NovelToon NovelToon
WITH YOU

WITH YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mira Indriani

"Lo mau sampai kapan hura-hura seperti ini tanpa tujuan hidup yang jelas?"

"Nanti kalau ada yang serius sama gue. Lo sendiri kapan mau nentuin masa depan lo. Nyari suami kek!"

"Gue masih gini-gini aja, Za. Gue nunggu suami yaitu orang yang tepat bisa bertanggung jawab sama gue dan ada waktu buat keluarga."

"Kalau seandainya lo udah nikah terus suami lo punya masa lalu yang buruk gimana?"

"Gue terima. Karena bukan kuasa kita untuk menghakimi masa lalu orang lain. Setiap orang punya masa lalu yang buruk. Mereka punya potensi untuk jadi lebih baik lagi. Hidup itu bukan dari dilihat dari masa lalunya, akan tetapi dilihat dari masa yang sekarang ketika ia berusaha untuk menjadi lebih baik lagi ."

Reza menatap perempuan yang berdiri dibelakangnya. Di usia yang sudah terbilang dewasa dia justru lebih sering senang-senang dengan beberapa perempuan. Kecuali perempuan yang sedang bersamanya kini. Bukan munafik, ia hanya ingin menjaga adik almarhum sahabatnya itu. Untuk jatuh cinta, rasanya dia tidak akan pernah jatuh cinta pada perempuan itu. Sebab ia akan merasa bahwa Semesta tidak adil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHILANGAN

Selamat membaca.

Pagi itu, Reza duduk sambil menyantap sarapannya. Selama menikah dengan Nesya, ia tinggal bersama dengan orang tuanya. Karena tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Nesya selama ia pergi bekerja. Dan kedatangan perempuan itu pun disambut dengan sangat baik oleh orang tuanya, kecuali Shita, adiknya. Perempuan itu terang-terangan memperlihatkan sikap ketidaksukaannya terhadap Nesya. Namun tidak masalah bagi Reza selama orang tuanya masih menerima istri dan juga anaknya. Meski anak itu ada diluar pernikahan. Setidaknya ia berusaha untuk bersikap bertanggung jawab.

Perasaannya tak karuan saat itu. Ia mengingat kejadian di mana dia mendorong Fania yang tengah hamil. Tiba-tiba pikrian itu berkecamuk. Hingga akhirnya ia berhenti menyantap sarapannya dan langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan.

Ia pernah berjanji akan menjaga Fania dengan baik pada Fandi. Tetapi kini semua itu telah sirna. Rumah tangganya dan Fania hancur, itu disebabkan karena dirinya yang tengah berkhianat dan menghadirkan orang ketiga dalam bahtera rumah tangganya sendiri. Terkadang ia mengingat betapa lucunya sikap Fania saat menunggunya pulang bekerja dengan tertidur di sofa. Berbeda dengan Nesya yang sekarang selalu meninggalkannya untuk tidur. Dan lagi segala keperluannya tidak pernah disiapkan oleh perempuan itu.

Setibanya di kantor. Ia langsung memeriksakan berkas-berkas yang entah beberapa hari lalu belum juga dikerjakan karena pikirannya masih tertuju pada Fania, mantan istrinya.

Tok tok tok

Reza berdiri saat itu juga setelah mendengar pintu diketuk dan belum ia mempersilakan untuk masuk. Orang tersebut sudah masuk terlebih dahulu dan menghampiri dirinya.

Bugh

Satu bogeman berhasil membuatnya tersungkur pagi itu. Raka, mantan kekasih dari Fania yang tiba-tiba saja menghajarnya pagi itu juga. Kejadian di mana ia mendorong Fania adalah satu bulan yang lalu. Namun tak ada masalah apa pun, tiba-tiba Raka menghajarnya begitu saja. Saat Reza bangun ingin melawan, perutnya di tendang oleh Raka tanpa ampun.

"Pembunuh, sialan. Apa bedanya gue sama lo, hah?"

