NovelToon NovelToon
Obsesi Sahabat Suami

Obsesi Sahabat Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Veyra Aletha, ia tidak pernah berniat mencintai siapapun selain suaminya. Baginya, Alvero Halim Winata adalah rumah pertama, lelaki yang ia pilih untuk membangun keluarga kecil mereka bersama putra semata wayang mereka, Renzio Althar Halim.

Kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Di tengah kesibukan Alvero yang semakin tenggelem dalam pekerjaan, hadir Regan Han Sebastian, sahabat sekaligus rekan kerja suaminya yang selalu punya waktu untuk hadir saat Veyra merasa sendiri.

Menemani Renzio bermain. Mengantar Veyra saat Alvero sibuk. Datang membawa makanan. Dan perlahan mengisi ruang kosong yang tidak pernah Veyra sadari sebelumnya.

Hingga suatu hari, kecelakaan mengubah segalanya. Veyra dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Saat semua orang percaya Veyra telah hilang, Regan justru membawanya pergi ke Singapura. Menyimpan rahasia besar yang perlahan mengaburkan batas anatara cinta, rasa bersalah, dan obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Nyari Sarang

Seteleh pemeriksaan selesai, Veyra akhirnya memilih untuk pulang. Karena sampai detik itu pun, Alvero belum membalas pesannya.

Di dalam mobil, Regan mengemudi dengan santai. Musik Bruno Mars mengalun dari kabin mobil.

Di kursi sebelahnya, Veyra duduk bersandar. Rambutnya terus menari karena angin dari jendela yang sengaja dibuka. Pandangannya jatuh ke luar sana.

Regan sesekali menoleh, menatapnya sebentar. Ia menghela napas pelan.

"Kamu ngantuk?" tanyanya memecah hening.

Veyra hanya menggeleng. Tak ada jawaban satu kata pun.

"Kamu mau apa, hm? Mau beli cemilan buat di rumah? Atau apa? Biar aku beliin." Regan meyakinkan sekali lagi.

Veyra membuang napas. Ia menengakkan duduknya, lalu menoleh menatap Regan.

"Gak perlu beli apa-apa. Cemilanku masih banyak di rumah."

Regan hanya mengangguk. Pandangannya sekarang fokus pada jajaran pedagang di kaki lima. Matanya terpaku pada satu food cart yang berjualan es teller creamy.

"Veyra, tunggu sebentar, ya." Katanya sambil menepikan mobil ke bahu jalan. Lalu mematikan mesinnya.

"Jangan lama-lama, aku sudah pengen sampai rumah." Jawabnya lirih. Nada suaranya campuran antara capek dan sudah tidak mood untuk semuanya. Karena Alvero yang mendadak sibuk, bahkan sampai hilang kabar.

"Sebentar." Regan segera keluar dari dalam mobilnya. Langkahnya lebar saat menghampiri food cart.

Veyra menunggu sambil memeriksa ponselnya lagi. Ia menghela napas panjang, lalu kepalanya bersandar. Matanya menatap langit-langit mobil, sebelum akhirnya ia pejamkan.

Setelah beberapa menit, pintu mobil kembali terbuka. Regan masuk sambil membawa dua cup es teller.

Veyra kembali membuka matanya. Ia sedikit terkejut saat tangan Regan sudah ada di depannya.

"Kamu gak lagi tidur, kan?" tanya Regan sambil menatapnya dengan senyum khasnya.

"Nggak. Aku belum bener-bener ngantuk, Regan."

"Yaudah, kita makan ini sebentar. Kamu mau?" Regan mengangkat satu cup es teller di hadapan Veyra.

Veyra menatapnya sebentar. Perlahan, senyum tipis muncul di wajahnya. Seolah rasa lelah barusan tak pernah ada.

Tangannya meraih cup es teller itu, "makasih ya."

"Sama-sama," jawab Regan dengan antusias.

