Kehidupan ala Barat ++
Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?
Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.
Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Kekacauan
Ryu tiba tepat pukul 05.00 pagi di depan pintu apartemen Yumi. Aneh rasanya bagi Ryu untuk masuk begitu saja ke dalam apartemen Yumi setelah apa yang dia lakukan kemarin. Jadi Ryu memutuskan untuk menunggu sampai Yumi membuka pintu dan membiarkan dia masuk.
Ryu memencet bel dua kali. Setelah melihat sudah lewat 5 menit tapi tidak ada respon, Ryu memutuskan untuk menunggu lagi beberapa menit setelah memencet bel pintu beberapa kali. Ryu mencoba untuk menelpon Yumi, tapi ponselnya tidak aktif dan itu membuat Ryu menjadi khawatir.
Ryu akhirnya memutuskan untuk masuk sendiri dan saat dia bisa melangkah masuk ke dalam, semua yang dia lihat begitu berantakan.
Bau alkohol menusuk hidung dari mana-mana karena beberapa botol bir menggelinding di lantai. Dan ada banyak kertas yang berserakan. Beberapa kertas nampak sudah sobek dan yang lainnya sudah basah.
Ketika Ryu berjalan masuk kedalam dapur, semua yang dilihatnya lebih berantakan lagi. Begitu banyak piring kotor yang ada didalam wastafel dan beberapa gelas pecah di lantai. Kemudian Ryu mendengar suara air yang bergemercik dari dalam kamar mandi dan Ryu pikir bahwa Yumi ada disana. Tapi saat Ryu melihatnya, ternyata disana kosong dan tidak ada siapa-siapa. Tapi shower terus mengeluarkan air dan air di dalam bathtub sudah penuh dan meluber keluar.
'Apa yang sebenarnya sudah terjadi tadi malam?' pikir Ryu.
Ryu berjalan masuk ke dalam kamar untuk melihat apakah Yumi baik-baik saja. Tapi Ryu malah melihat Yumi yang terbaring di lantai.
"YUMIII...." Teriak Ryu saat menyadari bahwa ada noda merah di baju Yumi.
"Yumi tolong bertahan lah, aku mohon. Aku akan menelpon ambulan." Ryu tampak begitu panik.
Ryu mengangkat tubuh Yumi dari lantai seraya mencoba untuk membangunkan nya.
"Yumi... Bangunlah."
"Hmmmmm... Ada apa?" Yumi dengan perlahan membuka matanya.
"Yumi apa kau baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"
Saat Ryu mencoba melihat lebih dekat lagi, dia menyadari bahwa noda yang ada di baju Yumi bukanlah darah. Noda itu ternyata berasal dari anggur merah dan beberapa noda kecap yang mengotori seluruh pakaian Yumi yang berwarna putih.
Yumi melihat kearah Ryu dengan mata yang bingung dan kemudian berbicara dengan lembut.
"Aku rasa, aku akan muntah. Ugh...."
Yumi yang memegang erat pundak Ryu akhirnya muntah di seluruh baju Ryu.
"Aaaahhh! Yumi bertahan lah. Aku akan membawamu ke kamar mandi." Ucap Ryu.
Ryu sebenarnya ngin mundur agar tak kena muntahan Yumi. Tapi dia takut jika Yumi jatuh ke lantai dengan keras, jadi dia membawa Yumi dengan perlahan berjalan menuju kamar mandi untuk membantunya membersihkan dirinya. Setelah memuntahkan hampir semua isi perutnya, Yumi akhirnya pingsan lagi. Kemudian Ryu menggendong tubuh Yumi untuk membawanya ke tempat tidur lagi.
Ryu membuka pakaiannya dan langsung memasukkannya ke mesin cuci, sebelum dia mandi.
Untungnya Ryu pernah meninggalkan pakaiannya di apartemen Yumi, di hari dimana dia berkunjung saat itu. Jadi Ryu punya pakaian lain yang bisa dia kenakan sambil menunggu pakaian yang dikenakannya tadi mengering.
Ryu mulai membersihkan dapur Yumi dengan membuang semua sampah dan pecahan gelas-gelas kaca yang ada di lantai dan mencuci semua piring kotor. Membersihkan dapur jauh lebih mudah dibandingkan dengan membersihkan ruang tamu, yang di mana Ryu harus berhati-hati membersihkan semua pecahan kaca, kertas sobek, sebelum membersihkan noda yang berserakan di lantai dan sofa.
Saat mengutip kertas yang dipikir Ryu rusak, ternyata kertas itu hanya basah karena minuman.
'Kertas ini.... rasanya aku pernah melihat logo ini sebelumnya...'
Ryu terus memperhatikan logo di kertas itu.
"Tunggu dulu. Apakah semua kertas ini adalah dokumen rumah sakit?"
Ryu mulai memeriksa semua kertas itu dan dia mulai berasumsi bahwa kertas itu merupakan hasil dari pemeriksaan seorang pasien. Ryu mencoba untuk menemukan nama pasien yang ada di dalam dokumen itu. Tapi dia tidak dapat mengetahuinya. Dia terus membaca halaman itu dan melihat sebuah kata yang tidak familiar.
