NovelToon NovelToon
Don'T Forget Me

Don'T Forget Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aisyah Aisyah

10 tahun lamanya, Melody Alexandria kembali dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya, yaitu Glan Algalasta. Mereka bertemu di sekolah yang sama dan kebetulan satu kelas. Kini, benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun perjalanan cinta mereka tak selamanya mulus. ada beberapa konflik yang harus mereka hadapi


bagaimanakah kisah selanjutnya? mungkinkah mereka akan terus bersama?
simak ceritanya, terima kasih😊

insyaallah up setiap hari😊


Follow IG: @yeniaisah191

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sesama teman!

Sore ini, Aril membuntuti Melody yang tengah berjalan menyusuri tepi jalan raya. Entah kenapa, gadis itu tak ingin pulang bersama dirinya ataupun dengan sahabatnya itu.

"berhenti mengikutiku atau akan ku lempar kau dengan sepatu!" Teriak Melody menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya.

karna terlanjur sudah ketahuan, Aril keluar dan nyengir kuda lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "hehehe" cengirnya seperti anak anak yang ketahuan nakal oleh ibunya.

"kenapa kau mengikutiku?"

"sebenarnya aku penasaran, tidak biasanya kan kau pulang sendirian!"

"hem, mau duduk diatas ayunan?" tanya Melody dengan senyumnya yang secerah mentari itu.

"boleh"

Merekapun berjalan menuju sungai dan duduk ditempat pertama kali mereka bicara. Yaitu ayunan dekat sungai.

"sudah lama tidak bicara ya?" tanya Aril memulai pembicaraan.

"memangnya apa yang akan kita bicarakan?"

"Sebenarnya..." Aril menggantung kalimatnya dan dengan perlahan, dia mengulurkan tangannya menggenggam tangan Melody. Hangat!, itulah yang dirasakannya.

"Aku tidak mau lama lama memendam perasaan ini, sebenarnya sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah menaruh hati padamu, Aku suka sikapmu yang polos dan menggemaskan, hatimu yang murni dan selalu ceria. Aku...aku...aku menyukaimu Alexa!" ucap Aril begitu bersungguh sungguh sampai nafasnya terengah engah.

hatimu yang murni? siapa bilang? Sepertinya dia benar benar sudah membohongi hati banyak orang.

"terima kasih karna sudah mempercayaiku, tapi aku juga tidak ingin lama lama menjawab pernyataanmu. Kau tahu? kau lebih dari sekedar rekan Aril, kau temanku, dan aku tidak mau berbohong kepada teman, maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu, ada seseorang yang aku sukai" jawabnya seadanya.

Dia tidak tahu pasti seperti apa perasaannya pada Glan, yang jelas setiap ada didekatnya, jantungnya selalu berdegup kencang. Mungkin itu yang dinamakan "cinta"

"tidak apa apa" ucap pria itu dengan kepala tertunduk. Tapi setelah itu dia kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum, lalu menyelipkan anak rambut yang menghalangi mata Melody ke daun telinganya. "aku akan menunggu, sampai kau jatuh cinta padaku" senyumnya lalu mengecup singkat keningnya dan pergi berlalu.

"apa apaan itu tadi? sudah kubilang aku tidak bisa membalas perasaannya!" Ucapnya sambil mengusap kening yang dicium Aril barusan.

BRUK!

Tiba tiba seseorang mendekapnya dari belakang, benar benar membuat Melody terkejut sampai jantungnya mau copot.

"aku senang kau mengatakan itu!" ucap pria itu yang ternyata Glan.

"menguping pembicaraan orang lain itu tidak sopan tahu!" Melody melepas tangan Glan yang melingkar dilehernya.

"siapa orang yang kau sukai itu?" Glan tersenyum penuh percaya diri dan duduk disamping Melody.

"kalau sudah tahu jangan bertanya" dengusnya dengan wajah yang sudah memerah karna malu.

CUP!

Glan mendaratkan ciuman tepat di bibirnya. Membuat Melody membulatkan matanya melihat Glan yang tengah memejamkan matanya.

