tidak untuk -21
bocil minggir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dy anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
Di perjalanan hanya ada keheningan karena Niko sibuk dengan gawainya walaupun tidak sedang berada di kantor Niko tetap memeriksa email yang masuk ke phonselnya.
" Tuan kita mau pergi kemana lagi setelah ini?" tanya Ersya memecah keheningan di dalam mobil itu.
"Kita lihat saja nanti" jawab Niko yang masih fokus dengan layar hpnya.
" Ih nyebelin banget sih, di tanyain juga masih aja fokus sama hpnya lagian dia ngapain sih dari tadi main hp mulu" gumam Ersya dalam hati.
Niko yang tau Ersya tengah kesal lalu segera menyimpan gawainya di saku celananya.
" Kamu kenapa baby?" tanya Niko yang merasa gemes dengan Ersya yang memanyunkan bibirnya karena kesal.
" Aku tidak apa apa kok tuan" jawab Ersya dengan melihat ke arah luar.
" Kalau gak pa pa kenapa itu bibir di bikin maju begitu mau minta di cium" Ujar Niko sengaja menggoda Ersya.
" Enggak kok tuan biasa aja" jawab Eraya cuek tanpa menatap Niko.
" Kalau di ajak bicara itu lihat orangnya jangan begitu gak sopan tau" ujar Niko yang menarik bahu Ersya supaya menghadapnya.
" Tuan juga begitu tadi waktu aku ajak bicara gak lihat aku, dan malah masih fokus sama hpnya" balas Ersya dengan berani kerena Ersya menilai Niko sebenernya orang yang baik terbukti Niko gak pernah berbuat macam macam padanya makannya Ersya berani membalas perkataan Niko.
Sedangkan Albert yang fokus menyetir ingin ketawa karena berani beraninya Ersya membalas perkataan Niko seperti itu, selama ini gak ada orang yang berani berkata seperti itu sama tuannya.
"kamu kenapa senyum senyum gitu Al" tegur Niko dengan tatapan tajamnya.
Seketika nyali Albert langsung menciut. " tidak tuan" elaknya.
Karena gemes dengan Ersya lalu Niko menarik Ersya ke dalam pangkuannya.
" Tu....tuan jangan begini aku bisa duduk sendiri" ujar Ersya kaget karena Niko tiba tiba menariknya ke dalam pangkuannya.
" Diam lah" Niko langsung menyambar bibir milik Ersya yang tadi sempat membalas ucapannya.
"Emmmmm" gumam Ersya saat bibirnya di bungkam oleh bibir milik Niko, sedangkan Albert mengumpat perbuatan tuannya.
" Tuan anda se enaknya aja main cium Nona Ersya, jiwa jombloku meronta ronta tuan" gumam Albert dalam hati karena melihat Niko mencium Ersya dari kaca spion.
Merasa Ersya sudah mulai kehabisan nafas barulah Niko melepas tautan bibir mereka.
" Hah ....hah...hah" tuan mau membunuhku.
" Ya enggaklah baby makanya berbafas" ujar Niko enteng.
" Tuan gak malu apa disini kan ada asisten Al yang melihat kita" Ersa bener bener merasa malu banget sama Albert karena ulah Niko yang main cium sembarangan.
" Al apa kamu melihatnya?" tanya Niko.
" Ti....tidak tuan saya tidak melihat apa apa?" jawab Albert, ya sebagai asisten Niko Albert memang pura pura tak melihat dan mendengar apa yang sudah di lakukan Niko.
" Kamu denger sendiri kan Al tak melihatnya" ujar Niko santai sedangkan Ersya berusaha turun dari pangkuan Niko karena pinggang di peluk erat sama Niko sehingga Ersya susah untuk melepasnya.
" Tuan bener bener gila udah jelas asisten Al melihatnya dasar seenaknya sendiri" gumam Ersya dalam hati yang kesal sama kelakuan Niko.
" Diamlah jangan terus bergerak" ujar Niko, karena adik kecilnya sudah mulai berdiri karena ulah Ersya di atas pangkuannya.
" Kita sudah sampai tuan" kata Albert memberi tahu sepasang pengantin baru yang duduk di belakang.
Niko sampai tak menyadari kalau sudah sampai di filanya karena keasyikan menggoda Ersya.
" Silahkan tuan dan nona" ujar Albert yang membukakan puntu mobil.
" Terimakasih asisten Al" balas Ersya ramah"
" Iya sama sama nona" jawab Albert tak kalah ramah.
"Al kamu boleh pergi sekarang" titah Niko.
" Baik tuan" Albert pergi dengan meninggalkan mobil sport milik Niko di fila, sedangkan Albert pulang dengan mengendarai mobil Niko yang lain yang berada di fila.
Niko sengaja menyuruh Albert untuk pulang karena Niko hanya ingin berduaan di fila itu dengan Ersya.
"Tuan apa kita akan tinggal di sini?" tanya Ersya saat Niko menggandengannya masuk ke dalam fila.
" Menurutmu?" Niko bukannya menjawab malah balik bertanya dan itu membuat Ersya sangat kesal.
" Apa ini juga fila punya dia? memang dia itu sekaya apa sih bisa punya fila semegah ini di puncak" gumam Ersya bertanya tanya dalam hati, tapi tiba tiba Ersya di kagetkan dengan Niko yang tiba tiba menggendongnya ala bridal style
"Aaaaa....tuan turunin aku bisa jalan sendiri" ujar Ersya dengan meronta ronta di gendongan Niko.
" Diam lah nanti kita berdua bisa jatuh bila kamu terus bergerak" mendengar perkataan Niko Ersya langsung diam karena takut terjatuh, Ersya langsung mengeratkan pegangan tangannya yang melingkar di pundak Niko dan Niko langsung tersenyum menyeringai.
Niko membawa Ersya ke dalam kamarnya yang berada di fila itu, Niko langsung membaringkan Ersya di ranjang king sizenya, tapi tiba tiba, "Krucukkkk.....krucukkk..." terdengar perut Ersya yang berbunyi karena memang mereka belum makan.
Wajah Ersya langsung memerah seperti kepiting rebus karena malu, bisa bisanya perutnya itu berbunyi di saat yang tidak tepat, bikin malu aja.
" Kamu laper?" tanya Niko, sedangkan Ersya hanya menyengir kuda. " Ya udah ayo kita makan dulu nanti perut kamu sakit lagi karena telat makan dan aku juga gak mau di bilang suami yang gak bisa ngasih makan istrinya karena aku gak sepelit dan semiskin itu" ujar Niko yang mengajak Ersya makan.
Tadi Niko sudah menyuruh Albert untuk menghubungi seorang maid di fila untuk memasak makan malam untuknya sebelum pulang, ya Niko sengaja menyuruh pelayan dan tukang kebun untuk pulang sore tadi dan hanya menyisakan penjaga fila di depan.
Sesampainya di meja makan Ersya langsung berinisiatif mengambilkan makanan untuk Niko karena Ersya gak mau terkena marah.
" Tuan mau makan pakai apa?" tanya Ersya.
" Aku pakai ayam krispy sama capcai aja kasih sambal juga ya" jawab Niko.
Ersya mengambilkan nasi serta lauk yang Niko tunjuk" Ini tuan makannya" ujar Ersya sambil menyerahkan piring berisi makanan.
"Suapin dong baby" titah Niko.
" Tuan kan bisa makan sendiri" tolak Ersya.
" Pokoknya aku mau di suapin titik" kata Niko yang kekeh ingin di suapi sama Ersya.
" Uh dasar udah tua juga masih aja minta di suapin jadi berasa punya anak kecil deh gue, aksa aja dulu gak gitu banget" gerutu Ersya dalam hati, tapi walaupun begitu Ersya tetap menyuapi Niko.