Setelah sesaat Raka berhenti memukulnya. Reza bangun dan memegangi perutnya yang ditendang tadi. Darah segar juga keluar dari sudut bibirnya.

"Maksud lo apa?"

"Lo brengsek pembunuh. Apa ini cara lo balas dendam ke gue dengan cara nyakitin orang yang gue sayang, gitu, Za?"

"Lo ngomong apaan?"

"Lo bunuh darah daging lo sendiri, *******. Lo bunuh anak lo yang di kandung oleh Fania dan lo nuduh dia selingkuh. Apa lo pernah mikir, kalau saat lo ceraikan dia, dia sedang hamil anak lo, dan lo dengan bangganya menceraikan dia karena belum juga ngasih lo keturunan. Lo tahu dia sekarang terpuruk karena kehilangan bayinya,"

Reza seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raka. Ia menarik kerah kemeja pria tersebut dan bertanya dengan nada yang tinggi. Hingga akhirnya Raka memberitahukan semuanya. Dan itu membuat Reza terkejut dengan kenyataan bahwa kehamilan Fania benar-benar terjadi.

"Lo nggak lebih dari seorang ********, Za. Lo bunuh anak lo sendiri. Lo nyakitin hati Fania, kedua lo buat gue hancur gara-gara dia terus saja terpuruk semenjak kehilangan itu. Dia lebih banyak menyendiri, dan satu hal lagi yang harus lo tahu, Za. Dia berusaha buat besarin anak itu sendirian, dan dengan jahatnya lo dorong dia sampai jatuh gitu. Seandainya gue nggak datang ke toilet, dia nggak bisa diselamatkan, lo hampir saja bunuh dia,"

Raka terlihat terpuruk begitu saja. Dan Reza yang tak lebih terkejutnya mendengar itu semua langsung duduk di kursi kerjanya. Ia telah membunuh darah dagingnya sendiri. Selama ini Fania tak memberitahukan bahwa dia sedang hamil. Dan itu yang membuat Reza semakin merasa bersalah. Ia langsung keluar dari ruang kerjanya dan hendak mencari keberadaan Fania.

Dengan rasa sakit yang ada dibeberapa bagian tubuhnya akibat pukulan Raka. Reza tak peduli dengan hal itu justru ingin mencari keberadaan Fania. Ia langsung ke apartemen, tetapi tak menemukan Fania di sana. Bahkan ia pergi ke rumah Fania, tetapi tetap tidak ada. Hingga menjelang sore, ia mencari Fania ke tempat di mana perempuan itu selalu menyendiri saat sedang merasa tidak baik. Pilihan terakhir adalah pemakaman, Reza langsung menuju ke sana.

Ia keluar dari mobilnya dan langsung menuju pemakaman. Benar bahwa perempuan itu berada di sana. Reza berusaha mendekati dari belakang.

"Maafin, Mama yang nggak bisa jagain kamu, sayang. Nggak seharusnya Mama itu tahan pukulan Papa kamu. Seharusnya Mama yang ngerasain pukulan Papa kamu. Bukan justru kamu yang terkena imbasnya dan ninggalin Mama untuk selamanya, Adinda sayang, kenapa Dinda biarin Mama sendirian? Apa semuanya pergi ninggalin Mama tanpa merasakan kasih sayang, Papa kamu bahkan tidak peduli dengan kamu, Mama selalu berharap bahwa kamu akan menjadi orang yang bisa buat Mama kuat. Seseorang yang bakalan buat Mama berjuang walaupun sendirian, tapi pada akhirnya kamu juga pergi ninggalin Mama. Om Fandi, Nenek sama Kakek, terlebih Papa, ninggalin Mama." Perempuan itu sesenggukkan dan mengelus batu nisan tersebut.

Reza berdiri beberapa langkah dibelakang Fania. Ia mendengar semuanya. Hatinya terasa nyeri saat itu juga. Ia menyakiti hati perempuan itu dengan cara selingkuh, kedua ia menyakiti perempuan itu dengan cara membunuh darah dagingnya sendiri.

