Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dicicil
"Ck mana ada nikah belum ada seminggu, istrinya udah ditinggal aja"
"Katanya nggak mau? Kan kamu sendiri yang bilang nggak mau"
"Ck terserah lah" kesal Nana.
Zio hanya tersenyum tipis.
Tak mungkin juga ia tega meninggalkan istrinya sendirian hanya untuk jalan jalan.
"Kak, pulang yuk. Aku pengen es krim" rengek wanita itu.
"Aku aja punya, ngapain beli?" Goda Zio dengan senyum menggelikan.
"Ihh apaan sih, ayo cepet pulang. Aku udah capek" rengek Nana lagi karna waktu sudah menunjukan pukul 3 sore.
"Iya iya kita pulang sekarang"
Ditengah perjalanan Zio mampir ke toko es krim untuk membelikan sesuai permintaan istri manjanya itu.
"Nihh" pria itu menyerahkan dua cone es krim pada istrinya.
"Kok dua sih kak? Kebanyakan. Satu aja"
"Ya udah yang satu kasih orang sana. Ya kali mau dibalikin ke toko nya"
"Kamu aja kak yang makan" usul Nana.
"Nggak ah, aku nggak suka es krim"
"Ayo dong, cuma dikit ini"
Zio hanya menghela napasnya kasar lalu mengambil es krim itu dan segera menghabisnkannya walau dia sendiri sebenarnya kurang suka makanan manis.
"Tau nggak, aku kayak nikahin anak kecil tauk" ucapan Zio membuat Nana melotot kesal.
"Anak kecil apanya, sembarangan kalo ngomong"
"Ya kadang kamu manja, ngrengek ngrengek gitu. Kan jadinya kayak aneh"
"Udah tau aneh masih dinikahin" cibir Nana.
"Ya kan namanya cinta dan sayang. Mau gimanapun ya tetep aku pilih kamu"
"Cih om om tukang gombal" cibir Nana.
"Lagian ya kak, papi selalu ngasih semuanya ke aku. Jadi wajar aja kalau aku jadi gini" lanjutnya beralasan.
"Nah itu yang harus jadi pembelajaran, nggak semua yang kamu mau harus kamu dapet. Contohnya aku nih, aku mau gituan tapi kamunya nggak mau. Jadi ya rasanya ada yang ngganjel" ungkap Zio pada istrinya.
Nana hanya diam tak merespon ucapan bermuatan sindiran itu.
...
Weekend,,
"Kak, bangunn" Nana membangunkan suaminya pagi pagi buta.
"Kenapa sih Na, masih pagi juga" grutu Zio karna matahari saja belum menampakkan diri.
"Katanya mau liburan. Ayo cepet siap siap"
"Liburan apasih, jangan ngaco deh" kesal Zio masih menutup matanya.
"Kan kakak yang bilang mau ada liburan kantor. Cepet siap siap, nanti telat"
Seketika Zio langsung membuka matanya
"Katanya nggak mau? Aku udah batalin buat ikut. Mereka sudah berangkat dari semalem" jawab Zio.
"Loh kok gitu sih" Nana mencebik kesal.
"Kan kamu sendiri yang bilang nggak mau"
"Kamu jadi cowok nggak ada peka pekanya, kalo istrinya bilang nggak mau ya artinya mau" kesal Nana.
"Iya iya nanti jalan jalan" jawab Zio sekenanya.
"Kok malah tidur lagi sihh" kesal Nana.
"Masih ngantuk Na, matahari aja belum muncul" protes Zio.
"Ya makannya harus berangkat pagi pagi, aku mau yang agak jauh" pinta Nana.
Mau tak mau Zio duduk bersandar di ranjang.
"Mau jalan jalan kemana emangnya?"
"Aku pengen ke puncak gitu kak, terus nginep"
"Oh cuma kepuncak? Jam segini masih dingin banget. 1 atau 2 jam lagi" pinta Zio masih ingin melanjutkan tidurnya.
"Ck ayo dong kak, aku udah lama banget nggak liburan" decak Nana.
"Kasih apa dulu?" Tanya Zio memilai trik nya.
"Nanti aku cium"
"Nggak ah, nggak cukup. Perjalanannya aja 3 jam lebih dikit. Belum lagi nanti masih naik jeep"
"Ya terus maunya apa?" Kesal Nana mulai paham kemana arah pembicaraan pria itu.
"Ya kayak biasanya, gimana?" Tawar Zio menaik turunkan alisnya.
Nana hanya menghela napasnya kesal
"Iya deh, 1 kali aja ya tapi" akhirnya Nana pasrah karna memang wanita itu sudah lama tak liburan karna kesibukannya di duni kerja.
"Aku cicil ya" Zio menarik tangan Nana hingga terjatuh dipelukan pria itu.
"Aaa kakk, nggak mau! Cepet siap siap" kesal Nana.
"Ayo dong Na, cicil dulu dikit"
"Enggak!, Ayo siap siap"
"Mau mandi dingin Na" keluh Zio.
"Ya nanti disana tambah dingin"
"Terus gimana dong?"
"Buruan mandi aku siapin air hangat nya"
Zio hanya mampu menghela napasnya.
Pria itu berjalan menuju kamar mandi mengikuti istrinya.
"Bareng ya Na? Janji nggak minta aneh aneh"
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