Kanaya Tabitha adalah definisi wanita sempurna. Cantik, pintar, dan mandiri, dia sukses membangun bisnisnya dari nol. Di balik keanggunannya, Kanaya adalah sosok wanita tangguh yang menguasai seni bela diri tingkat tinggi, dan jangan harap ada pria yang bisa mendekatinya dan mengusik hidup tenang nya, hubungan dan cinta tidak ada di dalam daftar hidup nya.
Namun, dunia indahnya runtuh saat sebuah rahasia besar mendadak memutarbalikkan hidupnya. Tubuhnya mengalami perubahan aneh yang tak masuk akal. Bagaimana bisa dia hamil tanpa pernah disentuh pria mana pun?
Kanaya tidak tahu bahwa setiap malam, rahimnya telah diklaim oleh Alexander Giorge, Raja Vampir yang posesif dan berbahaya di balik kegelapan.
"Kamu milik ku, Kanaya. Berlari lah sejauh apa pun, darah daging ku akan selalu membimbingku kembali ke tempat tidurmu. Jika ada pria lain yang berani menyentuhmu, ku pastikan namanya tinggal sejarah."_ Alexander Giorge.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERKELAHIAN
Fanya yang sejak tadi mondar-mandir di ruang tamu akhirnya menghentikan langkahnya tepat di depan Naya yang sedang asyik memakan potongan buah apel.
"Nay, aku beneran harus balik ke rumah sakit, karena ada jadwal visit pasien," ucap Fanya sambil melihat jam tangan nya dengan helaan napas berat.
Naya meletakkan garpu kecilnya ke atas piring, lalu menatap Fanya dengan raut wajah bersalah.
"Kamu pergi aja Fan, aku tidak apa-apa," jawab Naya meyakinkan sahabat nya.
"Tapi aku khawatir Nay," ucap Fanya, menatap Naya.
"Udah kamu gak perlu khawatir, sudah sana pergi," ucap Naya, tersenyum kecil.
"Baiklah, kalau terjadi sesuatu langsung hubungi aku," ucap Fanya, dengan berat hati meninggal kan Naya.
"Iya."
Setelah Fanya pergi, Naya kembali menikmati buah potong nya.
Tiba-tiba persaan Naya tidak enak, tangan refleks turun menyentuh perutnya yang tiba-tiba kembali terasa kencang dan memanas.
Denyutan di dalam rahimnya mendadak cepat, seolah-olah sang bayi sedang memberikan sinyal bahaya kepada ibunya.
KRETEKKK
Naya tersentak, tanpa membuang waktu, dia berdiri dan langsung menyambar pisau, bersiap menghadapi apa pun yang berani mendobrak masuk.
Di balik bayangan, berdiri tiga sosok pria bertubuh kurus dengan pakaian serba hitam. Aroma busuk yang sangat menyengat langsung menusuk indra penciuman Naya.
"Kalian siapa? Berani sekali masuk ke sini tanpa izin," ucap Naya dengan nada suara yang sangat dingin dan berwibawa, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut meski tiga penyusup itu memiliki penampilan yang menyeramkan.
Salah satu dari mereka, yang memiliki kuku-kuku panjang dan menghitam, mendongak.
Sepasang matanya berkilat merah darah di kegelapan malam, menatap lurus ke arah perut Naya yang membuncit di balik baju nya.
"Darah sakral... Baunya sangat pekat dari rahim wanita ini," desis makhluk itu dengan suara serak yang mengerikan, air liurnya hampir menetes.
"Pewaris Raja harus mati malam ini juga!" seru makhluk yang lain, dan dalam sekejap mata, ia melesat maju ke arah Naya dengan kecepatan yang tidak masuk akal bagi manusia biasa.
WUSH
Naya yang memiliki refleks bela diri tingkat tinggi langsung merunduk dengan cepat.
Gerakan makhluk itu memang cepat, namun insting bertarung Naya tidak bisa diremehkan, begitu tubuh makhluk itu lewat di atasnya, Naya memutar tubuhnya dan menghantamkan sikunya dengan sangat keras tepat ke arah tenggorokan lawan.
BUKK
"AAAAAKKKKKKHHHHHHH!"
Makhluk itu terlempar mundur beberapa langkah, tampak terkejut karena seorang wanita manusia biasa bisa mengantisipasi serangannya.
"Kalian salah pilih lawan kalau mikir aku bakal menyerah gitu aja," ucap Naya miring, menggenggam pisau nya dengan posisi siap menusuk.
Dua makhluk lainnya menggeram marah melihat rekan mereka dipukul mundur.
Mereka berdua maju bersamaan dari arah kiri dan kanan, tapi Naya bergerak lincah, menghindari sabetan kuku tajam yang nyaris merobek wajahnya, dia mengayunkan pisaunya, berhasil menggores lengan salah satu makhluk hingga mengeluarkan darah berwarna hitam pekat.
