Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Jahat Untuk Ayu
Hari ini akan ada beberapa orang yang akan membersihkan rumah secara menyeluruh tolong awasi mereka nanti.." Ucap Alvin padaku saat dia berjalan akan berangkat ke kantor..
"Baiklah.."
Dan dia pun pergi tanpa melihatku apalagi mencium ku..
Entah kenapa dia berubah lagi menjadi dingin ..
Pukul 10.00 orang orang yang akan membersihkan rumah pun datang dan karena mungkin mereka sudah terbiasa dengan pekerjaan disana, jadi mereka langsung ke tempat mereka masing masing..
Ketika mereka membersihkan rumah aku hanya mengawasi dan sedikit memberi arahan jika memang diperlukan..
" 10 orang yang datang.. " Pesan dari Alvin..
"Baik.. Mereka juga sudah mulai bekerja.. " Balas ku..
Dan pesan pun tidak dia balas lagi..
Aku duduk di kursi teras rumah sambil menikmati kopi panas yang aku buat tadi sembari melihat para pekerja sedang membersihkan..
BRUGGG....
SAKIT...
semua gelap...
Dftr.. Ttt. T.. T. T....
Handfone ku bergetar namun aku tidak bisa mengangkatnya karena aku sedang menjelaskan proyek dengan client penting..
Drrtr. t....
Kembali handfone ku bergetar...
"Bram.. Tolong angkat telfon ku.. " Kode ku dengan bahasa bibir dengan Bram yang berada tepat di sampingku, sedangkan aku melanjutkan menjelaskan karena ini adalah proyek yang cukup besar...
Bram pun mengambil handfone ku dari meja samping layar proyektor...
Namun beberapa saat kemudian, Bram menarikku menjauh dari layar hingga membuat semua client melihat ke arah kami..
"Maaf.. Maaf.. " Kataku sembari pergi karena tarikan tangan Bram..
"Ada apa? Kamu tahu ini proyek penting..! " Tegas ku..
"Ayu... "
"Kenapa dengan ayu..? "
"Ayu terluka sekarang sedang di bawa ke rumah sakit... "
"Apa?? Bagaimana bisa, tadi pagi dia masih baik baik saja..."
"Entah.. Pegawai yang membersihkan rumahmu yang membawa dia ke rumah sakit, dia sedang dalam perjalanan.. "
"Gantikan aku di dalam, aku akan menyusul ke rumah sakit.. "
"Aku.. Aku tidak berani.. Bagaimana kalau gagal?? "
"Ayu lebih penting.. Berusahalah semampumu.. " Kataku sambil langsung berlari meninggalkan Bram dan juga semua pekerjaanku..
YA Tuhan apa yang terjadi pada ayu.. Bagaimana keadaanya ayu...
Aku berlari ke tempat parkir dan segera mengendarai mobilku menuju ke rumah sakit..
"Hallo... " Aku menelfon arka.. Kepala dari CV yang membersihkan rumahku rutin..
"Iya tuan.. "
"Bagaimana wanita itu bisa terluka?? " Tanyaku sambil terus menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi...
"Kami tidak tahu tuan, kami menemukan nona sudah berada di lantai dengan luka berlumuran darah di kepalanya... "
"Bagaimana orang sebanyak itu tidak ada yang tahu! " Bentakku..
"Maaf tuan.. Kami benar benar tidak tahu,kami semua sedang bekerja.... "
Tit.. Aku mematikan telfon ku..
aku benar benar khawatir padanya, dan aku tahu ada yang tidak beres..
Hampir 10 menit aku tiba di rumah sakit dan ternyata mobil yang membawa ayu juga baru sampai..
Aku melihat ayu sedang di naikkan ke krap rumah sakit menuju ruang IGD..
"Ya Tuhan kenapa bisa sampai seperti itu.. "
Aku melihat dari jauh, kepala ayu berlumuran darah.
Aku menghentikan mobilku sembarangan dan segera berlari menyusul ayu ke ruang IGD..
"Maaf tuan anda harus menunggu di luar. " Kata salah satu perawat saat aku akan memaksa masuk ke dalam ruangan itu..
Aku berhenti, tubuhku gemetar, aku takut terjadi apa apa dengan ayu...
Drttt.. Drtt.. Drtt..
"Hallo"
"Bagaimana dengan ayu?? " Tanya Bram panik..
