sebelum membaca season 2 ini, harap membaca season 1-nya dulu agar ceritanya nyambung dan dapat di mengerti dengan jelas!!!
Hans Nicholaus adalah anak tunggal dari Steve Nicholaus dan Gloria Jecksen...
di awal cerita..
Hans dan rekan-rekannya (street salvactucha) harus mengungkapkan misteri pembunuhan sadis yang di alami oleh Arandra...
tidak hanya itu sebagai anggota mafia, street salvactucha juga harus menghadapi musuh dimana-mana, yang siap menyerang mereka kapan saja...
lalu bagaimana cara Hans dalam mengejar cintanya, terhadap seorang wanita misterius??...
simak kisahnya di Terperangkap Cinta Mafia kejam dan Dingin season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Steve
"Tok tok tok"... Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!". Jawab Hans.
"Selamat siang maaf menganggu tuan, saya hanya datang membawakan dokumen ini". Kata sekertaris Hans saat masuk ke dalam ruangan Hans Sambil membawa dokumen perusahaan yang akan segera di tanda tangani.
"Baiklah, ambil berkas ini sejam lagi, kau bisa keluar sekarang". Jawab Hans saat sudah mengambil dokumen dari tangan sekertarisnya.
"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu". Jawab sekretaris Hans dan dengan segera keluar dari ruangan Hans.
"Bae?". Kata Agatha saat Hans hendak membuka dokumen untuk di tanda tangani.
"Yes my queen".
"Apa sekertaris mu harus berpenampilan se-seksi itu?". Tanya Agatha yang kurang suka dengan penampilan sekertaris Hans, Karena baju yang di gunakannya Sangat seksi dengan memperlihatkan setengah dadanya dan tidak lupa rok ketat-nya yang hanya setengah dari paha.
"Yeah aku juga tidak tau my queen, itu urusan mereka". Jawab Hans sembari menanda tangani dokumen tadi.
"Bae awas saja kalau kamu sampai berani tergoda dengan penampilannya!". Ancam Agatha yang membuat Hans terkekeh.
"Lalu bagaimana jika aku tergoda my queen?". Tanya Hans dengan seringai jahilnya.
"Siap-siap saja kau akan ku jadikan koleksi guling samsak ku!". Jawab Agatha dengan melipat tangan di dadanya dan menaikkan sebelah alisnya.
"Ha-ha-ha aku akan menunggu momen itu my queen". Jawab Hans Sambil bangkit berdiri dan mengangkat tubuh Agatha lalu memangkunya.
"Yeah tunggu saja Bae, akan aku tunjukkan kemampuan bela diri ku di hadapan mu, dan aku yakin setelah itu kau tidak akan pernah bisa melihat wanita seksi lagi, karena aku akan mencolok mata mu dengan kedua tangannya ku ini".. Ancam Agatha di telinga Hans yang sedikit membuat Hans merinding.
"Ha-ha-ha kau sungguh lucu my queen". Goda Hans dan segera mencium bibir merah merekah milik Agatha yang terlihat begitu menggoda.
Tidak tinggal diam Agatha justru mengalungkan tangannya di leher Hans dan membalas ciuman dari Hans, hingga ciuman itu menjadi liar dan panas, dan tanpa Agatha sadari tangan Hans sudah tepat berada di dadanya, membuat Agatha tersadar saat Hans meremasnya.
"Bae stop". Kata Agatha saat sudah melepaskan ciuman mereka.
"My queen aku baru sadar ternyata dada mu sangat kecil". Bisik Hans di telinga Agatha yang membuat Agatha semaki Merona merah di pelukan Hans
"Bae stop, kalau tidak kau akan menyesalinya". Ancam Agatha saat Hans hendak membuka bajunya.
"Ssstttt... Diam lah my queen, aku hanya ingin melihatnya". Jawab Hans dan tetap melanjutkan aksinya hingga membuat Agatha semakin malu dan hendak turun dari pangkuan Hans, namun Hans memeluknya dengan salah satu tangannya dan tidak membiarkan Agatha pergi.
"Bae cukup.. stopphhhh". Kata Agatha yang sudah tidak kuat saat Hans mulai menciumi bagian dadanya dan bermain-main dengan bibirnya di sana, membuat Agatha tidak kuat dengan perlakuan seperti itu.
"My queen buahnya sangat Manis". Gumam Hans dan tetap melanjutkan aksi nakalnya.
"Tok..tok..tok.." suara ketukan pintu kembali terdengar membuat Agatha segera menarik rambut Hans yang masih asik mencumbu dadanya.
