NovelToon NovelToon
Married With Dangerous Boy

Married With Dangerous Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Badboy / Romansa-Teen school
Popularitas:131.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Rigita

Tinggal serumah sama bad boy?

"Gue tinggal sama lo bisa mati mendadak!"

-Alesha Bulan Delona.

"Pilih mana? Mati mendadak atau hamil mendadak?"

-Zafran Van Detrash.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Rigita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Demam

Martha terus menerus mengeluarkan sumpah serapah pada Alesha. Bisa-bisanya ia melupakan dan meninggalkan suami yang masih memperbaiki genteng yang rusak.

"Iya tau gue salah. Tapi gue bener-bener lupa, Mar."

"Lo keterlaluan tau gak. Hari ini tuh hujan deras. Bayangkan gimana caranya Zafran bisa bertahan hidup di atas genteng yang tingginya hampir 4 meter dari tanah,"

Alesha berhenti berjalan. Ia berbalik menatap Martha. "Mar, kok lo ngomong gitu sih?"

"Emang bener kan? Kita sendiri aja gak kuat hujan-hujanan selama satu jam penuh, dan Zafran? Hampir dua jam lamanya dia terkena hujan, Sha. Gimana caranya dia turun? Tangganya aja jatuh."

Alesha menggaruk kepalanya. Ia sendiri juga memikirkan hal seperti itu. Alesha takut jika Zafran pingsan dan terjatuh ke tanah. Bagaimana kalau Zafran meninggal? Dia tidak siap menjadi janda.

"Gue harus gimana, Mar?" Alesha mengusap wajahnya gusar. Hatinya mencelos mengingat kebodohannya. Bagaimana bisa ia lupa tentang Zafran?

"Mending sekarang kita cari taksi, gue capek jalan kaki, Sha."

Karna Alesha tergesa-gesa untuk segera pulang, ia tak bisa berpikir jernih. Bahkan lupa jika di dunia ini ada yang namanya taksi online. Tapi pikiran Alesha benar-benar kosong memikirkan nasib Zafran sampai ia tak kepikiran taksi.

Cewek itu mengusap air matanya. "Ah, gimana ini Mar kalau gue dimarahin Mama Yuni?"

Rasa takutnya semakin lama semakin bertambah. Dadanya bergetar hebat. Napasnya tercekat di leher. Tenggorokannya kering karna dehidrasi.

Martha mengelus punggung Alesha. "Lo tenangin diri dulu, lebih baik kita tunggu di halte. Gue pesenin taksi."

Alesha mengangguk. Ia berjalan dengan lemas menuju halte dekat sana.

Maafin gue, Zafran.

...***...

Ingusnya terus keluar dari hidung. Matanya merah, dan kepalanya terasa pusing. Di tambah lagi kedua pasukannya yang ribut karna mie instan, membuat kepala Zafran seakan mau pecah.

"Tambahin cabe,"

"Gue gak suka pedes," ketus Ferdi melototi Laka.

"Gue suka."

"Gak usah ditambahi cabe!"

"Lo buat sendiri aja sono!"

"Tapi mie-nya cuma ada satu,"

"Ya beli lagi," sahut Laka.

"Pake uang lo?"

"Uang lo sendiri lah,"

Zafran memijat pelipisnya. Bukankah mereka seharusnya memikirkan Zafran? Dan membuatkan bubur sehat untuknya? Atau setidaknya memberikan teh untuk menghangatkan tubuh Zafran.

Tapi mereka berdua tidak mempunyai penalaran dan kepekaan terhadap nasib Zafran. Laka saja yang sikapnya lebih dewasa dari mereka, jika sudah lapar melupakan apa tujuan mereka ke dapur.

Zafran memandang malas pada mereka yang rebutan cabai. Ia mengeratkan selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

"Buatin gue teh," pinta Zafran.

Ferdi dan Laka menoleh. Ferdi mencuri cabai-cabai yang dipotong Laka dan membuang ke tempat sampah tanpa sepengetahuan Laka.

Telinga Laka peka terhadap suara sekecil apapun. Dia melotot ketika Ferdi nyengir kuda tanpa rasa bersalah.

"Ferdi!" pekik Laka.

"Sudah terlanjur di buang, gak usah pakai cabai."

"Lo berdua denger gue gak, sih?" Zafran menidurkan dirinya di sofa seraya menggosok-gosok hidungnya.

