NovelToon NovelToon
Jerat Sang Dosen

Jerat Sang Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:276.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurmay

Yoona Navia gadis cantik berusia 22 tahun, kini menatap tajam pada pria berusia 33 tahun yang dipanggilnya Pak Dosen. Karena ulah Dosennya itu, mereka tertangkap tangan oleh warga dan dituduh melakukan tindakan asusila. Semua bermula pada saat acara tadabur alam yang diadakan oleh kampus mereka. Di malam yang sunyi dengan rintikan sisa air hujan, saat dimana dua insan berbeda jenis kelamin itu tengah berteduh di sebuah gubuk reot. Namun, tiba-tiba mereka berdua digerebek oleh warga setempat dan kemudian dipaksa menikah dibawah tangan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang sama sekali tidak mereka lakukan.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka, ikuti terus cerita Yoona dan pak Dosen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Sangat Kecewa

Mata kuliah kedua akan dimulai tiga jam lagi, ketiga gadis itu berniat akan pergi ke pameran lukisan yang diadakan fakultas lain.

Tapi ketika mereka akan keluar dari gedung kampus, Arthan dari belakang memanggil Yoona.

''Pak Arthan? ada apa?'' tanya Amel yang malu-malu.

''Emm, saya ada urusan dengan Yoona, bisa?''

Amel dan Wulan saling melirik dan kemudian mengangguk lalu menjauh dari mereka. Tidak ada kecurigaan pada hati kedua gadis itu, justru mereka mengira kalau Arthan akan menegur Yoona karena kejadian tadi dikelas.

Amel dan Wulan merasa khawatir, mereka memperhatikan Yoona dan Arthan dari jarak lumayan jauh. ''Jangan sampe Yoona kena masalah,'' ucap Wulan dan diangguki Amel.

Ditempat Yoona dan Arthan.

Arthan yang memperhatikan sekeliling dulu sebelum bicara, membuat Yoona ikut melakukan hal yang sama seperti Arthan.

''Mas? kenapa?''

Arthan menatapnya.

''Mas ada kerjaan lain, nanti ada supir yang jemput kamu, paham?'' ucap Arthan sedikit berbisik.

Yoona mengangguk mengerti. Arthan tetap menatapnya, dan begitu juga Yoona.

''Kamu marah sama saya?''

''Enggak!''

''Jangan berbohong.''

''Enggak mas.''

Terdengar helaan napas Arthan yang begitu berat, membuat Yoona merasa kalau ada sesuatu yang mengganjal hati Arthan, suaminya.

''Mas kenapa?''

''Saya lelah,'' jawab Arthan.

''Lelah? istirahat lah!''

''Bukan, saya lelah kucing-kucingan begini. Sampai kapan kamu mau sembunyikan hubungan kita, Yoona.''

Yoona mengalihkan pandangannya kearah lain, ia melihat dua temannya yang terus memperhatikan kearah mereka.

''Mas, bahas itu nanti aja ya, enggak enak, mereka liat kesini mulu,'' ucap pelan Yoona.

Arthan melirik kearah Amel dan Wulan, lalu menghela nafasnya pelan dan mengangguk. Baru saja Arthan akan membuka mulut ingin bicara lagi, seorang wanita menariknya.

''Una! ikut aku sekarang ke gedung teater, ada sesuatu yang pasti buat kamu terkejut!'' ucapnya yang tidak peduli kalau Yoona terus meminta dilepaskan.

Arthan mengernyitkan dahinya, merasa ada yang tidak beres. Ia melihat pada Amel dan Wulan yang ikut berlari mengejar Yoona.

Diam-diam Arthan memutuskan ikut pergi kemana Yoona ditarik, dan tiba-tiba tangannya terkepal kuat, gurat amarah terlukis jelas di rahang tegas pria tiga puluh tahun itu.

Ya dipanggung sana, Yoona berdiri dengan seorang laki-laki yang sedang bersimpuh didepannya.

Pandangan Arthan hanya tertuju pada Yoona yang tidak melihat keberadaannya. Jelas terlihat Yoona kebingungan, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Ya laki-laki itu adalah Noval. Noval bersimpuh dibawah sana dengan setangkai bunga mawar putih. Beberapa dekorasi sudah terpasang disana, tepuk tangan menggema di jejeran bangku penonton.

