Di dunia fantasi Eldoria yang dikuasai oleh perserikatan klan penyihir, Aura Zephyra adalah perwujudan dari kepolosan masa muda. Sebagai putri sulung dari Klan Penyihir Angin yang agung, hidup remajanya dipenuhi dengan tulusnya cinta kepada tunangannya, Gavin Elrod. Namun, di hari pernikahan mereka yang seharusnya menjadi momen paling bahagia, cinta itu berubah menjadi mimpi buruk. Gavin mengkhianatinya, membantai seluruh klannya, dan menusuk dada Aura demi merebut Inti Sihir Angin untuk ambisi takhtanya. Di ambang kematian, dalam kobaran api kuil yang hancur, Aura mengutuk Gavin dengan air mata darah.
Bukannya lenyap, jiwa Aura justru terlempar kembali ke masa lalu—dua tahun sebelum tragedi pembantaian itu terjadi. Terbangun di tubuh remajanya yang berusia tujuh belas tahun, Aura bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Keajaiban regresi waktu tidak hanya membawa ingatannya, tetapi juga membangkitkan atribut sihir terlarang yang telah punah ribuan tahun: Sihir Es Kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melintasi Batas Badai
Aura melangkah perlahan di atas tumpukan salju, berjalan beriringan di sisi Kaelen. Pria di sampingnya itu berjalan dengan keanggunan seorang predator yang tak tertandingi.
Pangeran Tanpa Mahkota itu memancarkan aura dominasi yang begitu pekat hingga membuat kabut kelabu di sekitar mereka seolah enggan untuk mendekat.
Namun, tatapan mata merah delima sang Monster Utara itu kini meredup tajam, mengamati setiap jengkal keanehan wilayah perbatasannya yang mendadak mati.
Setiap mil mereka mendekati perbatasan Utara, ingatan dari kehidupan pertama Aura seolah merayap kembali seperti mimpi buruk yang enggan pergi.
Di tempat inilah, di bawah langit Utara yang kelabu, ia pernah menyaksikan bendera Mawar Angin Perak milik klannya robek dan terbakar, dan di tempat ini pula ia pernah dikhianati oleh Gavin Elrod hingga berakhir mati kaku di dalam Gua Salju Abadi.
"Kendalikan dirimu, Aura. Jangan biarkan rasa cemas menguasaimu!"
Suara berat dan bariton milik Kaelen membuyarkan konsentrasi gadis itu. Tanpa menunggu persetujuan, Kaelen menggeser posisinya hingga menempel pada Aura.
Sebelum Aura sempat membalas, Kaelen telah menarik tubuh ramping gadis itu ke dalam dekapannya yang hangat dan posesif.
Lengan kekar sang Pangeran Utara mengunci pinggang Aura dengan kekuatan yang tidak menyakitkan namun mutlak, seolah sedang menegaskan kepada dunia bahwa wanita di dalam pelukannya ini adalah miliknya yang paling berharga.
"Aku hanya sedang merasakan aliran mana alam di sekitar kita. Sejak kita melewati perbatasan Provinsi Tengah, konsentrasi elemen es meningkat drastis, tapi ... ada distorsi yang aneh. Seolah-olah ada sesuatu yang sedang mengisap energi es murni dari tanah ini dan menggantinya dengan kekosongan yang dingin."
"Indra spiritualmu tidak salah. Boris baru saja mengirimkan laporan melalui transmisi sihir burung gagak beberapa menit lalu. Struktur tanah di sekitar Ngarai Angin Dingin telah berubah menjadi hitam legam. Tanaman merambat yang biasanya bertahan di musim dingin kini membusuk dalam hitungan jam."
Itu adalah tanda bahwa Domain Abyss tingkat menengah sedang dibentuk paksa. Kaelen melanjutkan dalam hati. Tersirat keraguan mengingat sebelumnya mereka telah menghancurkan sihir Abyss, mungkinkah ...?
Mata merah delima Kaelen berkilat dengan haus darah yang dingin saat ia melanjutkan, "Jija ini adalah ulah Gavin Elrod, maka ia benar-benar tau cara memilih tempat pemakaman. Dia mengira dengan menggunakan sihir terlarang dimensi bawah di tanah Utara yang ekstrem, dia bisa menekan kekuatanku dan kekuatan klanmu."