DEGH! DEGH! DEGH!

jantungnya benar benar akan meledak, Dia tak bisa menahannya lagi dan ingin melepaskan diri darinya. Tapi pria itu justru malah menguncinya, tak mau sedikitpun melonggarkan pelukan mereka.

"emh!" Melody mendorongnya dengan kasar saat lidah tak bertulang itu mulai masuk kemulutnya. Entah kenapa, rasanya aneh. Sama seperti pertama kali dia melakukannya bersama orang lain.

"a apa yang kau lakukan?" tanyanya gugup.

"menciumu"

bodoh, yah, dia tahu itu, maksudnya kenapa dia melakukannya?.

"ish lupakan saja!" dengusnya kesal.

Setelah cukup lama mereka hanya saling diam. Suasana menjadi canggung setelah ciuman tadi. Namun Melody tak membiarkan suasana terlalu lama membosankan.

"hemm, jawab pertanyaanku dengan jujur!" ucapnya sambil menatap Onyx hitam lelaki itu.

"apa?"

"siapa ciuman pertamamu?" tanya Melody membuat wajah pria itu langsung merah merona, mengingat pagi itu dia berciuman dengan kakaknya.

"jawaab!" Serunya sambil menarik narik tangan Glan dengan manja

"kakakku!" jawabnya dengan wajah yang semakin memerah.

Pfff!

"hahahaha!" Melody tak bisa menahan tawanya membayangkan bagaimana mereka melakukannya.

"jangan mentertawakanku" ucapnya ketus.

"maaf"

Glan kembali tersenyum, lalu menarik Melody kedalam pelukannya.

"aku menyukaimu!"

"hem...."

Tidak bisa begitu, tidak boleh mencintainya. Karna sepandai pandainya bangkai ditutupi, baunya pasti akan tercium juga. Entah itu waktunya tepat atau tidak, saat ada masalah nanti, siap tidak siap, dia harus menerima kenyataannya.

1
bebek terbang
😍
Susi Nuraini
bingung baca nya
kagome
Luar biasa
Okto Mulya D.
Melody hamil anak siluman Glan atau gendruwo yang menyamar jadi Glan..hiks hiks..pas malam Jumat lagi baca ginian
Okto Mulya D.
kenapa jadi hantu - Glan, kasihan Melody dan Gray penderitaannya tiada akhir.. semuanya mati.
Okto Mulya D.
Dia datang bawa anak dan istrinya.
Okto Mulya D.
Mantab sekali, asisyah masih SMP sudah bikin novel online. terus semangat kamu pasti lebih bagus dari ini..
Okto Mulya D.
Kena azab kayaknya lama tak mati-mati barulah dapat maaf dari Melody lancar
Okto Mulya D.
Sandy itu harus dikasih pelajaran kayaknya..orang bejat begitu.
Okto Mulya D.
Author, knp begini digantung terus..sudah beberapa kali lhoo
Okto Mulya D.
rusakkkkk status keluarga yang agung..
Okto Mulya D.
itu bukan cinta tapi pelampiasan Aldridge
Okto Mulya D.
Thor kenapa maju mundur gini moodnya...
Okto Mulya D.
Susah kalau cinta tapi zaman sekarang - males yaa
Okto Mulya D.
Karma apa nanti menimpa Sandy, orang bejat ituuuu
Okto Mulya D.
settingnya koq aneh, Thor. suasana di kota kecil tetapi ada hotel, dan mobil sport. Agak kontras antara cerita dengan suasana yang Author bangun...
Okto Mulya D.
cinta remaja itu beda ya..
Okto Mulya D.
Gadis anehh bisa sembuyikan masalah sebesar itu, menghidupi pamannya bukan malah sebaliknya
Okto Mulya D.
waduh Thor ceritamu loncat2 kayak kutu loncat..
Okto Mulya D.
Ceritanya sedih ya Thor, gadis cantik yang tidak beruntung! Namun dia tegar dan menjalani apa adanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!