NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35. permasalahan terjadi

Sementara getaran di tanah perlahan mereda, Leon masih berdiri terpaku di antara ketiga sahabatnya di dunia cerita. Meski perasaan waspada mulai menyelimuti, rasa bahagia karena bisa kembali dengan wujud aslinya tetap mendominasi hatinya. Ia merasakan angin yang berhembus menyentuh kulitnya, mendengar suara aliran sungai yang jernih, dan melihat wajah-wajah yang sangat ia rindukan berdiri tepat di hadapannya semua terasa nyata, bukan lagi sekadar bayangan.

“aku benar-benar ada di sini,” ucapnya sambil menatap telapak tangannya sendiri, lalu menoleh ke arah Liora dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan.

Zarek segera menepuk bahunya dengan keras, tawa riangnya memecah keheningan yang sempat terjadi. “Tentu saja kamu ada di sini! Kami sudah merasakan kehadiran kamu sejak pintu itu mulai terbuka. Energinya hangat dan akrab, persis seperti yang kami kenal.”

Namun Valgus menggeleng pelan, matanya masih menatap ke arah hutan tempat cahaya abu-abu itu muncul. “Tapi ada yang lain. Selain energi kamu yang tulus, ada satu lagi yang datang bersamaan. Rasanya kasar, dingin, dan dipenuhi keinginan yang tidak sehat. Ia tidak datang dengan kerendahan hati, melainkan dengan paksaan.”

Liora melangkah mendekat, wajahnya tampak khawatir namun tetap tenang. “Dunia ini tercipta dari imajinasi dan perasaan kamu, Leon. Ia bisa menerima siapa saja yang datang dengan hati yang tulus, tapi ia akan menolak dan terganggu oleh mereka yang hanya ingin mengambil alih atau menguasai. Kehadiran orang asing ini sudah mulai mengganggu keseimbangan alam. Kalau dibiarkan, hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.”

Leon mengerutkan kening, pikirannya langsung tertuju pada teman-temannya di dunia nyata. Ia teringat penjelasan Reza tentang cara masuk, namun leon langsung menepis pikiran buruknya. batinnya, ngga mungkin mereka yang masuk ke dunia gue sedangkan mereka ngga tau tulisan di akhir buku gue.

Di tempat lain, tepatnya di dunia nyata, suasana terasa jauh lebih tenang namun dipenuhi rasa penasaran. Dimas dan Raka sedang duduk di teras rumah Dimas, membicarakan apa yang mereka alami dan dengar belakangan ini.

“Jujur saja, Dim, rasanya sulit dipercaya,” kata Raka sambil menggaruk kepalanya. “Dunia lain yang bisa dimasuki lewat buku tulisan? Menurut logika akal sehat, itu mustahil banget.”

Dimas mengangguk setuju, namun tidak sepenuhnya yakin. “Iya, gue juga berpikir begitu. Tapi kalau dilihat dari apa yang dialami Leon, bangun setelah lima tahun koma, ingatannya utuh, dan perubahannya yang begitu besar dan ada hal yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan ilmu kedokteran biasa.”

Raka terdiam sejenak, lalu menatap temannya dengan pandangan serius. “Mungkin… mungkin Leon memang benar-benar hidup di dunia lain selama ini. Meskipun menurut akal manusia itu mustahil, bukan berarti hal seperti itu tidak ada sama sekali, kan?”

Belum sempat Dimas menjawab, ponsel di meja berdering. Raka segera mengangkatnya, dan seketika wajahnya berubah pucat. Ia mendengarkan dengan saksama, lalu menutup telepon dengan napas memburu.

“Ada masalah besar, Dim,” ucapnya tergesa. “Tadi kabar dari kenalan lo di kantor polisi. Pak Hartono ternyata tidak tinggal diam. Ia berhasil memutarbalikkan fakta. Ia menyebarkan bukti palsu, menyogok beberapa saksi, dan menyatakan bahwa Reza dipaksa memberikan keterangan, serta dokumen yang diserahkan adalah rekayasa untuk memerasnya. Kasusnya kini berubah arah, dan Leon serta keluarganya justru mulai terlihat sebagai pihak yang bersalah.”

Dimas langsung berdiri dari duduknya, wajahnya memerah karena marah. “Dasar pak tua licik! Dia benar-benar tidak punya hati. Kita harus segera ke rumah Leon, memberitahu orang tuanya sebelum kabar ini menyebar lebih jauh.”

Mereka berdua segera bergegas menuju rumah Leon. Sesampainya di sana, mereka menemukan Pak Indra dan Bu Ina sedang duduk santai, namun langsung terkejut melihat wajah cemas kedua pemuda itu.

“Pak, Bu, kami ada kabar penting dan buruk,” ucap Dimas tanpa berlama-lama. “Kita harus bicara sekarang juga.”