" Ayo a' tuan buka mulutnya" ujar Ersya dan Niko dengan senang hati menerima suapan dari tangan Ersya.
" Nah sekarang gantian kamu ya yang aku suapin kita makan sepiring berdua aja biar romantis" kata Niko yang mendadak seperti anak remaja padahal sebelumnya mana pernah, sama pacarnya dulu aja Niko gak pernah begitu. " Sekarang buka mulutmu" titah Niko.
"Gak ah tuan aku makan sendiri aja" ujar Ersya menolak.
" Udah cepetan buka mulutmu aku gak menerima penolakan" karena Niko memaksa akhirnya Ersya menerima suapan dari Niko juga lagian dia udah merasa lapar banget.
Akhirnya mereka berdua makan sambil suap suapan, Niko merasa makanan itu jadi lebih Nikmat jika makannya si suapin sama sang pujaan hati.
Setelah mereka berdua selesai makan Ersya langsung membawa piring kotor itu ke wastafel untuk di cuci, Niko mengamati Ersya yang masih mengenakan gaun pengantin itu dari belakang karena tadi memang belum sempat ganti baju.
Tiba tiba Niko mendekati Ersya lalu memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di ceruk lehernya. " Biarkan begini sebentar saja" ujar Niko ketika Ersya mau protes.
Nyaman itu yang Niko rasakan Niko semakin mengeratkan pelukannya, Niko menciumi ceruk leher Ersya, Niko menghirup wangi tubuh Ersya, sungguh menenangkan rasanya.
" Ihhh tuan jangan gini dong geli" protes Ersya saat Niko terus mencium ceruk lehernya, Ersya serasa aliran darahnya mengalir lebih cepat di perlakukan seperti itu oleh Niko.
" Tuan udah stop" Ersya merasa semakin gerah. " Tuan aku udah gerah ingin mandi" ujarnya.
" Ya udah ayok" tanpa aba aba Niko langsung menggendong tubuh ramping Ersya ala bridal style ke kamarnya.
" Kita mandi bersama ya baby" ujar Niko setelah sampai di dalam kamarnya.
" Tuan kita mandinya sendiri sendiri aja ya aku malu" Tolak Ersya saat Niko menurunkanya dirinya di atas ranjang.
" Okey kamu boleh mandi duluan" Niko membiarkan Ersya mandi duluan.
" Tapi aku gak punya baju ganti tuan" ujar Ersya yang sedari tadi memikirkan itu, mau mandi tapi bingung mau ganti pakai baju apa karena dirinya datang ke fila tidak membawa apa apa.
" Kamu buka aja lemari itu kamu bisa pilih baju mana yang kamu suka" kata Niko sambil menunjuk ke arah lemari.
Tanpa menunggu lama Ersya langsung membuka lemari itu dan Ersya memilih baju tidur celana pendek dengan atasan berlengan pendek juga lalu membawanya ke dalam kamar mandi karena Ersya mau sekalian pakai baju di kamar mandi.
Ersya bisa sejenak melupakan masalahnya dengan Dafin karena Niko yang mendadak menikahinya dan menjadikannya istri ke dua itu sangat mengganggu pikirannya, Ersya takut di katain pelakor karena sudah menjadi orang ke tiga di antara Niko dan istrinya, lagian Ersya juga belum ada rasa sama Niko.
Bahkan phonselnya aja Ersya gak pernah memegangnya semenjak dirinya memergoki Dafin selingkuh di belakangnya, entahlah phonselnya itu masih hidup apa mati karena kehabisan daya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANYA BUAT AUTHOR YA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
jadi tlg yah kaak.... aku ga rela klo Niko berhubungan intim sm Sonya, kasian Ersya.... boleh adil dlm memberikan materi saja.jgn lain-lain....
y seru donk...