Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumor.
Siang ini lagi lagi Jagat membuat gempar sekolah ANGKASA NUSA, dia melemparkan bola ke wajah seorang gadis yang mencoba mendekatinya untuk memberikan sebotol minuman saat Jagat kelelahan latihan basket.
Seolah dia adalah umpan yang tepat saat emosinya meledak ledak, karena Arina terus menghindari nya. Dan sebagai gantinya dia di hukum harus lari mengelilingi lapangan sebanyak tiga puluh kali putaran.
“Gila, saya nggak sengaja pak, lagian salah dia sendiri ngapain masuk lapangan basket kalau nggak mau kena bola.” Kesal Jagat sambil protes ke guru olahraga yang melatihnya.
“Tapi kamu sengaja melempar ke wajahku Gat,” protesnya.
“Bodo amat, ngapain Lu masuk lapangan basket saat latihan, caper, gatel, apa hah?” Makinya lagi.
“Aku cuma mau kasih minuman ke kamu.”
“Ngak usah aku kamu ke gue, Lu nggak layak sama sekali.”
“Syok kegantengan Lu emang.”
“Emang gue ganteng, mata Lu buta.”
“Sumpah nyesel banget suka sama Lu.”
“Syukurlah, gue najis lihat modelan Lu.”
Semua mata yang melihat mulai saling berbisik, melihat pemandangan yang sering terjadi saat ada cewek yang mendekati Jagat.
“Sumpah, Arogan banget dia.”
“Jangan-jangan dia emang beneran nggak suka cewek.”
“Kayaknya rumor yang beredar beneran deh, cewek yang deket sama dia cuma Arina, itu aja karena papanya yang nyewa untuk ngajarin dia.”
“Bagaimana ya nasib Arina setiap hari sama dia, pasti stress banget.”
“Kan kabarnya emang nilai Arina saat ini merosot tajam, mungkin gara-gara stress ngadepin Jagat.”
“Kasian ya dia, murid teladan banget, dan kebanggaan ANGKASA NUSA terjun bebas gara-gara anak pemilik sekolah yang Arogan.”
“Iya kasihan.”
Jam istirahat telah berbunyi, begitu juga dengan hukuman Jagat yang telah usai. Jagat melihat Arina yang berjalan ke arah kantin bersama dua sahabatnya, mata Jagat terus mengikuti pergerakan Arina, seperti seekor elang yang siap mengintai pergerakan mangsanya.
“Dia kok bisa sih senyum bahagia, sedangkan gue sakit hati banget sama tingkahnya akhir-akhir ini,” gumamnya sambil mengepalkan tangannya dengan wajah kesalnya.
“Ya tandanya Lu bukan sumber kebahagiaan buat dia,” ejek Baskara dengan muka puasnya.
“Bacot Lu.”
Jagat langsung berdiri dan menghampiri Arina, dia duduk langsung di depan Arina tanpa permisi, Arina yang kaget dengan kedatangannya langsung tersedak makanan nya sendiri.
“Uhuukk….uhukkkk…!!”
“Pelan-pelan.” ucap Jagat sambil mendekatkan minuman milik Arina. “Kalian bisa pergi dulu nggak?” usir Jagat menatap Mila dan Nina.
“Nggak.” jawab Nina tegas.
“Oh oke.” jawab Jagat santai, dia sama sekali nggak peduli dengan wajah ketus Nina, yang saat ini dia butuhkan hanya ingin melihat Arina dan di sampingnya. “Ar, aku minta maaf, Jangan menghindar lagi.”
“Lu bisa nggak batalin kontrak kerja Lu dengan Arina?” tanya Nina tanpa basa basi.
“Lu orang luar nggak usah ikut campur deh.”
“Gue sahabat Arina, dan gue peduli sama dia, gue nggak suka dia Lu tindas.”
“Gue nggak nindas Arina.”
“FAKTANYA LU NINDAS DIA, DENGAN BERBAGAI ANCAMAN.” Teriak Nina sambil berdiri dan menunjuk wajah Jagat yang saat ini terlihat sangat muak.
“Eiittttss…eiiitttss….Ninnn.. sabarr.” tarik Mila saat Nina tersulut emosi. “Tahan emosi Lu, di sini banyak orang, gue takut Lu keceplosan dan akan berakibat fatal buat Arina,” cerocos nya pelas sambil terus menarik Nina untuk menjauh dari Jagat.
“Kamu mau apa lagi sih Gat?” tanya Arina terlihat frustrasi.
“Kita seperti dulu, dan jangan menghindar terus.”
“Aku nggak menghindar.”
Jagat tersenyum samar, “terus apa?”
“Ya hanya pengen fokus belajar aja, balikin nilai gue yang udah merosot banget, lagian nyokap Lu udah ngasih ijin kok, buat nggak ngajarin Lu dulu.”
“Lu, Gue?” Kini senyumnya berubah menyeringai.
“Bruuuaaaakkkkk…” gebrakan meja yang membuat Arina terjingkat kaget.
“Kamu ngajak bermain perasaan ya Ar, jangan nyesel kalau aku udah ikut bermain.” bisiknya lalu meninggalkan Arina dengan senyuman yang mengerikan buat semua orang yang melihatnya.
Kejadian hari ini memperkuat rumor yang selama ini beredar luas di ANGKASA NUSA.
“Kasian ya Arina.”
“Beneran ternyata.”
“Iya, Nina aja sampai murka.”
...----------------...
...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...