Alesha membuka pintu rumahnya. Zafran duduk tegak. Matanya berbinar. "Alesha, akhirnya lo datang."

Mata Alesha melotot. "Dapur gue!" betapa terkejutnya Alesha saat melihat dapurnya hancur berantakan. Cewek itu membuang sling bag-nya ke sofa.

Karna terlalu fokus pada dua orang perusak dapurnya, ia melupakan jika Zafran membutuhkan bantuannya. Sampai-sampai tas Alesha mengenai kepala Zafran dengan keras.

Zafran mengendurkan senyumnya. Tatapannya berubah datar. Zafran membuang tas Alesha asal. Ia menutup seluruh tubuhnya dan menutup telinganya. Kini satu orang lagi menambah keributan.

"Tidak bisa diharapkan!"

...***...

"Enak."

Setelah dirasa pas, Alesha meletakkan bubur ke dalam mangkok. Tak lupa ia menambahkan suwiran ayam ke dalamnya.

Cewek itu menyiapkan nampan, lalu membawanya ke dalam kamar dengan perlahan. Alesha membuka pintu dengan hati-hati takut mengagetkan Zafran yang masih tertidur pulas dengan handuk kompres di atas dahinya.

Alesha meletakkan bubur di atas meja. Ia mengambil handuk dari keningnya. Dia menggoyangkan pelan tangan Zafran. Membangunkannya dengan hati-hati.

"Zafran, bangun," Zafran masih tertidur. Deru napasnya teratur.

"Zafran, waktunya makan malam. Habis itu minum obat, terus tidur lagi," Alesha menepuk-nepuk pipinya.

Zafran mengerang pelan, "Engh.."

"Zafran,"

Zafran sedikit membuka matanya. Alesha memukul pipinya sedikit lebih keras. "Apa?" sahutnya lemas.

"Makan dulu,"

Zafran menghembuskan napas panjang. Kepalanya terasa berdenyut, tubuhnya menggigil kedinginan, ditambah lagi suhu di malam hari rendah.

"Ayo bangun dulu," Alesha mendudukkan Zafran perlahan.

Zafran terpaksa duduk walaupun sebenarnya ia tak mau. Cowok itu mengeratkan selimutnya. "Gue ngantuk, Sha."

"Iya, makan dulu."

"Mau tidur," rengek Zafran.

Alesha geleng-geleng kepala. Di sekolah terlihat bad boy, tapi saat sakit berubah menjadi cowok yang sangat manja. Ini baru pertama kalinya Alesha mengurus Zafran yang sedang sakit.

Gadis itu mengambil mangkok berisi bubur, kemudian menyendokkan ke mulut Zafran.

Zafran membuka matanya, "tiupin dulu,"

Alesha memutar bola matanya malas. Lalu ia meniup bubur sesuai permintaan Zafran. Cowok itu mengembangkan senyum.

Alesha menyuapkan bubur ke mulut Zafran. Cowok itu pun membuka mulut dan melahap bubur ayam buatan istrinya.

"Enak," puji Zafran.

Belum pernah Zafran merasakan makanan yang enak ketika sakit. biasanya ia akan merasakan pahit saja. Namun kali ini berbeda, ia benar-benar merasakan kenikmatan di dalam makanannya.

Dan itu semua karna Alesha. Makanan buatannya benar-benar sangat lezat hingga Zafran selalu ketagihan. Hampir setengah bubur ia habiskan dengan cepat. Membuat Alesha tersenyum senang.

"Lo pinter banget buat makanan yang enak. Padahal gue lagi sakit, tapi setelah makan makanan lo langsung sehat," kata Zafran semangat. Meski ia merasa belum pulih, tapi setelah makan bubur Alesha, ia menjadi sedikit lebih baik.

"Terima kasih pujiannya, tinggal satu sendok lagi." Alesha menyuapkan bubur terakhir. Zafran pun melahapnya hingga tandas.

Alesha meletakkan bubur, lalu mengambilkan air dan obat Zafran. Cowok itu menerima obat dan langsung meminumnya tanpa protes. Entah mengapa ia sangat menurut pada Alesha, padahal jika Yuni yang mengurus Zafran, wanita baya itu akan merawat penuh emosi sebab Zafran sangat sulit dikendalikan.

