NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Bos mafia yang konon kejam dan tanpa ampun ternyata bisa memiliki sisi lembut dan perhatian. Atau, protagonis wanita selalu dianiaya oleh bos mafia, namun dalam perlawanannya ia secara bertahap dihargai, dan akhirnya meraih kebebasan serta cinta sejati. Bagaimana rasanya dipaksa menggantikan kakak atau adiknya untuk menikahi bos mafia yang ditakuti? Cerita seperti apa yang akan terjalin dalam prosesnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dua Bayangan

Suasana di dalam ruang tamu utama mansion Barrett sore itu terasa begitu mencekik, bahkan lebih dingin daripada malam saat badai melanda Pelabuhan Timur.

Kain gorden abu-abu tebal dibiarkan terbuka setengah, membiarkan bias cahaya matahari senja yang kemerahan masuk ke dalam ruangan, menciptakan bayang-bayang panjang yang dramatis di atas lantai marmer hitam.

Elena duduk di sofa beludru besar dengan punggung tegak kaku. Dia mengenakan gaun sutra berlengan panjang berwarna merah muda pastel pilihan warna yang sengaja ia ambil sebagai bentuk pernyataan diri.

Dia bukan lagi Elena yang bersembunyi di lantai bawah tanah, dan dia juga bukan Alana yang angkuh. Dia adalah dirinya sendiri, wanita yang kini berdiri di samping penguasa kegelapan pantai timur.

Di sebelah kanannya, Nicholas Barrett duduk dengan santai namun memancarkan aura dominasi yang mutlak. Pria itu mengenakan kemeja hitam formal dengan jas setelan yang senada.

Tangan kirinya diletakkan di atas sandaran sofa di belakang bahu Elena, seolah-olah sedang memagari wilayah kekuasaannya dari ancaman luar. Di atas meja kopi marmer di depan mereka, dua cangkir teh yang masih mengepul dibiarkan begitu saja tanpa disentuh.

*Brakk!*

Pintu ganda ruang tamu dibuka dengan kasar dari luar oleh Christian. Dua orang melangkah masuk dengan langkah kaki yang terburu-buru, dikawal ketat oleh empat penjaga bersenjata lengkap di belakang mereka.

Arthur Vance melangkah memimpin di depan. Wajah pria tua itu tampak dipenuhi oleh keserakahan yang berkedok kekhawatiran seorang ayah. Namun, pandangan Elena langsung terkunci pada sosok wanita yang berjalan di belakang Arthur.

Alana Vance.

Kembarannya itu tampak persis seperti dirinya secara fisik wajah, potongan rambut, dan tinggi badan yang serupa. Namun, gaya berjalan Alana yang berlenggak-lenggok angkuh, riasan wajahnya yang berani, serta gaun desainer Prancis berpotongan rendah berwarna merah menyala yang dikenakannya membuat perbedaan di antara mereka menjadi sangat kontras.

Alana tampak seperti sebuah mawar berduri yang haus akan perhatian, sementara Elena adalah kanvas tenang yang menyimpan kedalaman emosi.

"Alana! Putriku!" Arthur langsung bersuara, suaranya menggema di ruangan yang luas itu saat matanya tertuju pada Elena yang duduk di sofa. Pria tua itu sengaja memanggil nama Alana untuk mempertahankan sandiwara di depan para penjaga, meskipun matanya berkilat licik.

Namun, sebelum Arthur bisa melangkah lebih dekat, Christian langsung mengacungkan tangan kanannya, menahan dada Arthur dengan kekangan yang kuat.

"Tetap di tempat Anda, Mr. Vance."

Alana tidak memedulikan ayahnya. Mata indahnya langsung menyapu ruangan mewah itu, mengagumi lampu kristal raksasa, pilar-pilar marmer, hingga akhirnya tatapannya jatuh pada sosok Nicholas Barrett yang duduk dengan ketampanan yang mengintimidasi.

