Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 14
Sebenarnya Jasmine malas sekali untuk kembali kontrol dengan dokter menyebalkan itu. Entah perdebatan apalagi yang terjadi antara mereka nanti.
Tapi dia harus tetap datang, karena semenjak dia mengonsumsi obat dan melakukan banyak hal yang di sarankan dokter, dia bisa tidur beberapa jam. Setidaknya itu lebih baik.
Jasmine duduk di depan dokter sombong itu. Lihat, betapa menyebalkannya wajah yang rupawan itu.
Rean tersenyum saat menyadari jika pasiennya ini terus menatapnya sejak tadi. Itu benar-benar terlihat sangat jelas sekali.
"Bisa kita mulai sesi hari ini?" tanya Rean membuat lamunan Jasmine buyar seketika.
"Langsung saja dokter, kita percepat."
"Sejak tadi anda yang terus menatap saja, nona Jasmine. Saya hanya memberikan anda waktu tambahan untuk mengagumi saya." jawaban apa ini?
Jasmine ingin mengumpat saat itu juga. Bagaimana tidak, jika dia ketahuan menatap laki-laki menyebalkan ini.
"Bukankah kita impas?" Rean menatap pada pasiennya ini.
Impas apa yang di maksudnya?
"Anda juga menatap saya, jadi kita impas!" jawab Jasmine membuat Rean tersenyum saja.
"Jika ingin tidur dengan tenang saat malam, jangan biasakan main handphone. Yang harus anda lakukan belum tiru selain bersihkan diri, bersihkan pikiran juga. Anda harus tenang, dan-"
"Tenang? bagaimana saya bisa tenang jika satu dari bisa melakukan pemotretan sebanyak 4 sampai 5 tempat yang berbeda. Belum lagi pertemuan iklan yang lain. Jadi saya harus bagaimana lagi?" jawab Jasmine yang juga sebenarnya merasa lelah dengan semua pekerjaan ini.
"Maka dari itu kurangi pekerjaan anda. Apa yang anda kejar dengan semua ini selain ketenaran?" Jasmine terdiam.
Ucapan dokter ini menjadi tamparan keras baginya. Dia merasa semua ini terlalu berat untuk di jalani. Tapi semuanya sudah tanda tangan kontrak.
"Kalau ada yang mau nikahin saya, bakalan berenti jadi artis. Tapi sampai sekarang jangan kan buat nikah, buat pacaran saja saya gak punya waktu." lagi-lagi Rean hanya tersenyum saja.
Gadis ini sedang curhat? sangat lucu bukan?
"Gini deh dok, Minggu depan saya ada peluncuran iklan terbaru. Mau datang gak? Saya kasih undangan VVIP sebagai tamu saya, bagaimana?"
"Apa anda sedang mencoba merayu saya?" tanya Rean memastikan untuk Jasmine.
"Lupain!" tidak ada lanjutan dari percakapan mereka malam itu, karena memang Rean mengambil sift malam.
"Bagi nomor wa boleh dok? Biar sesuaikan dengan jadwal praktek dokter."
"Anda benar-benar mencoba untuk menggoda saya ya?" tanya Rean menatap remeh pada gadis yang ada di depannya saat ini.
"Saya praktik Senin, Rabu, Jumat. Dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 20.00. Selain itu saya tidak menerima apapun lagi. Jadi silahkan, nona Jasmine?" ucap Rean membuat Jasmine merasa di rendahkan egonya.
Bagaimana bisa perempuan secantik dirinya di buat malu begini? Tidak, Jasmine tidak terima penghinaan ini.
"Dasar nyebelin! sumpah, jangan karena dia ganteng gue bakalan ngemis gitu? gak banget! Tapi gue pergi sama siapa reuni nanti coba? Mana gue bilang peluncuran iklakn baru lagi. Astaga, Jasmine bodoh banget sih kamu ini." Jasmine merutuki kebodohannya.
Belum lagi saingannya di acara reuni nanti datang bersama mantan kekasihnya yang kini menjadi kekasih saingannya itu. Astaga, bagaimana ini.
Karena tidak tau harus melakukan apa lagi, akhirnya Jasmine memilih kembali masuk keruangan Rean, membuat laki-laki itu menatap heran ke arahnya.
"Dokter, tolong banget dok. Saya bener-bener butuh bantuan dokter. Sebenernya Minggu depan ada acara reuni teman SMA dulu dan saya gak ada temen buat datang. Tolong banget dok, kalau dokter mau nolongin saya, saya bakalan kabulin apapun permintaan dokter. Plis, tolong saya ya dokter ya. Tolong banget, dokter." persetan dengan harga dirinya saat ini.
Karena dia hanya ingin Rean membantunya, dengan ketampanan yang dia miliki, mantan kekasihnya itu akan kalah telak. Apalagi dengan profesinya yang cemerlang, seorang dokter. Ya, Jasmine harus bisa membujuknya.
"Silahkan keluar, nona Jasmine."
"Dok, plis tolong saya dokter. Saya mohon..." pintanya dengan sangat, membuat Rean hanya diam sambil menatapnya.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh