Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Tanpa Sekar.
Di kota lain, tepatnya di kampung kelahiran Sekar Anjani.Rumah sederhana yang Sekar tinggali dari kecil bersama keluarga tercintanya. Semenjak kepergian putrinya yang mengikuti suaminya, Ibu merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga di hidupnya. Terlebih bukan sebentar putrinya pergi .
Jika biasanya ada yang membantunya kini tidak ada lagi, meskipun ibu masih mempunyai seorang putra namun tetap saja rasanya ada yang berbeda, mungkin karena Sekar adalah anak perempuan jadi dia yang lebih tau pekerjaan sang ibu.
Meskipun sebelumnya dia sudah menyiapkan hatinya dan tau jika seorang anak perempuan kelak pasti akan meninggalkan rumah mengikuti kemanapun suaminya pergi setelah mereka menikah.Meski begitu tetap saja seorang putri yang sudah di kandungnya selama sembilan bulan dan merawatnya hingga sebesar sekarang tetap saja ada rasa kehilangan yang terselip di hati ibu.
Apalagi semenjak kepergian suaminya, sekarang kedua anaknya menjadi tanggung jawabnya, untuk itu ibu ingin kedua anaknya mempunyai kehidupan yang lebih baik darinya. Setidaknya ibu berharap mereka selalu di kelilingi orang-orang yang menyayangi dan menerima semua kekurangan dan kelebihan kedua anaknya.
Apalagi anak perempuan seperti Sekar yang sudah banyak berjuang untuk membantu keluarganya dan menukarnya dengan masa mudanya yang semestinya diraihnya dengan suka cita bersama teman sebayanya.
Entahlah, terkadang Ibu merasa ada sedikit rasa bersalah jika mengingat hal itu. Seolah-olah dia merenggut kebahagiaan putri satu-satunya.
Namun lagi dan lagi ibu tidak pernah mendengar keluhan apapun dari mulut putrinya itu. Mungkin Sekar menutupinya dengan apik, dengan wajah cerianya yang selalu terpancar setiap hari di setiap keadaan.
"Ibu,,Kak Sekar kan sudah bilang kalau ibu tidak usah cuci gosok lagi. Karena sekarang suaminya yang akan menanggung semua biaya hidup kita." Suara Aris membuyarkan lamunan ibu. Ibu sedang menggosok pakaian tetangga langganannya.
Sebelum pergi Abizhar sempat mengatakan jika dia akan memberikan biaya hidup setiap bulannya, dengan alasan karena dia adalah menantu ibu dan sekarang Sekar juga sudah tidak lagi bekerja sebab ikut dengannya.
Kala itu Ibu sempat menolaknya dengan dalih tidak ingin merepotkan menantu karena sudah mempunyai kehidupan sendiri, kata ibu saat itu asal putrinya kehidupannya tercukupi dan selalu bahagia saja ini sudah bersyukur, tidak ingin terlalu mengharapkan karena mempunyai menantu kaya. Namun karena bujukan dan rayuan putrinya ibu akhirnya menyetujuinya juga. Dengan harapan jika menantunya memang tulus memberikannya bukan karena Sekar yang sudah menjadi istrinya.
Aris baru pulang kuliah, dia hari ini sedang libur kerja paruh waktunya karena ana ujian semester. Dan seperti biasa sang bos muda selalu mengijinkan nya karena itu memang sudah kesepakatan mereka.
Ibu tersenyum mendengar perkataan putranya itu.
"Tidak apa-apa Ris, ibu hanya bingung kalau ibu tidak bekerja rasanya badan ibu tambah pegal-pegal semua." Jawab ibu sambil menggosok pakaian. Mungkin karena memang sudah jadi kebiasaan jadi ibu tetap ingin bekerja. Masih diposisi menggosok seragam sekolah SD, kalau untuk pakaian berwarna putih dan rawan Ibu lebih memilih mencucinya dengan tangan dengan alasan agar lebih bersih.Namun untuk pakaian biasa yang berbahan kuat dia akan menggunakan mesin cuci hasil mengambil kredit bulanan di kampungnya.