"Entah, dia sedang di ruang IGD.. Lukanya cukup parah..segera periksa CCTV rumahku.. Cari apapun yang mencurigakan.. "
"Baik.. "
Aku terus menunggu ayu di depan IGD.. entah kenapa begitu lama hingga membuatku ingin sekali bedobrak pintu ruangan itu..
"Ya Tuhan semoga ayu baik baik saja.. " Doaku dalam hati..
Pintu ruang IGD pun terbuka dan dokter segera menghampiriku..
"Bagaimana keadaan wanita di dalam dok?? "
"Terjadi benturan benda tumpul yang cukup keras di kepala korban, sepertinya dia di pukul dari belakang, karena luka terparah di kepala bagian belakang... "
"Lalu apa ada yang harus di khawatirkan?? "
"Untung itu hanya luka luar, tidak ada kerusakan signifikan di dalam otak.. Silahkan masuk.. "
"Terima kasih dok.. "
Akupun segera masuk ke ruang rawat karena ayu sudah di pindahkan di ruang inap..
Di dalam aku melihat kepala ayu sudaah terpasang perban yang membalut hampir di seluruh bagian kepalanya.. Dan dia juga di pasang alat bantu pernafasan.. Infuspun terpasang di pergelangan tanganya...
Aku perlahan mendekati gadis itu, gadis yang telah aku sewa hidupnya selama 1 tahun, namun sekarang malah terbaring tanpa daya karena di lukai oleh seseorang yang aku sendiri belum tahu..
Aku duduk di samping ranjang dan aku belai wajahnya yang memucat, bibir yang biasanya merah meronapun ikut memudar warnanya..
CUP.. aku mengecup punggung tangannya..
"Maaf.. Maafkan aku.. Aku yakin ini semua gara gara aku.. " Kataku sambil menggenggam tangan mungil dan lembut ayu..
Aku memeriksa CCTV rumah Alvin secara menyeluruh namun tidak ada tanda tanda kejaggalan, aku mencari mencari bahkan menghitung semua pegawai yang membersihkan rumah Alvin, namun tiba tiba mataku tertuju pada salah satu pegawai yang menggunakan masker dan penutup kepala.
Selama di rumah Alvin, dia hanya terlihat pura pura bekerja sambil melihat ke arah manapun..
Entah namun itu membuatku curiga..
"Hallo.. "
"Ya.. Ada yang kau temukan?? " Alvin menelfon ku..
"Ada salah 1 orang yang aku curigai.. orang yang kau suruh membersihkan rumah ada berapa?? "
"10."
"Wait... "
Aku menghitung kembali seluruh orang yang berada di dalam pekarangan dan rumah Alvin
"Ada 11 orang.. "
"No.. 10 karena tadi aku sudah memastikan kembali dengan kepala CV itu.. "
"Sepertinya ada yang sengaja melukai ayu.. Namun tidak ada rekaman CCTV, karena saat kejadian, tempat ayu di serang tidak kelihatan dari CCTV.. sepertinya pelaku sudah mengenal seluk beluk CCTV milikmu.. "
"Brengsek!!! Siapa yang berani melukai ayu di rumahku..! "
"Tenang kita harus mencarinya secara hati hati., aku yakin pelakunya adalah orang terdekatmu atau pesaing bisnismu, karena kamu selalu memenangkan proyek besar.. "
"Kita harus segera menemukan pelakunya, aku takut dia bisa berbuat lebih jauh.. Suruh 4 penjaga datang ke rumah sakit, ruangan ayu harus di jaga sangat ketat.. "
"Baiklah, apakah boleh ayu di dampingi seseorang, aku yakin dia bisa menjaga ayu ketika kamu tidak ada.. "
"Siapa?? "
"Temannya.. Ellen.. "
"Kamu yakin?? "
"Sangat yakin, karena aku tahu dia sahabatnya.. "
"Baiklah, segera suruh dia kemari dan juga para penjaga, setelah itu kita selidiki bersama kasus ini.. "
"Baiklah.. "
Tit.. Aku mematikan telfon ku..
Aku lalu mencari kontak bertuliskan Ellen cantik..
Drtt.. Drtt.. Drtt.. Namun telfon ku tidak di angkat olehnya..
Aku kembali menelfon ya
"Hallo." Suara lirih Ellen terdengatr..
