Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Ekspresi Draka lansung berubah menakutkan, bagaimana pun juga sikap posesif ayahnya menurun kepdanya.
Selama ini ayahnya begitu mencintai ibunya, bahkan selalu mentolerir sikap ibunya yang menyebalkan.
Selain bersikap hangat dan menuruti segala tingkah random ibunya, ayahnya juga tidak pernah selingkuh ataupun pergi ke klub.
Cuman satu kekurangan ayahnya, sangat posesif dan juga pencemburu.
Akhirnya sekarang ini Draka menyadari, jika posesif dan cemburu yang dilakukan oleh ayahnya hal lumrah.
"Draka aku juga nggak tahu siapa yang mengirimku pesan ini," sahut Gymora dengan nada takut, saat menjawab pertanyaan Draka.
Akhirnya Draka teringat sesuatu, ia menduga bisa saja yang mengirim pesan dan menolong Gymora saat ini adalah Roland.
Dan yang mengirim pesan itu juga Roland, karena dirinya dan ayah Gymora sudah sepakat untuk menyembunyikan fakta ini pada Gymora.
Akhirnya ekspresi Draka berubah melembut. Ia mengelus pucuk kepala Gymora penuh kasih, "Kamu takut ya? Maaf, aku terlalu pencemburu dan posesif."
Gymora hanya bisa menjawab dengan anggukan. "Nggak papa, aku paham kok!"
"Bagus," sahut Draka.
Tiba-tiba Gymora mendapatkan pesan lagi, Draka yang sebelumnya sangat ingin tahu dengan segala yang ada diponsel Gymora.
Sekarang ia mati-matian menahan keinginannya, takut sikap posesifnya itu malah membuat Gymora seperti terikat tali.
Dan saat tali itu terlepas, gadis itu sudah tidak mau kembali padanya. Bagaimana pun juga menjalani hubungan yang didasari dengan paksaan, itu bukanlah hal yang bagus.
"Draka, aku baru saja mendapatkan pesan dari rektor. Beliau meminta ku untuk datang ke kampus hari ini, untuk meminta maaf sekaligus ingin membantu meluruskan permasalahan Teknologi 'Inti' kemarin," kata Gymora.
Draka terdiam tidak langsung menanggapi ucapan Gymora, ia tahu universitas Utara itu sebenarnya milik Wiliam sekarang.
Dan mengingat kemarin Wiliam begitu gigih tidak mau melepaskan Gymora, tanpa sadar kedua tangannya terkepal.
Tapi ingatannya tentang Gymora yang begitu terlihat ketakutan saat melihat dia bersikap posesif.
Akhirnya Draka memilih bersabar sekarang dan membiarkan Gymora mengambil keputusan.
Ia menenangkan hati dan pikirannya, lalu dengan lembut bertanya. "Apakah kamu mau masuk kuliah hari ini?"
Gymora dengan antusias langsung mengangguk, bagaimana pun juga apartemen itu bukanlah rumahnya. Ia merasa sangat sungkan menghabiskan waktu disana.
Draka mengangguk. Sambil mengemudi, ia mendapatkan telepon masuk. "Dylan sepertinya rapat siang ini tunda dulu. Aku mau menemani Gymora pergi ke kampus ... "
Ucapan Draka terhenti, saat Gymora mengelus salah satu tangganya yang tidak memegang stir mobil.
Sesuatu seperti aliran listrik menjalar ke tubuhnya.
"Kenapa?" tanya Draka dengan ekspresi rumit.
Jantung berdetak tak karuan, sekarang dirinya malah merasa tidak berdaya.
Dari pada terjadi kecelakaan, Draka memilih memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.
"Jangan dibatalin. Bukankah katamu itu rapat untuk membahas chip milikku?" tanya Gymora.
Draka tak mampu berkata-kata, bahkan wajahnya tersipu.
Jadi ia hanya menjawab dengan anggukan kepala seraya terus menatap ke arah wajah Gymora tanpa berkedip.
"Kalau begitu sekarang kamu antar aku pulang saja! Nggak mungkin kamu pergi rapat dengan pakaian seperti ini, aku yakin investor bisa saja membatalkan kerja samanya dengan kita."
Draka masih diam, hanya menjawab anggukan kepala. Ia malah merasa berubah menjadi bisu, "kenapa malah semakin berdebar."
"Sekarang putar balik saja. Kita kembali ke rumah ku, aku akan mengambil uang yang aku tabung ke dalam celengan, nantinya uang itu buat beli setelah kerja."
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
cerita nya seruuu👍