Alesha memegang gelas. Kepalanya menunduk ke bawah. Zafran mengangkat satu alisnya. Tatapan Alesha berubah sedih.

"Kenapa?" Zafran menyentuh kening Alesha. "Nggak panas."

Alesha menepis pelan tangan Zafran. Tatapannya tidak berubah, ia tetap memandangi kasur.

"Zafran?"

"Hm,"

"Gue minta maaf."

Beberapa kerutan di kening Zafran muncul. "Minta maaf? Untuk apa?"

"Gara-gara gue lo jadi sakit," mata Alesha berkaca-kaca. Ia merasa menjadi penyebab penyakit Zafran. Jika saja Alesha tak mendengarkan lagu dan terhanyut ke dalamnya, mungkin Zafran tidak akan demam tinggi.

Zafran tersenyum tipis, ia mengambil gelas dari Alesha lalu memindahkannya di atas nakas. Tangannya terulur mengusap air mata Alesha. Dia menarik wajahnya untuk menghadapnya.

"Lihat gue," Alesha mendongak.

"Jangan menagis, jangan merasa bersalah, gue sakit bukan karna lo. Tapi karna Allah yang memberikan gue rasa sakit, supaya gue bisa lebih bersyukur memiliki tubuh yang sehat." Kata Zafran bijak.

Alesha tak menyangka Zafran akan mengatakan hal itu. Hatinya terenyuh dan tenang setelah mendengar kata-katanya.

"Tapi, gue udah ninggalin lo."

Zafran menggeleng. "Kalau pun lo ada, gue akan tetap di atas sana. Gue yang udah jatuhin tangga itu sendiri, karna gue kurang hati-hati,"

Pipi Alesha di banjiri air mata. Cewek itu menangis. Zafran menghembuskan napasnya pelan, ia menarik Alesha ke dalam pelukannya.

"Maafin gue, Zafran."

Zafran mengangguk. Ia mengelus punggung Alesha. "Iya, udah jangan nangis."

Cewek itu meredakan tangisannya dan semakin mengeratkan pelukannya. Zafran mencium kepala Alesha singkat. Kemudian Zafran menarik Alesha dengan cepat untuk tidur di sampingnya. Alesha terkejut, ia menatap Zafran bingung. Cowok itu masih memeluk Alesha dan memejamkan matanya.

Jantung Alesha berpacu dengan cepat. Baru kali ini dia tidur di pelukan Zafran. Wajah kedua bahkan hanya berjarak beberapa sentimeter.

"Za-zafran?"

"Tidur, Sha."

"T-tapi kenapa lo peluk gue?"

"Gue butuh kehangatan."

...***...

1
MARIA ADELIA
kelanjutannya mana kak
Erliani hsb
dilema diriku antara si es kutub atau si api Thor.
Dina Rigita: dua²nya aja 🤭
total 1 replies
에카
hahaha... simartha rupanya pelakunya...
Samudra Rohul
apa Marta ya
Eka Astuti
tinggalin aja cwo yang gak percaya sama istrinya malah percaya sama yang lain
Rhieta Tarra
good job gavin..
Suriani Wafa
dasar pelakor tak tau diri
farahh🦋
Sadar jg tuh si Gavin🤣🤣🤣
Rhank Pheelhiank
zafran juga kurang tegas sama nana
farahh🦋
Intinya ya mau mana Nana kecelakaan ke mati kek, seharusnya zafran ngabarin alesha bukan kabur seperti itu,kalo aku jd alesha bakal kU gebet tuh si Gavin😤🥀plis thor buat si alesha sm Gavin sebentar dekat supaya zafran kalang kabut
nata de coco
sukaaaa 😍😍❤✨
Suriani Wafa
ih menjengkelkan laki2 nya kurang tegas mau aj d kibulin
Widianty Rahayu
Sungguh menyebalkan
Widianty Rahayu
Siap siap guys
Widianty Rahayu
Aamiin,, amanin tuh si nana nya vin biar ga jd ulet bikin gatel aja
Suriani Wafa
tak kira up ternyata d ulang
Widianty Rahayu
Tuh vin dengerin cewek yg lo bela modelan pelakor
Dwi Cimut
cewek kayak gitu yg kmu bela vin dari zafran
Widianty Rahayu
Multi talenta y bun
Chelsha Putri
aww💘💘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!