"Kamu sedang di mana?? "
"Ada apa ganteng, aku sedang makan di kantin.. "
"Tolong kamu datang ke rumah sakit **** "
"Kenapa aku harus kesana?? "
"Ayu.. Ayu di serang seseorang dan dia sekarang di rumah sakit... "
"Apa!! " Teriak Ellen mengejutkan ku..
"Tolong dampingi dia.. Dia membutuhkanmu sekarang... "
"Baik.. Aku akan segera kesana... "
Aku berlari ke luar kantor tanpa berpamitan kepada atasan. Mau di pecat di maki maki tak akan aku pedulikan, yang terpenting sekarang adalah ayu.. Sahabatku..
Airmataku terus saja mengalir memikirkan keadaan ayu, kenapa dia menjadi korban penyerangan, ketika dia di sini tidak punya sanak saudara, kerabat, teman bahkan orang yang dia kenal cuma aku Setelah aku sampai di parkiran aku segera mengendarai mobilku ke rumah sakit..
Sesampainya di rumah sakit aku langsung ke ruangan ayu di rawat, namun aku melihat ada beberapa orang berbadan tegap yang menunggu di depan ruangan..
"Aku temannya.." Kataku pada 4 penjaga itu..
Salah satu dari mereka lalu mengeluarkan handfone dan mencocokkan wajahku dengan foto yang ada di handfone tersebut, mungkin itu adalah perintah Bram..
"Masuklah" Ucap mereka setelah mencocokkan wajah..
Aku berjalan masuk, dan ku dapati laki laki calon suami ayu sedang duduk sambil menggenggam tangan ayu..
"Masuk gak ya? Kalau masuk dia akan melihatku, kalau tidak aku ingin melihat ayu.. Tapi entahlah yang penting daddy gak lihat aku di sini..."
Aku kembali berjalan ketika keyakinanku sudah bulat..
Ehem.. Ehemm.. Aku pura pura terbatuk agar dia memperhatikanku..
Wajah tampan, tegas, putih bersih menengok ke arahku..
"Buset.. Tampan sekali laki laki itu, sama seperti papanya.." Gerutuku dalam hati..
"Siapa kamu?? "
"Aku teman ayu yang kemarin pergi bersamanya.."
Dia melihatku dari ujung kaki sampai ujung kepala..
"Benar?? " Tanya dia singkat dan suaranya persis seperti suara daddy, berat cool tegas..
"Iya.."
"Kemarilah.." Kata dia sambil mempersilahkan duduk di sebelah ayu..
Akupun berjalan lalu duduk di sebelah ayu yang terbaring tanpa kesadaran di ranjang rumah sakit..
"Bagaimana ini bisa terjadi?? "
Tanyaku padanya tanpa melihat ke arahnya karena tatapanku hanya tertuju pada ayuayu dengan ku belai wajahnya yang memucat..
Aku takut jika terjadi sesuatu bagaiamana cara menjelaskan pada keluarganya..
"Sedang di selidiki, sepertinya ada yang sengaja melukainya.."
"Ayu disini tidak punya musuh, dia tidak punya saudara, dia tidak punya siapa siapa, hanya aku yang dia punya.. Aku yakin ini semua karena mu.. "
"Aku juga berfikir seperti itu, namun aku juga tidak mempunyai musuh atau apapun.. "
"Mungkin itu yang kamu fikirkan, namun apa kamu tahu, kadang musuh paling berbahaya itu adalah orang terdekat.."
"Kamu mencurigai keluargaku..? "
"..... "
Aku hanya terdiam karena aku takut salah bicara, aku hanya membenamkan wajahku di pinggir ranjang sambil menangis memikirkan keadaan ayu yang seperti itu...
Dalam terbenamnya wajahku dalam pinggir ranjang, dan dalam tangisanku meratapi nasib sahabatku itu terdengar suara langkah kaki masuk ke ruangan..
"Bagaimana keadaan calon istrimu..? "
Ya suara itu sangat familiar bagiku, suara itu sangat tak asing bagiku, suara itu suara daddy ku.. Thomas Sebastian..
"Mampus aku, kenapa dia harus kesini sekarang... " Takutku dalam hati sambil terus membenamkan wajahku tanpa berani melihat, bahkan melirik pun aku tak berani..
Aku ketakutan, karena dia selalu bilang, jika aku sampai masuk ke dunia Sebastian, bahkan hanya menampakkan batang hidungku di keluarga dia, dia akan langsung membuangku..
Dan aku belum siap, karena aku masih butuh uangnya dan yang jelas aku mulai mencintainya..