NovelToon NovelToon
Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:59k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuma_Hans

Yukari adalah seorang puteri yang dituntut untuk menjadi seorang pangeran oleh sang ayah..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuma_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelidiki Sesuatu

Yukatta merengut kesal atas sikap acuh kakaknya. Apalagi pandangan Genma tertuju padanya sedari tadi. Membuat Yukatta muak dengan orang dari kerajaan ini.

Kembali, dirinya melangkah dengan malas lantaran kimono yang dipakainya sangat berat.

Saat dirinya berhasil masuk kedalam istana. Tak sengaja melihat Yuuren juga sahabatnya Gaara, berdiri di depan pintu kamar Temujin.

'Kenapa mereka ada disana? Mengapa Onii-sama tidak menyapaku sama sekali?' Batin Yukatta.

'Aku harus lebih bersabar, karena aku yakin. Onii-sama pasti datang kemari ingin membebaskanku dari tempat laknat ini.'

Yukatta kembali ke kamarnya, raut wajahnya tertekuk setelah melihat wajah Hayate beserta senyum culasnya.

"Kenapa manusia kotor ini selalu menempel padaku?" Batin Yukatta geram.

* *

"Jadi apa rencana kalian selanjutnya?"

Kalimat pertanyaan tersebut  membuat duo merah menatapnya datar. Yuuren balas menatap datar, apa ada yang salah dengan pertanyaannya?

"Karena sudah terlanjur begini, aku rasa kita harus tetap melanjutkan sandiwaranya. Sebelum semuanya terungkap dan sebelum rencana kita ketahuan." Sasori yakin, Temujin hanya korban disini.

Bahkan, menghianati Hidan tidak pernah terpikirkan oleh Temujin. Karena dua raja itu bagai sepasang sepatu yang tak bisa dipisahkan.

"Lalu apa apa yang harus aku lakukan disini? Tidak mungkin aku berlama-lama dikerajaan orang lain dengan alasan membantu kerajaan mereka yang tak sengaja berpapasan dijalan." Bisik Gaara lirih. Karena awalnya aku ingin membantu Yuuren menyelamatkan Yukatta yang diculik kerajaan Nakamura, Sambungnya dalam hati.

"Kita tidak akan lama disini, hanya beberapa hari saja." Cetus Sasori, hazelnya menatap Yuuren dingin. "Dan kau. Aku beri waktu dua hari untuk membawa adikmu pergi dari sini."

"Dua hari katamu?! Yang benar saja! Kau tidak lihat penjagaan kerajaan ini begitu ketat huh?" Yuuren mendelik tak terima, bagaimana mungkin waktunya hanya dua hari? Itu terlalu singkat untuk menyusun sebuah rencana.

"Kau tidak akan melakukannya sendiri! Kami ada bersamamu dan membantumu keluar dari sini sebelum kami pergi menyusul nantinya." Hela nafas terdengar. Sasori lelah. Kenapa harus dia yang selalu membujuk Yuuren dan menjelaskan hal yang terlalu rumit padanya?

"Kita akan bicarakan ini nanti, seseorang akan datang." Gumam Deidara yang entah sejak kapan sudah berada diantara mereka.

"Kau..-"

Tok tok tok

"Yang mulia, makan malam telah siap. Perdana menteri meminta kesediaan anda untuk hadir." Ucap pelayan perempuan.

"Ya..!" Deidara hanya menjawab singkat, meskipun dirinya mencoba senormal mungkin bersikap biasa seperti Temujin. Tak dipungkiri, hatinya resah memikirkan jika rencana mereka gagal nanti.

Sasori beranjak dari duduknya, beruntung Gaara membawa baju ganti. Kini Sasori memakai pakaian yang sama seperti Gaara.

Ini sedikit menguntungkan baginya, karena mereka yang belum mengetahui dirinya memilih menjadi menteri kerajaan Kurosawa tetap menganggap Sasori sebagai salah satu pangeran kerajaan Takahashi.