Ia tak kuasa mendengar tangisan Fania. Ia berbalik dan meninggalkan perempuan itu sendirian. Di dalam mobil bahkan Reza tak bisa membendung lagi air matanya, anaknya sendiri yang ia bunuh dalam perut Fania. Anaknya sendiri yang ia bunuh dan menghina Fania serta menuduhnya selingkuh.

Rasa sakit itu kian menjalar ke seluruh tubuhnya. Andai saja Raka tak memberitahukan itu semua, tentu saja ia tidak akan pernah tahu bahwa Fania pernah mengandung anaknya. Meski anak itu telah tiada. Beberapa lama ia berada di dalam mobil dan akhirnya melihat Fania masuk ke dalam mobil dan berlalu begitu saja.

Ia turun dari mobilnya dan perlahan menuju pemakaman tadi. Tempat di mana buah hatinya di kubur. Ia duduk di sana dan membaca dengan sangat jelas bahwa yang ada di sana adalah benar-benar darah daginya sendiri. Adinda Rania Binti Reza. Ia menangis sejadi-jadinya di sana sambil memegangi batu nisan. Hanya ada penyesalan yang ada dalam hatinya kini. Anak yang harusnya ia besarkan bersama dengan Fania. Kini sudah tiada.

"Maafin Papa Rania, Papa sudah buat kamu merasakan sakit ini. Mama nggak pernah salah, yang salah itu adalah Papa. Papa yang harusnya bisa jagain kamu, harusnya selalu ada buat Rania," untuk pertama kalinya Reza serapuh itu. Untuk bangun dari tempat duduknya pun begitu sulit. Terlebih karena di sebelah makam Rania ada Fandi, sahabatnya. Om dari bayi yang telah ia bunuh itu. "Maafin gue Fan, seharusnya gue yang jagain dia. Sekarang justru ketemu lo duluan, gue tahu Rania nggak mau hidup karena nggak mau lihat Papanya yang ******** ini, dia nggak mau bertahan karena malu sama Papanya yang seperti ini."

Perlahan ia bangun dari tempat duduknya dan hari sudah semakin gelap. Seandainya waktu bisa diputar, Reza tak ingin kejadian ini menimpa Fania. Terlebih karena ia juga mencintai perempuan itu. Tetapi karena bahagia mendengar Nesya yang hamil anaknya, ia menjadi lupa bahwa ia punya istri sebaik Fania yang telah ia sia-siakan. Dan menyia-nyiakan putrinya sendiri.

Dia memilih untuk pulang dan berjanji akan berkunjung setiap harinya kelak. Entah akan bertemu dengan Fania atau tidak. Ia hanya ingin mengunjungi Rania. Nama yang sangat mirip dengan namanya dan Fania yang digabung.

Setibanya di rumah, ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu sangat keras. Hatinya begitu sakit mengingat kejadian sebulan lalu. Yang di mana ia bertemu dengan Fania di toilet rumah sakit setelah mengantarkan Nesya USG.

"Kamu kenapa sih, Za? Pulang-pulang ngamuk gitu,"

"Keluar, Sya. Aku capek, jangan ganggu dulu. Aku butuh waktu untuk sendiri,"

"Reza aku ini istri kamu,"

"Nesya, berapa usia kandungan kamu?" ucapnya mengalihkan pembicaraan.

"Memasuki usia tujuh bulan,"

"Yakin kamu itu anak aku?"

"Kenapa kamu ngomong gitu?"

"Aku hanya ingin tahu,"

"Iyalah ini anak kamu,"

"Baguslah. Kalau sampai kamu ketahuan beselingkuh, aku nggak bakalan maafin kamu. Aku sudah menyingkirkan Fania demi kamu,"

"Kamu masih pikirin perempuan jalangmu itu?"