'Kardiomiopati dilatasi.'
Ryu mengambil ponselnya dan mencari arti dari kata itu ketika seseorang tiba-tiba berbicara di belakangnya.
"Kau tidak perlu membersihkan semua kekacauan yang sudah aku lakukan."
Ryu berbalik dan melihat Yumi berdiri di belakangnya. Yumi berjalan mendekat ke arahnya dan mengambil kertas yang ada di tangan Ryu lalu langsung membuangnya ke dalam tempat sampah.
"Aku minta maaf karena sudah berteriak tanpa menanyakan apa pun lebih dulu padamu kemarin." Ucap Ryu seraya berdiri.
"Tidak, itu tidak masalah. Kau tidak perlu minta maaf padaku. Aku adalah orang yang seharusnya meminta maaf padamu, aku minta..."
"Aku minta maaf. Aku minta maaf karena sudah menyebabkan masalah kemarin. Aku tidak bermaksud untuk bertingkah begitu cemburuan bahkan tanpa mendengarkan apapun penjelasan darimu." Ryu memotong ucapan Yumi sebelum dia bisa meminta maaf karena Ryu merasa bahwa dialah orang yang seharusnya meminta maaf atas apa yang terjadi kemarin.
Ryu lalu berlutut dan menunduk secara di depan Yumi.
"Tidak, tidak masalah. Aku juga minta maaf. Jika saja aku tidak menyimpan semua rahasia ini darimu dan bertingkah begitu mencurigakan, mungkin kau tidak akan salah paham." Yumi juga ikut berlutut di depan Ryu lalu memeluk Ryu begitu erat.
Setelah itu, entah bagaimana Ryu merasakan air mata Yumi jatuh di pundaknya.
"Maaf jika aku membuatmu merasa khawatir sepanjang malam."
Ryu memeluk Yumi lebih erat dan mengusap air matanya. Saat yumi menangis, dia terlihat seperti anak kecil. Dan entah kenapa, melihat Yumi yang menangis seperti anak kecil itu selalu berhasil membuat Ryu menjadi gemas.
Ryu lalu menyiapkan makanan untuk mereka saat Yumi mandi dan kemudian mereka berdua sarapan bersama.
"Tentang kertas yang kau buang tadi itu, tidakkah kau akan mendapat masalah karena menghilangkan dokumen yang begitu penting?"
Yumi berhenti makan saat Ryu menanyakan pertanyaan itu.
"Itu hanya salinannya saja dan kertas itu merupakan dokumen lama yang sudah tidak penting. Jadi aku tidak membutuhkannya lagi."
Tapi Ryu mengingat dengan jelas tanggal dari dokumen itu adalah tanggal di hari kemarin, 16 maret. Dan Ryu pun yakin bahwa isi dari dokumen itu sangat penting. Tapi Ryu takut jika dia bertanya lebih jauh lagi, hanya akan membuat atmosfer diantara keduanya menjadi canggung. Jadi Ryu memutuskan untuk tidak bertanya lagi.
Mereka berdua akhirnya berhasil menyelesaikan kesalahpahaman pertama yang terjadi dalam hubungan mereka dengan damai. Ryu pun meninggalkan apartemen Yumi dan bergegas pergi bekerja. Tapi ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya.
Kata yang dia lihat di dokumen itu. Ryu mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari informasi di internet.
'Kardiomiopati dilatasi'
Kardiomiopati dilatasi adalah suatu kondisi di mana jantung menjadi membesar dan tidak dapat memompa darah secara efektif. Gejalanya bervariasi dari tidak ada hingga merasa lelah, kaki bengkak, dan sesak napas. Ini juga dapat menyebabkan nyeri dada atau pingsan. Komplikasi dapat mencakup gagal jantung, penyakit katup jantung, atau detak jantung tidak teratur.
Saat Ryu membaca lebih jauh, dia merasa sedikit bingung mempelajari tentang hal itu.
'Apakah ini adalah alasan lain kenapa dia mengacaukan seluruh isi rumahnya? Apakah ini tentang pasien yang dia katakan ingin dia temui itu? Ataukah ini merupakan sesuatu yang lebih dekat dengannya, seperti seseorang dari keluarganya?'
Ryu merasa bersalah karena sudah bersikap buruk kepada Yumi.
'Akulah orang yang seharusnya mendukungnya dengan selalu ada bersama nya. Tapi aku malah membuat pikirannya bertambah stres dan aku juga lah alasan kenapa dia sampai membuatnya dirinya mabuk sampai dia pingsan dan merusak rumahnya sendiri.'
Setelah selesai bekerja, Ryu memutuskan untuk mengunjungi Yumi kembali untuk memeriksa apakah dia sudah baik-baik saja setelah Ryu meninggalkannya sendirian dan tidak minum alkohol lagi.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya....