NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Panglima TNI.

Terjebak Cinta Panglima TNI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Aruna mencoba segala cara agar pertunangannya dengan seorang Panglima TNI bernama Axel dibatalkan. Tapi semua cara yang ia lakukan itu justru tidak membuahkan hasil sama sekali. Axel justru semakin menyukai dirinya, dan memberikan apapun yang dia mau. Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus hanya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Musuh bebuyutan.

Sesampainya di depan toko bunga, mobil pun berhenti. Axel turun dengan langkah tegap, berniat membelikan buket mawar merah besar sesuai permintaan Aruna.

Namun, Aruna adalah Aruna. Sifatnya yang tidak bisa diam dan sangat mudah bosa, langsung mengambil alih. Menunggu hanya beberapa menit saja terasa seperti berjam-jam baginya. Tanpa pikir panjang dan diam-diam, ia membuka pintu mobil dan menyelinap pergi, meninggalkan tempat itu begitu saja. Ia sama sekali tidak peduli jika nanti Axel akan panik mencarinya.

Awalnya ia hanya berjalan-jalan santai melihat-lihat sekitar. Tapi rasa penasarannya yang besar justru membawanya masuk ke sebuah gang sempit dan sepi.

Namun, langkahnya terhenti mendadak. Di sana, ia mendapati sekelompok preman sedang mabuk-mabukan dan membuat keributan. Saat mereka melihat Aruna sendirian, mata mereka langsung menyala penuh niat jahat.

"Hei cantik, mau kemana sendirian?" seru salah satu dari mereka.

Jantung Aruna mencelos. Rasa takut langsung menyergapnya. Tanpa berpikir dua kali, ia membalikkan badan dan berlari sekuat tenaga kembali ke arah ia datang tadi. Sementara teriakan dan tawa jahat para preman itu terus mengejarnya dari belakang, mengajaknya "senang-senang" yang terdengar sangat mengancam.

"Ih sialan.. Niatnya cuman iseng jalan-jalan karna bosan, kok malah ketemu Setan di siang bolong begini.. " Batin Aruna meronta takut.

BRUK!

Karena panik berlari dan tidak melihat ke depan, tubuh mungil Aruna menabrak keras dada bidang seseorang yang sedang berdiri tegak di depannya. Ia hampir terjatuh, tapi tangan orang itu sigap menahannya.

Dengan napas tersengal-sengal, Aruna mendongak perlahan menatap wajah orang tersebut.

"Zayn?!" serunya kaget tak percaya.

"Aruna? Sedang apa kamu di tempat sepi begini?" tanya Zayn heran, wajahnya tampak tenang namun matanya mengamati situasi sekitar.

"A-aku iseng aja kok... tapi di belakangku ada banyak orang aneh. Mereka mau mengejarku. Aku takut, Zayn..." ucap Aruna terbata-bata sambil menunjuk gemetar ke arah para preman yang semakin mendekat.

Dengan panik, Aruna langsung melompat dan memeluk pinggang Zayn, membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Ia mengguncang-guncang tubuh Zayn pelan dengan sikap manja yang putus asa.

"Aaa Zaynnn! Jangan biarkan mereka datang mendekat. Tolong usir mereka plisss..." rengeknya panjang, matanya terpejam kuat menahan rasa takut, merasa hanya Zayn yang bisa menyelamatkannya saat ini.

Mendengar itu, ekspresi wajah Zayn berubah seketika. Pria itu menatap tajam ke arah gerombolan preman tersebut. Tatapannya bukan tatapan biasa, melainkan tatapan dingin, mematikan, dan penuh aura membunuh yang sangat menakutkan. Sedangkan kedua tangannya refleks memeluk pinggang Aruna.

Ajaibnya, hanya dengan satu tatapan itu, para preman yang tadi terlihat garang dan berani itu langsung terdiam kaku, wajah mereka pucat pasi ketakutan. Seolah-olah mereka baru saja melihat setan, mereka langsung tunggang langgang, berbalik dan lari terbirit-birit entah kemana. Bahkan ada yang terlalu panik hingga tak sadar menabrak tiang listrik.

"Kok mereka takut ya sama kamu?" tanya Aruna heran, matanya terbelalak melihat pemandangan di depannya.

"Entahlah..." jawab Zayn santai, seolah apa yang baru saja terjadi adalah hal biasa.

Mendengar jawaban itu, otak Aruna seketika teringat ucapan Axel di dalam mobil tadi. 'Namanya mengingatkanku pada seorang bos mafia...'

Tapi Aruna buru-buru menepis pikiran itu. 'Ah enggak, pasti cuma kebetulan doang. Zayn kan dokter hewan,' batinnya meyakinkan diri sendiri, tak mau berprasangka buruk.

"Zayn... aku haus banget. Kamu ada minuman gak?" tanya Aruna, baru sadar tenggorokannya kering sekali karena berlari dan panik tadi.

"Ada... ini," jawab Zayn singkat. Ia berbalik sebentar ke arah mobilnya, yang terparkir tepat dibelakangnya. mengambil sebuah botol air mineral, lalu memberikannya langsung pada Aruna.

"Sejak kapan kamu disini? Tadi aku lewat sini, gak lihat kamu disini deh.. " Tanya Aruna kemudian. Wajahnya terlihat sangat penasaran.

Zayn tersenyum singkat lalu menjawab.

"Barusan." Balasnya santai dan singkat. Aruna yang tak mau memikirkan banyak hal itu, langsung mengangguk paham. Meski, dalam hati kecilnya, dia bertanya-tanya lebih hanyak.

Aruna menerima botol minuman itu dengan senang hati. Ia membuka tutup botol itu dan baru saja hendak menempelkannya ke bibir untuk meminumnya...

BYUR!

Tiba-tiba sebuah tendangan keras melayang, menghantam botol di tangan Aruna hingga terlempar jauh dan tumpah ruah. Membuat wajah dan bajunya basah.

"JANGAN DIMINUM!!" teriak Axel dengan suara menggelegar yang membuat suasana mendadak mencekam.

Pria itu muncul entah dari mana, napasnya memburu karena berlari mencari Aruna, tapi wajahnya dipenuhi amarah yang luar biasa.

"Axel?! Kenapa malah ditendang sih?! Airnya basah kena muka sama bajuku nih!" protes Aruna kesal, wajahnya dan bajunya basah kuyup terkena percikan air.

"Segera lap!" perintah Axel dingin dan tegas, tanpa menatap Aruna. Ia langsung menyodorkan sapu tangannya, matanya terkunci mati menatap lurus ke arah pria di hadapannya.

Perlahan, Axel melangkah maju, berdiri tepat di depan Zayn. Keduanya memiliki tinggi yang sama 190cm, sama-sama menjulang gagah dan memancarkan aura yang sangat kuat.

Axel menatap tajam, ia jelas-jelas mengenali sosok di depannya itu. Wajah ini, mata ini... adalah wajah musuh bebuyutannya yang selama bertahun-tahun ia buru! Zayn... memang benar-benar bos mafia kejam yang selama ini ia cari. Hanya saja, sulit bagi Axel mendapatkan bukti kejahatan Pria licik itu.

Sementara itu, Zayn hanya menatap balik Axel dengan senyum miring yang dingin dan menantang. Suasana di antara mereka berdua menjadi sangat tegang, panas, dan penuh intimidasi. Percikan api seolah terlihat di antara tatapan mata mereka yang saling membunuh.

Aruna yang berdiri di samping hanya bisa melongo bingung, bergantian menatap wajah kedua pria itu yang sama-sama terlihat sangat mengerikan dan tak tersentuh.

'Ada apa sebenarnya dengan mereka...?' batin Aruna mulai merasa ada sesuatu yang sangat besar dan berbahaya sedang terjadi di depannya.

Tapi suasana yang begitu tegang dan mencekam itu tiba-tiba buyar...

Haa... Haa... Hacccchhh!!

Aruna yang tadi berdiri kaku, tiba-tiba bersin-bersin bertubi-tubi. Badannya menggigil hebat, kedinginan luar biasa karena bajunya basah terkena percikan air tadi, ditambah angin sore yang mulai menusuk tulang. Dan dia, hanya memakai Dress tipis tanpa lengan.

"Ah... d-dinginnn..." keluhnya pelan, giginya bergemeletuk, wajahnya pucat dan kakinya terasa lemas.

Melihat itu, Zayn dengan sigap langsung melepas jaket tebal yang dikenakannya, berniat membungkus tubuh mungil Aruna agar hangat.

Namun..

Tangan Zayn ditepis kasar oleh Axel dengan sangat cepat dan keras.

"TAK PERLU!" bentak Axel dingin. Ia bahkan langsung membuang jaket itu jauh-jauh ke tanah seolah benda itu adalah sesuatu yang menjijikkan dan berbahaya.

"Tapi lihat, dia kedinginan begitu!" Zayn mulai kesal, suaranya meninggi menatap tindakan Axel yang dianggapnya tidak masuk akal.

Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, Aruna kembali bersin-bersin, kali ini lebih parah dan tubuhnya semakin gemetar. Melihat itu, naluri Axel langsung mengambil alih. Ia memeluk tubuh gadis itu erat-erat, mencoba memindahkan hangat tubuhnya ke tubuh Aruna. Kala itu Axel memang tidak memakai jaket, dia hanya mengunakan kemeja hitam polos yang lengannya di gulung sampai siku.

"Menjauh darinya..." ancam Axel lagi, matanya melotot penuh bahaya menatap Zayn. "Dan Jangan sentuh dia!"

"Dia kedinginan! Itu semua salahmu!" bentak Zayn tak kalah garang.

Dengan kekuatan yang luar biasa, Zayn tiba-tiba mendorong keras dada Axel hingga pria itu terhuyung mundur. Dalam sekejap mata, Zayn menarik tubuh Aruna dan menariknya masuk ke dalam dekapannya sendiri.

Aruna sendiri benar-benar tak berdaya. Ia merasa seperti sebuah benda yang dioper sana sini tanpa bisa menolak. Tarikan dan dorongan yang kencang itu membuat kepalanya pening, tubuhnya yang sudah lemah karena kedinginan semakin tak kuat menahan.

Matanya berkunang-kunang, dan tubuhnya hampir saja ambruk dan tergeletak di jalan...

BRUK!

Untunglah refleks Axel jauh lebih cepat. Sebelum tubuh Aruna menyentuh tanah, tangan kokohnya kembali menangkapnya. Dengan gerakan cepat dan penuh kekuatan, Axel langsung menggendong tubuh mungil itu dalam gendongan pengantin.

Wajah Axel memerah menahan amarah yang siap meledak, tapi ia sadar prioritas utamanya sekarang adalah Aruna.

"Urusan kita belum selesai, Zayn..." ucap Axel rendah, penuh ancaman yang membekukan darah. "Tapi kita tunda dulu sampai nanti."

Tanpa menunggu jawaban, Axel langsung berbalik badan dan berjalan cepat membawa Aruna kembali ke mobilnya, meninggalkan Zayn yang terpaku di tempat.

Zayn hanya diam mematung, tangannya terkepal kuat hingga urat-uratnya menonjol. Tatapan matanya tajam menusuk punggung Axel, jelas sekali ia sangat tidak suka dan tidak terima melihat wanita yang ia sukai, dibawa pergi begitu saja oleh pria yang jelas-jelas menjadi musuhnya.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!