"Dia bukan ******. Dia perempuan baik-baik," ucapnya dingin.

"Kamu belain dia sekarang? Bukannya waktu di rumah sakit justru kamu yang bilang seperti itu ke dia?"

"Keluar Nesya. Aku tidak ingin berdebat, aku capek."

Perempuan itu langsung keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan sangat keras. Reza langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membersihkan diri. Setelah itu keluar dari kamarnya dan melihat adiknya yang tengah menonton TV di ruang tamu khusus yang berada di lantai dua. Ia mendekati adiknya yang tengah asyik dengan acara televisi.

"Dek?"

"Kakak kenapa kayak orang nggak ada gairah hidup seperti itu?" Shita langsung bangun dan duduk, Reza menghampiri adiknya dan duduk di sofa.

"Apa aja yang kamu ketahui tentang Fania?"

Perempuan itu terdiam. Reza menyelidiki bahwa ada yang disembunyikan oleh Shita adiknya, hingga akhirnya ia merasa sakit ketika adiknya tak ingin bicara sama sekali.

"Dek?"

"Aku tahunya Kak Fania hamil dan keguguran gara-gara kakak,"

"Kamu tahu dari mana?"

"Aku antarin Kak Fania ke makam Adinda,"

Reza mengangguk pelan. Selama ini mereka berdua masih berhubungan baik tanpa sepengetahuan Reza. "Sejak kapan kamu tahu kalau Fania itu hamil?"

"Sejak kakak ceraikan dia, dan kakak milih perempuan lain jadi istri kakak,"

"Kenapa kamu nggak bilang?"

"Kenapa harus bilang? Kenapa bukan kakak yang peka, kenapa seolah aku yang salah kak? Sedangkan kakak sendiri waktu itu berstatus sebagai suaminya Kak Fania. Terlebih Papanya Adinda, waktu itu memang sebenarnya nggak bakalan dikubur di dekat kakaknya Kak Fania, tetapi dia minta sama Kak Raka buat ngatur semuanya,"

"Kamu kenal Raka juga?"

"Iya kenal. Selama Kak Raka kerja, aku yang jagain Kak Fania di rumah sakit, waktu itu dia kirim foto USG dan calon keponakanku, aku bahagia banget waktu tahu anaknya baik-baik saja. Beberapa jam setelah itu dia bilang kalau dia sedang berada di rumah sakit Jakarta karena keguguran dan pembunuhnya itu adalah kakak sendiri,"

Reza terdiam tak membalas apa yang dikatakan oleh adiknya. Adiknya benar, bahwa penyebab anaknya meninggal adalah karena dirinya.

"Kakak kenapa lakuin itu sama Kak Fania? Kenapa kakak itu buat dia sedih? Kenapa kakak nggak berhenti-berhenti buat dia menderita? Kalau memang kakak itu nggak sayang, kenapa harus menerima perjodohan itu dulu. Hingga akhirnya dia hamil anak kakak, tapi kakak sendiri yang bunuh. Apa pernah Kak Fania itu nyakitin hati kakak? Apa pernah Kak Fania itu buat hidup kakak berantakan? Apa yang kakak mau selalu dia turuti, aku capek harus diam seperti ini, terlebih Mama. Dia pura-pura suka sama Nesya, Mama nggak pernah tulus sayang sama istri kakak. Mama juga tahu tentang Kak Fania yang keguguran, tapi Mama malu ngejenguk waktu itu karena sikap kakak yang sudah keterlaluan dan nggak mau buat kak Fania sedih lagi. Aku juga dengan percaya dirinya jengukin dia,"

"Shita, kamu tahu ke mana Fania pergi selama ini?"

"Tahu, tapi dia nggak pernah mau ngasih alamat lengkapnya waktu aku mau kunjungi dia."

"Dia ke mana?"

"Aku nggak bisa kasih tahu kakak, maaf,"

Reza sungguh menyesali perbuatannya. "Kakak kehilangan Rania dan juga Fania, sekarang apa ini balasan untuk kakak yang sudah menyakiti dua perempuan sekaligus?"

