NovelToon NovelToon
Biru ( You Are My Angel )

Biru ( You Are My Angel )

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indah mala

Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.

Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.


Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.

Semangat!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riyan memutuskan pertemanan

...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...

[♡Selamat Membaca♡]

''Kau sudah menemukannya?'' Tanya Rezel saat mendapat telepon dari Riyan.

''Sudah,'' Sania membawa Biru di sekitar pantai Pfeiffer.'' Jawab Riyan.

''Kalau begitu, Cepat kirimkan beberapa anak buahmu untuk segera sampai di sana. Jangan memakai mobil! Terlalu lama. Lebih baik suruh mereka memakai helicopter!'' Perintah Rezel.

''Baiklah kalau begitu, sampai jumpa di sana. Semoga Sania tidak bertindak macam-macam.'' Ucap Riyan, lalu bergegas membereskan barang-barangnya untuk menyusul Rezel.

''Iya,'' Semoga saja. Namun, jika sampai Biru terluka sedikit saja, aku akan menghabisinya!'' Ucap Rezel. Tangannya sampai memukul stir, lalu dengan cepat melajukan kembali mobilnya.

Butuh waktu lama perjalanannya. Sebab Sania sengaja membawa Biru ke tempat paling jauh dari rumah sakit tempat Riyan di rawat. Ia ingin sekali langsung menghabisi Sania. Karena telah berani menyentuh orang yang sangat ia cintai.

Di sisi lain, Biru benar-benar sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Ketakutan akan bayang-bayang ayah ibunya mulai kembali membuat traumanya kambuh. Sania benar-benar sangat senang saat melihat ketakutan Biru. Ia sudah menyelidiki jika perempuan yang ada di hadapannya itu sangat takut akan darah dan ketinggian. Ia sengaja memanfaatkan tempat ini untuk membuat Biru meninggalkan Rezel.

''Apa kau takut Biru?'' Ucap Sania, ia berjalan mendekati Biru dengan tangan bersidekap.

''Ayah ibu!'' Tidak! Tidak,,, Jangan tinggalkan Biru! Tidak, jangan!'' Ucap Biru mulai meracau tidak jelas. Sania tertawa dengan keras lalu menjambak rambut Biru. Biru pun memekik kesakitan saat rambutnya di tarik oleh Sania.

''Sudah cacat, gila lagi. Bisa-bisanya Rezel jatuh cinta padamu! Sebenarnya apa istimewanya dirimu hah!'' Sania berteriak lantang semakin membuat Biru ketakutan.

''Tolong!'' Tolong ayah dan Ibuku,,,hiks,,,hiks,,,,hiks Biru menangis tersedu-sedu.

''Apa kau ingin bersama Ayah dan ibumu Biru?''

''Iya,'' Di mana ayah dan ibuku? Aku akan ikut dengan ayah ibu.'' Ucap Biru. Sania semakin menjadi-jadi. Sania lalu menyeret Biru hingga kini Biru benar-benar berada di ujung bibir bukit pantai.

''Baiklah.'' Aku akan mengabulkannya,'' Ucap Sania dengan tertawa.

''Matilah kau!'' teriaknya. Namun tiba-tiba Rezel dengan segera mendorong Sania hingga cengkraman baju Biru terlepas. Sania sangat terkejut melihat Rezel sudah berdiri di hadapannya dengan muka merah padam penuh emosi.

''Berani sekali kau menyakiti wanitaku!'' Ucap Rezel dengan lantang.

''Zel,'' Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku hanya mengajak jalan-jalan Biru saja.'' Ucap Sania mencoba mengelak perbuatannya.

''Apa kau kira aku ini bodoh! Badan Biru penuh dengan luka, dan sekarang ia tersingkir di tepian tebing. Apa kau ingin mati di tanganku hah!!!!

''Tidak Zel,'' Aku tidak bermaksud seperti itu. Iya kan Biru.'' Ucap Sania. Sambil memegang tangan Rezel. Namun Biru tidak menanggapinya karena ia masih dalam keadaan takut.

''Lepaskan tangan kotormu itu dari tanganku!'' Teriak Rezel, Karena terdorong membuat Sania tersungkur. Sania baru kali ini melihat Rezel sangat marah seperti ini. Biasanya Rezel hanya mengacuhkannya apabila ia membuat onar. Kali ini Sania seperti melihat orang lain dan bukan seperti Rezel biasanya.

Rezel membopong Biru dan hendak membawanya pergi. Namun Sania menghentikannya.

