Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Sementara itu Hanna sejak tadi mengabari suaminya. Hari ini sangat sial karena tiba-tiba saja instruktur senam mereka yang mengalami cedera
"Mas Rizal pasti sibuk! Ipul juga pasti disekolah buat jemput anak-anak" Hanna menatap ponselnya
Akhirnya ia mengambil keputusan untuk memesan taksi online agar segera tiba dirumah
Tak menunggu lama, sebuah mobil berhenti didepannya "Mbak Hanna?" Tanya seorang pria yang merupakan supir taksi online
"Iya mas" Hanna masuk, duduk dikursi penumpang lalu mobil melaju ke alamat yang tertera diaplikasi
"Perasaan aku kok gak enak gini yaa?" Entah kenapa Hanna merasa gelisah saat mobilnya Sebentar lagi akan tiba dirumah
"Ada apa mbak? Mbaknya keliatan gelisah!" Tanya supir taksi yang melihat Hanna lewat kaca spion didepannya
"Gak tau nih mas! Mungkin bawaan bayi!"
"Istri saya juga lagi hamil tua, bawaannya curiga terus. Katanya saya main cewek" Supir taksi online itu sedikit bergurau
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, mobil tersebut berhenti didepan sebuah gerbang
"Terima kasih yaa mas!"
"Jangan lupa bintang lima nya ya mbak"
Hanna turun setelah mengucapkan kata 'iya' wanita cantik itu mengernyit saat melihat mobil suaminya terparkir dihalaman
"Bukannya mas Rizal kerja? Kok mobilnya disini?"
Berbagai macam pertanyaan bersarang dibenaknya, ia berharap tidak terjadi hal yang buruk yang akan menghancurkan rumah tangganya
Jangan sampai apa yang orang-orang katakan selama ini terjadi. Hanna menggeleng, dengan perasaan takut ia masuk kedalam rumah
Rumah dalam keadaan sepi, sepertinya Warsih belum kembali dari belanja karena wanita paruh baya itu ingin mengunjungi salah satu keluarganya
Dada Hanna semakin tidak terkendali. Ia bahkan merasakan kontraksi pada perutnya, ini jelas karena pikiran buruknya
Hanna hendak menaiki tangga saat indra pendengarannya menangkap suara dua orang manusia yang saling bersahutan
Suara itu bukan berupa obrolan, siapapun tau apa yang terjadi didalam kamar itu dengan mendengar suaranya saja
Tubuh Hanna terasa lemas, tulang-tulangnya rasanya tidak sanggup lagi menopang berat tubuhnya
"Ipul gak ada dirumah? Terus siapa yang bersama Arum?"
Hanna menolak mengatakan jika itu suaminya. Rizal tidak akan pernah melakukan hal terkutuk itu
Dengan perasaan campur aduk wanita hamil itu mendekat ke arah kamar tamu, suara itu menandakan jika dua orang itu tengah berada dalam kenikmatan
Dengan tangan yang bergetar Hanna menggenggam handle pintu, namun ia ragu untuk mendorongnya
Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Hanna mendorong pintu kamar tamu hingga akhirnya terbuka
Matanya terbelalak, ia tidak salah melihat. Disana Rizal tengah berada diatas tubuh seorang wanita yang ia yakini adalah Arum
Wanita malang yang ia selamatkan dari tangan suaminya yang kejam, namun hari ini kenyataan pahit ini harus ia terima
Hanna membeku, bahkan ia mendengar dengan jelas bagaimana suaminya memuji permainan yang mereka lakukan. Saking menikmatinya, keduanya bahkan tidak menyadari pintu kamar yang sudah terbuka
"Aahh mas!"
Hanna mengepal, rasanya begitu menjijikan saat mendengar suara berat wanita lain yang menikmati permainan suaminya
"Mas Rizal!"
Pria dengan tubuh penuh keringat itu membeku, Rizal bahkan menghentikan kegiatannya tanpa berani berbalik
Suara itu, suara lembut yang tidak mungkin salah. Sejak kapan Hanna ada disana dan bagaimana bisa, ini baru tiga puluh menit dan harusnya Hanna kembali setelah dua jam
Rizal menarik diri dari atas tubuh Arum, wanita itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang sudah basah oleh keringat
"Sayang!" Rizal membeku, ia dapat melihat wajah terluka istrinya disana "Sayang ini?"