"Urus saja istri kakak. Jangan pernah berniat untuk kembali pada Kak Fania. Cukup jangan pernah hadir lagi kak. Bukan berarti aku itu nggak dukung kakak sama dia. Cuman aku nggak mau lihat dia sedih lagi karena perbuatan kakak yang selama ini sudah keterlaluan, mencampakkan dan meninggalkan dia, kakak sudah sangat keterlaluan. Bagaimana kalau Shita yang ngalamin, apa kakak tega?"

Shita benar, bahwa tidak seharusnya dia seperti itu membuat Fania menderita lagi. Kini memang seharusnya ia tidak masuk lagi ke dalam hidup Fania dan menghancurkannya untuk kedua kali.

1
Meiliani Pelangi
gombal banget ngomong Cinta
Meiliani Pelangi
Reza yang menciptakan masalah di rumah tangga mereka!
Meiliani Pelangi
sebenarnya Reza itu lembut dan sayang pada Fania, tetap mengakui fFania itu istrinya tapi mengapa Reza belum bisa mencintai fania thor?
Meiliani Pelangi
semangat upnya thor!
Marshanda Pratama
anja7
Salma Cheng
fania udah tau Reza punya wanita lain ngapen juga masih ttp mau terima pernikahan ....berlapang dada jha fan ...itu resiko kamu harus terima
Salma Cheng: insysAllah siap
total 2 replies
Salma Cheng
jjr bukan GK rela Reza nikah sama fania , namun apa fania G'akan sakit ato menderita hidupnya setelah nikah ,,, kasian fania
aku cuman ingin Reza sadar Thor
Riska syah widya
numpang lewat..
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Yusneli Usman
kalian akan mendapatkan balasan atas apa yg telah kalian lakukan berbahagia di atas derita seorang istri yg sangat baik hati dan penurut...
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Yusneli Usman
Emang enak hidup kayak gitu.....dulu fania menjadi istri yg baik dan penurut ..baru nikah tak sampai 1 thn dah ngotot punya anak...hello broooo...bangun dr dunia khayal yg lu ciptakan sendiri....sebel kali aku liat jantan beginian...🙄🙄😏😏😏😏😏😏😏
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Gahara Rara
begitu berat beban mu fania
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Syuhidah Ida
kereeen..suka deh ama devan..
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Kemal Chandra
thor ini cerita hiatus atw mo d lanjut udah lama g up udah hampir setaun y..
Nurul Hidayati
adelina egois ky bpk aslinya
Megantara H: Boleh mampir di ceritaku kakak💜💜
"Aku memilihmu"
Klik langsung profileku ya... 😉
total 1 replies
Ica Snow Kim
BAGUS DEH FANIA & RAKA AKHIRNYA NIKAH JUGA 🙂,

FANIA LAGI HAMIL ANAKNYA RAKA 🙂,


FANIA & RAKA SEMOGA BAHAGIA TERUS 🙂
Ica Snow Kim
REZA GILA, DORONG FANIA YG LAGI HAMIL, BERDARAH BUKANNYA DI TOLONGIN MALAH DI TINGGALKAN PERGI 😡🤬😡🤬😡🤬,

SEMOGA REZA CEPAT DAPAT KARMA 🤬🤬🤬🤬🤬
Ica Snow Kim
FANIA HAMIL, TAPI DI CERAI REZA 😓
Ica Snow Kim
REZA & FANIA BELAH DUREN JUGA ☺️
Ica Snow Kim
REZA BERENGSEK, NESYA DI TIDURI, INGIN FANIA JUGA 🤬😡
Ica Snow Kim
UNTUNG REZA MABUK JADI DEH CERITA SAMA FANIA YG DI SANGKA FANDI, SOAL KEBENARAN RAKA YG MENGHAMILI NABILA PACAR FANDI 😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!