NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:422
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Great Tomb of Nazarick. Lantai Sepuluh. Ruang kerja Pengawas Penjaga Lantai.

Tumpukan dokumen perkamen setebal ratusan halaman tergeletak di atas meja mahoni besar milik Demiurge. Iblis itu tidak bergerak dari kursinya selama belasan jam terakhir. Jari-jarinya yang berkuku tajam memegang pena bulu ayam, menggoreskan tinta hitam dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Di hadapannya, beberapa Shadow Demon berdiri diam di dalam bayang-bayang ruangan, menunggu instruksi dengan tubuh bergetar menahan tekanan aura sang iblis.

"Fluktuasi mana pada Kyouhukou menunjukkan tingkat stres psikologis akut," gumam Demiurge, suaranya parau namun tetap mempertahankan intonasi seorang bangsawan. "Dan struktur ingatan Albedo... bolong secara kognitif. Dihapus paksa tepat saat ia mengayunkan Ginnungagap."

Demiurge mendorong kacamatanya. Lensa bundar itu memantulkan cahaya temaram dari lilin magis di sudut ruangan.

"Sihir penghapus eksistensi kognitif tingkat tinggi. Musuh tidak hanya mampu menembus sistem pertahanan makam, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghapus ingatan target yang menyerang mereka."

Iblis itu meletakkan penanya, lalu menatap lembar perhitungan perbendaharaan makam yang dipenuhi angka-angka defisit. Perintah Ainz-sama untuk memberlakukan kewaspadaan tertinggi telah memaksa pasukan penjaga otomatis tier tinggi bangkit di setiap koridor. Konsumsi koin emas YGGDRASIL untuk biaya perawatan mereka benar-benar merusak neraca ekonomi makam.

Demiurge terdiam sejenak. Alisnya berkerut, sebuah ekspresi langka yang menunjukkan kebingungan nyata di wajah sang iblis.

Mengapa Ainz-sama mengambil keputusan yang sangat merugikan secara ekonomi seperti ini? Mengerahkan begitu banyak pasukan hanya untuk satu penyusup... ini bertentangan dengan prinsip efisiensi yang selalu beliau ajarkan.

Tidak... pasti ada makna mendalam yang belum mampu kupahami dari langkah ini.

"Tuan Demiurge," sebuah suara bayangan berbisik dari sudut ruangan. "Laporan dari peternakan Abelion Sheep."

"Apa?"

"Karena seluruh unit Shadow Demon dialokasikan untuk patroli internal makam, peternakan terbengkalai. Komoditas kulit manusia mengalami penurunan kualitas."

Demiurge memejamkan matanya sejenak. Abelion Sheep adalah sumber utama kulit mentah untuk pembuatan gulungan sihir. Jika peternakan itu terbengkalai, produksi akan berhenti tepat saat persediaan gudang menipis.

"Tarik beberapa unit Goblin dari Lantai Enam untuk pembersihan minimal," perintah Demiurge akhirnya. "Prioritas utama kita saat ini adalah mempertahankan rantai pasokan."

Di perkemahan kecil Nazarick, Ainz duduk sendirian di tendanya.

Peta di depannya sudah tidak lagi dia lihat. Matanya yang menyala merah menatap kosong ke dinding tenda, tapi pikirannya sedang berada di tempat lain.

Jircniv.

Kaisar Kekaisaran Baharuth itu adalah pria cerdas. Terlalu cerdas. Dan terlalu licik. Jaringan mata-matanya tersebar luas di seluruh benua.

Apakah mungkin... dia diam-diam mencatat koordinat Nazarick?

Lalu membocorkannya ke Theocracy?

Ainz mengetuk meja dengan jari tulangnya. Irama tidak menentu.

Dulu dia pernah mencoba menggalang aliansi rahasia di belakangku. Jika dia merasa memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan...

Dia akan melakukannya lagi.

Tapi tidak ada bukti. Hanya kecurigaan. Hanya paranoia.

Atau... ini yang mereka inginkan.

Aku mencurigai sekutu, sementara musuh sebenarnya masih bersembunyi.

Cahaya hijau melintas di rongga dadanya. Emosi ditekan. Kembali datar.

Tapi kegelisahan tidak hilang.

Ribuan kilometer dari semua paranoia tingkat tinggi tersebut, di pasar bawah kumuh Holy Kingdom, badai salju tipis mulai turun.

Slamet berdiri di bawah atap kain sebuah toko kelontong yang sudah mulai lapuk, memeluk sebuah kotak kayu paket berukuran sedang di dadanya. Kaos oblongnya yang bau sampah tidak mampu menahan tusukan angin malam. Kaki kirinya telanjang bergoyang-goyang malas di atas tanah, sementara kaki kanannya yang masih memakai sandal jepit sesekali mengetuk-ngetuk.

Perutnya sudah berhenti berbunyi. Sore tadi dia berhasil mencairkan upah pertamanya—lima koin tembaga dari lima paket buntalan kain. Uang itu langsung habis untuk sepotong roti dan segelas air putih hangat.

"Anjir... ini roti apa batu pondasi rumah sih, keras banget," gerutunya.

Tangan kanannya meraba tanda segitiga hitam di jidatnya. Masih gatal. Masih terasa aneh. Dulu tidak ada. Sekarang ada. Tidak tahu kenapa.

Ah, sudahlah.

Yang penting perut kenyang.

Untuk hari ini.

Dia menatap kotak terakhir di tangannya. Besok harus diantar ke barak militer relawan. Di atas kotak kayu itu tertulis: 'Suplai Tali Busur Panah'.

Slamet menghela napas panjang. Embun putih keluar dari mulutnya. Dingin. Lapar. Capek.

"Dunia fantasi macam begini kok gak ada yang jual kopi hitam sasetan ya... minimal kopi kereta api kek, biar begadang antar paket begini gak ngantuk," gumamnya dengan tatapan kosong.

Dia melangkah keluar dari bawah atap kain. Salju tipis mulai menempel di rambutnya. Di bahunya. Di sandal jepit yang tersisa satu.

Plak. Plok. Plak. Plok.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!