Hanna melihat tubuh polos suaminya, ia merasa begitu jijik karena sudah membagi tubuh itu pada wanita lain
Menyadari tatapan sang istri, Rizal meraih handuk dan melilitkannya ditubuhnya lalu mendekat kearah sang istri yang masih diam
"Sayang..."
Plak
"Breng___" Rizal memejamkan matanya, rasanya begitu perih saat tangan halus yang biasanya mengusap pipinya saat ini menamparnya
"Sayang aku akan jelaskan! Ini tidak seperti yang kamu lihat!"
Plak
"Anj____ kalian! Kalian.." Hanna bahkan tidak dapat menyelesaikan ucapannya "Kalian menjijikan!"
Hanna merasa kepalanya berdenyut, pandangannya buram namun dengan cepat ia berpegangan pada bufet kayu yang ada disudut kamar
Melihat itu tentu saja membuat Rizal panik mengingat kondisi sang istri yang kehamilannya beresiko
Pria itu hendak mendekat, namun dengan sisa kesadarannya Hanna meraih vas keramik diatas bufet dan melemparnya ke arah suaminya
"Mas!" Jerit Arum
Rizal memegangi keningnya yang mengeluarkan cairan merah, Hanna benar-benar terlihat berbeda
"Jangan dekati aku! Aku jijik sama kamu mas!" Teriaknya
Rizal mengabaikan darah yang terus keluar dari luka bekas lemparan vas keramik dari istrinya
Dengan cepat ia mendekat dan memeluk tubuh wanita hamil itu. Hanna jelas saja memberontak, ia tidak ingin disentuh oleh pria menjijikan ini
"Lepas.." Hanna memberontak namun Rizal mempererat pelukannya "Lepaskan aku bang___! Jangan sentuh aku!"
"Tenang sayang! Kamu sedang hamil! Aku mohon tenang!"
Ucapan itu tidak membuat wanita hamil itu tenang, malah suara suaminya semakin membuatnya muak dan terus memberontak
"Lepaskan aku!" Hanna mendorong tubuh kekar itu hingga pelukan Rizal terlepas lalu satu tamparan kembali pria itu terima
Rasanya tangan Hanna ikut perih karena seringnya menampar suaminya hari ini
Tatapan tajam Hanna tertuju pada seorang wanita yang meringkuk dibalik selimutnya. Hanna tahu dibalik selimut itu ada tubuh polos yang baru saja dinikmati oleh suaminya
Hanna mendorong Rizal lalu mendekat kearah Arum yang sudah bersikap waspada. Wanita cantik itu menjerit saat rambut panjangnya dicengkeram kuat oleh Hanna yang diselimuti oleh amarah
"Sini kamu jala___!" Hanna menarik rambut panjang Arum dan memaksa tubuh yang masih polos itu turun dari ranjang
"Mas Rizal! Tolong aku!" Arum menjerit saat merasakan rambut panjangnya yang seperti hendak terlepas dari kulit kepalanya
"Sayang lepasin Arum!" Rizal mencoba melepas cengkraman Hanna pada rambut Arum namun wanita itu tidak melepaskan nya
"Hanna dengerin aku dulu!"
"Aku akan membuat semua orang tahu kalau aku sudah menyelamatkan seorang wanita mura___!" Hanna menarik rambut Arum dan hendak membawanya keluar kamar
Tujuannya jelas akan menghukum wanita ini dengan membuat tubuhnya menjadi tontonan semua orang
"Kamu sangat bangga dengan tubuh menggoda mu ini kan? Kalau begitu aku akan membuat semua orang melihatnya!"
Hanna terus menyeret tubuh Arum hingga kini mereka telah berada diruang tamu
Rizal terus mencegah. Jika Hanna berhasil membawa tubuh polos Arum keluar rumah, jelas dirinya ikut terseret dan akan menjadi cemoohan semua tetangga
"Hanna!"
Saat semakin dekat dengan pintu keluar, Rizal tidak dapat lagi berpikir jernih. Pria itu menarik lengan istrinya dengan kasar lalu melayangkan satu tamparan di pipi kirinya
"Bu Hanna!" Jerit seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk kedalam rumah
semoga byk yg baca