1
Sarah
Ini karya yang bagus sih, Kak Anggita. Aku suka sama pesan tentang menerima takdir dan Leon yang akhirnya sadar tempatnya itu di dunia nyata. Aku juga suka sama endingnya yang kerasa adem banget terus penuh dengan pesan saling memaafkan juga. Aku juga suka sama proses tentang sihir Reza itu yang akhirnya beneran ditunjukkan awal mulanya. Saran aku sebagai pembaca bener-bener ditampung dan dipertimbangkan. Ceritanya santai dan ringan banget. Aku pasti bakal rate sih, Kak. Meski bukan sekarang. 👍
Sarah
Nah ’kan~
Aku sudah mencium baunya. /Doge/
Sarah
Laki-laki juga boleh nangis, kok. Kalian kan juga manusia. Cuma turun-turunin ego aja~
(Dan jangan di tempat umum juga sih~) 😌
Sarah
Ia, tempatmu di sini, Leon. Kecuali kalau kamu bener-bener mati di dunia nyata terus isekai. Jodohmu cari yang satu dimensi aja. 😂
Sarah
Sejak awal juga sebenarnya aku bingung...
Nanti kalau Leon jadi sama Liora... gimana??
Tinggalnya dimana?
Terus kalaupun ada jembatan antara dua dunia... bingung juga sih...
maksudku...
Di dunia cerita dia beristri, putri dari kerajaan cahaya pula.
Sementara di dunia nyata ibu-ibu masih suka nanya, “Leon kapan nikah?” 😭
Sarah
Baru tau kekuatan dukun bisa untuk isekai... mau juga dong... 😭
Sarah
Meskipun aku kritik bukan berarti aku benci yah.
Semangat yah, aku kasih 2 bunga deh./Rose/👍
Sarah
Sayangnya kematian Liora masih terasa kurang emosional. Kurang pendalaman emosi sama reaksi karakter lain (selain Leon. Zarek, Valgus, Raja, semuanya juga orang terdekat Liora. Padahal mereka orang yang bahkan lebih lama bersama Liora, Tapi yang di highlight paling terpukul... Leon doang. Zarek reka Liora sejak lama, Valgus... dulunya musuh tapi sekarang temannya juga, Raja... ya... bayangin aja, putri kesayangan lu satu-satunya mati di hadapan lu. Harusnya yang paling terpukul gak cuma Leon doang. Reaksi karakter lain gak langsung tegar dan suruh Leon balik. Masih ada tahap renungan dulu pasca tubuh Liora memudar.)
Mana scene pas matinya itu kayak masih berada cepet banget.
Paling kekurangan besar cerita ini... dramanya sih.
(Ya... lain kali aja aku jabarkan lebih jelas soal ini.)
Sarah
Aku jadi bertanya-tanya lagi, Leon ini sebenarnya penulis hebat atau amatir sih? Kalau di bilang yang udah jago rasanya gak mungkin deh. Karena ya... dunia cerita dia ajak se-gak jelas itu. Dan jujur tokoh-tokoh di dunia ceritanya Leon masih kerasa kaku kurang natural dan ada vibe klise nya juga. Tapi, dipuji guru yah?... bagus dong tulisannya.
Atau apakah gini...
Tulisan yang dimaksud kayak tulisan yang tugas-tugas gitu, tapi kalau buat nulis novel masih belum...?
Sarah
Gue pikir bakal di bogem. Untung kagak. Biasanya kan gitu di cerita-cerita film/novel. 😂
Ya... meskipun emang salah, kalau dia langsung nge-bogem juga Dimas jadi ikutan salah. Bayangin aja baru bangun, masih di RS, terus dipukul. /Facepalm/
Sarah
Kamu masih punya ortu dan temen-temenmu, Leon...
Sarah
Wait, meskipun aku gak terlalu sedih sih tapi... agak gak nyangka juga dia bakal mati sekarang. 😦😮
Sarah
Jangan lupa mie instan, Bang~ 😌
Sarah
Mon maap, Leon udah berapa hari di dunia cerita yah? Takut gak bisa balik eyy. Asaan udah lamaa. /Scowl/
Sarah
Nama, thor. Biasakan huruf awal kapital.
Sarah
Masa selamanya? Nanti layu dong. 😂
Wulandari Ayuningtyas
Semangat thor💪
Ananda Anggit: semangat💪💪
total 1 replies
Sarah
Kalau menurutku... Bimo emang gak sejahat itu sih, dia iri aja itu mah. Coba pikirin deh, 5 tahun koma... tidak sadarkan diri, titik paling tak berdaya, itu bukan waktu yang singkat lho. Dalam jangka waktu itu kalau Bimo mau, dia bisa aja bunuh Leon. Diam-diam tinggal cabut alat-alat rumah sakit yang ada badannya, atau bisa lewat cara apa aja asal diam-diam. Udah deh, bisa wassalam itu Si Leon. Tapi meski 5 tahun, tapi dia gak ada niatan bunuh Leon. Padahal itu waktu yang panjang banget untuk merencanakan sesuatu...
Sarah
Tapi, aku masih bertanya-tanya... soal Leon yang awalnya ingetnya dia anak kost dan sebelum masuk cerita dia lagi di kamar kost-an. Padahal nyatanya dia sama sekali gak pernah nge-kost?
Sarah
Nah, mulai lebih make sense nih. Good job. 👍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!