Saat Veyra membuka tutup cupnya, keju parut langsung berjatuhan. Ia cepat-cepat mengaduknya.

Veyra menyendok irisan alpukat, lalu melahapnya. "Regan, kenapa kamu tiba-tiba beliin aku es teller. Apa kamu emang lagi pengen?"

"Bisa di bilang gitu. Tapi lebih ke... nggak suka aja lihat kamu cemberut." Jawab Regan sambil mengunyah.

Veyra tertawa kecil. "Ohh, jadi kamu tahu cara perempuan menurunkan moodnya?"

Regan mengangguk cepat. "Aku harus tahu, Veyra. Untuk nanti, saat aku sudah punya pasangan."

"Kayaknya kamu tertarik banget buat cari tahu tentang perempuan?"

"Tentu, karena aku gak mau pasanganku merasa tidak di mengerti. Apalagi sampai merasa sendiri." Tatapan Regan beralih ke wajah perempuan di sampingnya.

Veyra membalas tatapan itu sebentar, lalu beralih menatap es teller yang tinggal setengah. "Kamu benar, Regan."

Regan mengangguk.

Sekarang tak ada lagi yang bersuara. Sampai es teller mereka habis. Regan kembali menyalakan mesin mobil, lalu kembali ke jalan utama untuk melaju.

Veyra kembali diam, bukan lagi merasa capek. Tapi ucapan terakhir Regan yang mendadak terus terngiang di kepalanya. 'Apalagi sampai merasa sendiri.'

Kata-katanya benar, Veyra sendiri tidak bisa membantah. Terkadang, ia juga merasa sendiri saat keadaan seperti ini. Alvero yang selalu fokus pada kerjaannya, bahkan sampai lupa untuk memberi kabar.

Tapi di sisi lain, Veyra juga tahu. Itu adalah bentuk tanggung jawab Alvero yang ingin mencukupi kebutuhan dirinya dan anaknya, dengan cara bekerja keras.

Regan menatap Veyra sebentar. "Veyra, kamu kenapa lagi? Capek ya?"

"Nggak. Aku cuma ngantuk."

"Yaudah, kamu tidur aja. Kalau udah sampai rumah. Aku bangunin kamu."

"Gak mau, Regan."

Tak lama, ponsel Veyra berbunyi dari dalam tasnya. Nama Mas Al, terpampang jelas di layar. Veyra membuang napas, lalu menjawabnya.

"Hallo, sayang." Suara Alvero dibalik telepon.

"Hm," Veyra hanya menggeram.

"Sayang, kamu dimana?"

"Aku lagi jalan pulang sama, Regan," jawab Veyra sambil menoleh ke Regan.

"Kok bisa sama dia?"

"Kita ketemu di lobby kantor. Terus Regan ajak aku makan sambil nunggu kamu. Tapi lama, jadi sekalian aja dia nganterin aku cek kandungan."

"Ya ampun! Sayang aku benar-benar minta maaf. Aku..."

"Mas, lanjut ngobrol di rumah aja. Bentar lagi Aku nyampe."

Veyra memutuskan sambungan telepon dalam sepihak.

Wajahnya kembali di tekuk, seperti menunjukkan kekesalan pada suaminya.

Regan hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.

Mobil milik Regan akhirnya masuk ke halaman luas keluarga Alvero. Saat mobil berhenti, Veyra cepat-cepat turun.

Dan tak lama, mobil milik Alvero kini menyusul masuk. Alvero segera keluar, mengejar istrinya yang pasti sudah ngambek.

"Sayang, aku minta maaf. Aku bikin kamu nunggu lama ya!" Alvero menarik tangan Veyra.

Tapi Veyra menipisnya. "Kita bicarain di kamar aja. Aku mau bersih-bersih dulu."

Veyra mendorong pintu, melangkah masuk dengan rasa kesal pada suaminya. Bahkan sampai lupa mengucapkan terima kasih kepada Regan.