Ketiga pemuda itu keluar, sedangkan Yuuren mengendap menyelidiki istana secara diam-diam.

Dengan langkah tegap Deidara berjalan menuju ruang makan, banyak desas desus disana. Tampaknya para bawahan Temujin tersebut tengah membicarakan sesuatu, tapi apa?

Duduk di tempat yang seharusnya Temujin, Deidara masih memasang wajah datar.

Sedangkan Sasori dan Gaara duduk berhadapan. Mereka sengaja tidak mengambil tempat yang berdampingan, karena Sasori ingin melihat cara pandang mereka dari sudut dirinya. Begitupun Gaara, ia ingin melihat bagaimana cara mereka memandangnya.

Lucu sekali, padahal mereka belum tahu dimana raja mereka yang asli. Dan kematian panglima masih belum mereka ketahui.

Tapi mereka malah tertawa tidak jelas disini, bersenang-senang.  Pikir Gaara.

* * *

Yuuren berhenti disalah satu kamar, hatinya sesikit ragu untuk membuka pintu tersebut. Namun karena rasa penasaran yang amat besar, akhirnya Yuuren membuka pintu tersebut.

"Tidak dikunci." Batin Yuuren.

Ceroboh sekali. Yuuren masuk kedalamnya setelah memastikan bahwa disana tidak ada orang satupun.

"Onii-sama!" Pekik Yukatta tertahan. Dirinya hampir saja teriak saat sang kakak memasuki kamarnya. Entah ini kebetulan atau bukan, yang jelas Yukatta sangat senang. Benar-benar senang. "Akhirnya kau datang Onii-sama.. aku takut kau tidak datang."

Air matanya menetes tak bisa di cegah. Yuuren merasa ia kakak yang buruk, bagaimana bisa dia menjaga rakyatnya ketika menjaga keluarganya saja ia tak mampu?!

"Tenanglah Yuka-chan, aku disini.. aku akan membawamu keluar dari tempat ini." Bisik Yuuren pelan.

Sebisa mungkin dirinya tak membuat kegaduhan agar orang dari kerajaan Nakamura tak mencurigai mereka.

Yukatta menganggukkan kepala, tanpa suara saudara kembar tersebut larut dalam pikiran masing-masing.

Sebelum Yuuren sadar dan membuat rencananya sendiri. "Beri tahu aku, dimana saja letak pintu yang penjagaannya tidak ketat." Pinta Yuuren.

Matanya menyorot tajam, meski bibirnya melukis senyum. "Aku akan menunjukannya padamu." Jelas Yukatta, sedikit tersendat karena rasa takut melingkupinya. Yukatta merasa Onii-samanya seperti orang lain.

"Anak pintar!" Puji Yuuren.

* * * *

Perjalanan panjang raja Raido kini  telah sampai di kerajaan Kurosawa.

Namun yang membuat bingung mereka. Kerajaan Kurosawa dalam keadaan baik-baik saja, lalu dimana kedua putrinya?

Tatapan raja Raido mengarah ke raja dari kerajaan Kurosawa, raja Hidan.

Tanpa sadar tangannya terkepal, rasa cemas menyelimuti relung hatinya.

"Selamat datang di kerajaan Kurosawa yang mulia, raja Raido." Sambut Hidan dengan ramah.

Raido mengangguk kaku, kemudian menghela nafas. Disampingnya Shikaku dan Shikamaru duduk dengan tenang. "Putriku mengirim surat, untuk meminta bantuan dari kerajaan kami saat kerajaan Nakamura menyerang kerajaan Kurosawa." Ujar Raido tenang. "Tapi sepertinya kerajaan anda baik-baik saja yang mulia." Sambungnya kemudian.

Hidan sedikit terkejut, benarkah Yukatta mengirimi ayahnya surat bantuan?

Kalau memang iya, kapan? Bahkan kehadiran Yukatta sekarang tengah dicari. Meskipun belum mendapatkan hasil.