Detik itu juga, kilatan penyesalan dan keserakahan yang masif melintas di mata Alana.

Pria ini seharusnya menjadi miliknya.

Nicholas jauh lebih kaya, lebih berkuasa, dan seratus kali lebih tampan daripada kekasih rahasianya di London yang ternyata hanya seorang pecandu judi.

"Nicholas... sayang," Alana melangkah maju, mengabaikan Christian. Dia memasang senyuman paling menawan yang biasa dia gunakan untuk menaklukkan para pria di kelab malam.

"Maafkan aku karena terlambat datang kepadamu. Pria tua ini" dia menunjuk Arthur dengan jengkel

"membuat rencana bodoh yang memisahkan kita. Tapi sekarang aku sudah di sini. Aku kembali untuk mengambil tempatku di sampingmu."

Alana menatap Elena yang duduk di sofa dengan pandangan merendahkan yang sangat tajam. "Dan kau... Elena. Beraninya kau duduk di sana mengenakan gaun murahmu dan berpura-pura menjadi diriku? Turun dari sana. Sandiwara bodohmu sudah berakhir sekarang setelah aku pulang."

Elena merasakan sepercik rasa takut yang sempat menyengat hatinya, sebuah trauma masa lalu saat dia selalu harus mengalah pada setiap keinginan Alana. Namun, sebelum dia sempat membuka suara, cengkeraman tangan Nicholas di bahunya mengencang secara halus, memberikan kehangatan dan kekuatan instan yang meruntuhkan keraguannya.

Nicholas tidak bangkit dari duduknya. Dia bahkan tidak mengalihkan pandangan abu-abunya dari cangkir teh di depannya. Pria itu mengambil cangkir tersebut, menyesapnya perlahan dalam keheningan yang meneror selama beberapa detik yang menyiksa.

"Siapa yang mengizinkanmu berbicara di rumahku, jalang?" suara Nicholas terdengar sangat rendah, serak, namun memiliki gaung yang sanggup membekukan darah di dalam ruangan itu.

Senyum di wajah Alana seketika membeku. "N-Nicholas? Ini aku... Alana. Wanita yang ada di dalam perjanjian pernikahanmu. Gadis yang duduk di sebelahmu itu hanyalah Elena, kembaranku yang tidak berguna. Dia mencuri posisiku!"

Nicholas perlahan meletakkan kembali cangkirnya ke atas meja. Deting pualam yang beradu dengan marmer terdengar seperti ketukan palu hakim yang menjatuhkan vonis mati. Nicholas menegakkan tubuhnya, memutar kepalanya, dan menatap Alana dengan sepasang mata abu-abu yang kini dipenuhi oleh kilatan kebencian dan kejijikan yang mendalam.

"Aku tahu persis siapa wanita yang berdiri di depanku, dan siapa wanita yang duduk di sampingku," ucap Nicholas dingin.

Dia bangkit dari sofa, sosoknya yang jangkung dan tegap langsung memberikan tekanan psikologis yang luar biasa pada Arthur dan Alana hingga kedua orang itu secara refleks mundur satu langkah.

Nicholas berjalan mendekati Alana, berhenti tepat dua jengkal di hadapan wanita yang mengenakan gaun merah itu.

"Kau melarikan diri ke London karena kau takut aku akan menggorok lehermu untuk melunasi utang ayahmu. Kau mengira duniaku hanya berisi pembantaian yang mengerikan, jadi kau menumbalkan saudaramu sendiri untuk mati menggantikanmu."

Nicholas menyipitkan matanya, memancarkan aura predator tertinggi. "Dan sekarang, setelah kau melihat di berita bahwa 'istri Nicholas Barrett' dihormati di seluruh pantai timur, menerima kemewahan yang tak terbatas, dan hidup dalam proteksi mutlak kekaisaranku... kau datang ke sini dengan gaun merah menjijikkanmu, mencoba menuntut tempat yang bahkan tidak pernah layak kau injak?"