Di teras depan pintu masuk. Alvero berdiri sambil mengusap wajahnya kasar.

"Kenapa sampai lupa kalau hari jadwal Veyra cek kandungan." Gumamnya.

Dari halaman, Regan berjalan menghampiri. Wajahnya tenang tanpa beban.

"Alvero, istrimu ngambek. Jangan dibiarin ya." Katanya.

Alvero mendengus. "Kamu pikir aku tipe suami yang membiarkannya begitu saja."

Regan terkekeh, ia sudah berdiri di hadapan Alvero. Satu tangan masuk ke saku celananya. "Aku gak berpikir sampai situ. Aku tahu kamu."

Alvero melemparkan tatapan yang menusuk.

"Al, aku minta maaf atas kejadian kemarin. Sekarang gimana? Klient itu masih marah sama kamu?"

Alvero sedikit tersentak, ia tak percaya. Orang seperti Regan, ternyata tidak melupakan kesalahannya begitu saja.

"Kenapa kamu cuma diam? Masih marah? Ahh... baiklah. Aku mau pulang saja." Regan berbalik. Tapi sebelum melangkah, suara Alvero menghentikannya.

"Klient belum memberikan jawaban apa-apa." Jawabnya.

Regan mengangguk. "Semoga aja klientnya mengerti, atas kesalahan ini."

Tak ada lagi yang bersuara. Kedua pria itu sekarang hanya saling berhadapan.

"Oh iya, aku pulang dulu. Selamat malam Pak Direktur, sampai ketemu besok di kantor." Regan melambaikan tangannya. Langkahnya cepat saat menuruni tangga teras.

"Regan!" Alvero kembali memanggilnya.

Regan berdiri di depan pintu mobil. Alisnya mengernyit. "Kenapa?"

Alvero berjalan menghampiri. Tangannya menepuk bahu Regan pelan. "Makasih ya. Udah nemenin Veyra."

"Sama-sama," jawab Regan cepat.

"Tadi ada investor yang meminta data keuntungan. Jadi lama meetingnya, karena aku harus menghitungnya dengan teliti."

"Tapi aman, kan?"

Alvero mengangguk lega. "Aman banget. Investor sangat puas dengan hasil keuntungannya."

"Syukurlah kalau begitu."

Keduanya kembali diam. Beberapa detik berlalu. "Aku pulang dulu. Kamu cepet masuk, bujuk Veyra. Jangan sampai dia marah."

"Hati-hati," ucap Alvero.

Saat Regan sudah benar-benar masuk mobil. Alvero kini berlari masuk ke rumah.

Ruang keluarga sudah mulai sepi. Langkahnya cepat ketika ia menaiki anak tangga.

Begitu tiba di depan pintu kamar, Alvero langsung membukanya dan masuk. Tapi Veyra tak ada di sana. Alvero yakin jika istrinya itu sedang berada di kamar mandi. Jadi ia menyusulnya masuk ke sana.

Tak lama, Veyra keluar lebih dulu. Dan setelah beberapa saat, Alvero juga keluar, ia masih mengenakan balutan handuk di pinggangnya.

"Sayang, jangan diemin aku kayak gitu. Aku minta maaf." Katanya sedikit merengek.

Veyra yang tengah mengeringkan rambutnya, ia tak merespon apapun.

"Aku bantu keringin ya." Alvero mengambil hair dryer dari tangan istrinya.

Gerakannya lembut saat mengusap rambut Veyra. "Sayang, tadi ada meeting dadakan. Itu dari investor, jadi aku gak bisa batalin gitu aja."

Veyra masih diam.

"Perhitungan keuntungan itu sangat menyebalkan. Aku lupa antar kamu gara-gara itu."

Masih tak ada jawaban.

"Sayang, hari Sabtu besok kamu jangan kemana-mana, ya. Aku mau ajak kamu ke Puncak."

"Puncak?" Ulang Veyra akhirnya.

"Iya, kita pergi berdua aja."