"Mengenai hal itu, saya tidak tahu yang mulia. Kalau boleh tahu, kapan tuan puteri mengirimi anda surat?" Hidan mencoba bertanya dengan pelan.

Karena jujur saja, dirinya memang tidak tahu perihal ini.

"Dua hari yang lalu. Aku menerima suratnya saat pagi buta."

Ah, memang dua hari yang lalu kerajaannya tengah berperang melawan kerajaan iblis. Tapi Sungguh. Hidan tidak tau, karena saat itu dia tengah melawan Temujin.

"Apa itu keinginan Yukatta?" Batin Hidan.

Menghela nafas pelan, Hidan kembali membuka suara. "Dua hari yang lalu, tepatnya saat jam makan malam. Kerajaan saya diserang, namun perlu saya tegaskan. Saya tidak pernah menyuruh seseorang untuk meminta bantuan kepada kerajaan lain, walaupun begitu. Saya menghargai bantuan dari anda, terimakasih telah datang kemari dan maaf telah merepotkan anda." Jelas Hidan. "Tapi kami disini tengah dilanda kesulitan, karena sejak kerajaan Nakamura menyerang kerajaan kami. Saya, maupun para pengawal kehilangan jejak tuan puteri Yukatta. Juga pangeran Yuuren."

"Apa maksud anda yang mulia?!"

Tanya Raido dengan nada emosi. Bagaimana mungkin kedua putrinya menghilang?!

Memijit kepalanya yang sedikit pening, disampingnya Shikaku menenangkan sang raja.

"Maafkan saya yang mulia, karena saya sibuk berperang saya lengah untuk menajaga tuan puteri." Rasa sesal menyelimuti Hidan. Andai saja, dirinya tau Yukatta akan menghilang seperti ini, Hidan tak akan turun tangan begitu saja.

Membiarkan panglima dan para sahabatnya saja yang melawan. Mungkin kejadian ini takkan terjadi.

"Apa perang itu berlangsung lama?" Tanya Shikamaru tiba-tiba.

Hidan dan Itona saling berpandangan, kemudian menggeleng.

"Perang itu hanya berlangsung sampai tengah malam." Jawab Itona tenang.

Tunggu..

Mungkinkah perang itu hanya pengecoh mereka saja? Dalam artian, perang ini dibuat untuk penculikan Yukatta?!

"Apa kalian sudah mengerti?" Tanya Shikamaru lagi, kali ini dengan seringai dibibirnya.

"Ya.. mereka sengaja datang untuk mengajak berperang. Setelah perangnya selesai mereka membawa lari tuan puteri." Gumam Itona.

"Dan mengenai pangeran Yuuren, yang mulia pasti mengejar mereka saat tahu tuan puteri tidak ada dalam istana." Tebak Shikamaru.

Mereka terdiam, memikirkan apa yang mereka bicarakan tadi.

"Sebaiknya anda beristirahat dulu yang mulia, kita akan kembali membicarakan hal ini besok. Anda pasti lelah karena menempuh perjalanan yang cukup jauh." Hidan menatap Shikamaru yang menguap.

Bocah ini masih bertahan saja dengan sikap malasnya. Batin Hidan.

Setelah mereka setuju untuk beristirahat dahulu, Hidan menuju perpustakaan yang merangkap markas sahabatnya.

Namun pandangan ganjil yang Hidan dapat, dirinya tak menemukan sahabat kuning merahnya.

"Dimana mereka?" Tanya Hidan setelah dirinya duduk di tengah-tengah.

"Aku mendengarnya sedikit, mereka menyusul rombongan kerajaan Nakamura untuk menyelidiki keberadaan tuan puteri. Deidara dan Sasori, mereka yakin bahwa Temujin yang membawanya." Jelas Zetsu.

"Padahal aku belum memerintah apapun, tapi mereka sudah bertindak." Gumam Hidan lirih.

"Itu karena Deidara memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi, ketika dirinya memiliki sedikit bukti pun dia akan tetap menyelidikinya." Celetuk Konan.

Yah.. Hidan sudah tau perhal sikap sahabatnya itu, namun kenapa mereka tidak merundingkannya terlebih dahulu?

"Saat itu kau terluka dan tengah di obati, dan sepertinya Sasori dan Deidara sengaja tidak memberitahumu."

Benar, jika mereka memberitahu pun, Hidan tak yakin dirinya akan cepat setuju. Karena Hidan membutuhkan rencana yang matang, bukan tergesa-gesa macam Deidara!

"Yasudahlah.. kita tunggu saja hasilnya akan seperti apa."

1
astri kurniasari
ini keereeeeen banget lain dari pada yg lain thor😘😘
di awal emang ceritanya membingunkan tpi mkin masuk terus gak mau berenti aq, akhirnya baru komen sekarang,,,, keren abis,,, kasian hidan bunuh diri akhirnya....
Kazuma Hans: Wah makasih.. btw.. Makasih juga sudah mampir..🙏😉
total 1 replies
Fatin Ashydqiah
terimakasih kembali 😁😍😘
yuliana.manggala
yah udah tamat aja,tapi makasi thor ceritanya aku suka dan aku sangat terhibur semangat thor,lahirkan karya lain yang lebih bagus dari sebwlumnya
Kazuma Hans: Terimakasih kembali, terimakasih sudah mendukung karya saya sejauh ini. Aamiin..
total 1 replies
Arib Haikal Malik
1thn lgi mngkin bru pnulis slesai mikirin klnjutnx
Fatin Ashydqiah
selalu dtunggu up nya thor
yuliana.manggala
akhirnya nikah juga sama gara,bikin raja hidan menyesal semenyesal2 nya thor,lanjuut
Trise Anggraeni
cinta sejatinya yureen bukan hildan
Ayu
bagus bagusss
Ayu
semanggattttt kak ☺️
Ayu: sama sama kak
total 2 replies
Trise Anggraeni
berat ya yuuren. thor kpn terbuka rahasia yuuren
Kazuma Hans: kapan² 🤭
total 1 replies
Nurujima Dypari
Yakin semoga bagus

Jangan lupa untuk mengunjungi karyaku juga ya

Seorang pemuda yang hanya ingin menyelesaikan tugasnya, namun ia harus menghadapi permasalahan demi permasalahan yang ada
Mampukah ia menyelesaikan permasalahan yang ada?
Baca kisahnya di : Hantaran Rahasia, Tinggal buka profil dan lihat dengan judul yang sama

Trims untuk jempol dan Kunjungannya
Itu sangat berarti untukku 😊
Arib Haikal Malik
yg nulis ini msih mikir alurx mngkin...lma skli nunngu lnjutanx
Kazuma Hans: Harap bersabar, saya sudah update dari kemarin. Ini juga saya ngga tau kenapa belum berhasil di review dari pihak NovelToon 🙏
total 1 replies
Trise Anggraeni
hildan buat yureen kl begitu.
Arib Haikal Malik: lnjut
total 1 replies
Helvia Irani Umar
i give u vote.. S. E. M. G. A. N. G. A. T
Kazuma Hans: Thanks 🙏
total 1 replies
Fithria Sulaeman
mantap bagus ceritanya.
aku hadir kak, jempol ku mendarat di karya mu baru sampai sini 😜😜
Fithria Sulaeman: terima kasih kembali 😎
udah mau mau mampir juga di ceritaku yg masih recehan 😜
total 2 replies
Emma The@
Keren kak.Cinta CEO untuk Gadis Butik datang membawa like
Nadia Fitri
bnnugrr
yuliana.manggala
ah aku maunya garaa berjodoh sama yuuren
yuliana.manggala
semoga garaa berjodoh sama kknya yukatta
yuliana.manggala
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!