''Zel,'' Aku sungguh tidak bermaksud,,,,,,,,,'' Ucapan Sania terpotong saat Riyan dan anak buahnya datang. Riyan dengan segera menyuruh anak buahnya untuk menangkap Sania.

''Riyan,'' Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku! Kau tau aku sangat mencintai Rezel kan? Aku tidak mau Rezel dengan wanita cacat itu. Dia tidak pantas bersanding dengan Rezel Yan, Yang pantas hanya aku saja Riyan. Aku,,,Sania latucia.'' Ucap Sania. Air matanya tak bisa terbendung lagi, terlebih saat melihat Betapa Rezel sangat mencintai Biru.

''Itu hanya menurutmu! Apa kau pernah melihat Rezel bersikap demikian terhadapmu, seperti sikapnya kepada Biru? Kau tahu jelas isi hati Rezel. Lagi pula kita sudah berteman bukan hanya 1 atau 2 tahun saja kan San, Kau tahu jelas Rezel sangat mencintai malaikat kecilnya. Seharusnya sebagai teman, kau harus mendukung kebahagiannya. Tapi kau malah membuat kami kecewa! Apa lagi saat kami melihat bagaimana kau berbuat jahat kepada Biru! Mulai saat ini, jangan pernah muncul lagi di hadapan Rezel maupun aku! Hubungan kita cukup sampai di sini saja.'' Ucap Riyan lalu meninggalkan Sania.

''Riyan! Riyan!! Riyan kumohon jagan tinggalkan aku Riyan,,, Riyan!'' Teriak Sania. Namun Riyan sama sekali tidak menoleh dan tetap pergi meninggalkan Sania. Sania pun di bawa anak buah Riyan untuk di serahkan ke kantor polisi.

Di rumah sakit Biru saat ini sedang mendapatkan perawatan dari dokter. Rezel sangat cemas dengan keadaan Biru. Terlebih saat ia melihat Biru benar-benar tidak mengenalinya. Rezel terus mondar-mandir di depan pintu ruangan tempat Biru di rawat. Riyan sudah pusing melihat Rezel seperti setrikaan.

''Bisakah kau duduk Zel.'' Kepalaku pusing melihatmu seperti setrikaan.'' Ucap Riyan.

''Jika pusing, Lebih baik kau minta 1 ruangan lagi dan minta dokter untuk merawatmu.'' Ucap Rezel.

''Aku tau kau sangat khawatir dengan Biru. Tapi akan lebih baik jika kau juga tenang. Kau bisa duduk sambil berdoa supaya Biru dalam keadaan baik-baik saja.'' Ucap Riyan.

''Benar juga yang di katakan Riyan, Aku tidak boleh bersikap panik! Aku harus tenang. Dan mendoakan Biru supaya ia baik-baik saja.'' Batin Rezel. Kemudian ikut duduk di samping Riyan.

-

-

-

1
hayatun nufus
ternyata cuma khayalan toh... kena prank aq 😀😀😀
𝑀𝒶𝓁𝒶: 😅😅😅😅 iya kk
total 1 replies
Novthv
Bagus kak cerita nya😉
Jazz ♋
Next Biru
💙💙💙💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Bahkan ada Jungkang Sakti 👍👍👍👍
Jazz ♋
Semoga kami dapat mendukung, selalu 💕💕💕💕💕
Jazz ♋
Ayo lebih semangat Biru
💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Ya....semoga kita bisa berjumpa 💕💕🌹🌹
Jazz ♋
Agar makin mantab dak sukses 💕💕💕💕🌹🌹🌹💐💐💐
Jazz ♋
Eh, yang ke 6 nih
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Jazz ♋
Biar mantap nih, 4 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jazz ♋
Masuk lagi dengan kembaran yang lain 🤦🤦😂😂
Adinda
😘😘😘😘😘🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️
🏁Nyno_Ever🏁
Wahhh...Pak Rezel
Yang Nge Zel in
🏁Nyno_Ever🏁
Akui lah Rezel, kau suka pada Biru 💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
🏁Nyno_Ever🏁
Sania....mungkin sebaiknya kamu instropeksi diri
Dhina ♑
Berarti Varo keduluan Rezel dong??
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Dhina ♑
Biru....aku sedih dengan keadaan kamu yang seperti ini
Dhina ♑
Wah Rezel...kali ini kamu benar-benar tak mau lengah lagi, sehingga kamu cepat bertindak
Dhina ♑
Samuel baik banget, tulus, lucu dan pintar menghibur.

Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri

Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
Qirana
Oh No
💕💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!