Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
"Naraaa, anggaaa bangun sholat dulu" teriak bangriv
"Nara banguunn"teriak bangriv sambil mengguncang tubuh nara
Angga yang mendengar keributan di sampingnya terbangun
Angga yang masih setengah sadar beranjak ke kamar mandi dengan baju yang telah dibawanya
Beberapa menit, kemudian angga keluar dengan muka yang lebih segar
Angga melihat bangriv masih berteriak teriak membangunkan nara dan di sana juga bertambah ****** yang masih memeluk bantalnya sambil terkantuk kantuk
Angga mendekati mereka, lalu duduk disamping nara yang sedang terlelap
Angga mengelus rambut nara dengan lembut
"Nara ayo bangun" ucap angga lembut
"Masih ngantuk ngga" jawab nara dengan suara seraknya
Angga mengecup pipi nara
"Ayo bangun, mandi dulu biar seger nanti solat berjamaah" ucap angga lembut sambil mengelus rambut nara
Nara mengangguk, lalu beranjak ke kamar mandi dengan langkah gontai
Merasa sudah beres angga berlalu keluar kamar
Bangriv dan ****** yang masih melongo tak percaya
" DASAR BUCIIINNN,, " teriak mereka
Setelah nara selesai mandi, mereka segera melaksanakan sholat
Selesai sholat nara segera membuat sarapan
Selesai sarapan nara kembali kekamar di susul oleh angga
Angga duduk di samping nara yang sedang bermain ML
Angga memerhatikan cara nara bermain sambil sesekali mengelus surai rambut nara
Setelah beberapa menit, angga menantang nara
Beberapa menit kemudian
Permainan dimenangkan oleh angga
"Enggak, lo curang, kita main lagi" ucap nara yg tidak percaya posisinya selalu ke satu tergeser oleh angga
"Okey, kita main lagi" ucap angga
Beberapa menit berikutnya
"Akh kenapa bisa kalah lagi" kesal nara
Drt drtt
Ponsel nara berbunyi, nara segera mengangkatnya
"Halo kak ada apa"
"Ada apa, ada apa lo kapan ke kantor dek, berkas lo udh pada numpuk nih" ucap kak sela
*info: kak sela di pindah tugaskan ke indo oleh nara
"Iye iye nanti gue kesana kak"
"Gk ada nanti nanti sekarang" ucap kak sela alangsung mematikan sambungan telpon
"Gila galak amat sekertaris gue" gumam nara
Nara beranjak mengganti pakaian dengan pakaian kantor
Angga yang melihat nara memakai pakaian kantor bertanya
"Mau ke kantor?" Tanya angga
"Iyh kak sela udh ngomel ngomel suruh gue dateng" jawab nara
"Yaudah gue ikut yah" ucap angga di balas anggukan oleh nara
"Tunggu bentar, gue ganti baju dulu" ucap angga lalu beranjak pergi
Beberapa menit kemudian
Nara memperhatikan tampilan angga dari ujung rambut sampai ujung kaki
"Lah kan yang mau ngantor gue, kenapa lo ikutan pake baju kantor" ucap nara
"Ya gak papa lah, biar cocok gitu pas jalan bareng" jawab angga
"Yaudah terserah" ucap nara
"Bang gue kekantor dulu" teriak nara yang sudah di depan pintu masuk
"Iya" jawab ****** dan bangriv
Mereka masuk kemobil dengan angga yang mengendarai mobilnya
Ciitt
Mobil berhenti di parkiran khusus
Angga keluar dengan menggunakan topeng setengah wajahnya dan membukakan pintu untuk nara
Nara keluar lengkap dengan topeng di wajahnya, yg juga menutupi setengah wajahnya
Nara dan angga berjalan masuk dengan gaya cool mereka, angga yang memasukkan satu tangannya ke saku celana dan nara yang sebelah tangannya memegang berkas
Para karyawan menunduk hormat pada nara
"Eh itu siapa yg sama bos"
"Iyah siapa tuh, ganteng banget anjir"
"Pacarnya mungkin"
"Tapi kan mungkin aja rekan kerja"
"Bentardeh gue kaya kenal itu topengnya"
"Itu kan topeng yang suka di pake sama bos perusahaan A'R Company"
"Ohh yang perusahaan terkaya ke 11 di dunia"
"Hooh bener itu topengnya"
Yah begitulah ocehan karyawan karyawan nara
Nara dan angga masuk ke ruang CEO, disana sudah ada kak sela yang menunggu kedatangannya
"Datang juga lo, itu berkas berkasnya" ucap kak sela menunjuk dua tumpuk berkas
"Hah, yang bener kak" tanya nara
"Iyeh, yaudah gue keruangan gue dulu, selamat pacaran sama kertas bay" ucap kak sela sambil berlalu pergi
