NovelToon NovelToon
My Husband My Enemy

My Husband My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak
Popularitas:119.4k
Nilai: 5
Nama Author: Haraa Boo

Terjebak di kamar hotel dengan seorang anak konglomerat membuat nama Freya Jovanka di kenal publik. Hidupnya di pertaruhkan usai peristiwa itu. Ia harus kehilangan pekerjaan hingga nyaris dikeluarkan dalam daftar ahli waris.

Jalan satu-satunya yang harus ia tempuh adalah menikah, namun apa jadinya jika Shaquil Alano menginginkan pernikahan kontrak.

Apakah rencana itu akan berjalan sesuai harapan, atau mereka akan kembali terjebak dalam sebuah rasa yang disebut 'Cinta'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haraa Boo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun transparan

Alano memutuskan untuk membawa Freya pulang setelah kejadian itu. 

Entah Alano sengaja mengabaikan panggilan dari Jasmine atau memang tidak mendengar, namun saat Jasmine berusaha mengejar Alano keluar, Alano sama sekali tidak menoleh ke belakang. Ia tetap berjalan lurus ke depan dengan satu tangan merangkul bahu Freya.

Antoni yang baru saja tiba untuk menjemput mereka dibuat terkejut karena kepulangan mereka yang tiba-tiba, apalagi wajah sembab Freya jelas terlihat oleh Antoni. 

"Apa yang terjadi bos, kenapa kalian tiba-tiba pulang." 

"Lakukan pekerjaanmu, ini bukan waktunya untuk membahas pertanyaanmu," jawab Alano sedikit ketus.

Antoni mengangguk dengan sungkan. Ia yakin telah terjadi sesuatu di dalam. Apalagi setelah melihat keadaan Freya, Antoni sungguh mencemaskan gadis itu. Antoni berpikir jika Alano lah yang sudah membuat Freya seperti ini, karena ia tahu persis jika Alano sangat membenci Freya.

Di dalam mobil, Alano tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Meski Freya sudah mengatakan jika ia baik-baik saja, namun mata gadis itu tidak bisa membohongi Alano. Ancaman itu jelas tertuju untuk Freya, dan Alano tidak bisa tinggal diam. 

"Ton, besuk kamu minta rekaman CCTV mulai dari pintu masuk hotel ini sampai ke ballroom dan seluruh ruangan yang ada di sekitarnya terutama toilet yang ada di ballroom. Saya nggak mau tau, besuk siang rekaman itu udah harus ada di meja saya," perintah Alano pada Toni.

"Ba-ik Bos." 

Alano kembali menatap Freya yang masih membisu sampai sekarang. Ada rasa prihatin pada diri Alano, namun ia sendiri tidak tahu bagaimana cara menunjukkan simpatinya. Alano bukan orang yang mudah bergaul, maka tidak heran jika ia tidak tahu seperti apa caranya menenangkan orang lain. 

"Frey.. Lo bisa cerita apapun sama gue tentang teror itu. Gu-e akan berusaha buat cari tau siapa orang yang udah berani nglakuin ini sama lo. Lo jangan mikir yang enggak-enggak, gue nglakuin ini karena gue…" Alano menjeda sejenak ucapannya.

"... Karena gue penasaran siapa pecundang yang beraninya neror cewek," lanjut Alano cepat. 

Dari sikap gugup Alano, jelas menunjukkan jika kata-kata yang ia ucapkan hanyalah alasan untuk menutupi kecemasannya. 

Freya tidak menanggapi ucapan Alano, ia hanya menatap Alano sekilas lalu kembali fokus dengan lamunannya sendiri. 

***

Alano tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap kali ia memejamkan mata, pikirannya selalu menuntun Alano pada kejadian yang menimpa Freya. Tangis Freya dan ketakutan gadis itu terus membayangi Alano sampai-sampai ia mengomeli dirinya sendiri karena pikirannya tidak mau bekerjasama dengan tubuhnya yang benar-benar sudah lelah. 

Jarum jam terus berputar hingga sudah menunjukkan pukul 01.28 WIB, namun Alano masih tetap terjaga. Kesal pada dirinya sendiri, Alano lantas menyibak selimutnya lalu turun dari ranjang. 

Ia sedang mencoba memikirkan aktivitas yang bisa ia lakukan agar bisa tertidur lelap. Dan akhirnya Alano memutuskan untuk berolahraga menggunakan treadmill. Jika kelelahan maka jalan satu-satunya adalah beristirahat, itulah alasan logis yang Alano dapat. 

Baru beberapa menit menggunakan alat itu, keringat Alano sudah mulai bercucuran. Alano sedikit memelankan temponya sambil menyeka keringat yang menetes di dahinya. 

Lalu tiba-tiba Alano mendengar suara teriakan. Cepat-cepat Alano berlari mencari arah sumber suara. Dan ternyata suara itu berasal dari kamar Freya. 

Alano menaiki tangga dengan cepat, hingga melupakan pakaian yang tengah ia kenakan sekarang. Celana sport yang ketat dengan atasan yang hanya mengenakan kaos dalam itu cukup menggoda siapapun yang memandang. Otot-otot tubuhnya yang kekar dan kulitnya yang putih bersih akan menunjukkan jika Alano adalah pria yang sangat menjaga bentuk tubuhnya. 

Sekali lagi, Alano tidak terpikirkan akan hal itu. Sesampainya di atas Alano mencoba memanggil-manggil Freya namun Freya terus menangis tanpa memberinya respon. 