''Terima! terima! terima!''

Suara itu yang membuat gendang telinga Arthan seakan mau pecah. Buku-buku tangan nya sudah memerah, rahangnya menegang ketika mendengar Noval sendiri menyatakan perasaannya pada istrinya.

''Yoona Navia, aku Noval Defrian mengaku kalau selama ini aku suka sama kamu, aku harap kamu mau terima aku,'' ucap Noval begitu lembut, menatap hangat manik mata Yoona yang bergerak tidak nyaman.

''Kak apa-apaan sih! enggak lucu tau!'' Yoona melihat kearah jejeran bangku, ia benar-benar tidak suka berada dalam keadaan seperti ini.

Teman-temannya ikut bersorak meminta Yoona menerima pengutaraan Noval. Tapi tidak sedikitpun Yoona berniat untuk menerima Noval.

Tapi jika dia menolak Noval apakah tidak memberi rasa malu pada asisten dosen itu, dan jika ia menerimanya, itu pula tidaklah mungkin karena sekarang dia sudah memiliki suami.

''Yoona, aku tahu kamu bingung. Tapi aku memang benar-benar suka sama kamu, dan hanya ini yang bisa aku lakuin.'' Noval menatap mawarnya sejenak, berharap Yoona segera mengambilnya.

Yoona tidak menyadari dibalik tepuk tangan dan suara bersorak untuknya, ada dua orang yang menyembunyikan raut marah.

''Begini saja, kalau kamu terima mawar ini itu berarti kamu terima aku, tapi kalau kamu kembalikan lagi padaku, itu berarti kamu nolak aku. Dan aku janji aku enggak akan marah kalau kamu emang nolak aku.''

Hening seketika, gedung itu langsung hening. Tidak ada suara tepuk tangan ataupun suara teriakan apapun, karena arah pembicaraan Noval sudah sangat serius, dan raut wajah Yoona pun sangat dingin.

Mereka tentu penasaran. Penasaran dengan keputusan yang akan diambil Yoona, terima atau memang menolaknya.

Wajah Yoona semakin pucat, ia gugup. Memang bukan pertama kalinya seorang pria menyatakan perasaan padanya, tapi baru kali ini ada pria yang seniat itu untuk memintanya menjadi kekasih.

Yoona melihat kesekeliling, ia menatap satu-satu wajah temannya, tanpa tahu ada dua orang yang tidak menyukai acara itu.

Helaan napas terdengar lagi, tangan Yoona bergerak mengambil bunga itu dan pada akhirnya bunga tersebut sudah berpindah tangan.

Arthan yang melihat itu tentu kecewa, sangat kecewa. Dia pergi begitu saja dengan perasaan marah. Begitu juga dengan satu orang lainnya, ia pergi meninggalkan kursinya.

Arthan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan pot bunga yang ada di tepi jalan pun ikut menjadi korbannya.

Rahangnya menegang, matanya memerah bahkan sudah ada air mata yang terbendung disana. Bugh! ia memukul kemudi dengan sangat kencang, dia marah sangat marah!

''Jadi begini akhirnya? saya tahu kamu memang tidak menyukai pernikahan ini, tapi kenapa seolah-olah kamu memberikan harapan pada saya,'' ucap Arthan penuh dengan kecewa.

Malam pun tiba, Yoona sudah sampai di rumah sejak sore tadi dengan dijemput supir suruhan Arthan.

Yoona tengah bimbang, ia sudah berpikir panjang tentang satu hal. Ya dia mau bicara pada Arthan.

Matanya melirik jarum jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam, tapi tidak ada tanda-tanda Arthan akan pulang kerumah.

''Kamu dimana, Mas,'' gumam Yoona.

Yoona menggenggam ponselnya, ia sangat ingin menghubungi Arthan tapi itu tidaklah mungkin karena dia sendiri pun tidak memiliki nomor suaminya itu.

Pasangan suami istri macam apa ini? bahkan nomor yang harus dihubungi pun ia tidak punya.

Dan sinilah Arthan berada, diruangan dengan laptop yang menyala.

Matanya terpejam, dengan kepala yang ia sandarkan dikursi. Kerjaannya tidak ada yang dipegang, karena bayang-bayang tangan Yoona yang menerima bunga Noval membuat dia sulit untuk konsentrasi.