SRETTTT
"Aaakkkkhhh! Sialan, manusia ini jalang yang merepotkan!" umpat vampir pemberontak itu sambil memegangi lengannya
Vampir pemberontak itu meraung marah saat darah hitamnya merembes dari luka goresan pisau Naya, dia tidak menyangka seorang manusia bisa memberikan perlawanan seganas itu.
"Jangan remehkan aku hanya karena aku hamil!" seru Naya dengan napas yang memburu namun tatapan mata tajam nya.
Naya memutar pisaunya di tangan, posisi tubuhnya tetap siaga, kuda-kudanya kokoh meski perutnya terasa sesekali berdenyut.
"Bunuh dia sekarang! Jangan beri dia kesempatan bernapas!" teriak salah satu vampir lainnya yang tampak lebih besar dari rekannya.
Mereka bertiga kembali menerjang, kali ini dengan serangan yang lebih brutal dan tidak teratur.
Naya tidak membuang tenaga untuk menghindar terlalu jauh, saat serangan pertama mengarah ke kepalanya, Naya menunduk tipis, membiarkan kuku tajam musuh mengiris udara tepat di atas kepalanya.
Begitu ada celah, Naya menendang lutut vampir tersebut sekuat tenaga.
BHUK
KRAK
Terdengar suara tulang yang retak
Vampir liar itu limbung ke depan, dan tanpa ampun, Naya menghantamkan gagang pisaunya ke pelipis makhluk itu hingga tersungkur menghantam meja kaca di ruang tamu, membuat meja itu hancur berantakan.
BRAKKK
PYARRRR
"AAAAAKKKKKKHHHHHHH!"
"Satu lagi," gumam Naya sinis.
Dua vampir yang tersisa tampak ragu, mereka saling berpandangan sejenak sebelum kembali menyerbu.
Salah satu dari mereka mencoba menangkap pergelangan tangan Naya, namun Naya dengan lincah memelintir tangan itu dan menggunakan punggung musuhnya sebagai pijakan untuk melompat tinggi.
Di udara, Naya melakukan gerakan salto, kakinya menendang dada vampir satunya dengan kekuatan penuh.
BRAKK
Uhuk
Uhuk
Uhuk
Vampir yang terkena tendangan salto Naya terlempar ke belakang, menghantam lemari pajangan hingga hancur dan menimbun tubuhnya.
Naya mendarat di lantai dengan mulus, namun ia langsung memegangi perut buncitnya dengan tangan kiri nya, napasnya terengah-engah, dan keringat dingin mulai membasahi dahinya.
Bergerak se brutal itu dalam kondisi hamil besar membuat rahimnya mendadak terasa kram dan sangat berat, seolah bayi di dalamnya juga ikut tegang.
"Sialan... energi aku beneran terkuras habis," bisik Naya dengan gigi terkatup, mencoba menahan rasa kram yang mendadak menyerang perutnya.
Vampir terakhir yang melihat Naya yang mulai melemas dan memegangi perutnya, makhluk itu menyeringai lebar, menampilkan taringnya yang penuh air liur busuk.
"Napas kamu sudah habis, manusia bodoh!" geram vampir itu, melangkah perlahan mendekati Naya yang masih berusaha menstabilkan posisinya.
"Sombong sekali kamu menantang kami. Sekarang, serahkan darah murni itu!" ucap Vampir liar itu.
"Langkah kaki mu bau tanah, jangan sok keras di depan aku," balas Naya, suaranya tetap terdengar angkuh dan tajam, menolak untuk terlihat lemah di depan musuh.
Naya kembali mengangkat pisaunya, bersiap menyambut serangan berikutnya walau tubuhnya sudah gemetaran.
Vampir itu mengaum keras, lalu melompat menerjang Naya dengan kuku-kuku tajam yang siap merobek dada wanita itu.
Namun, sebelum makhluk itu sempat menyentuh seujung rambut Naya, sebuah tekanan energi yang sangat besar dan luar biasa dingin mendadak runtuh dari atas, menghancurkan sisa atap dalam sekejap.
BLAAAMMM
DUARRRR
Vampir yang sedang melompat itu langsung terhempas jatuh ke lantai, tubuhnya ambles ke dalam semen yang retak-retak akibat tekanan aura yang begitu pekat.
Jangankan bergerak, bernapas pun makhluk itu tidak bisa.
Sesosok pria dengan jubah hitam panjang dan setelan jas yang sangat mewah perlahan mendarat di tengah ruangan.
Tubuhnya tinggi tegap, rambutnya hitam legam, dan sepasang mata merah menyalanya memancarkan intimidasi mutlak yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun.
"Berani-beraninya makhluk rendahan seperti kalian menginjakkan kaki di sini dan berniat menyentuh milikku."
Suara itu terdengar sangat berat dengan tekenan aura yang begitu dingin.