Cemas dengan keadaan Freya, tanpa pikir panjang Alano langsung mendobrak pintu itu. 

Dalam sekali tendangan Alano berhasil membuka pintu itu. Hal pertama yang Alano lihat adalah Freya. Gadis itu sedang meringkuk di ranjang sambil menutup wajahnya menggunakan tangan. 

"Frey, lo kenapa? Ini gue Alano. Lo udah aman sekarang," ucap Alano yang sudah berdiri di samping ranjang Freya. 

"Alano?" ucap Freya sambil melirik ke arah Alano. 

Freya kemudian menatap ke sekeliling, ia seperti orang kebingungan. Tak berselang lama, Freya kembali menatap Alano karena ia menyadari sesuatu. Dan ternyata, begitu melihat tubuh Alano yang sedikit terekspos, Freya langsung terbelalak sambil mengangkat tangannya untuk menutupi wajahnya. 

"Arhhh!!" jerit Freya. 

Alano juga tak kalah terkejut saat ia melihat penampilannya sendiri. 

"Hah," seru Alano sambil berjingkat. 

Tangan Alano spontan menyilang di bagian dada dan juga di bawah, tepat di atas juniornya. 

"Lo ngapain masuk kamar gue?" tanya Freya tanpa berani membuka tangan dan matanya. 

"Gu-e denger lo teriak makanya gue langsung kesini," jawab Alano malu. 

"Gue cuma mimpi buruk. Sekarang lo pergi dari kamar gue." 

Alano celingukan berusaha mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. Hingga kemudian tatapan Alano terfokus pada selimut yang Freya pakai. 

Tanpa mengatakan apa-apa, Alano langsung menarik selimut Freya dan melilitkan di tubuhnya. Namun tanpa Alano sadari, rupanya selimut itu merupakan pelindung tubuh Freya. Seperti halnya Alano yang tampak seksi dengan pakaian olahraganya, Freya juga tak kalah seksi dengan gaun malam yang ia kenakan. 

Gaun tanpa lengan dengan warna putih yang transparan itu membuat dalaman Freya tercetak jelas. 

Freya langsung berteriak keras kemudian disusul Alano yang tak kalah nyaring. Sama seperti Alano, tak ada yang bisa Freya lakukan selain menutupi bagian atas tubuhnya dengan tangan. 

"Tutup mata lo Al, berani lo buka mata.. Gue colok mata lo!" ancam Freya dengan kesal.

Alano yang awalnya melotot menatap lurus ke arah Freya, seketika langsung menutup matanya. Namun sesuatu yang sempat ia lihat nampaknya cukup membuat Alano penasaran hingga ia berani untuk mengelabuhi Freya. Alano tidak sepenuhnya menutup mata, samar-samar ia masih bisa menatap dua gundukan bukit yang tersembunyi di balik bra berenda dengan warna merah menyala itu.

Diam-diam Alano menelan ludahnya dengan susah payah. Nalurinya sebagai laki-laki normal sepertinya mulai berjalan. Meski Alano sering dikelilingi wanita cantik, namun tidak pernah ada yang bisa menggoyahkannya. Tapi kali ini, hanya dengan melihat sesuatu yang tersembunyi di balik gaun transparan itu sudah bisa membuat bulu kuduk Alano berdiri tegak. 

"Alano! cepet keluar dari kamar gue atau gue lempar lo pakai lampu tidur," seru Freya dengan tangan yang sudah meraba-raba meja kecil yang ada di dekat ranjangnya. 

Saat tangan Freya sudah menjangkau lampu itu, Alano bergegas kabur dari kamar Freya. 

"Pergi!!!" teriak Freya sebagai peringatan terakhirnya.

Pyar… 

Lampu tidur itu benar-benar melayang di udara sampai akhirnya jatuh dan mengenai sesuatu. 

BERSAMBUNG...

1
Vanilatin
makasih likenya udah like back yaaa
Haraa Boo: sama-sama kak
total 1 replies
Sasha Juna
lanjut Thor semangat
Adde Erna Permadi
ku tunggu lanjutannya thor... semakin penasaran dgn mak Lampir citra🤭
Santai Dyah
mampir lagi thor
Santai Dyah
hadir thor
Santai Dyah
lnjut thor di tunggu up nya
Ufuk Timur
baru baca beberapa bab ya kak🤗🤗 Suka sm si Freya, ,udah ninggalin komentar juga beberapa love, ,udah masuk favorit juga, , mampir di novelku juga ya, ,Aili Tan's Revenge, ,mari saling mendukung 🥰🥰🥰
Ufuk Timur
ketemu camer lohh ituu mukanya blom di cucii🤣🤣🤣
Ufuk Timur
Citra kira-kira pencitraan ga yah😆😆😆
Ufuk Timur
Mulai membaca dari awal🥰
aji serizawa
mampir
Agustini
kok belum update lagi thor
Erni Ynnn
kq freya jd gitu...gk asik karakter nya...
Nur Lizza
lebih baik masukkn aja ke penjara si tiyas
Nur Lizza
semoga kebusukkn jasmin cpt2 terbongkar
Rafif rafi'i
citra mmg licik
Nur Lizza
mantap
Erchapram
Jasmine ya??? wah gimana ini ada musuh dalam selimut. Bahaya nya lagi Al gak mungkin langsung percaya gitu aja jika Sekretarisnya beracun. Bisa jadi malah Al akan lebih membelanya. Kasian Preya. Up jangan lama2 dong.
Agustini
cerita nya udah kyk sinetron lama lama
Nur Lizza
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!