"Tapi kalau nanti Kak Sekar tau bagaimana Bu, pasti dia akan marah sama Aris. Ibu kan tau kalau berhubungan dengan ibu, Aris tidak berani dengan Kak Sekar." Aris memegang tangan ibu yang dipenuhi busa sabun, menghentikan laju tangan ibu yang sedang menggosok di bagian kerah. Memohon agar ibunya mau menurutinya.
" Kalau kamu tidak kasih tau sama Kakak kamu ya dia nggak bakalan tau Ris. Biar jadi rahasia kita berdua saja, lagian ibu cuma tidak ingin hidup kita hanya mengandalkan dari uang suami kakakmu saja. Kalau pekerjaan kita cuma menghabiskan uang dari suami kakakmu hidup ibu malah tidak tenang karena merasa merepotkan mereka." Ucap Ibu panjang kali lebar sambil menyingkirkan tangan Aris dan melanjutkan gosokan nya. Sebenarnya ibu merasa nyeri dan takut tatkala mengingat pernikahan dadakan putrinya tersebut.
Ada rasa cemas saat mengingat siapa suami putrinya itu. Laki-laki tampan dan kaya, sepertinya sangat mustahil jika laki-laki sempurna itu menyukai putrinya yang parasnya tidak terlalu cantik, hanya wajahnya yang terlihat manis ketika tersenyum karena mempunyai lesung pipi di sebelah kanan.Apalagi melihat kehidupan keluarganya rasanya tidak mungkin putrinya bisa mengenal laki-laki kaya seperti menantunya.
Apalagi di tambah, jika mengingat omongan tetangganya yang sempat menggosipkan pernikahan Sekar kalau ada sesuatu di balik pernikahan Sekar yang terbilang mendadak dan aneh, Sebab tidak ada pihak keluarga dari laki-laki yang datang, hanya laki-laki yang seumuran yang datang mendampinginya yang dia tau sebagai Sekretaris menantunya.
Gosip tentang istri simpanan laki-laki kaya atau istri kontrak yang sedang trend dikampung nya yang bertujuan hanya ingin mendapatkan keturunan saja. Dan itu membuat hati dan pikiran ibu tidak bisa tenang.Untuk itulah dia lebih memilih menyibukkan diri dengan bekerja karena tidak ingin berpikiran negatif terhadap pernikahan putrinya dan sebaliknya dia hanya ingin terus berpikiran positif karena dia yakin anak baik akan mendapatkan jodoh yang terbaik pula.
putriku pasti baik-baik saja.
Hanya Kata-kata itu yang terus menjadi kekuatan ibu sampai sekarang.Dia selalu menampik omongan tidak baik dari tetangga yang membicarakan putrinya.
"Ibu kok malah ngelamun ?" Aris langsung menyahut karena melihat ibunya tengah diam. " Okeh! Aris ijinkan, tapi ibu janji sama Aris yah kalau satu hari ibu hanya boleh mencuci milik satu keluarga saja atau kalau tidak lebih baik ibu berhenti saja,bagaimana?" tawar Aris kemudian.
Ibu tengah berpikir, menimbang tawaran putranya. Yang sejurus kemudian dia menjawab dengan anggukan dan tersenyum hangat. Dia sangat bersyukur mempunyai dua anak yang sangat pengertian dan menyayanginya.
" Kalau begitu nanti Aris bantu menjemur dan ibu tidak boleh menolak tapi sebelum itu Aris mandi dulu ya Bu." Lanjut Aris lagi.
Kemudian Aris beranjak dari posisi jongkoknya, lalu dia masuk ingin menaruh tas ranselnya di kamar. Di balik pintu kamarnya Aris berdiri diam, melihat ibunya yang yang tengah menggosok pakaian lagi.
Karena letak kamar Aris berada di belakang dekat dapur juga kamar mandi jadi dia bisa melihat ibunya yang tengah berada di tepat mencuci pakaian.
Aris tau ibu juga sedang khawatir dengan Kak Sekar kan?
Di balik diamnya mereka ternyata ada rasa khawatir yang terselip, memikirkan nasib putri dan saudara perempuannya yang hidup jauh dari mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...