Aura mengangkat wajahnya sedikit, menatap lurus ke dalam sepasang mata merah delima suaminya yang berjarak hanya beberapa sentimeter dari wajahnya. Jarak yang begitu dekat ini membuat Aura bisa merasakan kehangatan napas Kaelen yang berembus di bibirnya.
"Dia meremehkan kita, Kaelen. Gavin mengira sihir es murni Klan Zephyra dan sihir darah transenden milikmu hanyalah sihir elemen biasa yang bisa dikorosi oleh Abyss. Dia tidak tahu bahwa di kehidupan ... di dalam sejarah kuno, energi murni dari aliansi darah dan es adalah musuh alami dari mahluk dimensi bawah."
"Aura ...," Kaelen berbisik, suaranya melembut, dipenuhi oleh emosi yang dalam. Jemari tangannya yang besar bergerak perlahan, mengusap pipi halus Aura dengan kelembutan yang sangat kontras dengan reputasinya sebagai jagal berdarah dingin di medan perang.
"Ketika kita sampai di benteng utama Utara nanti, aku ingin kau tetap berada di dalam menara pengawas pusat bersama Duke Raymond. Biarkan aku dan Ksatria Hitam yang maju untuk membersihkan sisa-sisa pengikut Elrod itu. Aku tidak ingin melihatmu terluka, bahkan untuk segores luka kecil sekalipun."
Aura tertegun sejenak mendengar nada protektif yang begitu pekat dari Kaelen.
"Tidak, Kaelen." Aura menjawab dengan nada yang jernih namun tegas, tangan kecilnya naik untuk menyentuh dada zirah hitam Kaelen, merasakan kehangatan yang menjalar dari sana.
"Kita adalah aliansi. Aku adalah istrimu, dan aku adalah calon Matriark Klan Zephyra. Aku tidak akan bersembunyi di balik punggungmu sementara suamiku bertaruh nyawa di medan perang. Gavin Elrod adalah utang masa laluku yang harus kulunasi dengan tanganku sendiri. Aku akan berdiri di sampingmu, di bawah badai salju itu, dan menunjukkan kepadanya apa arti penyesalan yang sesungguhnya."
"Baiklah, aku tidak akan meragukanmu." Kaelen berbisik di dekat telinga Aura, nadanya penuh dengan kepatuhan yang sarat akan dominasi cinta.
Sementara itu, di barisan konvoi bagian depan, badai salju kian mengganas saat mereka memasuki celah perbatasan yang dikenal sebagai Gerbang Serigala Membeku. Boris berkuda di barisan depan, zirahnya telah dilapisi oleh lapisan es tipis akibat suhu ekstrem yang turun hingga minus dua puluh derajat.
"Tahan formasi! Jaga jarak antar kereta logistik!" Boris berteriak, suaranya yang diperkuat dengan mana angin membelah lolongan badai. "Penyihir sensor, terus aktifkan lingkaran sihir pelacak! Kita sudah berada di area rawan serangan!"
Tepat setelah instruksi Boris selesai, dari arah tebing batu hitam di sisi kiri konvoi, terdengar suara lolongan yang mengerikan. Lolongan itu tidak terdengar seperti serigala gunung biasa, melainkan suara melengking tinggi yang sarat akan rasa sakit dan kegilaan yang mematikan.
AWOOOOO!
Dari balik kabut abu-abu pekat yang tiba-tiba merayap turun dari puncak tebing, melompat puluhan mahluk mengerikan berukuran sebesar lembu.
Mahluk-mahluk itu menyerupai serigala, namun kulit mereka tidak memiliki bulu, melainkan dilapisi oleh daging hitam yang membusuk dan mengeluarkan uap asam korosif yang pekat. Mata mereka menyala dengan warna ungu tua yang redup—Serigala Bayangan Abyss Tingkat Empat.
"Serangan musuh! Makhluk Abyss! Ksatria Hitam, bentuk formasi dinding besi!" Boris menghunus pedang besarnya, langsung mengaktifkan aura militer tingkat lima miliknya yang berwarna merah tua.