"Bae ada orang di luar". Gumam Agatha yang terus menarik rambut Hans agar Hans mengehentikan aksinya.
"Biarkan saja my queen aku tidak perduli". Jawab Hans dengan santai dan melanjutkan aksinya.
"Tok..tok..tok..." Suara pintu semakin nyaring terdengar hingga membuat Hans menggerutu dan tampak sangat kesal.
"Damn.. akan ku buat perhitungan dengan orang itu". Gerutu Hans dan segera merapikan baju Agatha kembali.
"Siapa!!". Teriak Hans dengan dinginnya dari dalam ruangan.
"Daddy.. apa yang kau lakukan di dalam hah!!". Daddy akan masuk sekarang". Kata Steve dari luar yang tidak kalah dingin-nya.
"Om my God bisa gawat kalau Daddy melihat hal ini tadi". Gumam Hans dan dengan cepat beranjak berdiri bersama Agatha, dengan Agatha yang langsung beranjak untuk duduk di sofa sementara Hans mempersilakan Steve untuk masuk.
Baru saja Hans ingin membuka pintu, Steve sudah lebih dulu membukanya dan buat Hans sedikit kaget.
"Oh my God Dad kau mengagetkan ku ". Gumam Hans di depan pintu.
"Ternyata pintu nya tidak di kunci ya.. hay boy mengapa sangat lama mempersiapkan ku masuk". Kata Steve dengan dingin.
"Sorry Dad, Hans sedang ada tamu spesial". Jawab Hans Sambil menunjuk Agatha.
"Siang uncle" sapa Agatha sambil bangkit berdiri dan membungkuk hormat.
"Siang little girl". Jawab Steve dengan ramah.
"Jadi Daddy menganggu meeting penting kalian ya?". Tanya Steve dengan kedipan mata kepada Hans, yang membuat Hans mengangguk.
"Daddy ada perlu apa datang kemari?". Tanya Hans penasaran.
"Hanya mampir saja, ingin melihat kinerja kerja mu, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat". Jawab Steve.
"Ya sudah kalau Daddy Sudah tidak ada keperluan lagi, Daddy bisa pulang sekarang". Jawab Hans mengusir Daddy nya.
"Cih kau benar-benar ya, tapi baiklah Daddy tidak akan mengganggu kalian" Jawab Steve dan dengan cepat beranjak untuk keluar dari dalam ruangan.
"Dasar Daddy mengganggu saja!!". Gerutu Hans dan kembali mendekati Agatha ingin mengulangi kejadian tadi, namun Agatha dengan cepat menepis pelukan Hans dan berlari ke dalam ruangan istirahat dan mengunci pintu sebelum Hans bisa masuk.
"Bae maaf tapi aku sudah mengantuk dan ingin istirahat". Kata Agatha dari dalam kamar.
"Tapi my queen apa yang akan terjadi dengan junior ku yang sudah berhasil terbangun". Jawab Hans dari liar yang masih mengetuk-ngetuk pintu.
"Kau bisa pakai sabun Bae". Jawab Agatha Sembari terkekeh dan segera beranjak ke atas ranjang untuk beristirahat, karena Agatha memang butuh istirahat.
"My queen yang benar saja!!". Jawab Hans namun tidak di hiraukan oleh Agatha.
"Damn..." Gerutu Hans dan segera pergi dan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di ruangan kerja Jevtrack, karena kamar mandi pribadinya tepat berada di satu ruangan kamar istirahat yang sedang di kunci oleh Agatha, jadilah Hans menggunakan ruangan Jevtrack yang berdekatan dengan ruangan tempat kerjanya.
Setelah cukup lama Hans menghabiskan sabun cair di dalam kamar mandi akhirnya Hans keluar dengan memasang muka kusut yang sudah seperti baju tanpa di Strika.
"Ada apa tuan?". Tanya Jevtrack dengan heran saat melihat Hans keluar dengan muka datar dan kusutnya namun Hans tetap diam saja dan beranjak menuju ruangan nya.
Hans kembali bekerja hingga 2 jam kemudian, Agatha sudah bangun dan membuka pintu kamar...
"Bae maaf aku tidur terlalu lama... Hmm kau sedang sibuk ya". Tanya Agatha Sambil mendekati Hans di depan mejanya.
"Hmmm". Jawab Hans yang masih asik berkutat dengan layar komputer di depannya.
lanjut.....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
next and semangat thor😊