Dia benar-benar kecewa, ya tanpa disadari memang ia sudah menyukai Yoona, bahkan bukan hanya suka, ia sudah mencintai gadis labil itu, sejak lama.

Entah apa yang membuat dia menyukai Yoona, padahal masih banyak wanita yang mengantri memintanya untuk dijadikan kekasih, tapi Arthan menolak itu semua karena Yoona.

Tapi apa sekarang, perasaan kecewa itu terasa sangat sakit, sakit sekali.

Pintu terbuka, Ziko menghampirinya dengan membawa makanan karena sejak siang tadi Arthan belum juga makan.

''Arthan, ada apa sebenarnya? kenapa terlihat ada masalah besar?'' tanya Ziko sembari menaruh makanan itu didepan Arthan.

Arthan tetap diam, tidak sama sekali menyahuti ucapan Ziko. Tangannya memijat pangkal hidung nya.

''Apa kau akan bermalam dikantor?'' tanya Ziko lagi karena tahu pertanyaan tadi tidak akan dijawab Arthan.

''Ya.''

''Kalau begitu aku bersihkan dulu.''

''Enggak perlu, kamu pulang aja,'' cegah Arthan.

''Kamu yakin, Ar?''

Arthan mengangguk, dan Ziko pun berlalu dengan ragu.

Happy Reading...

1
Qaisaa Nazarudin
#Salah satu novel kesukaan ku,.
Qaisaa Nazarudin
Tq thor,Novel jarya mu ini salah satu novel kedukaan ku,Ringkas dan padat, Peran cowok utama nya yg begitu ku sukai sikapnya,Tegas,tampan dan kaya,juga setia kepada pasangan,dasar Silvia aja yg gak bersyukur,Beruntung Yoona yg mendapat kan Arthan..Semoga iuthor sehat dan sukses selalu ya,Maaf kalo ada komen ku yg tdk mengenakkan,itu ku tuju utk si perannya,bukan utk outhor nya ,,🙏🙏😄😄⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Dasar si BUCIN AKUT..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Ckk ngejar target ya pak..🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Yeeeezzzx....Apa kabar kamu Jalang...👏👏👏👏🤣🤣🤣🤣🤣💃💃💃💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
Good job Ziko,SKAKMATT buat Jalang,Bangga tidak,Memalukan ia..ckk🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ini pasti Silvia kan? Ckk Jalang,Untung aja Arthan udah mutusin dia,di mana2 novel alurnya sama,CEO pacaran dgn seorg Model,Terus di tinggalkan dan di selingkuhin,Setelah itu oura2 nyesal dgn berbagai alesan utk kembali kepd CEO,,Tapi tdk banyak CEO yg kayak Arthan teguh pendirian utk tdk menerimanya kembali,Kebanyakannya jd BODOH dan BEGO,Mau Nerima kembali,Dan ada yg di jd jan kambing hitam,karena sang mantan hamil tampa tau siapa bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sikap tegas lelaki kek gini aku suka,Apalagi sekarang sudah ada Yoona di sisinya, Isteri tercinta nya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai masalalu membuat Arthan goyah,Dan selingkuh ya thor,Awas aja..
Qaisaa Nazarudin
Ckk datang lg PELAKOR..menyebalkan..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Aelaah jelek banget kalo ortu lg cemburuan dan ngambek 🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Gak mau kalah pak dosen,Biar apa? Biar orang2 tau kalo dia itu sudah berpunya?😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
#GADIS
Qaisaa Nazarudin
WANITANYA,,Bukan GAFISNYA lagi ya..😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aaaaaahh... akhirnya MP juga setelah sekian lama..👍👍👍Semoga Arthan junior cepat hafir 🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Kamu tau dia itu kulkas 20 pintu,Kalo dia gak mulai,ia kamu lah yg memulai nya..😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Akhirnya gak ada rahsia antara Yoona dhn temen2 nya lg..
bunda syifa
jellek banget isi kepala si Yoona, gc ada bagus"nya sama sekali sama suami🤦🤦
bunda syifa
masih mesih mending nikah dadakan Nemu uang d saku lima lembar seratus ribuan buat mahar daripada nemunya lima lembar sepuluh ribuan kan😁😁
Dhini Ekawati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!