Dalam hitungan detik, barisan ksatria di barisan depan langsung menurunkan perisai baja berat mereka ke atas tanah, membentuk barisan pertahanan kokoh yang dilapisi oleh mantra penguat bumi dari para penyihir militer.
BANG! BANG! BANG!
Serigala-serigala Abyss itu menghantam perisai baja dengan kekuatan masif, kuku-kuku hitam mereka meninggalkan bekas goresan dalam yang mengeluarkan uap asam berasap.
Beberapa ksatria terdorong mundur karena dampak hantaman, namun formasi pertahanan tidak pecah sedikit pun.
Aura Zephyra berdiri tegak, jubah hitam berbulu putih miliknya berkibar kencang ditiup angin badai. Sepasang mata biru esnya berkilat tajam menatap puluhan makhluk Abyss di depannya.
Kontrol mananya yang telah mencapai Tingkat Kelima Puncak meledak keluar dari dalam tubuhnya, langsung membekukan serpihan salju di sekitarnya menjadi ribuan jarum es kristal yang tajam sekeras baja magis.
"Sihir Es Kuno: Hujan Belati Mawar Perak!"
Aura mengibaskan tangan kanannya ke depan. Ribuan jarum es kristal itu melesat dengan kecepatan supersonik, memotong kegelapan malam dan menembus tepat ke arah titik-titik vital di kepala dan jantung puluhan Serigala Abyss dengan presisi yang menakutkan.
JLEB! JLEB! JLEB!
"GRAAAWR!" Jeritan kesakitan dari makhluk-makhluk kegelapan itu pecah saat tubuh mereka yang terkena sihir es Aura mendadak membeku dari dalam, menghentikan sirkulasi energi korosif mereka secara instan sebelum akhirnya pecah menjadi serpihan es hitam yang tak bernyawa.
Kaelen tidak tinggal diam. Ia bergerak seperti kilat merah yang membelah badai salju, melesat ke arah pemimpin Serigala Abyss yang berukuran paling besar di ujung tebing. Pedang perang peraknya memancarkan gelombang api darah merah pekat setinggi sepuluh meter yang langsung membakar habis kabut abu-abu di sekitarnya.
SRET—!
Hanya dengan satu tebasan vertikal yang bersih dari Kaelen, pemimpin makhluk Abyss itu terbelah menjadi dua bagian sebelum sempat mengeluarkan suara lolongan, tubuhnya hangus terbakar oleh api darah transenden yang tidak bisa dipadamkan oleh hawa dingin perbatasan.
Dalam waktu kurang dari lima menit, seluruh serangan kejutan dari mahluk-mahluk korosif tersebut berhasil diredam sepenuhnya tanpa ada satu pun korban jiwa dari pihak Ksatria Hitam. Efisiensi tempur dari aliansi darah dan es sekali lagi terbukti mutlak dan tak tertandingi.
Aura berjalan mendekati sisa-sisa es hitam dari serigala yang dihancurkannya, berjongkok sedikit untuk mengamati sisa-sisa energi yang tertinggal. Wajah cantiknya tampak sangat serius di bawah temaram cahaya salju.
"Ini bukan makhluk liar yang tersesat, Kaelen. Makhluk-makhluk ini memiliki tanda segel kendali jiwa di dahi mereka yang telah hancur. Seseorang sengaja mengirim mereka ke gerbang perbatasan ini untuk menguji kekuatan tempur kita dan memperlambat pergerakan konvoi kita."
Kaelen berjalan mendekat dari belakang, menyarungkan pedangnya sebelum menyelimuti tubuh Aura kembali dengan jubah tebalnya, memastikan hawa korosif dari sisa makhluk Abyss tidak mengenai istrinya.
"Gavin Elrod sedang memantau kita dari dalam kegelapan ngarai. Dia ingin kita tahu bahwa dia sedang menunggu kita."
Aura berdiri kembali, menatap ke arah utara yang jauh, ke arah kegelapan pekat yang menyelimuti Ngarai Angin Dingin yang mulai terlihat di cakrawala.