"Mas, serius? Sabtu besok mau ke Puncak?" Tanya Veyra memastikan.

"Iya sayang."

Perlahan, wajah cemberut Veyra akhirnya tersenyum. Veyra mendongak. "Mas, aku udah lama pengen ke sana. Pengen lihat kebun Teh. Pengen ngadem dari hawa panasnya Jakarta."

Alvero tertawa kecil. Lalu berdehem. "Udahan nih marahnya."

"Nggak, aku masih marah." Veyra bangun dari duduknya. Ia langsung naik ke atas ranjang, berbaring dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

Alvero cepat-cepat menyusulnya. "Sayang aku ikut!"

"Mas! Pakai baju dulu. Seenggaknya kamu pakai sempak."

Alvero tertawa keras. "Dia lagi nyari sarangnya, sayang."

"MASS!! Teriak Veyra dari balik selimut.

Bukannya bangun, tawa Alvero justru semakin menjadi. ​

1
Pengabdi Uji
Regan🤣 km suka yg mna dehh
Addb_Rh
ini jd curiga, obsesi mu ke Zio apa Vyera nanti ujung nya🙄😅
Laila Sarifah
Apa Regan ini nggak pernah pacaran?
Aii Flow🌷: Belum, paling cuma kagum-kagum gitu😄
total 1 replies
Addb_Rh
anu Rzgan, daripada solo karir terus gt, mending nikah aja sih😩😩
masih banyak cewek cantik kok. 🤣
Aii Flow🌷: Bukan cantiknya, tapi minat Regannya yang belum mau😭
total 1 replies
Its me
novel banget 🤭
Aii Flow🌷: Drama banget🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
regann trlalu bnyk nnton drama🙄🙄 eehh
Pengabdi Uji
😭 bukan mami mu aja kita pembaca jg curiga regan ini knp🤭
Aii Flow🌷: Semuanya curiga🤣
total 1 replies
Pengabdi Uji
🙄ga trlalu percaya sma regan kek agak nikungg gitu 🤣🤣
Addb_Rh
makin kesini, makin kesana aja omongan Regan😩😩

normal ya Reg, punya pacar makanya🤣
Addb_Rh
pen nampol Regan pale swallow biar sadar umur🙄

ngalahin anaknya Al, ih kamu Reg.. 😩🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Its me
kebalik mom
apa Alvaro siap di binor sama Regan
Laila Sarifah
Apa Raynand terlalu di manjakan sama orang tuanya, makanya sifatnya nggak bisa dewasa😌
Laila Sarifah: 😭😭😭 Regan elahh, keyboardnya otomatis kesana😭
total 2 replies
Laila Sarifah
Kapan dewasanya kamu Regan😭
Pengabdi Uji
Wkwk All lu srius udh nyaman sma Regan 😭 agak bingung coy ini Regan obses ke lakinya apa ke bininya🤭
Aii Flow🌷: Nggakkk, ya kali ke lakinya😭🤣
total 1 replies
Its me
nah ini kayaknya yang di bilang Raymond tadi 🤣
Its me: bukan Regan tapi Ahsan 🤭
total 3 replies
Its me
bukan sama Alvero tapi sama bini nya
Laila Sarifah
Makanya jangan terlalu deket sama Alvero. Cari istri gih Gan🤪
Aii Flow🌷: Nggak dulu, lagi nunggu mangsa🤧
total 1 replies
Addb_Rh
makanya cari pacar Regan, sifat manjamu itu, kadang ke Al juga agak agak gimana gt. 🥲
Aii Flow🌷: Terlalu dimanja sama Mamynya🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
Samaa😭 aku jg mkir regan geiy anjayyy😭😭 bner kgk siii wkwk
Aii Flow🌷: Nggak😭 dia normal🤣
total 1 replies
Addb_Rh
malu Regan, udah tua. 😩
Aii Flow🌷: Apa itu tua? Regan masih anak-anak🤧🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!