakang penginapan sambil menguap lebar, menggosok matanya. Zhou Hao tertegun melihat gadis kecil yang kemarin lusuh dan berlumuran lumpur kini terlihat begitu bersih, rapi, dan sedang berlatih meditasi.

"Wah! Siapa sangka bocah korban perampokan kemarin ternyata manis sekali kalau sudah dimandikan!" seru Zhou Hao takjub. Lalu ia menoleh pada Changqing dengan wajah serius. "Jadi... apa rencanamu dengan anak ini, Changqing? Kita tidak mungkin meninggalkannya sendirian di kota sebesar ini."

"Aku berniat membawanya pulang ke Sekte Lembah Bambu Biru bersama kita besok," jawab Changqing santai. "Kita bisa meminta Guru Zhao untuk menerimanya sebagai murid luar atau pembantu dapur sekte. Setidaknya di lembah kita dia punya tempat tinggal dan makanan yang layak."

"Ide bagus!" Zhou Hao menyetujui dengan antusias. Ia mendekati Baii Ling dan menepuk bahu gadis kecil itu dengan ramah. "Jangan takut, Adik kecil! Kalau kau ikut ke Lembah Bambu Biru, Kakak Zhou Hao yang hebat ini akan melindungimu dari anak-anak nakal di sana!"

Baii Ling membuka matanya, menatap Zhou Hao sebentar, lalu menatap Changqing seolah meminta persetujuan. Setelah melihat Changqing mengangguk tersenyum, Baii Ling membungkuk sopan pada Zhou Hao. "Terima kasih, Kakak Zhou Hao."

"Hahaha! Anak yang sopan!" Zhou Hao tertawa bangga. "Nah, Changqing, karena pasokan obat medis sudah kita serahkan kemarin, hari ini kita bebas jalan-jalan di kota kan?"

"Kau saja yang jalan-jalan melihat pasar. Tolong belikan beberapa potong pakaian hangat lagi dan sepatu bot kecil untuk Baii Ling," kata Changqing sambil menyerahkan beberapa keping perak dari kantung misinya. "Aku ingin pergi ke kedai teh di pusat kota sebentar untuk mencari ramuan herbal penguat tulang."

Kedai Teh Kedamaian adalah bangunan tiga lantai berstruktur kayu jati yang terletak di pusat persimpangan Kota Lembah Hitam. Tempat ini bukan sekadar kedai minum teh biasa, melainkan pusat pertukaran informasi terbesar di kota di mana para pedagang karavan, tentara bayaran, dan mata-mata sekte berkumpul.

Changqing memilih meja di pojok lantai dua dekat jendela terbuka. Ia memesan teh hangat, lalu duduk santai sambil menuangkan teh ke cawan keramiknya.

Namun, di balik sikap santainya, kepekaan inderanya di tingkat Pendekar Nirwana telah diaktifkan sejauh lima ratus meter, mendengar kan percakapan di seluruh gedung kedai.

‘Masa depan tidak pernah berbohong,’ batin Changqing sambil menyesap tehnya. ‘Kota Lembah Hitam saat ini adalah sarang ular.’

Tak lama kemudian, langkah kaki berat menaiki tangga lantai dua. Tiga orang pria masuk. Pakaian mereka biasa saja, seperti pedagang kulit hewan pada umumnya. Namun mata Changqing langsung menangkap detail kecil: pola kapalan di sela jari telunjuk dan ibu jari mereka menunjukkan spesialisasi senjata rahasia, dan di balik kerah baju mereka terdapat tato samar berbentuk bulan sabit hitam.

Mereka adalah mata-mata tingkat menengah dari Bayangan Gerhana.

Ketiga pria itu duduk di meja yang berjarak empat meja dari Changqing. Salah satu dari mereka—pria berwajah bopeng dengan tingkat kekuatan Pendekar Tinggi Tahap 2—berbicara dengan suara sengaja dipelankan. Namun bagi telinga Changqing, percakapan mereka terdengar sejelas.

"Bagaimana laporan dari tim penjaga gerbang timur?" tanya pria berwajah bopeng dengan nada geram.

"Tidak ada, Kakak Kelima," jawab anak buahnya yang kurus. "Si Mata Satu dan empat orang bawahannya tidak kembali ke markas semalam. Kami menelusuri jalur perbukitan dan menemukan mayat mereka dikubur asal-asalan di balik semak pohon besar. Semua mati dengan sabetan senjata tajam yang sangat presisi."

"Sialan!" umpat pria berwajah bopeng sambil meremas cawan tehnya hingga retak. "Si Mata Satu itu bodoh, tapi dia berada di tingkat Pendekar Tinggi Tahap 1! Siapa yang bisa membunuhnya beserta empat anak buahnya tanpa menimbulkan keributan besar di jalan raya?!"

"Apakah mungkin... ada pendekar dari sekte lurus yang turun tangan?"