Nara memijit pelipisnya dan mulai mengerjakan berkas berkas
Sedangkan angga duduk di sofa yang di sediakan dan mengerjakan berkas berkas yang di kirimkan lewat email
Beberapa jam berlalu mereka sibuk dengan berkas masing masing
"Angga menurut lo, gue mening terima kerjasama sama perusahaan keluarga sahabat lo sm gue, ato di tolak aja" tanya nara
"Menurut gue mah terima aja, saat si anak ular (cecil) itu nuduh lo ngambil uang perusahaan, lo bisa membalikkan keadaan" jawab angga yg sedang fokus dengan hp nya
"Angkasa Company perusahaan mana tuh ngga" tanya nara
"Ohh itu, perusahaan terkaya no 2 di dunia, emang sih perusahaan itu tertutup banget cuman sedikit yang tau informasi perusahaan itu
tapi menurut gue lo terima aja, soalnya gue juga kerjasama sama perusahaan itu, dan hasilnya selalu menguntungkan" jawab angga di balas anggukan oleh nara
"Nar gue ke kantin dulu ya, mau beli makanan udah waktu makan siang soalnya" ucap angga di balas anggukan oleh nara
Angga mengelus surai rambut nara san mengecup puncak kepala nara
Nara membalas dengan mengecup pipi angga
Dan angga berlalu ke kantin
Sedangkan anggota nara yang bertugas mengawasi CCTV perusahaan, menyemburkan kopinya saking kagetnya saat melihat apa yang di lakukan angga
"Anjir itu queen" ucap anggota nara
POV Angga
Angga duduk dibangku setelah memesan makanan untuk nya dan nara
Tiba tiba datang satu karyawan yang memakai baju ketat, roknya pendek, make up tebal, 2 kancing baju atas dibuka memperlihatkan lekukannya
"Mas kamu ganteng banget, mau gak sama aku, aku lagi sendiri loh" ucap karyawan itu sambil memeluk dan bergelayut di lengan angga
Angga memijit pelipisnya
"Astagfirullah kenapa di mana mana ada aja orang kayak gini" batin angga
"Kamu kenapa mas? Pusing?, sini aku pijitin" ucap karyawan itu sambil meraih kepala angga
Dengan cepat angga menepis tangan karyawan itu
"Mas kok kamu gitu sih, ayoo lah"
"Sabar angga, ini bukan kantor lo, lo gk boleh bunuh orang" batin angga
Angga menepis kasar tangan yang masih bergelayut itu
Karyawan itu tidak menyerah dia terus menggoda angga
"Nanti malem main ke rumah aku yuk mas" ucap karyawan itu sambil bergelayut manja di tangan angga
Angga kembali menepis tangan itu
Tiba tiba atmosfer di kantin seketika berubah
"Rebeca Auliani, seorang jalang di Club Mawar, bekerja jam 7 malam hingga 4 dini hari, dan sabtu dan minggu non stop, 3 kali hamil di luar nikah dan menggugurkan kandungannya" ucap nara dengan nada dingin
Semua pandangan tertuju pada nara
"Kau dipecat" ucap nara sambil menunjuk wajah rebeca
"Ta-tapi apa salah saya" tanya Rabeca
"Masih gk sadar, pakaian, sikap, dan menggoda cowok orang" ucap nara datar
Nara langsung menarik tangan angga pergi ke ruangannya
"Mba tolong makanannya antarkan ke ruangan saya" ucap nara sebelum meninggalkan kantin
Nara memasuki ruangan dan langsung duduk mengerjakan berkas lagi dengan wajah datar
Angga yang tau suasana hati pasangannya itu tidak baik langsung menghampirinya
Angga menggendong nara dan memindakan kepangkuannya
Nara tidak peduli dan masih melanjutkan pekerjaannya
"Nar kamu marah" tanya angga sambil melingkarkan lengannya di pinggang nara
Nara menghela napas lalu menggeleng pelan
"Beneran " tanya angga
"Iya, aku kecapean jadi kebawa emosi" jawab nara
Angga mengangguk dan meletakkan dagunya di pundak nara dan mengeratkan pelukannya
Nara kembali mengerjakan berkasnya
Ceklek
Pintu ruangan terbuka
"Dek ini ada se-" ucapan kak Sela terpotong melihat adik sekaligus bos nya itu
Bahkan seseorang di samping kak sela pun ikut tercengan
"Apa kak" tanya nara tanpa mengalihkan pandangannya dari leptop
"Ehmm" kak sela berdehem profesional
"Ini ada sekertaris perusahaan A'R Company " ucap kak sela
Nara dan angga mengalihkan pandangan kepada mereka
Nara hendak bangkit dari pangkuan angga namun ditahan oleh lengan angga