"Nicholas, dengarkan aku dulu..." Arthur mencoba menyela dengan suara gemetar.

"Perjanjian utang darah kita adalah..."

"Perjanjian utang darah kita sudah kubakar menjadi abu di perapian kerjaku, Arthur," potong Nicholas dengan bentakan rendah yang membuat Arthur langsung menutup mulutnya rapat-rapat karena ketakutan.

Nicholas kembali menatap Alana yang kini wajahnya mulai memucat, kehilangan seluruh rasa percaya dirinya.

"Kau ingin tahu sebuah fakta, Alana Vance? Aku tahu tentang pelarianmu dua jam sebelum aku menginjakkan kaki di rumah busukmu malam itu. Dan aku sengaja membiarkanmu pergi."

Alana membelalakkan matanya tidak percaya. "Apa?!"

"Karena wanita sepertimu... wanita yang egois, berisik, dan gila harta... terlalu menjijikkan untuk berada di dalam rumahku," bisik Nicholas tepat di depan wajah Alana, suaranya sarat akan penghinaan yang menyengat.

"Sedangkan Elena... dia memiliki sesuatu yang tidak akan pernah kau miliki seumur hidupmu. Dia memiliki jiwa yang tulus, ketenangan yang anggun, dan dia adalah satu-satunya wanita yang kuizinkan untuk menyentuh luka di tubuhku."

Nicholas berbalik, berjalan kembali ke arah sofa dan mengulurkan tangan kanannya yang besar pada Elena. Elena menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca oleh rasa haru yang luar biasa. Dia menyambut uluran tangan Nicholas, bangkit berdiri, dan membiarkan Nicholas menarik pinggangnya dengan posesif ke dalam pelukannya di hadapan Arthur dan Alana.

"Mulai detik ini, di dunia mafia pantai timur, dan di hadapan hukum mana pun, tidak ada yang namanya Alana Vance. Wanita ini adalah Elena Barrett. Istri sahku, dan nyonya mutlak dari seluruh kekaisaran Barrett," deklarasi Nicholas dengan suara lantang yang bergaung kuat di seluruh sudut ruangan.

Nicholas melirik Christian dengan tatapan dingin yang tak menyisakan ampun.

"Christian, bawa Arthur Vance dan wanita jalang ini keluar dari wilayahku. Sita seluruh aset sisa keluarga Vance yang berada di New York untuk melunasi sisa utang yang belum lunas. Dan jika aku melihat salah satu dari wajah mereka berdua berada di radius lima ratus meter dari istriku lagi... pastikan mereka berdua berakhir di dasar Sungai Hudson dalam kotak beton. Paham?"

"Paham, Tuan," sahut Christian dengan senyuman tegas. Dia memberi isyarat pada para penjaga, yang langsung mencengkeram lengan Arthur dan Alana dengan kasar, mengabaikan teriakan histeris Alana dan tangisan memohon dari Arthur saat mereka diseret keluar dari mansion.

Suara pintu utama yang tertutup keras menandai akhir dari bayang-bayang masa lalu Elena. Ruang tamu kembali dilingkupi oleh keheningan, namun kali ini keheningan itu terasa begitu melegakan.

Elena memutar tubuhnya di dalam pelukan Nicholas, menatap dada bidang suaminya dengan air mata yang akhirnya menetes membasahi kemeja hitam pria itu. "Nicholas... terima kasih. Terima kasih karena telah memilihku."

Nicholas menundukkan kepalanya, jemarinya yang kasar mengusap air mata di pipi Elena dengan kelembutan yang teramat sangat. Dia mengepalkan dagu Elena dengan lembut, mendongakkan wajah istrinya, lalu mengunci bibir Elena dalam sebuah ciuman yang mendalam, hangat, dan penuh dengan janji masa depan yang tidak akan pernah lagi terusik oleh siapa pun.

Di dalam sangkar emas beraroma khas ini, sang pengantin pengganti telah menemukan kebebasan dan cinta sejatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!