"Tidak mungkin! Kalau sekte besar seperti Sekte Pedang Langit atau Klan Teratai Darah yang bertindak, mereka pasti sudah memajang kepala Si Mata Satu di gerbang kota untuk pamer kekuatan!" desis Kakak Kelima. "Masalah terbesarnya bukan matinya Si Mata Satu... tapi bocah perempuan bermeridian murni yang dia tangkap itu hilang!"

Mendengar itu, Changqing menaruh cawan tehnya dengan perlahan tanpa menimbulkan suara ketukan.

"Tuan Muda di markas pusat akan murka besar kalau ritual bulan depan gagal karena kehilangan bocah perempuan itu," lanjut Kakak Kelima dengan keringat dingin menetes di pelipisnya. "Perintahkan seluruh mata-mata kita di Kota Lembah Hitam! Periksa setiap penginapan, setiap karavan yang keluar masuk! Cari bocah perempuan usia sekitar sepuluh tahun dengan luka atau pakaian lusuh! Jika ada sekte kecil atau pengelana yang menyembunyikannya, bunuh mereka semua tanpa sisa!"

"Baik, Kakak Kelima!"

Ketiga mata-mata itu bangkit dan bergegas meninggalkan kedai teh untuk menyebarkan perintah perburuan.

Changqing menatap punggung mereka yang menghilang di turunan tangga lantai dua. Mata pemuda 19 tahun itu kembali menyala dengan kilatan hijau zamrud yang amat redup namun kelam.

‘Mereka menyebar jaring ke seluruh penginapan kota,’ analisis Changqing dengan cepat. ‘Jika mereka memeriksa penginapanku dan bertemu Zhou Hao saat aku tidak ada, Zhou Hao tidak akan mampu menahan serangan pendekar tingkat Pendekar Tinggi Tahap 2.’

Changqing meletakkan dua keping tembaga di atas meja, lalu bangkit berdiri.

Jurus pembalik waktu telah memberinya kesempatan kedua. Ia tidak hanya akan melindungi Baii Ling dari jangkauan komplotan sesat ini, tetapi ia juga akan memastikan bahwa tak seorang pun dari jaringan mata-mata Bayangan Gerhana di Kota Lembah Hitam yang bisa hidup untuk membawa kabar ke markas pusat mereka.

Perburuan dalam bayangan di Kota Lembah Hitam resmi dimulai.

1
baca yg gue suka
dari pahlawan berbalik jd iblis.
mana pemikiran dr kehidupan 80 thn?
hrs kah jd iblis utk membuat kedamaian?
baca yg gue suka
pasukan bayangan gerhana byk yg dibantai, tp kok gak abis2 ya?
msh brp byk lg yg tersisa?
baca yg gue suka
juara turnamen gak dpt apa2?
minimal senjata, sumberdaya atau koin emas gitu? payah
baca yg gue suka
masak petinggi sekte gak ada satupun yg merasakan kedatangan Mo Ya?
Raju
ditunggu cerita serumu Thor...💪💪💪
Celestial Quill: jangan lupa di baca Kaisar Bela Diri Legendaris ya🤭
total 1 replies
Raju
ahir daricsebuah pembantaian
Raju
anak mudanya mati diahir episode.... wkwkwkwwk
baca yg gue suka
sblm mjd kuat, taring hrs disembunyikan rapat2 dulu👍
baca yg gue suka
awal cerita menarik, bahasa gak membosankan.
mudah2an novel bagus
jhoni
drama apa ini, mc nya sangat membagong kan kaga jelas
Raju
ketua sekte pada sinting semua...
keserahakannya sudah berakar ke ubun³.
g bisa mmbedakan mana gertakan mana ancaman nyata...!!
si hantu bayangan cangqiang kmna ni.... g kliatan ??
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Raju
shen yu gadis bodoh....
sama kea bpk nya...
g bsyukur dselamatkan..
malah menggila menganggap org lain iblis...
Raju
pemusnahan di Mulai
Raju
bantai semua ketua aliansi...
sisakan kultivator dan rakyat ta berdosa....
Raju
ahir dri sebuah keputusan...!!
Raju
kesian cangqiang...harua menjadi iblis pembantai demi kedamaian dunia kultivasi...
Celestial Quill
semakin kacau dunia persilatan, pengorbanannya changqing yang di musuhi semua pendekar.
Raju
akan kah dunia kultivasi menjadi damai seperti yg telah dijanjikan cangqiang !!
Raju: atau bakal ada jamur² baru tumbuh, menjilat. penuh hasut, yg bakal mnusuk dri belakang....!!
total 1 replies
Raju
apakah yg akan terjadi ketika cangqiang keluar dari mkn nanti ??
dtingkat apakah kultivasi MC nanti nya ??
apakah akan menjadi dewa. atau iblis haus darah !!
Raju: kita do'akan semoga Author selalu sehat. aamiin.
total 1 replies
Raju
rampok... habiskan semua isi makan kaisar beladiri didalam itu changqiang... jgn sisakan 1 pun...
agar yg serakah hanya bisa menangis darah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!