"Angga" peringat nara dengan suara kecil yg di balas gelengan oleh angga
Nara menghela nafas
"Kau boleh masuk, dan terima kasih sudah mengantarkan kak" ucap nara
"Oh iyah, ini pesanan kamu dek" ucap kak sela lalu meletak kan pesanan tadi di meja depan sofa
"Terima kasih, tolong buatkan juga kopi untuk dia" ucap nara
"Okey" jawab kak sela sambil memberi acungan jempol pada nara dan berlalu pergi
"Duduk saja tidak usah sungkan" ucap nara
"Ada apa Bim lo sampe kesini" tanya angga pada bimo (sekertarisnya)
"Saya ingin mengajukan kerja sama antara A'R Company dan Q'N Company bos" jawab bimo
"Ngomongnya gak usah terlalu formal" ucap angga di balas anggukan oleh bimo
Angga yang melihat nara akan beranjak lagi segera menggendong nara dan kembali mendudukkan nara dipangkuannya, saat angga sudah duduk di sofa yg berhadapan dengan sekertarisnya
"Angga aku turun ya" ucap nara
Angga lagi lagi menggeleng
"Huft emang susah kalo udah manja gini" batin nara yang di dengar oleh angga
"Biarin manja ke kamu" balas angga sambil mengeratkan pelukan dan menelusupkan wajahnya ke leher nara
"Maaf bisa kita lanjutkan, anggap saja dia tidak ada" ucap nara pada bimo
Bimo mengangguk dan melanjutkan tawaran kerjasamanya
Angga sama sekali tidak mengganggunya,
"toh itu urusan nara, mau di terima apa enggaknya gk peduli " pikirnya
Nara melihat berkas kerja sama yang di berikan
"Okey, pembagian saham 50%" ucap nara lalu menandatangani surat perjanjiannya
"Ini pak silahkan di minum" ucap kak sela yg baru datang
"Terima kasih" ucap bimo
"Kak lo dah punya pacar belum" tanya nara
"Belum kenapa gitu" ucap kak sela
"Nah pas banget tuh kalian bareng, sama sama jones" ucap angga
"Yeh, enak aja sendirinya aja jones" ucap bimo
"Yeh kata siapa gue jones, gue udah punya kali" ucap angga sembil mengecup pipi nara dan mengeratkan pelukannya
"Kalian pacaran" tanya bimo dan kak sela
Nara dan angga mengangguk
Braak
"Sejak kapan" ucap mereka sambil menggebrak meja
"Astagfirullah, biasa aja kale" ucap nara
"Hehehe, maaf kelepasan" ucap kak sela
"Baru beberapa hari yang lalu" jawab angga
"Oh iyah nar, kenalin ini bimo sekertaris sekaligus salah satu tangan kanan aku di mafia" ucap angga
"Ohh salam kenal, gue nara" ucap nara sambil berjabat tangan dengan bimo
"Wah adek gue udah besar, udah punya pacar nih" ucap kak sela
"Iyah dong, kakak kapan nyusul" ucap nara
"Belum ada yang pas dek, lagi pula kakak maunya langsung nikah" ucap kak sela
"Wah ngode tuh bim" ucap nara
"Hayu lah, kita langsung ke KUA" ucap bimo yg membuat wajah kak sela jadi merah padam
"Hahahah" tawa mereka
"Ehh ayo sini duduk, jangan berdiri aja" ucap bimo sambil menepuk sofa di pinggirnya
Kak sela mengangguk dan duduk di samping bimo
Mereka pun bercengkrama bersama
Beberapa menit kemudian
"Ngga, nar, sel gue balik ke kantor dulu yah, masih banyak kerjaan soalnya" ucap bimo
"Iyah, nanti kapan kapan kesini lagi" ucap kak sela
Kak sela dan bimo saling pandang dan tersenyum
"Khmmm" dehem nara dan angga
Kak sela dan bimo mengalihkan pandangannya menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam
"Y-yaudah gue balik dulu" ucap bimo
Bimo berjalan keluar ruangan
"Yaudah gue juga pergi dulu yeh, mu jalan jalan sumpek disini mulu" ucap kak sela sambil berjalan keluar ruangan
Nara dan angga mengangguk
Sekarang tinggal nara dan angga yang tersisa di ruangan itu
"Jadi gak ke danau nya" tanya angga sambil merapikan rambut nara yg berantakan
"Jadi dong, tapi nanti agak sorean, kerjaannya blm beres soalnya" jawab nara
"Kalo mau istirahat di kamar sana aja" ucap nara sambil menunjuk pintu kamar di ruangan itu
Angga mengangguk
"Yaudah, gue ke kamar dulu yah" ucap angga lalu berjalan ke arah kamar
Sedangkan nara kembali mengerjakan setumpuk berkas tadi
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini